Veel World : The Miracle With Flaws

Veel World : The Miracle With Flaws
Chapter 6.3


__ADS_3

~Di Penjara Kota Dilem~


Kon tak bisa tidur karena tubuhnya yang di pasung, ia hanya terus mengingat kenangannya bersama Zhel dan Helen. Menurutnya air mata tidak akan bisa mengubah apapun, nasib nya besok tidak mungkin bisa dirubah, Kon tahu kondisi terakhir Zhel dan Helen yang begitu buruk walau tidak seburuk kondisi Kon saat ini.


Dipertarungan sebelumnya sudah dipastikan Zhel mengeluarkan seluruh kemampuannya, bahkan Mana miliknya hampir terkuras habis dan Helen saat itu tidak sadarkan diri dengan Mana yang hampir habis pula.


Kon sangat yakin Helen takan bangun sampai besok, walau Helen bangun sekalipun ia akan kehabisan Mana karena akan menyembuhkan Zhel terlebih dahulu.


-Sungguh bodoh... Jika seperti ini, aku takan bisa melihat impian Zhel terwujud. Pikir Kon.


Kon tidak memiliki lidah lagi setelah ia menggigitnya sampai terputus, yang ia bisa lakukan hanya berpikir dan mengenang masa lalu karena hanya itu yang bisa ia lakukan. Tanpa ia sadari mentari sudah mulai menerangi dunia, secercah cahaya merayap dari dinding yang retak jauh di depan pintu sel.


-Sudah pagi ya... Kalau begitu, selamat tinggal.


Tak lama setelah itu, 2 orang prajurit muncul di depan Kon dengan pakaian lengkap. Mereka membuka pintu penjara dan menatap Kon dengan mata penuh kesombongan.


“Bangun kau bandit sialan... Ini hari terakhirmu melihat dunia, apa kau punya kalimat terakhir?” tanya salah satu prajurit.


“Kau bodoh ya? Ia tidak mungkin bicara karena lidahnya tidak ada ahaha” ucap prajurit yang satunya.


“Benar juga ya! Ahaha!”


Mendengar tawa yang mengejek, Kon menunjukkan wajahnya pada kedua prajurit tersebut namun bukan ekspresi yang takut akan kematian yang ditunjukkan oleh Kon melainkan sebuah senyum berani.


“Apa-apaan dengan wajahmu itu hah?!” ucap salah satu prajurit yang kemudian menendang Kon dengan alas sepatu yang dipakaianya.


Prajurit tersebut terus menendang Kon yang di pasung, namun senyum di wajah Kon tidak hilang.


“Sudahlah... Biarkan saja dia tersenyum di hari terakhirnya, setelah kepalanya dipenggal apa ia masih bisa menunjukkan senyum itu” ucap prajurit yang satunya.


“Yosh ayo bawa dia! Melihat wajahnya membuatku muak... Cih” ucap salah satu prajurit yang kemudian meludahi wajah Kon yang penuh luka.


Akhirnya kedua prajurit itu menyerah untuk menyiksa Kon, mereka kemudian menyeret Kon ke tempat eksekusi.


~Di Hutan Eliad~


Mentari menyinari dunia dengan warna yang indah, awan juga tak begitu banyak yang memungkinkan bahwa hari ini akan cerah. Namun di pagi yang cerah itu seseorang sedang duduk sambil minum teh di sebuah meja yang ada di luar, ia adalah Raja Iblis Shadow Monarch yang dengan tenang meminum teh buatan temannya.

__ADS_1


“Pagi yang indah untuk eksekusi publik” ucap Monarch yang kemudian meneguk teh di cangkir yang ia pegang.


“Eksekusi? Sepertinya kau menemukan tontonan yang menarik ya” ucap seorang gadis berpakaian Ghotic ungu membawa nampan yang berisi berbagai cemilan diatasnya.


“Bukan tontonan... Kali ini aku yang akan menjadi pemeramnya” ucap Monarch.


Gadis berpakaian ghotic menaruh nampan yang berisi cemilan di atas meja, kemudian ia duduk di kursi kayu.


“Heh? Jarang sekali kau melakukanya, apa semenarik itu?”


“Bukan karena aku tertarik, namun karena sebuah tujuan”


“Tujuan? Apa mungkin kali ini kau serius mencari para pengganti anggota The Promiser?”


“Ya... Aku sudah bosan bermain-main dan terus menunggu” ucap Monarch.


“Apa mungkin manusia-manusia sebelumnya?”


“Yap tepat sekali... Menurutku mereka itu pantas... Tidak, akan kubuat mereka pantas untuk memegang kekuatan anggota The Promiser”


“Kalau begitu aku akan menggapai tujuanku kan?” tanya si gadis.


“Tentu saja... Kau akan mendapatkannya” ucap Monarch yang kemudian berdiri dari kursinya.


Monarch mengambil sebuah kue dan memakannya sembari berjalan, namun ia berhenti setelah mengingat aesuatu.


“Ah aku baru ingat... Salah satu dari manusia-manusia itu mungkin bisa melepaskanmu dari hutan ini, setelah mendengar hal itu apa kau masih menginginkan tujuanmu?”


Si gadis terdiam sesaat, namun akhirnya ia langsung berdiri dari kursinya dan membuka lebar matanya seperti sangat terkejut.


“Benarkah?!”


“Aku hanya bilang mungkin dan tidak tahu dengan pasti, namun jika ada kesempatan aku ingin dia melepaskanmu dari hutan ini... Kalau begitu sampai jumpa” ucap Monarch yang perlahan tenggelam kedalam bayangannya.


“Tunggu! Siapa namanya?!” tanya si gadis dengan rasa penasaran.


“Namanya Zhel Draze... Aku akan mampir lagi setelah selesai, jadi tolong siapkan teh yang enak ya”

__ADS_1


Akhirnya Monarch menghilang dari tempat itu, bahkan energi dan hawa keberadaan Monarch sampai hilang sepenuhnya.


“Zhel Draze ya” ucap Si gadis dengan wajah merona.


~Di Jalan Utama Kota Dilem~


Banyak warga berkumpul untuk melihat eksekusi publik yang dilaksanakan hari ini, mereka datang karena tertarik dengan orang yang akan di eksekusi. Cerita yang beredar orang itu membawa Demonkin dan hendak merampok sebuah desa menggunakan monster panggilan raksasa, namun wakil pemimpin kota berhasil mengalahkannya dan menangkapnya hidup-hidup.


“Kudengar dari temanku bahwa yang di serang adalah desa quet” ucap seorang warga.


“Ya... Aku juga mendengar hal itu, katanya desa quet hancur total dan warga disana semuanya hampir terbunuh” sahut warga lainnya.


“Orang seperti apa yang kejam seperti itu?”


“Entahlah, apalagi orang itu membawa Demonkin... Apakah mungkin otaknya dicuci oleh Demonkin itu?”


“Siapa yang tahu”


Di sela ramainya cerita simpang siur yang dikatakan warga, sebuah kereta kuda datang dan berhenti tepat di sebelah panggung eksekusi. Dari dalamnya turun 2 orang prajurit yang membawa seseorang yang dipasung dan diikat dengan rantai, melihat hal itu semua warga yang datang akhirnya tahu wajah orang keji yang menghancurkan desa quet.


Yang dibawa oleh 2 prajurit itu adalah Kon yang sudah tidak berdaya lagi, namun Kon masih menunjukkan senyum berani di wajahnya.


“Dasar Monster!!” ucap seorang warga yang kemudian melempari Kon dengan sebuah batu.


Setelah itu banyak warga melakukan hal yang sama, mereka sangat kesal atas apa yang tidak dilakukan oleh Kon.


Berita tentang Kon yang menghancurkan desa quet menyebar begitu cepat, alhasil hanya dalam waktu sehari saja banyak warga yang mengetahui hal tersebut. Mungkin karena ketika Kon dibawa saat itu sedang ramai, apalagi yang membawa Kon adalah Gerald yang dianggap seorang yang hebat.


“Lihatlah! Apa setelah melihat itu kau masih bisa teraenyum?” tanya salah satu prajurit yang membawa Kon.


Prajurit tersebut memalingkan wajahnya setelah mengucapkan kalimat tersebut, namun yang ia lihat adalah senyum sebelummya yang masih tidak hilang. Melihat hal itu membuat prajurit itu benar-benar kesal, ia hendak memukul wajah Kon namun di hentikan oleh prajurit yang satunya.


“Sudahlah, tenangkan dirimu... Jika kau memukulnya disini maka warga mungkin akan melakukan hal yang sama”


“Cih...” ucap Prajurit mendecakkan lidahnya.


Akhirnya Kon sampai di tempat eksekusi, Kon melihat semua warga yang nampak begitu kesal. Semua warga yang datang melempari Kon dengan batu dan Kotoran, namun Kon masih memberikan senyum pada semua yang hadir.

__ADS_1


__ADS_2