
~Di medan pertempuran~
“Nak Dreig sekarang” ucap Raja Adam.
“Baik... Sword Fire!”
Pedang yang terbakar kembali menyerang Ular tersebut dan membakarnya, namun sama seperti sebelumnya tak ada goresan apapun.
“Ia tangguh sekali padahal hanya sebuah ekor” ucap Raja Adam.
Ular tersebut melihat Raja Adam yang melayang, akhirnya ular tersebut menarik nafas panjang dan menembakkan sebuah bola api biru ke arahnya.
“Yang Mulia?!”
”Magic Taker” ucap Raja Adam.
Bola api biru tersebut mengecil dan sebuah bola api biru muncul di tangan Raja Adam.
“Kukembalikan separuhnya untukmu”
Raja Adam bergerak seperti melempar bola baseball, ia mengarahkannya pada api hitam tersebut ke arah bola api yang mengecil dan menghasilkan sebuah ledakan besar. Melihat kesempatan tersebut, Komandan Dreig langsung berteleportasi ke depan Ular tersebut.
“Sword Fire Level 2!”
Pedang yang terbakar api merah berubah menjadi biru, dan terasa lebih panas dari sebelumnya. Komandan Dreig menyerangnya tepat mengenai wajah ular raksasa tersebut, namun ia merasa pedangnya tertancap dengan sangat kuat.
“Hyaaaaaa...!!!!”
Komandan Dreig memrobek kulit ular yang keras tersebut dari atas sampai bawah. Setelah menyayat ular tersebut, Komandan Dreig melompat mundur dan merasakan kelelahan yng luar biasa pada tubuhnya.
“Nak Dreig? Sihir itu?”
“Ya... Saya menguasai sepenuhnya dan membuatnya jauh lebih kuat... Namun hal itu menggunakan banyak sekali mana”
Melihat hal itu, Raja Adam melihat ular tersebut dengan serius. Ia mengangkat pedangnya lagi untuk melawan Ular raksasa tersebut.
“Nak Dreig... Mundurlah... Biar aku yang urus ini”
“Y-Yang mulia?”
“Jika kau terus beratarung maka Mana milikmu akan habis total... Bisa jadi kau akan jatuh sebelum pertempuran ini selesai”
“Jangan khawatir... Aku datang untuk menggantikanmu” ucap Komandan Dale yang muncul dibawah mereka.
Komandan Dale adalah manusia biasa yang tak bisa menggunakan sihir, namun ia memiliki kemmpuan bertarung yang setara dengan Komandan Dreig atau mungkin lebih hebat darinya.
“Dale... Baiklah... Saya undur diri untuk membantu para korban Yang Mulia”
Raja Adam hanya mengangguk, kemudian Komandan Dreig pergi meninggalkan tempat tersebut.
-Dia tidak sadar bahwa sihir yang barusan ia pakai juga merusak tubuhnya.
“Nak Dale... Apakah urusanmu sudah selesai?”
“Saya sudah melumpuhkan pria yang mengaku pahlawan tersebut”
“Bagus... Nanti kau bisa introgasi dia sepuasnya... Saat ini... Yang lebih penting adalah mengusir makhluk ini”
__ADS_1
Namun Raja Adam merasakan kekuatan sihir luar biasa yang tidak berasal dari ular di depannya, ketika ia melihat asal kekuatan tersebut yang ia lihat adalah petir yang menyambar dengan liar.
“Dale... Menghindar!"
Petir tersebut dengan sangat cepat mendatangi mereka, namun yang di serangnya adalah Komandan Dale.
“Thousand Art”
Komandan Dale menghindari serangan petir tersebut, namun ia melihat armornya rusak di bagian bahu kiri.
“Ia berbeda dari sebelumnya” ucap Komandan Dale yang memicingkan matanya ke asal petir tersebut.
“Apa dia orang yang kau maksud?”
"Ya.. Pahlawan Jim Dazzel”
Mereka melihat seseorang yang di lindungi oleh petir di tubuhnya berjalan ke arah mereka, ia membawa sebuah kapak.
“Hey tua bangka... Waktunya untuk ronde kedua” ucap pria yang di lindungi oleh petir.
Melihat pria tersebut, Raja Adam memicingkan matanya ke arah Pahlawan Jim.
“Kau pahlawan Jim Dazzel kan? Jika memang Seorang Pahlawan, maka lawanlah musuh mu sebenarnya yang ada disana” ucap Raja Yang menunjuk Ular raksaaa yang mengamuk.
“Hah? Kau pikir aku peduli? Bagiku yang terpenting saat ini adalah kematian Tua Bangka itu"
-Ia bukan pahlawan. pikir Raja Adam.
“Yang Mulia... Boleh saya melawannya?” ucap Komandan Dale yang memberikan senyum berani.
“Saya akan menyelesaikannya sebelum waktunya habis”
Raja Adam melihat antara Ular dan Jim Dazzel yang sudah tidak waras, ia berpikir sudah tak ada pilihan lagi selain melawan mereka satu persatu.
“Baiklah... Aku akan menahan ular disana.. Selesaikan urusanmu dengan orang itu” ucap Raja Yang kemudian terbang kembali menyerang Ular raksasa.
Komandan Dale yng ditinggalkan tersenyum berani, dan melihat Jim yang sudah kehilangan kewarasannya.
“Baiklah bocah... Mari kita bermain pahlawan-pahlawanan lagi... Thousand Art”
“Matilah Thunder Slash”
Jim mengayunkan kapaknya secara Horizontal, dari kapaknya banyak Petir yang menyambar Komandan Dale namun Komandan Dale bisa menghindarinya.
“Hora Hora! Apa hanya segini kemampuanmu untuk ronde kedua?!”
Komandan Dale berhasil mendekat dan akhirnya menebas leher Jim dengan pedangnya, namun pedang tersebut berhenti tepat di dekat leher Jim. Pedang tersebut ditolak oleh tubuh Jim seperti Magnet dengan kutub yang sama.
“Apa?!”
“Kau terkejut pak tua? Inilah kekuatanku... Kekuatan sang pahlawan Hyaaaa!!!”
Dari tubuh Jim semakin banyak petir menyambar dengan liar, petir tersebut memghancurkan banyak sekali bangunan di sekitar. Komandan Dale yang terlambat menjauh terkena sebuah serangan petirnya hingga ia terpental cukup jauh.
-Apa sedari awal ia menyembunyikan kekuatan ini? Tapi sebelumnya ia sepertinya tak memiliki kemampuan seperti ini... Ada yang aneh... Dari mana ia mendapatkan kekuatan mengerikan ini? Pikir Komandan Dale.
Komandan Dale berdiri kembali dan memberikan senyum berani pada Jim, ia berdiri dan melepaskan armor hitamnya.
__ADS_1
“Apa kau sudah siap mati pak tua?”
“Tidak... Sebenarnya aku ingin bertanya sedikit padamu... Dari mana kekuatan itu? Kemampuan dan kekuatan itu bukan milikmu” melepaskan satu persatu pelindung tubuhnya.
“Peduli apa kau dengan kekuatanku?”
“Begitu ya... Baiklah aku takkan bertanya lagi... Kuharap kau bisa bertahan melawanku” ucap Komandan Dale yang tersenyum berani.
“Haha... Apa kau tidak melihat siapa di depanmu? Aku adalah Pahlawan yang kalian panggil... Aku adalah manusia terkuat... Seharusnya kalian bersujud padaku”
“Kewarasanmu sepertinya terkikis sedikit demi sedikit... Baiklah... Humanity Breakable”
Setelah mengucapkan kalimat tersebut, aura aneh menyelimuti Komandan Dale.
“Mari kita mulai” ucap Komandan Dale yang kemudian menghilang dari tempatnya.
“Ap—?!”
Komandan Dale muncul di atas Jim dan siap memukulnya, namun Jim bisa bergerak menyamai kecepatan Komandan Dale.
“Ada apa ini? Apa kau benar seorang manusia?” tanya Jim.
Sebelum pukulan Dale mengenai Jim, Ternyata pedang Komandan Dale menancap pada tubuh Jim terlebih dahulu dan memberikan rasa sakit padanya. Kehilangan fokusnya, Komandan Dale berhasil memukulnya dengan keras.
“Mati”
Tanah dibawah Jim hancur berantakan dan membuat sebuah gelombang kejut luar biasa, Jim berhasil menghindar namun Ia masih terkena serangan dahsyat tersebut.
“Apa-apaan kekuatan itu?! Itu hanya pukulan biasa”
“Jangn lengah aku belum selesai” ucap Komandan Dale yang langsung berada tepat di depannya seperti berteleportasi.
Melihat itu, Jim mengambil jarak dan mengayunkan kapaknya untuk menyerang Komandan Dale dengan petirnya. Namun Komandan Dale menghindaeinya dengan sangat mudah, lalu Komandan Dale mempersiapkan kuda-kuda seperti memegang pedang.
“Seiken”
Sebuah pedang cahaya muncul di tangannya, setelah itu ia mengayunkannya dengan malas ke arah Jim yang sudah jauh.
“Hah?”
Sebuah luka muncul di tubuh jim, luka tersebut adalah luka sayatan pedang.
“Kekuatan macam apa ini?”
Pertarungan yang tak seimbng kembali dimulai, mereka bertarung dengan kecapatan luar biasa yang tak mungkin bisa di lihat oleh mata biasa.
Sedangkan saat ini Raja Adam sedang bertarung dengan Ular raksasa tersebut dengan rasa cemas, mungkin Raja Adam bisa menahan ular tersebut namun para penyihir tidak bisa mendekati Mantra teleportasi di bawah ular.
“Ini benar-benar gawat... Jika terus begini maka—“
Ucap Raja terhenti setelah merasakan Aura yang mendekat dengan cepat, aura tersebut berasal dari tempat perawatan korban luka yaitu asosiasi penyihir.
Hanya berselang beberapa detik, aura tersebut menghilang, kemudian seseorang sudah berada di atas kepala ular membawa sebuah pedang yang belum pernah dilihat oleh Raja.
“Itu?”
“Matilah”
__ADS_1