
~Malam Tiba~
Tenda yang dibuat oleh Helen sudah berdiri dan saat itu Helen sedang membuat sup dengan bahan-bahan yang ia keluarkan dari Storage. Zhel hanya bisa tiduran di dekat tenda karena Helen memerintahkannya untuk tetap beristirahat, oleh sebab itu Zhel hanya diam dan melihat Helen bekerja sendirian.
“Helen... Bolehkan aku membantu” tanya Zhel dengan nada malas.
“Diam disitu saja... Kau harus pulih benar sebelum kita mulai berjalan lagi” ucap Helen yang sedang mengaduk sup.
“Aku juga ingin diam disini, namun aku merasa resah dengan keadaan Kon”
Helen terhenti karena ia sendiri juga sedang memikirkan hal yang sama, rasa cemas terhadap keadaan Kon yang mereka tidak tahu. Ditambah lagi mereka saat itu hanya bisa bergantung pada makhluk yang mereka anggap lawan yaitu Raja Iblis, mengingat kesepakatan sebelummya membuat mereka merasa jijik pada diri mereka sendiri.
“Memangnya apa yang bisa kita lakukan?” ucap Helen yang kemudian memegang cincin di jari manisnya.
Rasa cemas Helen jauh lebih besar daripada Zhel, tentu saja Helen sangat cemas terhadap nasib tunangannya yang kini tidak berada di dekatnya.
“Kita tidak bisa melawan sebuh Kota... Dan juga keadaan kita saat ini—“ ucap Helen.
“Maaf” ucap Zhel yang memotong ucapan Helen.
Zhel mengerti bahwa rasa cemas Helen jauh lebih besar dari pada dirinya, apalagi Zhel juga belum bercerita tentang Zhel yang meninggalkan Kon sendirian.
“Jika saja aku tidak naif, andai saja aku tidak melawan Slime itu sendirian... Hal ini tidak akan terjadi” ucap Zhel yang memalingkan wajahnya dari Helen.
Zhel merasa malu akan tindakannya sendiri, bahkan ia merasa bahwa dirinya begitu naif dan bermimpi terlalu tinggi.
“Tidak... Itu tidak benar Zhel, aku yakin Kon juga akan melakukan hal yang sama” ucap Helen yang kemudian tersenyum.
Helen juga yakin bahwa Kon akan melakukan tindakan yang sama seperti Zhel karena mereka berdua memang memiliki sifat yang agak mirip, mendengar hal itu Zhel kembali melihat Helen yang tersenyum.
“Bangunlah, makan ini terlebih dahulu” ucap Helen yang kemudian mengambilkan sup yang telah masak.
Zhel bangkit dan duduk di tempatnya dan mengambil mengkuk yang telah diisi sup oleh Helen.
“Saat ini kita hanya bisa bergantung pada Raja Iblis Shadow Monarch, rasanya agak aneh sampai kita bergantung pada musuh ya kan?” ucap Helen dengan senyum kecut.
“Aku tidak yakin” ucap Zhel sembari melihat bayangnnya dari sup yang dipegangnya.
Selama ini Zhel merasa curiga terhadap segala tindakan Monarch, apalagi ketika Zhel mengingat perkataan Monarch ketika di ibukota kerajaan Waren.
“Ia memiliki banyak informasi tentang kita, ditambah ia bisa saja muncul dari bayangan kita dan membunuh kita... Tapi kenapa ia tak melakukannya?”
“Ia sebelumnya mengatakan bahwa kita bertiga adalah bibit unggul bukan?”
__ADS_1
“Benar, tapi sebuah ‘Bibit Bagus’ untuk apa?”
“Aku juga tidak begitu mengerti, namun apa arti bibit itu”
“Hmm aku tidak mengerti cara berpikirnya” ucap Zhel yang kemudoan mulai memakan sup di tangannya.
Zhel dan Helen perlahan memakan sup mereka, sembari memikirkan apa arti dari Bibit Bagus yang selalu diucapkan Monarch pada mereka.
-Bibit? Bibit itu adalah awal mula dari sebuah pohon kan?
Berpikir tentang pohon, Zhel mengingat sesuatu.
“Oiya Helen apa kau ingat tentang cerita ‘Pohon Kehidupan’ yang dari buku gambar?”
“Hmm buku itu? Apa ada hubungannya dengan Bibit yang dimaksud Monarch?”
“Tidak... Aku hanya mengingat cerita tersebut... Cerita tentang seorang yang menjadi awal kehidupan, aku tidak terbayang bagaimana rasanya jadi orang seperti itu”
“Yah benar sekali, menjadi satu-satunya makhluk yang hidup... Namun ia menjadi awal kehidupan semua makhluk, rasanya tidak terbayangkan”
-Makhluk terakhir yang hidup di dunia yang begitu luas, bahkan tidak ada tumbuhan atau hewan yang bisa dimakan. Pikir Helen.
~Di Tempat Lain~
“Entahlah” ucap Monarch merentangkan tangannya seperti tidak tahu.
Ouroboros menatap Monarch dengan wajah serius, namun wajahnya tidak berubah karena Ouroboros seekor Ular Naga.
“Hmm aku masih tidak mengerti kenapa kau sampai ikut campur urusan mereka, biasanya kau hanya menonton saja dari kejauhan” ucap Ouroboros mencemooh.
“Kau masih tidak mengerti ya?”
“Yang aku tahu kau itu hanya mencari sesuatu yang menarik dan menontonnya”
“Itu tidak salah sih... Namun... Lama-kelamaan aku sudah bosan menunggu” ucap Monarch yang kemudian menunjukkan senyum yang penuh rasa lelah.
Melihat ekspresi Monarch yang jarang terlihat, Ouroboros mengeluarkan ekspresi serius walau wajahnya tidak berubah karena ia seekor naga.
“Kau... Mungkinkah kau?”
“Benar... Aku ingin terlepas dari tanggung jawab sebagai The Promiser” ucap Monarch yang menundukkan wajahnya.
Ouroboros langsung menginjak Monarch dengan salah satu kakinya, gerakan tersebut sangat cepat bahkan Monarch tidak bisa melihatnya.
__ADS_1
“Dasar Bodoh! Apa yang kau katakan?! Bukankah kau sudah berjanji padaku akan tetap hidup sampai tugas kita selesai?!” ucap Ouroboros yang marah.
Monarch tidak bisa bergerak karena tubuhnya dihimpit tanah dan cakar raksasa milik Ouroboros, Monarch bisa saja lepas dengan mudah namun ia merasa tindakan yang dilakukan Ouroboros tidak salah setelah mendengar ucapan Monarch.
“Ou kau tahu kan perbedaan antara kita? Kau itu ras Naga, dan aku terasuk ras manusia walau aku ini bertubuh seperti ini... Kau bisa menghilangkan kebosananmu dengan tidur puluhan dan ratusan tahun, namun aku tidak bisa seperti itu” ucap Monarch.
“Jadi kau benar-benar akan pergi begitu?!”
“Aku hidup dengan kebosanan, walau aku menemukan sesuatu yang menarik pasti akan berakhir jika memang sudah waktunya... Di dunia ini tidak ada yang abadi seperti kita Ou”
“Jadi itulah kenapa kau begitu ingin membantu mereka?!”
“Mereka itu seperti pisau yang tumpul, mereka harus diasah sebaik mungkin sampai siap dipakai untuk memotong... Karena itulah aku ingin menunjukkan sisi lain dari dunia ini secara menyeluruh pada mereka, hal itu agar mereka memiliki sesuatu yang tidak dimiliki yang lainnya”
Ouroboros menatap Monarch dengan serius, namun ia mengangkat kakinya dan melepaskan Monarch.
“Terima kasih... Ini lebih baik”
“Jadi kau memaksa mereka untuk menjadi apa yang dibutuhkan ya?”
“Benar sekali... Jika mereka memilikinya maka aku yakin mereka bisa menahan kekuatan The Promiser, setidaknya mereka takkan bernasib seperti 7 lainnya”
“Apa kau yakin? Hanya dengan itu, mereka takkan sanggup mengalahkan salah satu dari kita”
“Kekuatan itu memang sulit di dapatkan, namun pengalaman jauh lebih sulit di dapatkan... Aku siap menunggu lama untuk itu, karena aku ingin secepatnya bebas”
“Bebas ya... Apakah mati adalah kebebasan bagimu?”
“Setidaknya aku tidak perlu memikirkan nasib dunia yang terus menerus membuat kepalaku pusing”
Monarch memalingkan wajahnya dan kembali melihat proyeksi yang ditampilkan di depannya, yang sedang di proyeksikan adalah Zhel dan Helen yang sedang makan dengan wajah yang penuh cemas.
“Kalau begitu Monarch... Lakukan sesukamu, aku hanya akan menjadi penonton di Drama yang kau buat”
“Lakukan sesukaku ya... Baiklah” ucap Monarch yang kemudian mengangkat sebagian bibirnya dan membentuk sebuah senyum.
Monarch berbalik dan hendak pergi meninggalkan tempat Ouroboros, namun ia terhenti dan ingat akan satu hal.
"Ah benar juga... Ou ternyata yang membuat cerita 'Pohon Kehidupan' itu... Ternyata aku" ucap Monarch yang menunjuk dirinya sendiri.
Mendengar hal itu Ouroboros mencambuk Monarch dengan ujung ekornya, namun Monarch berhasil kabur dan menghilang.
"Apa yang kau lakukan pada dunia ini selama aku tidur?!!!" teriak penuh amarah dari Ouroboros.
__ADS_1