Veel World : The Miracle With Flaws

Veel World : The Miracle With Flaws
Chapter 4.4


__ADS_3

~Pusat Kota Adrazil~


Lein memasuki ruangannya, ia berpikir tentang perkataan Zhel semalam. Memang ada kemungkinan Kerajaan Severth menyerang, namun keadaan sulit juga sedang dialami oleh Kota Adrazil.


“Hmm ia ada benarnya... namun—“ ucap Lein terhenti setelah getaran besar mengguncang menara.


Lein merasakan ada sebuah ledakan besar di bawah mernara, dan perlahan menara yang ia tinggali miring dan perlahan jatuh.


“Penyerangan?!”


Ia terlempar ke ruangan bagian kiri dan tepat di sebelah jendela, beruntungnya ia tak jatuh tepat di jendela karena ia bisa mati jika jatuh dari ketinggian itu. Kemudian ia melihat dibawah menara banyak sekali pertarungan terjadi, ada banyak prajurit dan warga yang melarikan diri juga.


“Sial... Thousand Magic” mengerutkan keningnya.


Ia berbalik melihat sisi kanan ruangan, disana ada sebuah jendela yang tertutup. Ia berusaha bangkit dan berlari sebelum sudut ruangan semakin miring, Lein langsung melompat keluar lewat jendela sebelah kanan tersebut.


Saat ini semua orang panik akibat serangan dadakan yang menghancurkan menara pusat, warga dan prajurit sedang mencoba menjauh dari menara yang jatuh. Di saat bersamaan mereka semua sudah dikepung oleh kelompok Thousand Magic.


“Thousand Magic menyerang! Bantu warga mengungsi secepatnya!” ucap seorang prajurit.


Namun setelahnya ia terbakar habis oleh api, tak ada seorangpun yang bisa kabur. Disaat yang sama gedung yang berada pusat kota hendak jatuh. Perlahan namun pasti menara tersebut semakin miring dan semakin cepat jatuh.


“Ketua Lein masih di dalam!”


“Jangan panik! Tetap di tempat dan hadapi musuh yang ada!”


Setelah beberapa detik menara tersebut jatuh dan membelah pemukiman di bawahnya, beruntungnya menara jatuh tersebut tidak jatuh ke menara lainnya.


Suara gemuruh dan ledakan terjadi ketika Menara tersebut jatuh, debu beterbangan dan jeritan kesakitan terdengar dimana mana.


Di bawah menara ada seorang berjubah hitam yang tersenyum dengan penuh kemenangan, ia adalah Baston yang memimpin Thousand Magic.


“Bagus sekali... Kota Bentemg Adrazil, sebuah benteng pertahanan yang sulit di tembus jatuh di tangan kita”

__ADS_1


“Saya dengar Penanggung jawab Kota adalah mantan Adventurer Rank A” ucap pria berjubah di sebelahnya.


“Bodoh ya... Membiarkan seorang Adventurer memimpin sebuah kota, apa Republik Safanas sedang kekurangan orang ?”


Kemudian dari menara yang jatuh tersebut terlihat sebuah sosok tepat di atas menara yang telah jatuh, ia mengenakan jubah merah dan membawa sebuah pedang dengan tangan kanannya. Ia adalah Lein yang selamat setelah berlari menuruni menara yang jatuh.


Lein berlari lewat dinding luar menara yang menghadap ke atas ketika jatuh. Dan ketika momentum menara menghantam tanah, ia melompat dan kembali berdiri di menara yang telah jatuh total.


“Jadi ini perbuatan kalian Thousand Magic?” ucap Lein.


“Begitulah... Jadi siapa kau nona muda?”


“Aku penanggung jawab Kota ini Lein Lawvet”


“Oh jadi kau mantan Adventurer Rank A itu ya” tanya Baston dengan senyum di wajahnya.


“Jangan banyak omong setelah apa yang telah kau lakukan di kota ku... Multiple Agility”


Lein menghilang dengan sihir peningkatan kecepatan, walau tak secepat angin setidaknya mata orang biasa takkan mampu melihatnya dengan benar. Efek itu akan terus berlangsung dan bisa dipercepat dengan menambahkan lebih banyak Mana ke dalam sihir.


Lein menunjukkan tatapan haus darah, pedang Lein hampir menyentuh leher Baston. Setidaknya itulah yang ia lihat.


“Percuma... Back Track” ucap Baston.


Serangan Lein memenggal kepala Baston, Setelah itu Lein melompat menjauh untuk menghindari serangan dari kedua pendampingnya yang diam. namun kalimat Baston sebelumnya memberikan rasa cemas pada Lein.


“Kenapa? Ada yang aneh?” ucap Lein dengan wajah cemas melihat kedua anak buah Baston yang diam.


Keringat mengucur di wajahnya, Lein tidak mengerti kenapa namun ia merasakan bahwa sudah dipastikan Baston terpenggal dengan potongan yang rapih.


“Lumayan untuk seorang Adventurer” ucap Baston dengan kepala yang terpisah dari tubuhnya.


Tubuh baston menghilang dari tempatnya bagai debu ditiup angin, kemudian seseorang berjubah berjalan dari belakang kedua pengawalnya.

__ADS_1


“Kau tahu sihir yang paling efektif melawan sihir Buff Agility tingkat tinggi?”


Pria yang baru saja datang membuka penutup kepalanya, dan alangkah terkejutnya Lein ketika melihat lagi Baston dengan senyumannya muncul kembali seperti tidak ada yang terjadi.


“B-bagaimana bisa?” tanya Lein dengan wajah terkejut.


“Kecepatan hanyalah sekedar kecepatan saja, entah itu kecepatan angin ataupun kecepatan cahaya... sihir Buff Agility memang merepotkan jika sudah sangat ahli menggunakannya karena tidak mungkin lagi bisa diikuti oleh mata, namun... Secepat apapun itu, takkan berguna melawan Time Magic”


Mendengarnya Lein terkejut, yang ia tahu hanya beberapa orang saja memiliki bakat Time Magic. Salah atunya adalah Helen, tidak seperti menghentikan waktu Helen itu hanya bisa melihat masa depan dan masa lalu. Penggunaan Mana yang besar jadi taruhannya, hanya untuk menggunakan sihir Future View Helen harus siap menggunakan seluruh Mana.


“Jangan bercanda! Dari mana kau tahu Time Magic seperti itu?!”


“Thousand Magic adalah Peneliti... Kami meneliti berbagi macam sihir seperti Wild Magic para Naga atau Time Magic seperti ini”


“Dimana kalian mendapatkan pengetahuan itu?”


Mendengar pertanyaan itu Baston tersenyum dan melihat ke arah Lein dengan wajah jijik, ia menunjuk Lein dengan jari telunjuknya seperti sedang merendahkan.


“Kalau mau tahu cobalah buka mulutku jalang” ucap Baston mengangkat salah satu alisnya.


Lein mengeratkan giginya, ia berasumsi bahwa sihir tersebut takkan bisa digunakan terus menerus. Setidaknya tidak bisa digunakan ketika Mana milik Baston habis, Lein berpikir jika ia terus menguras Mana milik Baston terus menerus maka ada kemungkinan serangannya bisa mengenai Baston.


“Sihir itu pasti menggunakan banyak Mana kan?” ucap Lein mengangkat separuh bibirnya.


“Tentu saja... Oiya kudengar kau bisa melihat intensitas Mana milik seseorang kan? Kenapa kau tidak lihat milikku” ucap Baston tersenyum.


“Itu ti—“ ucap Lein terhenti karena memyadari sesuatu.


-Tunggu sebentar... Menara utama jatuh, artinya aku bisa melihat Intensitas Mana seseorang tanpa gangguan... Tapi kenapa?


Lein melihat sekeliling dan yang ia menyadari bahwa yang ia lihat saat ini bukanlah dinding sihir milik Kota Adrazil, namun sesuatu yang berbeda. Lein melihat kebelakang dan yang ia lihat adalah dinding Sihir Kota yang sudah tidak ada, dan ketika ia melihat kembali ke arah Baston dinding sihir terlihat namun berbeda.


-Apakah mungkin ini?!

__ADS_1


Lein melihat jauh ke atas Baston, dan akhirnya ia menyadari bahwa saat ini ia bagai tenggelam di air. Mata Lein bisa melihat intensitas Mana seseorang dengan yang berbentuk bola dengan si pemilik Mana sebagai pusatnya, dan saat ini Lein berada di dalam lingkaran tersebut hingga ia berpikir sedang tenggelam.


“Tidak mungkin”


__ADS_2