
~Di Kamar Tempat Zhel Dirawat~
Zhel terduduk dengan separuh telanjang di atas kasur, dan yang Zhel lihat adalah pasukan yang terhenti melihatnya. Zhel melihat mereka dengan tatapan dingin penuh dendam, Zhel memperluas jangkauan Mana Drain miliknya hingga mencakup seluruh rumah. Walau areanya bertambah luas namun kemampuan itu menjadi benar-benar terasa dan tidak melihat kawan dan lawan lagi.
“Kalian...” ucap Zhel.
“Se-serang!” ucap Gerald dengan rasa sesak yang semakin berat.
Beberapa prajurit berlari untuk menyerang Zhel, mereka berlari dengan kaki yang bergetar begitu hebat. Di dekat pintu beberapa anak panah melesat ke arah Zhel dengan penuh keraguan, dan beberapa prajurit yang hendak menggunakan sihir kebingungan karena sihir mereka tidak bekerja.
“Focused Punch” ucap Zhel.
Tiba-tiba prajurit yang mendekat langsung terpental begitu pula anak panah yang datang, melihat hal tersebut semua prajurit semakin gentar melawan Zhel yang masih belum pulih.
“Ba-bagaimana mungkin?” ucap Gerald dengan wajah takut dan penasaran.
Zhel bangkit dari kasur dan berjalan dengn goyah ke arah para prajurit, saat itu Zhel masih kesulitan bergerak karena tubuhnya belum pulih benar.
“Kalian harus membayarnya... Mana Sword”
Sebuah pedang berwarna biru muncul di tangan kanan Zhel, itu terlihat seperti api biru yang membentuk sebuah pedang. Itu adalah kemampuan yang dikembangkan oleh Zhel, sama seperti sihir penciptaan namun benda yang diciptakan oleh Zhel terbuat dari pengerasan Mana miliknya.
“Mana Transfer”
Zhel mengalirkan Mana ke seluruh tubuhnya dan membuat setiap gerakannya menjadi cepat dan kuat.
“Prajurit serang Demonkin itu!!” ucap Gerald.
Anak panah meluncur ke arah Zhel, namun semuanya terhenti setelah menabrak tubuh Zhel. Itu adalah kemampuannya Mana Shield yang diciptakannya sebagai kulit terluar, dengan begitu bahkan debu sekalipun tidak bisa mengenainya.
Melihat serangan yang sia-sia tersebut para prajurit bergetar ketakutan, bahkan ada diantara mereka yang jatuh terduduk melihat Zhel.
“Mo-mo-monster!!” ucap prajurit.
Kemudian Gerald menarik pedangnya dengan cepat dan meluncur maju.
“Instant Step”
Gerald langsung berada di depan Zhel dan mengarahkan pedangnya ke atah Zhel, namun Zhel juga melakukan hal yang sama Zhel menyerang Gerald dengan pedangnya. Namun ketika pedang mereka bertemu, pedang Mana milik Zhel menembus pedang milik Gerald dan setelah itu pedang Mana milik Zhel menembus tubuh Gerald.
Zhel langsung berada di belakang Gerald dengan tubuh yang tegak, ia melihat Gerald yang masih terdiam di belakangnya.
“Ba-bagaimana bisa?” ucap Gerald yang kemudian terjatuh.
Pedang Zhel bukan hanya menembus tubuh Gerald, melainkan pedang tersebut mengambil Mana milik Gerald sekaligus dengan menghisapnya. Karena itulah Gerald kehilangan kesadaran dan jatuh, ia kehilangan semua Mana miliknya.
Malihat pemimpin mereka jatuh, prajurit lainnya lari terbirit-birit keluar dari ruangan tersebut. Setelah semua prajurit lari, Zhel jatuh di lututnya sembari memegang kepalanya yang terasa sakit.
“Sial... Kekuatanku” ucap Zhel yang merasakan pusing.
__ADS_1
-Kon... Untuk mengalahkan Slime itu... Hanya Kon yang mungkin bisa. Pikir Zhel.
Zhel bangkit dan menggendong Helen yang pingsan karena kehilangan banyak darah, Zhel melompat dari jendela dan melihat Kon sedang terpojok di luar. Dengan cepat Zhel mendatang Kon yang hampir dikalahkan oleh banyak prajurit, saat itu Kon sudah terluka cukup parah.
“Kon bantu aku” ucap Zhel sembari menggendong Helen.
“Zhel?! Helen?!”
Zhel memberikan Mana pada Kon, dengan Mana yang diterimanya Kon langsung mengeluarkan sihirnya lagi.
“Shadow Lock!”
Semua bayangan prajurit terikat, kini semua prajurit tidak bisa lagi bergerak karena sudah terkena sihir pengunci bayangan milik Kon.
“Nightmare Smoke”
Sebuah bola sebesar bola billiard muncul di depan Kon, Zhel menendangnya pada para prajurit yang tak bisa bergerak. Kemudian asap keluar dari bola tersebut, beberapa detik kemudian para prajurit jatuh satu persatu seperti boneka yang benangnya terputus.
“Selesai sudah” ucap Zhel yang kemudian jatuh di lututnya.
“Zhel...! Helen! Bagaimana keadaanya?!” tanya Kon dengan penuh rasa cemas.
“Kon apa kau membawa potion?”
“Ya”
Kon mengeluarkan Potion yang bisa memulihkan luka, setelah melepaskan anak panah di tubuh Helen, Zhel meminumkan Potion pada Helen dan dalam sekejap mata luka di tubuh Helen menghilang.
“Syukurlah... Kalau begitu Zhel, ayo kita pergi dari desa ini” ucap Kon.
“Eh?”
“Penduduk desa mengkhianati kita, mereka berniat menangkapmu karena kau terlihat seperti Demonkin” ucap Kon.
“Tunggu Kon yang lebih penting saat ini Slime raksasanya”
“Slime itu sudah ada di desa ini... Saat ini lebih baik kita pergi meninggalkan desa yang busuk ini” ucap Kon dengan nada kesal.
“Tunggu Kon kekuatanmu... Kemampuanmu mungkin bisa mengalahkan Slime itu”
“Aku tidak sudi membantu desa ini!!” teriak Kon dengan nada penuh amarah.
Zhel sangat terkejut karena melihat sifat Kon yang belum pernah ia lihat sebelumnya, secara reflek Zhel langsung memukul wajah Kon sekuat mungkin hingga Kon terpental cukup jauh.
“Dasar Bodoh!!!” teriak Zhel dengan kesal.
Kon bangkit dan melihat Zhel dengan wajah kebingungan, Kon tidak mengerti kenapa Zhel sampai memukul Kon seperti itu.
“Ada apa denganmu dasar bodoh?!”
__ADS_1
Kon bangkit dan melihat Zhel, wajahnya memar karena pukulan Zhel yang cukup keras.
“Kekuatanmu! Bakatmu! Untuk apa kau memilikinya?!” teriak Zhel.
Di wajah Zhel muncul ekspresi yang tak pernah ia tunjukkan setelah sekian lama, itu adalah ekspresi kekecewaan.
“Aku...”
“Kau punya kekuatan! Kau punya kemampuan! Untuk apa kau memilikinya dasar bodoh!” teriak Zhel.
Kemudian setetes air mata jatuh di wajah Zhel, melihat hal itu Kon tak berkutik dan hanya bisa memandangi temannya yang memperlihatkan wajah kekecewaaan.
“Ini bukan kau Kon... Kau bukanlah seseorang seperti itu...”
Ucap Zhel yang kemudian memeluk Helen yang tak sadarkan diri di pangkuannya, Zhel menangis dengan penuh kekecewaan karena Zhel merasa Kon sudah kehilangan sesuatu.
“Aku...”
Zhel menaruh Helen dan berjalan menuju Slime raksasa yang sebentar lagi datang, Zhel mendatangi Slime itu tanpa rasa gentar sedikitpun.
“Zhel... Tunggu... A-apa yang akan kau lakukan?”
“Jika kau memang ingin pergi dari desa ini silakan, aku tidak akan menghalanginya”
“Apa makaudmu? Kita akan pergi bersama”
“Aku tidak akan pergi sebelum Slime itu mati”
“Kau akan mati Bodoh!”
“Aku tahu itu!” jawab Zhel yang berhenti berjalan.
Kon terkejut mendengar jawaban Zhel yang begitu kasar, namun Kon tak mengerti kenapa Zhel begitu ingin menyelamatkan desa quet.
“Kau tahu arti dari sebuah kekuatan?”
Kon tidak mengerti apa yang ingin di sampaikan oleh Zhel, namun Zhel berbalik dengan wajah kesal yang penuh kekecewaan.
“Kekuatan itu bukanlah sesuatu yang berharga... Namun kekuatan menjadi berharga jika digunakan dengan benar, itulah yang kulihat di dunia lain itu” ucap Zhel.
Kon hanya diam membisu melihat Zhel yang begitu kecewa.
“Aku iri dan kesal setelah melihat dunia itu... Kenapa di duniaku tidak bisa hidup seperti dunia itu?” ucap Zhel dengan kesal.
“Zhel... Kau...”
“Aku hanya ingin menghilangkan perasaan iri ini... Karena itulah aku ingin menggunakan kekuatan ini sebaik mungkin dan menciptakan dunia dimana semua orang bisa hidup damai... Tidak harus semuanya... Setidaknya hanya sedikit saja” ucap Zhel yang kemudian berbalik.
Zhel berlari meninggalkan Kon dan Helen dengan cepat, Zhel mengaliri seluruh tubuhnya dengan Mana dan hanya dalam sekejap Zhel menghilang.
__ADS_1
“Dasar bodoh... Apa yang ingin kau lakukan? Jika kau kesana, maka kau akan mati” ucap Kon yang kemudian memukul tanah di bawahnya.
Rasa kesal muncul di hati Kon, kemudian Kon perlahan mengangkat Helen dan pergi dari desa.