Veel World : The Miracle With Flaws

Veel World : The Miracle With Flaws
Chapter 6.6


__ADS_3

Zhel terdiam mendengar ucapan Monarch, seharusnya misi itu telah gagal karena mereka sudah ditemukan apalagi sudah menjadi buronan. Namun Monarch berdiri dengan bibir yang terangkat sedikit hingga membuat Zhel penasaran apa maksud ucapannya.


“Misi yang diberikan Raja Waren belum usai, begitulah menurutku”


“Bagaimana bisa? Identitas kami sudah diketahui dan kami sudah dipastikan menjadi buronan”


“Buronan? Oleh siapa?” tanya Monarch dengan senyum mengejek.


Zhel berpikir keras apa yang coba Monarch katakan namun ia tak mampu menemukan jawaban apapun, hingga akhirnya Zhel menyadari sesuatu dan membelalakkan matanya.


“Eksekusi Kon?”


“Sepertinya kau sudah mengerti”


Helen hanya melihat Zhel dengan wajah penasaran, namun Zhel manjatuhkan wajahnya karena memikirkan sebuah solusi mengerikan yang mungkin dilakukan Monarch.


“Zhel ada apa?” tanya Helen dengan wajah cemas.


Zhel hanya menunjukkan wajah cemas pada Helen.


“Mungkinkah Monarch?” tanya Zhel yang membalikkan wajahnya ke Monarch.


“Benar sekali” ucap Monarch mengangguk.


“Kenapa kau melakukannya?”


“Kau memiliki janji denganku... Kau akan datang ke Hutan Eliad setelah misi mu selesai, namun jika gagal maka tidak ada kepastian kau akan datang”


“Jadi kau melakukannya?”


Monarch hanya menganggukkan wajahnya mengiyakan pertanyaan Zhel.


“Berapa banyak? Berapa yang kau bunuh?”


“Semuanya”


Zhel bangkit dan mencoba memukul Monarch, namun pukulan Zhel hanya menembusnya seperti menembus air.


“Kau!! ********!!” teriak Zhel dengan murka.


Zhel memberikan ratusan pukulan sekuat tenaga hingga menghempaskan semua yang ada di belakang Monarch, pada akhirnya tangan Zhel ditangkap oleh Monarch dengan mudah.


“Tenanglah Zhel Draze” ucap Monarch dengan dahi yang mengerut.


Zhel mencoba menggerakkan tangannya lagi namun tidak bergerak sama sekali, seperti di genggam oleh raksasa yang sangat besar.


“Kau!!”

__ADS_1


“Mengertilah bocah!” ucap Monarch yang kemudian menampar Zhel dengan cukup keras.


Tidak seperti biasanya yang begitu tenang, kali ini Monarch menunjukkan kemarahannya. Monarch yang selalu tersenyum dan tenang kini menunjukkan amarahnya.


“Dengarkan aku... Kalian itu penting, karena itulah aku memprioritaskan kalian... Tidak peduli ratusan atau ribuan makhluk aku akan menghancurkannya agar kalian tetap maju, karena kalian adalah—“


Monarch berhenti setelah hampir mengatakan sesuatu yang penting, namun ia terhenti setelah memyadari emosinya yang bergejolak.


“Kami adalah?” tanya Helen.


“Kalian adalah... Bibit unggul” ucap Monarch seperti menekan emosi yang begitu dalam.


Namun keheningan muncul setelah ucapan tersebut yang membuat mereka semakin bingung, kemudian...


“Apanya yang bibit unggul?!” teriak Zhel.


Monarch semakin terpaku dengan Zhel.


“Kau selalu saja mengatakan kami sebagai Bibit unggul! Kami bukanlah mainanmu!!”


Monarch mengerutkan alisnya, walau ia hanya klon namun kekuatannya hampir sama dengan tubuh asli itulah yang dikatakan Monarch. Namun walau klon Monarch marah tidak sedikitpun aura yang haus darah terasa, namun gelarnya sebagai Raja Iblis bukanlah sebuah nama saja.


Monarch menarik tangan Zhel dan membantingnya ke tanah, gerakannya seperti sedang membanting benda yang sangat ringan dan suara *Duar terdengar sampai menghempaskan debu ke udara yang menunjukkan kerasnya benturan tersebut.


“Tenanglah Bocah! Dengarkan aku!”


Zhel mengerang kesakitan dengan darah yang keluar dari mulutnya, Zhel sendiri tak percaya apa yang terjadi.


“Hidup dan mati itu hal yang wajar di dunia yang tidak sempurna ini... Kematian mereka adalah salah satu anak tangga untuk menggapai impianmu bocah, jangan naif”


Monarch melepaskan genggamannya, kemudian ia berjalan menjauh dari Zhel dan lainnya..


“Ini adalah bantuan terakhirku... Sisanya kalian sendiri yang melanjutkan, aku akan menunggu di hutan Eliad... Dan bocah-“ Monarch menunjuk Zhel yang terkapar “-Datanglah ke hutan Eliad dan ketahuilah rahasia dunia ini”


Monarch tenggelam ke dalam bayangannya, dan beberapa detik kemudian ia menghilang sepenuhnya.


Kemudian Helen langsung merapalkan sihir Healing kepada Zhel yang terkapar, setelah itu mengobati Kon semampunya dan berkemah semalam lagi di hutan tersebut.


~Di Tempat Lain~


Terdengar sebuah langkah kaki di lorong istana Kerajaan Severth, yang berjalan adalah Mark belion salah satu dari 4 Jendral kerajaan Severth.


Langkah kakinya begitu cepat seperti merasakan kekacauan dalam pikirannya, tentu saja hal itu terjadi karena kegagalannya dalam sebuah misi penaklukan. Setelah berjalan beberapa lama, ia akhirnya menemukan pintu yang ingin dimasukinya. Itu adalah kamar dari Raja Kerajaan Severt yaitu Lionas Severth VII, ia datang karena harus mrlaporkan hal penting.


Setelah mengetuk pintu tersebut dan menyebutkan namanya, balasan datang dari dalam ruangan dengan suara malas. Akhirnya ia membuka pintu kamar tersebut Mark melihat sesuatu yang sangat tidak senonoh yang dilakukan Raja Lionas, di kasur tempat Raja Lionas tidur ada sebuah gundukkan seperti ada seseorang yang sedang tertidur disana dan bukan hanya 1 namun 3.


Karena ini adalah kamar Rajanya Mark mengalihkan pandangannya seperti tak ingin mengetahuinya, namun di dalam hatinya sangat tidak senang.

__ADS_1


“Yang Mulia... Maaf mengganggu, namun saya harus melaporkan hal penting” ucap Mark dengan nada yang elegan.


“Lanjutkan” ucap Raja Lionas dengan acuh.


“Penaklukan Kota Benteng Adrazil gagal”


Mendengar hal itu Raja Lionas langsung memicingkan matanya ke arah Mark, perasaan tidak tenang mengalir di pikiran Mark.


“Gagal kau bilang? Mengapa bisa begitu?”


“Alasannya karena... Komandan Paladin Kerajaan Waren Dreig Scwardz ada di sana dan menghalau penyerangan”


“Apa?!”


Raja Lionas kehilangan ketenangannya, wibawa yang ia tunjukkan selama ini menghilang entah kemana karena terkejut.


“Kenapa Komandan Paladin Kerajaan Waren disana?!”


“Kami juga tidak tahu alasannya, namun keberadaannya membuat pertarungan berbalik menjadi tidak menguntungkan oleh karena itu pasukan ditarik kembali”


“Cih... Kerajaan Waren ya... Kirim Pahlawan Taka Terushi ke Kota Adrazil dan ambil alih kota itu, Kota Adrazil harus kita taklukkan bagaimanapun caranya”


“Siap!”


Akhirnya Mark keluar ruangan tersebut, setelah menutup pintu ia merasa kesal dengan dirinya sendiri.


-Apanya yang memperluas kekuasaan dasar Raja Buncit, Pahlawan kau jadikan alat perang kerajaan sendiri... Kenapa di hidupku harus melayani Raja sepertinya? Pikir Mark.


Kemudian Mark berjalan meninggalkan tempat tersebut dengan rasa kesal di hatinya.


~Di Goa Tempat Raja Iblis Ouroboros Tinggal~


Suara langkah kaki terdengar semakin jelas menandakan seseorang yang datang, namun ia tak begitu tertarik karena sudah mengetahui siapa yang datang tersebut.


“Yo Ou... Rindu padaku?” tanya Monarch mengangkat tangan kanannya seperti menyapa.


“Bagaimana aku bisa rindu jika kau semakin sering datang kemari” jawab Ouroboros dengan acuh.


“Dingin sekali jawabanmu tapi tak masalah karena kau akan tertarik dengan benda yang kubawa”


Monarch mengambil sesuatu di saku bagian dalam jas yang ia kenakan, kemudian di tangannya muncul sebuah batu biru yang terlihat biasa saja.


“Jadi itu benda yang kau ambil di kota manusia, lalu benda apa itu?”


“Bagaimana jika kau memeriksanya sendiri?” tanya Monarch dengan senyum gembira.


Kemudian batu tersebut melayang di udara dengan sihir Ouroboros, dan setelah sampai di depannya Ouroboros membelalakkan matanya terkejut walau wajahnya tak bisa menunjukkan ekspresi.

__ADS_1


“Ini?!”


__ADS_2