Veel World : The Miracle With Flaws

Veel World : The Miracle With Flaws
Chapter 7.1


__ADS_3

~Ibukota Kerajaan Waren~


Raja Adam sedang rapat dengan beberapa bangsawan, mereka berdiskusi tentang laporan Komandan Dreig yang mengatakan bahwa Kerajaan Severth yang menyerang Kota Benteng Adrazil.


Sistem kebangsawanan di Kerajaan Waren berbeda dengan sistem kebangsawanan kerajaan lainnya, karena Kerajaan Waren awalnya hanya sebuah kota kecil namun beberapa kota lainnya bergabung dan menjadi sebuah kerajaan. Oleh sebab itu Ibukota Kerajaan Waren memiliki nama yang sama dengan nama kerajaannya.


Dan bangsawan Kerajaan Waren adalah keturunan pemimpin dari kota-kota yang bersatu, oleh sebab itu Kerajaan Waren selalu mengambil keputusan bersama dengan penentu sang Raja yang telah dipilih secara demokrasi oleh para bangsawan. Di lain pihak mereka selalu bermusyawarah untuk mencari jalan keluar bersama jika mendapatkan masalah tingkat nasional, dan saat inilah yang dimaksud.


Raja Adam melihat beberapa bangsawan di sebelah meja, dikerajaan lain biasanya bangsawan selalu berpakaian formal apalagi ketika bertemu Raja. Namun di Kerajaan Waren berbeda, mereka tidak mementingkan penampilan kecuali harus menemui utusan kerajaan lain.


“Jadi Tuan Philip, anda menyatakan bahwa kota Sleith dihancurkan oleh Thousand Magic dan seorang pahlawan?” tanya Raja Adam melihat laporan di depannya.


“Ya... Maaf saya melapor terlambat karena saya harus memprioritaskan penduduk terlebih dahulu” jawab Pria bernama Philip.


Philip Deque Solaivn, bangsawan yang memimpin kota Sleith. Ia berpakaian seperti pria sederhana dan tidak ada sedikitpun kemewahan di pakaiannya, ia memiliki mata yang sipit dan rambut putih uban yang bercampur dengan rambut hitamnya. Ia adalah seorang yang cerdas dan jujur, ia juga selalu disanjung baik oleh bangsawan lain dan warganya sendiri.


“Tidak... Untuk memprioritaskan penduduk itu memang kewajiban pemimpin sebuah kota, saya tidak masalah... yang lebih penting berapa kerugian yang diterima kota anda saat itu?”


“Para prajurit gugur dan itu sangatlah banyak, namun penduduk saya tidak banyak yang terbunuh... beberapa bangunan mengalami kerusakan dari ringan sampai berat, saya berterima kasih pada tuan Tried yang membantu saya mengevakuasi warga dengan cepat” ucap Philip menunduk.


“Tidak masalah tuan Philip, anda juga pernah membantu saya dengan bantuan pangan dari kota anda dan itu sangat membantu” ucap Pria bernama Tried.


Tried De Voury, bangsawan yang menjadi pemimpin dari Kota Giloa yang berada di sebelah barat dekat kota Sleith. Ia memiliki tubuh kekar karena sedari kecil ia sering berlatih menjadi seorang ksatria, wajahnya sedikit berkerut karena umurnya yang sudah tua namun ia masih seorang ksatria yang sulit dikalahkan.


“Hmm beberapa kota sudah hancur, dan hasil panen juga berkurang drastis karena insiden tersebut... Kerajaan Severth juga mulai menginvasi lebih cepat dari yang saya duga”


“Yang Mulia sudah memprediksi Kerajaan Severth menyerang?” tanya seorang bangsawan lain.


“Ah tidak, sebenarnya saya hanya berspekulasi saja... Ibukota juga sempat diserang beberapa waktu lalu, namun kami berhasil menghalaunya dan menangkap pahlawan yang menjadi pemimpin mereka”


Kemudian suara terkejut terdengar keras di ruangan tersebut, semua bangsawan membuka matanya lebar kecuali Tuan Philip yang memang sipit sedari lahir.


“Lalu bagaimana keadaannya apa mungkin ia akan di hukum gantung? Tapi ia seorang pahlawan kan?”


“Aku tidak yakin, sifat orang itu tidak menunjukkan jiwa seorang pahlawan... Namun aku dengan jelas melihat tatto berwarna biru di belakang bahu kirinya itu melambangkan pahlawan Inazuma, karena ini masalah yang rumit kami akan tetap menahannya sampai ada menemukan titik terang”


“Hmm aku setuju, walau sifatnya jelek ia tetaplah pahlawan... Manusia yang akan membebaskan kita dari ketakutan akan Raja Iblis”

__ADS_1


“Aku tidak yakin hal itu” ucap Raja Adam yang melipat tangannya di depan dada.


Semua orang melihat Raja Adam dengan wajah penasaran, mereka tidak mengerti mengapa Raja Adam bisa berkata begitu.


“Ada sebuah fakta yang kuketahui tentang para pahlawan ini”


Para bangsawan saling bertukar pandangan.


“Sebenarnya senjata para pahlawan dibuat dari kayu Pohon Suci bangsa Elf”


Semua orang langsung menggebrak meja setelah mendengar hal tersebut, wajah mereka memerah karena amarah yang memuncak.


“Kayu Pohon Suci Elf?!”


“Yang Mulia kita harus bertindak secepatnya! Saya akan mempersiapkan prajurit!”


Semua bangsawan begitu marah mendengar hal itu, karena sudah menjadi rahasia bagi para petinggi tentang sejarah dan perjanjian Bangsa Elf dengan Kerajaan Waren.


“Dengarkan aku!”


Seketika keributan barusan menghilang seperti tidak pernah ada.


Semua bangsawan teemung mendengar ucapan Raja Adam.


“Lalu apa yang bisa kita lakukan? Apa kita hanya diam dan melihat saja?”


“Tidak, saat ini kita hanya bisa memperkuat pertahanan Kota... Aku sudah mengira beberapa orang untuk memgembalikan senjata pahlawan Inazuma ke Hutan Willet”


“Apa yang anda pikirkan?! Bukanlah itu sangat berbahaya jika senjata itu jatuh ke tangan yang salah!”


“Dengarkan aku!” Raja Adam memukul meja “Orang yang kukirim cukup kuat, aku tidak berpikir ia bisa dengan mudah dikalahkan, aku juga mempercayainya karena aku pernah merawatnya ketika aku tinggal di hutan”


“Boleh kami tahu namamya?”


“Zhel Draze” ucap Raja Adam mengkat sebagian bibirnya.


“Maksud anda Si Keajaiban Yang Cacat itu?! Zhel Draze?!”

__ADS_1


“Benar... Ia juga mengalahkan salah satu ekor Raja Iblis Scar sendirian”


Semua orang saling pandang dan mulai berdiskusi sendiri.


“Kabarnya ia bisa mengalahkan ekor Raja Iblis Scar dan membunuhnya, apa benar dia sekuat itu?”


“Tidak masalah, aku sendiri melihat kekuatannya dengan mata ini... Apa kalian meragukanku?”


“Tidak, namun kami penasaran bagaimana ia yang tidak bisa menggunakan sihir bisa mengalahkan ekor Raja Iblis Scar?”


“Untuk hal itu saya harus merahasiakannya karena permintaannya, namun saya hanya bisa bilang... Ia adalah musuh alami segala macam penyihir”


~Di Tempat Lain~


“Hasyuu!!” Zhel bersin.


“Ada apa?” tanya Helen.


“Tidak, kurasa ada sesuatu yang menggelitik hidungku”


Zhel dan lainnya sedang berjalan menuju Kota Q-Lua yang ada di dekat perbatasan Kerajaan Dreidus dengan Kerajaan Severth, setelah kota tersebut maka mereka akan sampai di Hutan Willet tempat dimana Pohon Suci berada.


Saat ini Kon masih belum bisa berbicara normal karena lidahnya belum kembali, ia juga terlihat agak aneh setelah bangun dari tidurnya.


“Sedikit lagi kita akan sampai di kota Q-Lua, mungkin nanti sore kita sampai” ucap Helen sembari melihat peta di tangannya.


(Aku tidak sabar melihat alat sihir dari Kerajaan Dreidus, katanya Half-Human di kota ini hidup berdampingan dengan manusia)


“Benarkah?! Kalau begitu aku tidak perlu bersembunyi dong” jawab Zhel dengan riang.


“Half-Human dan Demonkin itu berbeda Zhel, jika ada petualang yang melihatmu mungkin mereka akan memburumu lho”


“Ah beneran?!”


“Tentu saja, kau pikir kau bisa seenaknya berjalan dengan sepasang tanduk itu?”


“Ah melelahkan sekali memiliki tubuh seperti ini”

__ADS_1


Zhel menjatuhkan bahunya seperti menyerah, ia merasa hidupnya menjadi lebih berat karena tubuhnya yang berbeda.


__ADS_2