Veel World : The Miracle With Flaws

Veel World : The Miracle With Flaws
Chapter 3.2


__ADS_3

~Di ruang takhta Istana Kerajaan Waren~


Raja Adam mengenakan pakaian resmi seorang Raja, ia ditemani Ketua Helder dan Martin pengawal pribadinya. Di depannya ada 6 orang yang sedang bertekuk lutut, mereka adalah utusan Kerajaan Severth.


“Salam sejahtera Yang Mulia Raja Adam Waren IV” ucap Utusan Pria yang berambut coklat.


2 orang dibelakang dan si utusan tersebut memiliki aura yang kuat, Raja mengangguk kepada Ketua Helder.


“Angkat kepala kalian” ucap Ketua Helder.


para utusan bersiri dan menghadap Raja Adam dengan tegap.


“Raja ingin tahu ada apa sampai Utusan daei Kerajaan Severth datang kemari tanpa pesan sebelumnya”


“Mohon maaf atas ketidak sopanan kami... Namun ini adalah masalah mendadak dan Kerajaan Severth harus mengambil langkah cepat jadi kami langsung diutus tanpa surat terlebih dahulu”


“Lalu masalah apa itu?”


“Anda pasti sudah mengetahuinya... Kami datang karena Raja Iblis Scar menghampiri kerajaan ini”


Raja Adam memicingkan matanya, ia merasa bahwa Utusan ini sedang memancing sesuatu dari pihak Kerajaan Waren. Namun aura dari 3 orang tersebut memberikan perasaan tidak menyenangkan, Raja merasa bahwa 3 orang di depan adalah orang yang amat kuat.


“Baiklah ka—“ ucap Ketua Helder


Ketua Helder terhenti setelah Raja Adam mengangkat satu tangannya menandakan cukup.


“Kalian bertiga... Bisa katakan nama kalian?” ucap Raja Adam secara langsung, ia menunjuk pada 3 orang yang memancarkan aura kuat.


Si utusan yang di depan tersenyum dan melihat ke arah Raja Adam dengan berani.


“Nama saya Taka Terushi” ucap si utusan dengan berani.


“Hmm... Jadi sang pahlawan ya” ucap Raja Adam memegang kepalanya seperti bermasalah.


“Maaf Yang Mulia Raja Adam Waren IV... Saya langsung datang karena ada pahlawan yang ditahan di kerajaan anda ini”


Raja adam melihat kembali ketiga pahlawan yang ada di depannya.


“Jadi kalian datang untuk menjemput rekan kalian Jim Dazzel?” tanya Raja Adam.


“Benar sekali yang mulia... Seperti yang ditanda tangani surat perjanjian dari 2 kerajaan”


“Hmm... Anda seperrinya tahu betul tentang hal itu... Kalau begitu boleh saya tahu isi perjanjian tersebut?”


-Jadi pahlawan sendiri yang sudah menjebloskan diri mereka menjadi property kerajaan Severth ya? ini semakin rumit saja. Pikir Raja Adam.


Pahlawan Taka Terushi membuka sebuah gulungan yang ia keluarkan dari tas pinggangnya, itu adalah surat perjanjian damai 2 kerajaan.


“Pertama, kedua kerajaan saling bekerja sama dan tidak boleh malakukan agresi militer atau apapun tanpa seizin kedua kerajaan... Kedua, kedua kerajaan melakukan jual beli secara adil tanpa ada salah satu yang memonopoli pasar... Ketiga, kedua kerajaan saling membantu apabila salah satu kerajaan membutuhkan”

__ADS_1


Pahlawan Taka Terushi menutup gulungan tersebut.


“Jadi begitulah... Kami tidak bisa memberikan Jim Dazzel pada kalian” ucap Raja Adam dengan acuh.


“Apa maksud anda?”


“Pertama, di dalam perjanjian tersebut adalah perjanjian kedua kerajaan dan tidak termasuk pahlawan...” ucap Raja Adam mengangkat jari telunjuk kanannya.


Mendengar hal itu Pahlawan Taka Terushi terdiam mendengarnya.


“Kedua, Pahlawan Jim Dazzel berusaha mengambil alih tanah ini dari kami secara paksa dan memimpin sebuah kelompok ******* yang berarti ia melanggar peraruran Kerajaan Waren... Sebelumnya ia juga mengambil alih 4 kota dari kerajaan kami” ucap Raja Adam mengangkat 1 jari lagi.


Ketua Helder hendak menghentikan Raja Adam karena ucapan Raja sudah hampir melewati batasnya.


“Ketiga, pahlawan itu bukanlah property milik sebuah kerajaan melainkan pilar yang membantu umat manusia... Keempat, kami tidak bisa membiarkan tawanan perang kami lepas begitu saja... Kelima, saat ini kami tidak bisa mempercayai baik Pahlawan ataupun Kerajaan Severth” ucap Raja dengan nada dingin.


Raja Adam memandang rendah para pahlawan di depannya, itu karena kekacauan yang disebabkan oleh salah seorang dari mereka. Raja tidak ingin kejadian itu terulang lagi, oleh karena itu ia memberikan jawaban pedas pada mereka semua.


Namun si utusan Pahlawan Taka terushi tersenyum, kemudian memandang Raja Adam.


“Ini bisa jadi pengkhianatan untuk Kerajaan Severth wahai Yang Mulia Raja Adam”


“Hoo... Jadi kalian sendiri mengakui bahwa kalian adalah property milik kerajaan severth?”


Taka teruahi terdiam, kemudian ia melanjutkan.


“Lagi pula kami juga tidak ingin membawa pulang rekan kami Jim Dazzel”


“Karena hal ini bisa mengakibatkan putusnya hubungan kedua kerajaan, jadi Raja Lionas Severth VII meminta ganti yang sepadan”


Raja Adam semakin penasaran mendengarkan kalimatnya, begitu pula Ketua Helder yang sedari tadi hanya memperhatikan.


“Kami menginginkan pengganti yaitu orang yang berhasil menghalau Raja Iblis Scar... Zhel Draze”


Raja terkejut namun ia menutup kedua matanya dan berpikir jernih, sedangkan Ketua Helder naik pitam dan berteriak pada si utusan.


“Kurang ajar! Apa kalian tahu permasalahan yang kalian lakukan?! Bukannya membantu kami, kalian malah berniat menghancurkan kami!”


“Cukup Helder!”


“Tapi yang mulia!”


“Kubilang cukup!”


Ketua Helder terdiam melihat mata Raja Adam yang penuh amarah, Ketua Helder mundur dan tak berani lagi berbicara melihatnya.


“Wahai utusan... Kami tidak bisa memberikan orang itu pada kalian... Sebagai gantinya kami akan mengembalikan rekan kalian Jim Drazzel”


Pahlawan Taka Terushi tersenyum atas kemenangannya.

__ADS_1


~Di sebuah ruangan khusus milik kerajaan Waren~


Seorang pria bangkit dari kasur tempat ia tertidur.


“Ah kepalaku pusing sekali” ucap Zhel yang kemudian memegang kepalanya.


Namun yang ia temukan adalah benda keras nan aneh menempel di kepalanya, itu adalah sepasang tanduk hitam yang menghiasi kepalanya bagai mahkota.


“Hee apa ini?!” ucap Zhel terkejut.


Ia langsung keluar ruangan menggunakan pakaian pasien, ia berlari mencari sebuah cermin untuk berkaca. Beberapa perawat melihatnya terkejut, itu karena pasien yang belum pernah mereka rawat saat ini sedang berlari mencari sesuatu.


“Pasien sudah siuman! Beri kabar pada Yang Mulia Raja” ucap seorang perawat.


Mendengar itu, beberapa perawat berlari untuk melaporkannya pada Yang Mulia Raja Adam. Sedangkan Zhel masih berlari untuk mencari sebuah cermin atau kaca untuk melihat keanehan tubuhnya ini.


Setelah beberapa lama ia berlari, sekilas ia melihat sebuah cermin besar di sebuah ruangan yang pintunya terbuka sedikit. Zhel langsung balik arah dan memasuki ruangan tersebut, ia langsung melihat wajahnya di depan cermin. Dan yang ia temukan adalah sebuah tanduk yang muncul entah dari mana.


“Huu... Aku jadi aneh sekali” ucap Zhel dengan nada sedih.


Namun ketika ia melihat cermin di depannya lagi, secara kebetulan ada sesosok gadis berambut pirang sedang melepaskan pakaiannya di pantulan cermin. Ketika Zhel mencoba berbalik sebuah tendangan keras menghajarnya tanpa peringatan.


“DASAR MESUM...!!” ucap si gadis berambut pirang.


“Tidak...!”


Zhel terpental ke dinding, ketika ia membuka matanya kembali seorang gadis berambut pirang sedang memegang pakaian yang menutupi tubuhnya. Wajah si gadis memerah, dengan tatapan seperti melihat makhluk menjijikkan.


“Orang mesum harus di hukum”


“Ti-ti-tidak! Ma-maafkan aku karena masuk tanpa izin!” ucap Zhel bersujud.


Melihat Zhel melakukan sujud, si gadis malah terdiam melihat Zhel.


“Kau... Zhel Draze?” tanya si gadia.


“Ya tlong maafkan aku! Aku tidak bermaksud mengintip! Aku hanya ingin melihat benda aneh apa di kepalaku ini! Sungguh! Kumohon lepaskan aku!”


“Pfft... Ahaha!!! Tanduk apa itu haha!” si gadis tertawa terbahak-bahak.


Zhel mengintip si gadis dan memasang wajah memelas, Zhel tidak mengenali si gadis namun ia merasa sepertinya mereka pernah bertemu sebelumnya.


“A-anooo... Mungkinkah kita pernah bertemu sebelumnya?” tanya Zhel.


“Aku yang merawatmu ketika Raja Iblis Scar menyerang tau... Dan juga apa kau sudah melupakan aku”


Zhel melihat wajah si gadis dengan serius, wajah si gadis begitu cantik dengan sebuh tahi lalat kecil di bagian kiri bawah bibirnya. Wajahnya manis seperri selalu terawat, matanya biru dan sangat indah bagaikan langit.


“Kau.. Apa mungkin kau Ana?”

__ADS_1


“Tepat... 100 untukmu” ucap si gadis bernama Ana dengan senyum di wajahnya.


__ADS_2