Veel World : The Miracle With Flaws

Veel World : The Miracle With Flaws
Chapter 2.7


__ADS_3

Seekor ular raksasa berwarna ungu gelap muncul tiba-tiba didalam kota. Ia berukuran raksasa seperti bahemoth (note : bahemoth adalah sebuah efek evolusi pada seekor monster yang membuat monstr tersebut memiliki kekuatan dan ukuran lebih besar dari biasanya, disebabkan karena menghisap energi sihir di atmosfir terlalu bayak). Ular tersebut berdiri tegak seperti sebuah menara yang tinggi.


“I-itu kan?!”


“Semuanya jangan gentar!” ucap Ketua Helder yang datang dari langit.


Semua penyihir melihat beliau dengan kagum karena tak gentar melihat makhluk buas tersebut.


-Hanya ekornya saja? Apa mungkin karena Mantra tidak sempurna?


Kemudian ia melihat dari bagian terbawah ular tersebut, disana ular tersebut keluar dari sebuah mantra teleportasi.


-Jadi begitu... Namun sepertinya tidak akan bertahan lama, mantra itu harus dihapus sepenuhnya atau akan terbuka lebih lebar lagi.


Ketua helder melihat sebuah retakkan dari mantra tersebut, perlahan retakan tersebut makin besar.


“Dreig kita harus menahan Raja Iblis Scar... Penyihir kerajaan kalian urus mantra teleportasinya!” ucap ketua helder.


“Baik!” ucap semua penyihir.


Ketua helder langsung terbang menuju ular raksasa yang hendak menghancurkan sekitarnya.


“Dreig!”


“Ayo bergerak... Magical Resist, Phisical Resist, Sword Fire... Mulai rapalanmu Helder!” ucap Komandan Dreig yang kemudian melompat setinggi mungkin menuju Ular tersebut.


“Wahai Langit Mohon Dengarkan Keluhanku...” ucap Ketua Helder.


Ekor Raja Iblis melihat ketua Helder yang melayang di udara sedang merapalkan sebuah mantra panjang. Mantra sihir itu bukan lah mantra sihir biasa, Mantra sihir yang dirapalkan Ketua Helder adalah Mantra sihir tingkat 5 yang sangat kuat.


Ekor Raja Iblis menarik sebuah nafas panjang, setelah itu ia menembakkan bola api biru ke arah Ketua Helder. Bola api tersebut tepat mengenai Ketua Helder, namun Ketua Helder tak bergeming dan tetap merapalkan mantranya.


“...Aku Yang Di Cintai Oleh Langit...”


“Teleportation” ucap Komandan Dreig.


Komandan Dreig langsung ada tepat di sebelah wajah Ular tersebut.


“Fly! Haaaaaaa!” mengayunkan pedangnya yang terbakar.


Pedangnya tepat mengenai wajah ular tersebut, dan api merah menyala menutupi seluru kepala si ular.


“Bagaimana?!”


Kemudian dari dalam api tersebut, kepala ular keluar dan hendak melahap Komandan Dreig hidup-hidup.


“Black Ball!” ucap Seorang penyihir yang ada di tanah.


Ia adalah Kon yang mengeluarkan sebuah sihir elemen kegelapan, sihir tersebut menembakkan sebuah bola Hitam berdiameter 5 meter hingga membuat si kepala ular terpental ke sampingnya.


“Komandan Dreig menyingkirlah!” ucap Helen yang sedang berlari.

__ADS_1


Komandan Dreig mengerti maksud Helen agar menyingkir dari jalur serangan Ketua Helder dan langsung terbang menjauh dari tempat tersebut.


“...Menginginkan Sebuah Palu Penghakiman...”


Ular tersebut kembali bangkit dan melihat Ketua Helder yang hampir menyelesaikan Mantranya, kemudian 3 bola api biru melayang di dekatnya. Setelah itu bola tersebut terbang dengan cepat ke arah Ketua Helder.


“Tak akan kubiarkan! Magic Craft : Seven Unbreakable Shield” ucap Helen.


Kemudian sebuah 7 perisai transparan dengan warna yang berbeda muncul dan menghalangi Bola Api biru milik Ular tersebut. Helen adalah penyihir yang memiliki sebuah bakat sebagai Creator, ia bukan hanya bisa membuat benda mati saja jika ia memiliki Mana yang cukup dan imajinasi yang jelas maka ia bisa membuat sebuah sihir tersendiri yang bisa digunakan oleh ia seorang. Contoh sihir tersebut adalah sihir Future Viewer sebelumnya dan Seven Unbreakable Shield ini.


Ketika bola api dan perisai tersebut bertemu sebuah gelombang kejut menggetarkan udara di sekitar, namun Helen langsung jatuh pingsan karena kehabisan Mana. Sebelumnya ia menggunakan seluruh mana Milik Zhel untuk menggunakan Future Viewer, namun sihir tersebut tetap menggunakan Mana miliknyanya.


“Helen?!” teriak Kon yang berlari menuju Helen yang pingsan.


Namun bola api tersebut menghancurkan perisai tersebut 1 per 1, namun bola api tersebut juga berkurang.


“...Untuk Menaklukkan Dataran Ini Thunder God!” ucap Ketua Helder.


Kemudian cuaca berubah total, langit malam kini penuh dengan awan hitam yang mengerikan. Setelah itu sebuah Petir Raksasa menyambar Ketua Helder dengan Ganasnya.


“Terima Ini!” teriak Ketua Helder yang mengulurkan kedua tangannya ke depan tepat mengarah ke Ular tersebut.


Dari kedua tangannya muncul petir raksasa yang menyambar Ular tersebut, lalu sebuah ledakan besar terjadi hingga mengguncang seluruh ibukota. Banyak Rumah yang roboh akibat gempa tersebut, namun untungnya Para Warga sudah di evakuasi ke bagian luar kota.


“Berhasil?!” teriak Komandan Dreig


Namun dari balik asap tersebut sebuah sosok masih berdiri tegak di dalamnya, ternyata ular tersebut tak terluka sedikit pun.


“Ti-tidak mungkin!” ucap Kon yang membelalakkan kedua bola matanya


-Sihir terkuat kami hanya milik Helder seorang, jika serangan tersebut tidak mempan... Bagaimana kami bisa melawannya?


“Inikah... Raja Iblis?” ucap Kon dengan sangat terkejut.


Beberapa penyihir tak bisa mendekati Mantra teleportasi yang digunakan Ekor Raja Iblis tersebut karena kekacauan itu, dari kejauhan terlihat mantra tersebut bisa hancur kapan saja.


“Kalau begini bisa gawat... Satu-satunya cara adalah menghapus mantra tersebut agar Ekor ini kembali ke tempatnya” ucap Komandan Dreig.


“Ekor?! Apa maksud anda?!” tanya Kon yng sedang menggendong Helen yang tak sadarkan diri.


“Ular Ini... Hanyalah Ekor dari Raja Iblis Scar”


Mendengar hal itu, Kon semakin gemetar ketakutan. Ia melihat kembali Ular tersebut, namun yang dilihatnya adalah kengerian yang tak bisa diungkapkan oleh kata-kata.


“Helder apa kau punya rencana Lain?!” tanya Komandan Dreig pada Ketua Helder yang mendatanginya.


“Tidak... Jalan satu-satunya adalah menghancurkan mantra teleportasinya... Namun itu sebelum itu kita harusmemperbaikinya terlebih dahulu” ucap Ketua Helder.


“Memperbaikinya?! Apa kau sudah gila?!”


“Aku melihat mantra tersebut seperti dipaksa terbuka lebih lebar lagi dari sisi lain... Jadi kita harus memperbaikinya kemudian menghancurkannya... Namun untuk memperbaikinya kita harus melawan kekuatan asli Raja Iblis Scar di sisi yang lain” ucap Letua Helder dengan wajah bermasalah.

__ADS_1


“Hal itu tidak mungkin lagi bisa di lakukan... Bahkan untuk mendekatinya saja kita tidak bisa, apalagi untuk melawan kekuatan Raja Iblis secara langsung seperti itu... Jika saja Mantra tersebut bisa langsung di hilangkan” ucap Komandan Dreig.


Mendengar kalimat itu Kon menemukan sebuah jawaban, yaitu Menyerap Mana yang ada di Mantra tersebut sampai mantra tersebut habis. Dengan begitu mantra itu akan hilang sepenuhnya seperti sihir lainnya.


“Zhel!” ucap Kon.


Ketua Helder dan Dreig melihat kon dengan heran, mereka tidak mengerti kenapa Kon menyebut orang itu.


“Ketua! Zhel... Zhel bisa melakukannya!” ucap Kon.


Ketua Helder perlahan membuka matanya lebar-lebar, ia mengerti maksud Kon yang sebenarnya. Sebelumnya Kon mengatakan bahwa Zhel memiliki kemampuan memanipulasi Mana dan ia juga bisa menyerap Mana yang ada di dalam Sihir.


“Kau benar! Ia bisa menghisap Mana dari Mantra tersebut” ucap Ketua Helder.


“Zhel? Menghisap Mana? Apa maksud kalian” tanya Komandan Dreig.


“Tak ada waktu menjelaskan.... Dreig bisakah kau menahan makhluk itu sebentar lagi?”


“Apa kau sudah gila? Sihir terkuatmu bahkan tak menggoresnya, apalagi jika aku melawannya sendirian itu tidak mungkin” jawab Komandan Dreig.


“Kalau begitu bagaimana jika berdua” ucap seseorang dari belakang mereka.


Ia berjalan dengan gagah menggunakan Armor Perak yang berkilau, ia membawa sebuah pedang di pinggangnya, Dari jubah merahnya ada sebuah simbol kerajaan Waren.


Melihat sosok itu, Ketua Helder dan Komandan Dreig terkejut dan langsung berlutut secara bersamaan. Kon terlambat menyadarinya namun ia akhirnya juga berlutut kepada sosok berarmor perak tersebut.


“Yang Mulia mohon maaf karena kelemahan kami ini” ucap Komandan Dreig.


“Tidak masalah... Lawan kalian bukan makhluk sembarangan... Aku juga sudah melihat perjuangan kalian dari jauh” ucap Raja Adam Waren IV.


“Yang Mulia saya memiliki sebuah rencana untuk menghentikannyaf” ucap Ketua Helder.


“Bagus... Tak usah menunggu, kau sudah kuizinkan pergilah da jalankan rencanamu” ucap Raja Adam.


“Baiklah.. Saya mohon undur diri” ucap kerua helder yang kemudian pergi.


Ketua helder berlari menuju tempat Zhel dirawat, ia sudah kehabisan banyak mana untuk sihir tingkat 5 sebelumnya. Sedangkan Kon mengikutinya untuk mengamankan Helen yang pingsan di punggungnya.


“Sudah lama aku tidak melihat Helder meminta bantuan orang lain... Sepertinya ia mulai sedikit berubah ya” ucap Raja Adam dengan senyum di wajahnya.


“Yang Mulia... Saya akan mempertaruhkan nyawa untuk melindungi anda” ucap Komandan Dreig.


“Saat ini formalitas tidak dibutuhkan... Lagipula... Sudah lama kita tidak bertarung bersama kan... Nak Dreig”


Sebuah senyum muncul di wajah Komandan Dreig.


“Ya Pak Guru”


Kemudian ular yang sebelumnya membakar sekitarnya dengan api biru melihat ke arah Raja Adam dan Komandan Dreig.


“Kurasa ini akan sedikit menyenangkan Nak Dreig” ucap Raja Adam yng kemudian mengeluarkan pedangnya.

__ADS_1


“Saya tak berfikir demikian pak guru”


Merek berdua melangkah maju untuk melawan langsung Ular tersebut, semua prajurit yang melihatnya kembali bersemangat setelah melihat Raja mereka turun langsung untuk membantu. Lalu sebuah sorakan semangat dari semua prajurit dan penyihir terdengar keras, pertarungan dimulai antara seluruh Kerajaan Waren melawan Ekor Raja Iblis Scar.


__ADS_2