
Zhel berjalan menuruni mayat ular raksasa yang telah ia kalahkan, namun yang dipikirannya adalah apa yang sebenarnya dibicarakan Raja Iblis Shadow Monarch tentang The Promiser.
Ketika ia sampai di bawah, banyak orang sedang menunggunya. Salah satunya adalah Raja Adam Waren IV.
“Terima kasih atas kerja kerasmu Zhel” ucap Raja Adam yang kemudian membentangkan kedua tangannya dan senyum yang penuh rasa suka cita.
“Ya” ucap Zhel dengan senyum.
Zhel mendekati Raja Adam, ia kemudian memeluk Raja Adam yang merentangkan kedua tangannya.
“Selamat datang kembali” ucap Raja Adam.
Dahulu Raja Adam pernah bertualang sebelum menjadi seorang Raja, kala itu ia dan Ana tinggal di sebuah gunung bersama meninggalkan jabatannya sebagai keluarga kerajaan. Pertama kalinya ia bertemu Zhel adalah ketika Ana hampir terbunuh oleh binatang buas, Zhel melawan binatang tersebut namun Zhel sendiri yang menjadi korbannya.
Waktu berlalu ketika Raja Adam menanyakan keluarganya, Zhel berkata bahwa ia tak memiliki orang tua. Setelah itu Zhel dianggap anak oleh Raja Adam, ia membesarkan Zhel dan Ana bersama. Namun akhirnya ayah Raja Adam yaitu Sendar Waren III meninggal, Raja Adam menggantikan posisinya karena ia adalah anak tunggal.
Sedangkan Zhel, ia hidup sendirian di kota dengan sisa warisan orang tuanya. Dan setelah penghinaan yang diterimanya, Zhel hidup sendirian di gunung tempat Raja Adam dahulu tinggal.
“Sudah berapa lama?”
“Entahlah... 12 tahun mungkin”
“Kau sudah menjadi pria yang kuat Zhel” mengelus kepala Zhel.
“Kau juga paman... Kau sudah menjadi Raja yang hebat” ucap Zhel.
Namun pelukan hangat itu tak berlangsung lama, detak jantung Zhel terasa sangat menyakitkan. Tubuhnya bagai akan meledak saat itu juga, merasakan hal aneh Zhel menjauh Raja Adam.
Ia memegng dadanya yang terasa sangat perih, kemudian ia terbatuk dengan darah yang keluar dari mulutnya.
“Pa...man” ucap Zhel menatap Raja adam.
Wajah Zhel berlumuran darah yang keluar dari mulutnya, tubuhnya bergetar hebat rasa sakit yang tak pernah dirasakan Zhel muncul. Setelah itu Zhel terjatuh di depan Raja Adam, wajah Zhel memucat dan matanya terbuka lebar.
“Zhel?!” Raja Adam mendekati Zhel.
Ketika Raja Adam Sudah dekat, rasa sesak menggerogotinya. Itu adalah tanda bahwa ia kehabisan Mana, namun ketika bertarung mana miliknya masih tersisa cukup banyak.
-Apa... Tubuh Zhel menghisap Mana milikku?! Pikir Raja Adam.
__ADS_1
Raja Adam tidak mempedulikannya, ia langsung menggendong tubuh Zhel yang tak bergerak. Ketika kulit Zhel disentuh, yang dirasakan Raja Adam adalah dingin bagai sebuah mayat. Namun Raja Adam masih bisa merasakan denyut nadi dan detak jantung yang masih ada.
“Para penyihir menyingkir! prajurit yang tak memiliki Mana kemari dan bawa pria ini!” ucap Raja Adam dengan tergesa-gesa.
Kemudian beberapa prajurit datang dan membawa sebuah tandu, karena keadaan tidak normal Raja Adam menutup kedua mata Zhel agar tidak menakuti semua orang.
Zhel akhirnya dirawat di sebuah ruang khusus, dan hanya beberapa orang saja yang boleh menjenguknya.
~2 minggu kemudian~
Di sebuah ruangan mewah yang ada didalam istana kerajaan Waren, 2 orang sedang berbicara serius.
“Jadi begitulah yang saya tahu” ucap Ketua Helder.
“Kemampuan yang bisa mengendalikan Mana di sekitarnya... Bukan hanya menyerap, namun juga bisa memberi... Dan kapasitasnya tidak diketahui, ada kemungkinan tak terbatas juga... Hmm ini agak serius” ucap Raja Adam yang kemudian mencubit dagunya.
“Saya juga ingin melaporkan bahwa Komandan Dale telah siuman, ia sedang di rehabilitasi”
“Tentu saja... Ia menggunakan Skill Humanity Breakable, menggunakan sebentar saja akan memberikan dampak mengerikan... jika digunakan dengan berlebihan maka kematian adalah hasilnya... Lalu... Apa ada yang lain lagi?”
“Sebenarnya saya punya 1 lagi... Namun...”
“Katakanlah”
“Sebenarnya... Tubuh Zhel Draze berubah”
“Berubah? Apa maksudmu?” tanya Raja Adam dengan wajah penasaran.
“Dikepalanya tumbuh benda hitam menyerupai tanduk”
Mendengar hal itu Raja Adam bangkit dari kursinya, ia membuka matanya lebar dengan wajah terkejut.
“Bagaimana bisa?!”
“Ini hanya teori... namun saya berpikir mungkin karena Zhel menghisap Mana dari Raja Iblis Scar tubuhnya berubah... Kemampuan menghisap Mana miliknya menghisap Mana Raja Iblis dan membuat tubuhnya sendiri berubah karena Mana yang Terkontaminasi... Itulah kesimpulan yang bisa kami terima saat ini”
Raja Adam kembali duduk dan melipat jarinya, ia memasang wajah serius. Namun saat ini bukan itu saja masalah pentingnya, ada 1 lagi masalah yang harus di selesaikan.
“Baiklah... Itu kita urus nanti... Lalu bagaimana dengan introgasi Pahlawan Jim Dazzel?” ucap Raja Adam yang kembali duduk di kursinya.
__ADS_1
“Kami mendapatkan banyak informasi... Namun... Mendengarnya saja sudah membuat saya sendiri bingung harus berkata apa”
“Katakan intinya saja”
Ketua Helder menarik nafas dengan berat, ia membuka mulutnya dan mengatakan hal yang tidak pantas didengar.
“Kerajaan Severth memiliki banyak hubungan kotor seperti kelompok Thousand Magic dan lainnya... Mereka juga sudah mempersiapkan diri untuk berperang”
Raja Adam terdiam sesaat, ia sudah memprediksi hal ini setelah kedatangan Pahlawan yang malah menghancurkan kerajaannya. Namun hal ini tidak benar, pahlawan yang dipanggil seharuanya membela umat manusia sesuai perjanjian damai. Mereka dipanggil untuk menyelamatkan umat manusia dari Raja Iblis, namun Kerajaan Severth berniat menjadikan para pahlawan property pribadi dan memulai perang.
“Cukup... Kau boleh pergi"
“Baiklah kalau begitu saya mohon undur diri” ucap Ketua Helder yang kemudian menunduk.
Ketua Helder pergi setelah Raja Adam mengangguk, di dalam ruangan Raja Adam berpikir tentang masalah rumit ini. Satu komandannya masih belum pulih total, dan penyelamat kerajaan belum siuman. Di sisi lain kerajaan Severth berambisi mengambil alih tanah milik kerajaan lain dengan mengandalkan pahlawan.
“Ini terlalu kekanak-kanakan bagi seorang Raja”
Ketika Raja Adam tenggelam dalam pikirannya sebuah ketukan datang dari pintu.
“Yang Mulia... Saya memiliki kabar penting”
“Masuk”
Seorang buttler memasuki ruangan, ia adalah pengawal pribadi Raja Adam. Ia terlihat berumur lebih dari setenganh abad, namun tubuhnya masih sehat seperti masih muda. Rambut dan kumis putih uban terlihat jelas, namun matanya tajam dan terlihat seperti api yang berkobar. Ia memakai pakaian Buttler dengan postur tubuh yang rapih dan ideal.
“Jadi ada kabar apa Martin”
“Yang Mulia... Sepertinya pria bernama Zhel sudah siuman”
“Benarkah ? Itu berita bagus”
“Dan ada 1 lagi... Utusan kerajaan Severth datang kemari”
Mendengar hal itu, Raja Adam berpikir keras, ia tak berpikir bahwa Kerajaan Severth akan bergerak secepat ini.
“Aku akan menemuinya... Untuk pria bernama Zhel tolong terus awasi dia... Hmm akan kuminta Ana menjenguknya nanti”
“Dimengerti... Silahkan lewat sini Yang Mulia” ucap Martin yang membukakan jalan menuju pintu.
__ADS_1
Raja Adam bangkit dari kursinya dan berjalan keluar ruangan, di pikiran Raja adam saat ini penuh dengan berbagai permasalahan rumit.