
~Di Tempat Eksekusi Publik~
Kon berada di tempatnya untuk di eksekusi, di belakangnya ada beberapa orang penting datang untuk melihatnya. Salah satunya adalah Georg Defle yang menjadi penanggung jawab Kota Dilem, ia diharuskan datang karena insiden yang menyangkut Kon menyebabkan sebuah desa hilang dari peta.
“Tuan Georg... Bukankah lebih baik kita introgasi terlebih dahulu?” tanya seorang pria berpakaian mewah dengan corak yang indah, ia adalah Vendeut Gerldiun asisten Georg yang mengurusi para pedagan.
“Niatnya begitu, namun ia sudah menggigit lidahnya hingga putus... Karena itu percuma kita menahannya terlalu lama” ucap Georg dengan wajah serius.
“Menggigit lidahnya?! Sepertinya ia bukan bandit biasa” melihat ke arah Kon.
“Benar... Dari laporan Gerald sepertinya ia memiliki hubungan dengan seorang Demonkin yang memiliki kekuatan mengerikan”
“Demonkin katamu?!”
“Benar... Katanya Demonkin itu membuat Gerald tak berdaya, dalam sekali serang Gerald langsung kalah”
“Makhluk mengerikan... Jadi anda ingin langsung mengeksekusi teman Demonkin itu karena tak ingin menunggu Demonkin itu muncul”
“Benar”
Ketika mereka sedang berbincang seorang prajurit dengan armor serba hitam menaiki panggung membawa sebuah kapak yang besar, ia adalah seorang algojo yang telah melakukan banyak sekali eksekusi.
Melihat sang algojo menaiki panggung, warga yang sebelumnya melempari Kon dengan batu dan kotoran berhenti dan mulai berteriak.
“Habisi manusia sampah itu!”
Banyak ucapan menghina yang keluar dari mulut para warga yang menonton, tidak terkecuali anak-anak. Memang agak kasar membuat anak-anak menonton eksekusi publik seperti ini, namun hal itu sudah biasa karena mereka sering melihat para Adventurer yang membawa beberapa monster jadi mereka tidak takut.
“Habisi dia” perintah Georg yang ada di belakang.
Algojo tersebut mengangkat kapaknya setinggi mungkin, ia mengncar titik yang tepat untuk memenggal Kon.
Akhirnya kapak berayun kebawah dan suara benda jatuh terdengar, semua orang terdiam melihat hal itu.
Tapi sayangnya mereka terdiam karena melihat sesuatu yang tidak seharusnya, ternyata yang terpenggal adalah si algojo yang nerada di posisi Kon sebelummya.
“Yosh dia sudah selamat” ucap Pria berpakaian rapi yang memenggal algojo.
Semua orang terdiam karena tak mengerti apa yang yelah terjadi, mereka bahkan tidak mengenal siapa orang yang telah memenggal kepala algojo. Disamping itu mereka juga tak tahu sejak kapan Kon terbaring di samping si pemenggal tersebut.
__ADS_1
Georg yang akhirnya tersadar setelah memaksa otaknya langsung mengeluarkan pedang dari tempatnya, ia langsung membuat kuda-kuda bertarung namun tangannya gemetar hebat.
“Oya... Sungguh tidak sopan mengacungkan pedang disaat baru bertemu”
“Aku mengenalimu!! Raja Iblis Shadow Monarch!!” teriak Georg.
Semua yang mendengar hal itu langsung memasang wajah pucat, mereka tidak tahu bahwa seorang Raja Iblis bisa muncul di tempat ini.
“Ah ternyata aku sudah cukup terkenal ya... Kalau begitu mohon perkenalkan, namaku Shadow Monarch... Panggil aku Monarch” ucap Monarch sembari menunduk ke arah para warga yang hadir.
Namun bukan balasan yang ia terima melainkan tindakan yang tidak sopan yaitu pergi, semua warga yang mendengar perkenalan Monarch langsung berlari seperti hewan ternak.
“Sungguh tidak sopan sekali, bukannya menyambutku mereka malah pergi... Shadow Killer bunuh semua orang yang kabur” ucap Monarch dengan tenang.
Kemudian dari salah satu bayangan warga yang kabur, muncul sebuah tombak yang menusuk jantung seorang warga. Setelah itu sosok hitam legam muncul dari bayangan tersebut, ia berbentuk seperti seorang prajurit namun semuanya hitam dan hanya ada setitik cahaya berwarna merah di tempat yang seharusnya terisi oleh bola mata.
Setelah itu pembantaian terjadi, makhluk hitam tersebut mengejar semua orang yang kabur dan membunuh mereka tanpa ampun. bahkan anak kecil yang tidak berdosa terbunuh sia-sia sebelum menikmati hidupnya, .
“Baiklah untuk dia kuserahkan padamu Shadow Elemental”
Kemudian tubuh Kon perlahan terhisap masuk ke dalam bayangan, melihat hal itu Georg semakin tidak mengerti apa yang terjadi.
Mendengar pernyataan itu Georg tidak tinggal diam, ia mengangkat pedangnya dan bersiap menyerang.
“Apa yang kau katakan Ha?!”
“Hmm?”
“Beraninya kau mengatakan hal itu di hadapanku!! Raja Iblis bersiaplah untuk mati! Martial Art : Destroy Slash!”
Sebuah sabetan pedang memotong angin dan menyerang Monarch dengan sangat cepat, namun saat itu juga Georg merasa dunia berputar di hadapannya.
“Black Gate”
Kemudian serangan Georg mengenai Monarch, debu beterbangan ke berbagai tempat namun di balik debu tersebut ada sosok yang berdiri tegak dan dia adalah Monarch yang sedang mengangkat sesuatu di tangan kanannya.
Ketika debu menghilang akhirmya benda yang dipegang oleh monarch terlihat, itu adalah kepala Georg yang sudah terpenggal begitu rapih.
“Hmm sepertinya aku pernah melihatnya... Tapi dimana ya” ucap Monarch sembari berpikir.
__ADS_1
Monarch melihat kepala yang ia pegang seperti memainkannya, namun ketertarikannya langsung hilang.
“Ah sudahlah, yang penting ia sudah mati... Baiklah waktunya pembantaian” ucap Monarch dengan sangat tenang.
Para petinggi kota yang bersama Georg sebelumnya gemetar, mereka melihat sosok yang mereka anggap pelindung mati dengan begitu mudah oleh seorang Raja Iblis.
“Tu-tu-tunggu wahai Raja Iblis yang perkasa! Kumohon tunggu dulu!!” ucap salah seorang petinggi.
“Hmm?”
“A-aku akan memberikan semuanya tapi tolong ampuni aku!”
Monarch tidak mengerti apa yang dimaksud orang tersebut, ia memiringkan kepalanya karena penasaran.
“Apa yang bisa kau berikan padaku? Satu-satunya yang kuinginkan hanya nyawamu” ucap Monarch.
mendengar hal itu petinggi kota dilem tersebut membelalakkan bola matanya seperti tidak percaya, namun Monarch dengan tenang berjalan mendekati para petinggi.
"Setelah mendengar itu, apa kalian bisa memberikan penawaran yang lebih baik?" ucap Monarch dengan seringai di wajahnya.
para petinggi hanya diam terpaku, tubuh mereka terasa seperti membeku.
"Tenang saja, aku akan membuat mayat kalian berguna agar kalian tidak menyesal di dunia sana... Berterima kasihlah"
Monarch melirik bagian depan panggung yang ia punggungi, dari kejauhan ia melihat banyak sekali mayat yang telah dibunuh oleh Shadow Killer.
"Hmm lebih cepat itu lebih baik... Aufgehen!"
Dari setiap mayat muncul makhluk hitam mirip manusia, mereka berdiri dan akhirnya berlutut kepada Monarch.
"Habisi semua yang ada di kota ini"
Setelah kelimat tersebut semua makhluk hitam tersebut berpencar dan mulai melaksanakan perintah Monarch, teriakan penuh derita terdengar begitu keras dari berbagai tempat.
"Baiklah, sudah saatnya mencari benda itu"
Monarch berjalan dengan santai untuk mencari sesuatu, sebelumnya ia memang sudah memiliki rencana ke tempat ini karena suatu alasan.
Monarch berjalan melewati mayat para petinggi kota yang entah sejak kapan telah mati, Monarch berjalan seperti tidak mempedulikannya.
__ADS_1
"Cukup kuat... Aku jadi makin penasaran benda seperti apa itu"