
~Tepat Di Tengah Malam~
Kamar tidur yang diisi oleh Zhel sendirian terlihat begitu gelap, Zhel masih membuka matanya dengan tangan yang terlipat dibelakng kepalanya. Ia terbaring di atas kasur sembari memikirkan mutasi aneh dari Slime, sebelumnya ia pernah melihat Slime di hutan tempatmya tinggal. Namun Slime yang ia temui di hutan hanya memakan bangkai monster dan hewan saja, karena itu ia masih penasaran akan Slime yang memiliki tubuh tetap dan beracun itu.
“Slime kah? Walau cukup mudah mengalahkannya hanya dengan manghancurkan Corenya saja, namun masalahnya memiliki kecerdasan individu... Apalagi sihir tidak mempan, cara satu-satunya hanya dengan senjata... Namun kecerdasan ya...”
Memikirkan kecerdasan Slime sebelumnya, Zhel bangkit dari kasurnya dan menutup mulutnya seperti menemukan sesuatu yang luar biasa.
-Tunggu?! Kecerdasan?! Bagaimana kalau?! Ah!!
Zhel langsung bangun dari tempat tidur, ia memikirkan hal yang tak ingin terjadi.
Setelah keluar dari kamarnya, ia menanyai Kepala Desa yang masih terjaga di ruang tamu. Zhel bertanya dimana Helen berada saat ini, setelah mengetahuinya Zhel langsung bergegas ke tempat Helen.
Zhel sampai di sebuah bangunan mirip gudang yang cukup besar, ketika Zhel membukanya ia melihat Helen yang masih terjaga sembari meracik bahan untuk dijadikan obat anti racun.
“Helen apa itu?” tanya Zhel dari belakang Helen.
“Ah Zhel... Ini obat anti racun, walau kurang bagus tapi kurasa ini cukup untuk menjadi penawar sementara” jawab Helen dengan cemas.
“Jadi maksudmu obat itu masih belum cukup?”
“Ya begitulah... Aku hanya membawa sedikit bahan baku, jadi aku tak bisa membuat penawar racun dengan bagus... Jika begini terus mau tidak mau mereka harus membeli obat di kota terdekat”
“Kalau begitu kondisi Kon?”
“Tidak masalah... Obat yang ia minum itu bagus, karena aku membelinya sebelum berangkat”
“Syukurlah” ucap Zhel sembari menghembuskan nafas lega.
“Ada apa Zhel... Kau sepertinya mencemaskan hal lain?” tanya Helen dengan wajah penuh rasa penasaran.
“Benar juga”
Zhel langsung membawa Helen ke tempat yang agak jauh agar tidak bisa di dengar oleh warga lainnya, ia menjelaskan alasan rasa cemasnya. Mereka berbicara cukup lama, Helen mendengarkan Zhel dengan serius.
“Jadi maksudmu?”
“Ya... Aku mau memeriksa bekas laboratorium itu malam ini”
Mendengar itu Helen hanya mengangguk setuju dengan wajah cemas.
“Apa tidak masalah kau pergi sendirian?”
“Ya... Namun jika teoriku benar, maka kita harus mengungsikan warga”
“Slime dengan kecerdasan ya?” ucap Helen yang mencubit dagunya.
“Itu masih sekedar teori, namun jika hal itu benar maka...” Zhel berhenti dengan wajah cemas, ia melanjutkan “Bahkan akupun bisa kalah”
Malam itu cahaya bulan terlihat sangat indah, namun tak ada satu warga desa Quet yang melihatnya.
~Pukul 5 Pagi~
Kon membuka kedua matanya, dan yang ia temukan adalah sebuah kamar yang cukup nyaman. Ia bangkit dari tidurnya dan memegang kepalanya yang terasa sakit, racun dari Slime sebelummya masih sedikit terasa.
“Ugh... Dimana ini?” ucap Kon sembari melihat ke sekeliling kamar.
Dari pintu masuk muncul seorang wanita yang memiliki rambut coklat bergelombang dengan wajah yamg begitu ramah.
“Tuan Petualang? Anda sudah sadar?” tanya wanita tersebut.
__ADS_1
“Petualang? Ah iya aku baik saja... Lalu dimana teman-temanku?”
“Salah satu teman anda sedang membantu di tempat warga yang terkena racun... Namun teman anda yang satunya lagi pergi ke suatu tempat semalam” ucap Wanita dengan wajah penasaran juga.
“Pergi?! Siapa? Zhel atau Helen?”
“Zhel? Ah yang sedang membantu warga adalah wanita”
“Helen ya? Lalu dimana dia?”
“Dia sedang di bangunan bekas gudang di bagian ujung desa”
Kon langsung bangkit dari kasur dan mengenakan jubahnya lagi, ia langsung berlari untuk mencapai tempat Helen setelah berterima kasih pada wanita tersebut.
Kon mencari tempat yang dimaksud wanita tersebut dan akhirnya ia sampai di tempat yang dimaksud, setelah membuka pintu bangunan tersebut ia melihat Helen yang sedang meracik obat.
“Helen dimana Zhel?!” tanya Kon terburu-buru.
“Kau sudah sadar
?”
“Itu tidak penting, dimana Zhel?”
“Duduklah dulu aku akan menjelaskannya” ucap Helen dengan nada cemas.
Kon yang melihat wajah Helen hanya menurut dan duduk di sebuah kursi yang ada di tempat yang agak jauh, tak lama kemudian Helen menghampiri Kon yang telah menunggu.
“Kon dengar aku” Helen duduk, kemudian melanjutkan “Saat ini Zhel sedang memastikan sesuatu, jadi kau jangan bertindak gegabah”
“Memastikan apa?”
“Zhel berpikir bahwa Slime sebelumnya bisa sangat berbahaya”
“Apa maksudmu?”
“Kau sebelumnya melihat kan? Slime yang memiliki sebuah bentuk?”
“Ya”
“Zhel berasumsi Slime tersebut memiliki kecerdasan”
“Slime dengan kecerdasan?!”
“Ssstt! Dengar dulu” Helen kembali melihat sekeliling “Asumsi Zhel mengatakan jika benar apa yang ia takutkan, maka Zhel sendiri tidak yakin bisa menanganinya”
Mendengar hal itu Kon terkejut, Kon berpikir kemampuan Zhel sangat luar biasa. Namun mendengar Zhel sendiri berkata ia tidak mampu membuat Kon begitu terkejut.
“Apa maksudmu? Kau sendiri tahu kekuatan Zhel bukan?”
“Ya aku tahu... Namun coba dengarkan ini... Tidak mempan sihir, Beracun, memiliki kecerdasan, dan juga.... Berkelompok”
“Berkelompok?”
“Zhel merasa agak aneh dengan Slime sebelumnya, kenapa Slime sebelummya hanya sendirian? Zhel dengar dari Kepala Desa bahwa ada laboratorium tempat penelitian Slime mutasi ini, namun kenapa hanya 1 saja yang muncul? Bukankah aneh?”
“Hmm benar juga... Tempat penelitian tak mungkin hanya ada 1 makhluk saja... Eh?! Apa mungkin?!”
“Benar... Zhel berpikir bahwa Slime mutasi itu sedang berkembang biak atau sejenisnya”
Mendengar hal itu Kon akhirnya mengerti kenapa Zhel sendiri tidak yakin bisa menanganinya, Tubuh beracun yang berbahaya, Monster yang tidak mempan diserang dengan sihir, dan yang paling berbahaya adalah Kecerdasannya jika makhluk seperti itu ada banyak mungkin bisa menjafi ancaman bagi semua makhluk.
__ADS_1
“Begitu ya... Pantas saja Zhel menjadi begitu cemas, aku juga tidak yakin Zhel bisa menanganinya” ucap Kon sembari mencubit dagunya.
Ketika mereka sedang serius berbicara, seseorang membuka pintu tempat tersebut dengan keras. Di pintu tersebut muncul seseorang yang mereka kenal, namun sekujur tubuhnya dipenuhi cairan ungu yang hampir menutupi seluruh tubuhnya.
“Zhel?!” 2x
Kon dan Helen menghampiri Zhel yang terjatuh di lutut.
“Jangan mendekat!”
Mendengar hal itu, Kon dan Helen berhenti dengan wajah cemas.
“Tubuhku dipenuhi racun... Evakuasi warga secepatnya.... Kalau tidak...” Zhel melihat Kon dan Helen dengan mata yang hampir kehilangan kesadaran “Kita semua akan mati”
Kon dan Helen terkejut, mereka tidak mengerti kenapa Zhel menjadi begitu emosional. Namun mata Zhel memperlihatkan rasa takut yang luar biasa, setelah itu Zhel jatuh di tempat.
“Kon kumpulkan warga!” ucap Helen dengan nada penuh rasa cemas.
“Baik!”
Kon langsung menemui beberapa warga dan mengajak mereka untuk membantu Zhel yang terkapar di lantai, setelah tubuh Zhel di bersihkan mereka menaruh Zhel di kamar. Helen telah meminumkan obat yang telah ia buat sebelumnya, namun Helen sendiri tidak yakin apakah itu cukup karena bahan baku untuk membuat obat penawarnya kurang lengkap dan juga saat ini kondisi Zhel lebih mengerikan dari Kon sebelumnya.
“Helen bagaimana keadaannya?”
“Tidak baik... Tubuhnya begitu lemah saat ini, aku juga tidak yakin obatnya bisa bekerja karena bahannya masih kurang”
“Sial”
Kon memukul dinding dengan keras, ia merasa kesal karena dirinya tidak begitu berguna.
“Kenapa dia begitu gegabah sih? padahal dia sendiri yang bilang padaku ahar tidak bertindak gegabah" ucap Kon sembari menahan rasa kesalnya.
Kon kesal karena ia merasa Zhel menjadi besar kepala setelah mendapatkan kemampuan luar biasa itu.
Mereka memasuki kamar yang ditempati Zhel, di dalamnya Zhel masih terbaring dengan wajah penuh derita.
Helen dan Kon mendekati Zhel yang sedang terlelap di atas kasurnya.
"Aku akan mencoba sesuatu" ucap Helen.
"Apa?"
"Aku akan menciptakan sihir baru lagi"
"Sihir baru lagi ya" ucap Kon dengan wajah bermasalah.
Kon cemas karena ketika Helen menciptakan sihir baru, maka Mana milik Helen terkuras habis dan setelah itu Helen akan terbaring untuk beberapa hari.
"Sihir seperti apa yang kau akan buat?" tanya Kon.
"Untuk saat ini aku akan membuat sihir yang bisa melihat kondisi tubuh Zhel secara detail" ucap Helen yang kemudian mengeluarkan sebuah buku dari Storage.
Buku tersebut bertuliskan "Struktur Tubuh Manusia". Ketika Helen hendak mencipatakan sihir, maka ia harus tahu cara kerja sihir tersebut. Seperti bagaimana petir terbentuk dan bagaimana pelangi terbentuk, Helen harus mengerti sampai sedetil mungkin. Karena saat ini Helen ingin membuat sihir yang bisa mengetahui kondisi tubuh, maka ia harus mengerti bagaimana cara kerja tubuh manusia dan apa saja struktur tubuh manusia sedetail mungkin.
"Kon pergilah... Bantu warga untuk mengungsi" ucap Helen.
"Baik"
Kon meninggalkan ruangan tersebut dengan perasaan bersalah, ia merasa seperti itu karena harus memberikan tanggung jawab yang besar pada tunangannya. ia merasa tak berguna sebagai seorang pria, namun ia sendiri juga sadar bahwa tak ada yang bisa ia lakukan untuk membantu Zhel.
"Sial" ucap Kon sembari berjalan melewati lorong.
__ADS_1