
~Pusat Kota Dilem~
Monarch melangkah dengan tenang memasuki sebuah bangunan yang cukup besar, itu adalah bangunan pusat sekaligus tempat yang menjadi kantor dari penanggung jawab Kota dilem.
Suara jeritan terdengar dimana-mana bahkan ada beberapa ledakan terjadi di berbagai distrik kota dilem, itu semua disebabkan oleh anak buah Monarch yang diperintahkan untuk menghabisi semua orang yang ada di kota.
Monarch memang ras manusia namun berbeda karena ia adalah Raja Iblis dan menjadi Immortal Human yang takkan menua atau mati karena umur, satu-satunya cara hanya membunuhnya namun itu sangatlah mustahil karena ia sendiri adalah kegelapan dan tak ada yang bisa menghapus kegelapan bahkan sebuah cahaya.
Ada keuntungan tersendiri mengapa Monarch mau membantu Zhel dan lainnya, pertama ia tak bisa membiarkan ketiga ‘Bibit Unggul’ yang sangat berharga mati, dan yang kedua adalah langkah ini adalah salah satu cara membuat ‘Bibit Unggul’ mendapatkan sebuah pelajaran, dan yang ketiga karena hobi.
Hobi Monarch adalah mengoleksi sesuatu, awalnya ia suka mengoleksi bayangan dari orang yang sudah mati. Namun beberapa waktu berlalu akhirnya ia menemukan beberapa benda langka yang cukup kuat, benda-benda tersebut memiliki berbagai macam efek kuat biasa yang membuat monarch tertarik. Hingga pada akhirnya Monarch mulai mengoleksinya dan menjadikannya sebuah hobi yang unik, asal benda-benda tersebut tidak diketahui namun Monarch hanya tahu bahwa benda-benda tersebut berasal dari dunia luar.
“Hmm dimana benda itu ya...” ucap Monarch yang kemudian melihat sekeliling ruangan.
Monarch bisa merasakan benda yang kuat jika berada di dekatnya, ia juga bisa mengetahui efek dan kegunaan item-item tersebut jika menyentuh langsung.
Setelah beberapa menit ia mencari kesana kemari, akhirnya monarch melihat sebuah ukiran di langit-langit bangunan. Itu adalah ukiran yang cukup detil dengan berbagai macam teknik yang sulit dijelaskan, namun yang menarik perhatian Monarch adalah beberapa batu berwarna biru yang bersinar setelah memantulkan cahaya.
“Akhirnya ketemu”
Monarch berdiri di bawah sebuah batu berwarna biru, kemudian bayangan dibawah kakinya membuat sebuah pilar yang perlahan mengangkat Monarch sampai ke dekat salah satu batu berwarna biru. Setelah sudah sangat dekat, Monarch mengambil salah satu batu tersebut dan melihatnya dengan seksama, setelah beberapa detik akhirnya ia menyadari kekuatan dari batu tersebut.
“Ahaha... Apa mereka bercanda? Ahaha”
Tawa Monarch memecahkan keheningan di ruangan tersebut, akhirnya Monarch melihat batu itu lagi.
“Kelas 5... Item yang bahkan mempu mengguncang dunia dijadikan hiasan konyol manusia, Ahaha betapa bodohnya” ucap Monarch yang memegang kepalanya karena merasa sangat aneh sekaligus lucu.
Perlahan pilar yang menjadi injakkan Monarch memendek hingga akhirnya Monarch kembali menapaki lantai.
“Swap Character... Kemampuan batu ini yang bisa menukar kemampuan si pengguna batu dengan orang yang ingin ia tukar... tidak ada batasan level, bahkan jika si pengguna mau bertukar dengan seorang dewa maka ia bisa melakukannya... Sungguh item kurang ajar, apa jadinya jika seseorang menggunakan ini dan menukar kemampuanya dengan salah satu The Promiser?”
__ADS_1
Monarch mengerti seberapa berbahayanya item ini, jika saja jatuh ke tangan yang salah maka dunia mungkin bisa sekali lagi goyah.
“Hmm... Item ini hanya bisa digunakan sekali saja ya, Setelah digunakan maka kekuatannya hilang dan item ini akan hancur... Sebuah Keajaiban Yang Cacat... Hmm” ucap Monarch yang kemudian mencubit dagunya.
Monarch memikirkan sebuah rencana yang sedikit berbeda, dengan menjadikan item tersebut sebagai salah satu alatnya.
“Kurasa akan bagus” ucap Monarch yang kemudian tersenyum senang.
Monarch menaruh item tersebut ke dalam bayangannya, itu mirip dengan sihir Storage yang bisa menyimpan berbagai macam benda. Setelah itu ia berjalan untuk meninggalkan tempat tersebut.
“Kurasa itu bisa digunakan... Karena untuk menghadapi Karol tidaklah mungkin bagi mereka”
Monarch keluar gedung tersebut dan kembali mendengar jeritan dari berbagai tempat, ia berpikir kemungkinan akan cukup lama membersihkan kota ini.
Kemudian sebuah suara muncul di pikiran Monarch.
[Yo Monarch... Sepertinya kau punya sesuatu yang bagus ya?]
“Begitulah... Dan mungkin kau juga akan tertarik untuk mengoleksi item ini juga”
[Kalau begitu boleh aku melihatnya?]
“Oke... Tapi ingat bahwa ini milikku ya”
Suara di kepala Monarch menghilang, ia sudah mengenal suara tersebut yaitu sahabatnya Raja Iblis Ouroboros. Dengan senyum yang segar Monarch mendengarkan jeritan dari berbagai tempat, ia merasa bahagia dengan mayat-mayat yang akan ia dapatkan setrlah pembantaian selesai.
“Setelah ini mungkin aku bisa membuat perjanjian dengan pahlawan yang sudah mati lainnya”
Dengan langkah tenang Monarch seperti menikmati jeritan bagai sebuah lagu yang merdu, semua mayat itu akan dipergunakan Monarch untuk menggapai sebuah tujuan tersendiri.
~Di Waktu Yang Sama~
__ADS_1
Zhel dan Helen masih tertidur pulas karena kelelahan yang mereka alami kemarin, apalagi mereka hampir begadang karena cemas dengan keadaan Kon. Namun akhirnya seseorang menggoyangkan bahu Zhel di tendanya, tangan itu menggunakan sarung tangan putih yang bersih dengan lengan jas yang begitu mewah.
“Sebentar... 5 menit lagi kumohon”
“Bangunlah... Aku sudah membawa temanmu Kon” ucap pria yang sedang membangunkan Zhel.
Mendengar hal itu Zhel langsung bangkit dari tidurnya dan membuka matanya lebar, yang ia lihat adalah Monarch, tidak lebih tepatnya salah satu bayangan Monarch karena tidak ada aura yang keluar darinya.
“Kon?! Dimana Kon?!” Zhel menggoyangkan tubuh Monarch.
“Tenanglah... Ia sudah disini” Monarch melihat keluar tenda.
Di arah Monarch melihat ada sosok yang tidak asing di mata Zhel, namun keadaannya begitu mengenaskan. Luka di sekujur tubuhnya terlihat mengerikan, bahkan ada beberapa tempat yang kemungkinan akan menjadi berbekas meski sudah diberikan sihir Healing ataupun Potion.
Zhel langsung menyingkirkan Monarch dan berlari ke arah Kon yang tertidur, mendengar teriakan sebelummya Helen juga terbangun di tendanya dan melihat Kon. Setelah itu ia langsung bangkit dan menuju Kon yang tertidur pulas dengan luka yang mengerikan.
“Kon?! Kon?!” ucap Helen yang menggoyangkan tubuh Kon.
Melihat ada yang aneh, Zhel langsung melihat Monarch dengan tatapan kesal.
“Apa yang kau lakukan padanya?!”
Zhel langsung mengangkat kerah Monarch, namun Monarch tidak menghilangkan senyumannya.
“Itu bukan ulahku, ketika aku menyelamatkannya dari kota ia hampir di eksekusi... Kemungkinan ia disiksa semalaman”
“Eksekusi katamu?” Wajah Zhel menjadi kaku.
Itu artinya wajah Kon sudah diketahui dan tidak mungkin lagi misi ini dilanjutkan, dengan pikiran tersebut artinya mereka harus kembali ke Kerajaan Waren dengan kegagalan. Juga dengan dikenalinya wajah Kon maka kemungkinan Kon akan menjadi buronan beserta Zhel dan Helen, setelah itu Kerajaan Waren akan terlibat masalah dengan Republik Safanas dan menjadi sebuah perang. memikirkannya saja sudah membuat kepala Zhel pusing.
Monarch melihat wajah Zhel yang memikirkan banyak hal langsung angkat bicara.
__ADS_1
“Hmm apakah kau berpikir misimu telah selesai?” ucap Monarch dengan senyum licik.