
Sesosok pria berambut putih menyerang Ekor Raja Iblis Scar dengan keras, ular tersebut akhirnya menghantam tanah dan membuat gempa cukup besar yang mengguncang ibukota.
“Belum.... Belum cukup” ucap Zhel yang bernafas tidak teratur.
Raja Adam melihat dari belakang dengan mata yang penuh dengan tanda tanya.
-Kekuatan itu... Terlalu kuat. Pikir Raja Adam.
Raja Adam mendekati pria tersebut yang kelelahan, ia menghampirinya dan menyebut nama si pria yang muncul medadak tersebut.
“Zhel lama tak berjumpa” Ucap Raja Adam.
“Heh?” Zhel melihat ke belakangnya “Paman Adam ya?”
“Ah kau masih mengenaliku yah... Kau sangat berbeda dari yang terakhir kali kulihat”
“Begitulah... Maaf paman... Bisa kita bicara nanti saja? Aku akan...” memicingkan matanya ke arah ular yang hendak bangkit lagi “Membunuh makhluk ini”
“Begitu ya... Dengan kekuatan itu kurasa tak mustahil... Namun saranku kau harus menghancurkan mantra teleportasi di bawahnya sebelum sesuatu yang lebih mengerikan datang”
“Tentu saja”
Raja Adam berbalik dan hendak terbang menjauh.
-Namun kekuatan macam apa itu? Ia sudah melewati batas manusia seperti aku dan Dale... Kurasa tak masalah untuk saat ini.
Raja Adam melirik sedikit lalu pergi meninggalkan Zhel yang penuh dengan amarah. Sesaat kemudian ular tersebut bangkit lagi dan menatap Zhel dengan penuh kebencian.
“Apa yang kau lihat makhluk kurang ajar?”
Zhel langsung melompat ke arah Ular tersebut , namun ular tersebut sudah siap menembakkan beberapa buah bola api biru.
~Di Luar Gerbang Selatan Ibukota Waren~
Beberapa guncangan besar muncul dan menakuti setiap warga disana, mereka tak tahu apa yang kerajaan lawan di dalam sana. Namun ketika melihat 3 petinggi kerajaan turun tangan maka sudah dipastikan bahwa lawan mereka bukanlah makhluk biasa.
“Ibu...?! Aku takut” ucap seorang Gadis kecil dengan nada bersedih.
Sang ibu mengelus kepalanya dengan lembut, ia berharap bisa menghilangkan rasa takut putrinya. Namun apa daya, ia sendiri juga ketakutan merasakan banyak gempa dan gelombang udara dari pertempuran di dalam ibukota.
“Tenang saja anakku... Disana ada 3 petinggi kerajaan... Kau tahu apa artinya?” ucap Ibunda gadis dengan senyum hangat di wajahnya.
“Artinya?”
“Artinya tak perlu ada yang di khawatirkan... 3 Petinggi adalah orang luar biasa yang dipilih secara langsung oleh Yang Mulia Raja”
“A-apa mereka kuat?”
“Tentu saja... Dan mereka juga berjiwa pahlawan”
“Pa-pahlawan? Apakah seperti 7 pahlawan di dalam dongeng bu?!”
“Ya mereka adalah pahlawan bagi kerajaan Waren... Jadi kau tidak perlu takut yah Cecil” ucap Ibunda yang kemudian mengusap kepala gadis itu lagi.
“Emm!” ucap si gadis mengangguk.
Dari dalam gerbang ibukota keluar sosok manusia yang dikenal oleh banyak warga, ia adalah Ketua asosiasi penyihir Helder.
Ketua Helder datang kemari untuk menjaga para warga sekaligus memulihkan Mana miliknya, karena ia belum bisa bertarung maka ia berinisiatif ke tempat itu untuk memberikan bantuan mental pada para warga agar tidak takut. Ia ditemani oleh seorang penyihir dengan bakat langka yaitu Kon, walau ia adalah memiliki bakat langka sebenarnya ia belum bisa mengeluarkan seluruh kemampuannya karena Kapasitas Mana yang sedikit.
“Ketua Helder... Apa mungkin Zhel bisa melawan makhluk itu?”
“Aku tidak yakin jika melawan Raja Iblis dengan kekuatan penuhnya... Namun yang muncul hanya ekor saja... Dan juga, jika ia memiliki kemampuan seperti yang kau katakan maka tak ada alasan apapun untuk diriku menjadi cemas”
“Begitu ya”
Tanpa disadari seorang pria berpakaian hitam muncul dan mendekati mereka, ia memakai topi Pesulap berwarna hitam.
__ADS_1
“Senang bertemu dengan kalian... Manusia” ucap pria tersebut sembari menundukkan kepalanya.
Ketua Helder melihatnya dan langsung mengeluarkan keringat deras di wajahnya, ia merasakan Ledakan Mana yang luar biasa banyak dari pria tersebut. Bukan hanya Ketua Helder, semua orang disana langsung melihat ke arah pria tersebut dan membuka mata mereka lebar.
“Maaf karena mengagetkan kalian...Aku disini hanya menyapa seseorang aja”
“Si-siapa kau?!” tanya Kon dengan gemetar.
“Aku?” ucap Pria tersebut yang kemudian melirik Kon dengan sebuah senyum di wajahnya “Namaku Monarch... Kalau tidak salah, kalian menyebutku Raja Iblis Shadow Monarch benar kan?”
Mendengar nama tersebut, semua orang langsung gemetar hebat, bahkan ada beberaoa warga yang terjatuh karena kejutan tersebut.
“Ada apa sampai Raja Iblis yang menguasai malam datang kemari? Apa mungkin karena temanmu yang mengamuk disana?” tanya Ketua Helder dengan keringat yang mengalir semakin deras, ia berusaha terlihat tenang walau sebenarnya ia juga cemas.
“Itu adalah alasan ketiga... Alasan utamaku hanya ingin melihat -lihat saja” ucap Raja Iblis Monarch.
-Jika aku melawannya sudah dipastikan aku akan mati disini... Dan juga para warga akan menjadi korban jika pertarungan terjadi... Aku juga tak memiliki banyak Mana setelah Zhel menghisapnya. Pikir Ketua Helder.
“Lalu alasan keduamu?”
“Hey hey... Apa ini interogasi ? Tenang saja aku akan selesai dengan alasan kedua ku”
“Apa maksudmu?”
“Sudah kubilang kan bahwa aku ingin menyapa seseorang”
“Siapa yang kau maksud?”
Monarch menghilang bagai angin yang berhembus, kemudian ia langsung berada di depan Kon secara mendadak.
Melihat hal itu, banyak prajurit dengan gemetar mengangkat senjatanya. Namun Ketua Helder mengangkat tangannya yang mengartikan “tunggu atau tahan”.
“Kau... Calon yang bagus namun masih mentah... Kurasa dengan sedikit polesan akan membuatmu lebih tajam lagi” ucap Monarch yang mengangkat dagu Kon.
Kon merasa dirinya akan mati jika ia bergerak sedikit saja, akhirnya ia memilih diam dan tak melawan.
“Raja Iblis Monarch... Mundurlah kalau tidak—“ ucap Ketua Helder.
Ketua Helder gemetar, ia tak bisa melakukan apapun karena kondisi saat ini yng sangat merugikan. Raja Iblis Scar yang mengamuk di dalam, Pahlawan Jim Dazzel yang sudah tidak waras, dan Kini Raja Iblis Shadow Monarch yang muncul tanpa alasan yang jelas membuat kondisi saat ini sangat buruk.
“Baiklah.. Aku sudah melihat yang disini, tadinya aku ingin melihat yang satu lagi namun sepertinya ia sedang tidak sadar... Yang menarik ada disana, aura mengerikan mirip Ouroboros”
-Ouroboros?! Apa yang dia maksud Zhel?! Pikir Kon.
Kon langsung melompat mundur dan mengangkat tongkatnya, ia bersiap untuk melafalkan sebuah mantra.
“Apa yang akan kau lakukan pada Zhel?! Aku tidak akan membiarkanmu menyentuhnya!”
“Ah jadi namanya Zhel... Aku takkan menyentuhnya, aku juga tak ada niat bertarung malam ini”
“Lalu kenapa kau ingin menemuinya?!”
“Aku hanya tertarik dengan kekuatannya... Baiklah aku akan pergi sekarang, sampai jumpa” berjalan mendekati gerbang ibukota, kemudian ia berhenti “Oh iya... Namamu Kon ya? Kurasa kau salah mengartikan keberadaan kami... Yah kurasa nanti ada saatnya kami akan memberitahu maksud keberadaan kami”
Setelah mengatakan hal itu, Raja Iblis Monarch menghilang lagi. Tak ada jejak sihir apapun yang bisa dirasakan, rasa takut sebelumnya juga hilang begitu saja.
Ketua Helder langsung mendekati Kon dengan sedikit cemas.
“Kon... Kau baik saja?”
“Yah terima kasih sudah khawatir... Tapi apa itu tadi?”
“Aku juga tidak mengerti... Kuharap ia tak merencanakan sesuatu yang aneh saat ini... Karena jika ia ikut bertarung maka... Kemungkinan ibukota akan rata dengan tanah malam ini” ucap Ketua Helder dengan nada serius.
Kon melihat ke arah ibukota dengan cemas, ia memikirkan nasib temannya yang saat ini bertarung.
-Zhel... Kau akan baik saja kan?
__ADS_1
~Di Dalam Ibukota~
2 orang dengan kekuatan besar saling menyerang dengan kecepatan luar biasa, mereka saling bertukar serangan dengan sangat cepat.
“Ayolah Pak Tua! Apa hanya segini kemampuanmu?!” tanya Jim.
“Yo bocah... Sudah berapa lama kita bertarung disini?”
Mereka saling menjaga jarak untuk mencari momentum yang tepat.
“Peduli apa aku? Mau itu satu jam atau satu hari aku tidak peduli”
“Hmm... Kau seharusnya menghitung waktunya, karena semakin lama pertarungan ini maka semakin jelas kemenanganku”
“Haha omong kosong apa itu pak tua?!”
*Dug Komandan Dale merasakan sesuatu di tubuhnya, itu perasaan seperti ada sesuatu yang memberontak di dalam tubuhnya.
-Sudah waktunya untuk mengakhirinya ya? Padahal aku ingin melihat apa asal mula kekuatan mendadaknya ini. Pikir Komandan Dale.
“Saat ini baru sekitar 7 menit.. itu artinya... Kemenangan menjadi milikku”
Sebuah aura kuat yang terasa sangat panas muncul dari Komandan Dale. Jarak mereka cukup jauh, di posisi seperti ini pilihan terbaik adalah menunggu musuh menyerang terlebih dahulu
“Baiklah mari kita akhiri ini” ucap Komandan Dale dengan senyum berani di wajahnya.
Komandan Dale mneghilang, sebenarnya ia bergerak terlalu cepat bahkan jauh lebih cepat sampai mata Jim tidak mampu lagi mengikutinya. Merasakan hal aneh, Jim menyebarkan banyak petir yang menghancurkan sekitarnya.
“Petirmu terlalu lambat untuk mengenaiku” ucap Komandan Dale yang berada di belakang Jim.
Ia membisikkan sesuatu di telinga Jim.
“Human Breakable : A Thousand Truth Slash”
Kemudian dari perut Jim keluar banyak darah, itu disebabkan oleh pedang cahaya milik Komandan Dale berhasil menembus perutnya. Komandan Dale menghilang, dan sebuah serangan yang membelah angin menyerangnya dari sisi lain.
Jim tak bisa menghindarinya karena serangan angin tersebut berasal dari berbagai arah seperti mengepungnya, Jim hanya bisa bertahan dari serangan yang tak ada henti tersebut sampai akhirnya serangan tersebut berhenti.
“Sekarang! Thunder Clap!”
Jim mengnjakankinya dengan ke tanah, kemudian sebuh petir menyambar dan meratakan area sekitarnya.
“Diam kau pak tua?!”
Jim melihat Komandan Dale yang kelelahan di depannya, Komandan Dale seperti sudah kehabisan tenaganya dan siap tumbang kapan saja.
“Heahaha... Akhirnya kau lebih diam pak tua, kalau begitu bersiaplah untuk—“
Jim berhenti berbicara karena sebuah kejutan, ia mengankat tangannya namun tak ada tangan lagi disana. Keringat deras membanjiri wajahnya, ia kebingungan karena tak ada rasa sakit ketika tangannya terpotong.
“Apa ini? Bagaimana bisa?”
“Thousand Truth Slash adalah kemampuan berpedang biasa, namun serangan pedang tersebut tak bisa dihindari ataupun ditangkis... Kau tak bisa menjadi pahlawan ataupun prajurit... Kau hanya akan menjadi orang cacat seumur hidupmu Jim Dazzel”
“A-apa? Aku tidak mau itu... Aku.. Aku yang akan menyelamatkan umat manusia dari Raja Iblis! Tolong aku! Tolong maafkan aku! Kumohon!”
Jim mencoba melangkah menuju Komandan Dale, namun ketika ia mengangkat kakinya ia langsung terjatuh ke tanah. Yang ia lihat kemudian adalah kakinya yang sudah tidak terhubung lagi.
“Mengatakannya saat ini sudah terlambat... Kau bukanlah pahlawan dan takkan pernah jadi pahlawan sampai kapanpun... Kami tidak membutuhkan bantuan dari orang sepertimu” ucap Kpmandan Dale dengan nada dingin.
Mendengar kalimat tersebut, Jim menahan air matanya sekuat tenaga. Namun darahnya mengucur keluar bagi sungai hingga membuatnya kehilngan kesadaran akibat kekurangan darah.
“Baiklah... Tugasku sudah selesai”
Komandan Dale melihat kapak yang digunakan Jim, namun kapak tersebut mengeluarkan sedikit asap hitam. Ketika Komandan Dale mendekatinya, ia kehilangan kesadaran dan jatuh.
Dari langit seseorang menghampiri Komandan Dale, ia adalah Raja Adam Waren IV.
__ADS_1
“Kau msih saja memaksakan dirimu walau sudah tua....Nak Dale”
Raja Adam mengangkat tubuh Komandan Dale dan membawanya menuju tempat pengobatan darurat yaitu Gedung Asosiasi penyihir.