Veel World : The Miracle With Flaws

Veel World : The Miracle With Flaws
Chapter 4.5


__ADS_3

~Di luar Kota Benteng Adrazil~


“Helen bukankah kita tidak boleh menarik perhatian?” tanya Kon dengan cemas.


Kon dan Helen berlari secepat mereka bisa kembali ke Kota Adrazil, seharusnya mereka tidak boleh mencolok. Namun keadaan saat ini memaksa mereka ikut berpartisipasi di dalamnya, tidak mungkin mereka tinggal diam melihat pertempuran. Apalagi ini menyangkut Kota yang di tinggali teman mereka.


“Memang begitu seharusnya, namun kita tak boleh membiarkan Kak Lei bertarung sendirian... Dan juga, Zhel bilang ada beberapa orang kuat yang setara di dalam sana... Jika Kak Lei melawan mereka semua sendirian Zhel tidak yakin Kak Lei bisa bertahan”


“Benar juga sih... Namun Zhel bilang cukup banyak, kemungkinan ada orang kuat juga di pihak Kak Lei”


“Tetap saja, perasaanku tidak enak... Aku harus memastikan dahulu setelah itu kita pergi”


Sebelumnya Zhel diberitahu agar tidak campur tangan terlalu jauh karena bisa membuat keributan lebih parah, Helen juga meminta Zhel meminimalisir kekuatannya agar tak menarik terlalu banyak perhatian. Helen juga berpesan supaya Zhel mengutamakan keselamatan warga terlebih dahulu.


“Gerbangnya kosong! Ayo Helen”


Mereka berlari mendekati Gerbang yang tanpa penjagaan.


~Di Tengah Kota Adrazil~


“Jadi segini saja kemampuan penanggung jawab Kota Adrazil? Lemah sekali ya” ucap Baston mengangkat separuh bibirnya.


Lein tertegun melihat Mana milik Baston yang luar biasa banyak, namun Lein kembali berdiri dan menunjukkan senyum berani pada Baston.


“Aku terkejut melihat orang dengan Mana Sebanyak Ini” ucap Lein menyarungkan kembali pedangnya.


“Baguslah.. Kalau begitu—“


Ucap Baston terhenti setelah Lein mengangkat jari telunjuknya menandakan “tunggu”.


“Jangan berpikir hanya kau saja yang memiliki Mana sebanyak itu... Pesta baru akan dimulai”


Lein membuang pedangnya, dan setelah beberapa saat udara berubah menjadi begitu dingin.


“Kenapa bisa?” ucap salah satu pengawal Baston.


“Kekuatan macam apa ini? Hanya berdiri saja aku gemetar” ucap pengawal Baston lainnya.


“Kau memiliki kartu truf seperti ini ya... Seperti yang kuharapkan dari Adventurer Rank A” ucap Baston tersenyum.


“Pedang itu adalah alat sihir yang berfungsi menutupi pancaran Mana milikku, pedang itu juga membatasi kemampuanku karena tak bisa memggunakan seluruh kemampuanku... namun kurasa saat ini aku tidak memerlukannya, untuk mengalahkan kalian sepertinya aku harus menggunakan kekuatan penuh... Maximize Magic : Multiple Agility” ucap Lein yang kemudian menghilang.


Lein bergerak jauh lebih cepat dari sebelumnya, kali ini ya bahkan sampai tak terlihat seperti menggunakan Sihir Stealth.


“Dia hilang?!” ucap salah aatu Pengawal Baston.


Sesaat kemudian pengawal tersebut jatuh dengan luka sebuah tusukan benda tajam tepat di jantungnya, melihat hal itu Baston terkejut dan mencari Lein yang menghilang.

__ADS_1


-Ia membuang pedangnya... Bagaimana ia bisa membuat luka benda tajam seperti itu? Kemampuannya diluar dugaan, sepertinya aku harus serius menghadapinya. Pikir Baston.


Lein berhenti jauh di depan Baston, kemudian mengambil nafas yang cukup panjng. Baston melihat kedua tangan Lein terbuka merapat, di sekeliling tangan tersebut ada cahaya hijau yang membentuk sebuh pedang transparan yang memiliki panjang sekitar 50 cm.


“Air Sword kah? Sihir tingkat tinggi yang memungkinkn membuat pedang di beberapa bagian tubuh, bahkan jika sudah sangat ahli menggunakannya ia bisa membuatnya lebih tipis dan tajam” ucap Baston mengangkat sebagian bibirnya.


“Hee kau tahu Sihir ini yah”


“Tentu saja... Sihir kuno yang memiliki tingkat kesulitan tinggi, namun sama seperti sihir Bact Track milikku itu juga mengkonsumsi banyak Mana... Semakin lama menggunakannya maka Mana akan semakin terkuras, dan juga semakin tajam pedang itu maka semakin banyak Mana yang digunakan... Apa aku benar?”


“Tidak perlu mengkhawatirkan Mana milikku... Aku bisa menggunakan sihir ini lebih dari 4 jam”


“Luar biasa... Kemampuan setinggi itu sangat jarang”


“Cukup bicaranya... Bisa kita mulai” ucap Lein yang kemudian menghilang.


Lein kembali menggunakan Sihir Maximize Magic : Multiple Agility, kini Lei. Mencoba menyerang Baston secara langsung.


“Menggunakan sihir tanpa merapal? Sungguh kemampuan yang mengerikan... Tapi...” Baston berjalan ke depan.


Baston mengangkat jari telunjuknya ke atas, kemudian ia merapalkan sebuah sihir.


“Delay Time Area”


Sebuah lingkaran muncul dengan Baston sebagai pusatnya, kemudian Lein yang menghilang muncul di dekat Baston namun ia bergerak sangat pelan bahkan lebih lambat daripada seekor keong. Pedang angin Lein hendak memenggal kepala Baston, namun Baston bisa bergerak dengan bebas tidak seperti Lein yang mengambang di udara.


“Ahaha! Bagaimana rasanya terkena sihir waktu? Di dalam lingkaran ini hanya aku yang bisa bergerak bebas” ucap Baston yang berjalan ke sebelah Lein yang mengambang di udara.


“Kau memang seorang yang berbahaya untuk penyihir, namun tidak untuk penyihir yang menguasai waktu sepertiku... Sihir ini membuat benda atau makhluk hidup apapun menjadi sangat lambat di sekitarku”


Baston mengeluarkan sebuah pisau dari jubahnya, ia hendak menusuk jantung Lein dari belakang.


“Kalau begitu selamat tinggal”


Baston menusukkan pisau ke dada Lein, namun Lein menghilang begitu saja dari tempat tersebut.


“Eh?!”


Baston melihat ke suatu arah, ia melihat Lein terduduk di sebelah seseorang. Orang tersebut menggunakan jubah hitam yang menutupi tubuhnya.


“Siapa kau?” tanya Baston dengan heran.


-Bagaimana bisa ia melewati area sihir ini? Bahkan cahaya saja melambat di area sihir ini. Pikir Baston.


Tak menanggapi pertanyaan Baston, orang berjubah tersebut bertanya pada Lein.


“Lein kau tidak apa-apa?”

__ADS_1


“Zhel?”


~Beberapa Menit Sebelumnya~


Zhel melompat dan berlari menyelamatkan warga yang terlibat di tengah pertempuran, Zhel menambahkan Mana ke seluruh tubuhnya dan mendapatkan kecepatan serta kekuatan luar biasa. Namun yang ia pikirkan saat ini adalah keselamatan warga.


“Mana lagi?! Dimana?!” pikir Zhel sambil berlari.


Zhel berhenti di atap sebuah rumah yng cukup tinggi untuk mencari warga yang terlibat pertempuran, Zhel menyalurkan Mana ke bola mata nya namun ia menemukan seseorang dengan Mana yang cukup besar memasuki Kota. Zhel memfokuskan kedua matanya dan akhirnya ia melihat sosok yang dikenalnya hendak memasuki kota dari arah ia datang kemarin.


“Dia kan?” Zhel mengangkat sebagian bibirnya.


-Aku tidak boleh terlihat, namun jika ia datang kemungkinan pertempuran ini bisa di menangkan... Kalau begitu aku akan memncari musuh yang kuat dan mengambil Mana dari mereka untuk melemahkannya.


Zhel melompat turun, ia berpikir bahwa sudah cukup ia membantu. jika ia ketahuan oleh orang yang hendak masuk itu, maka keadaan akan sedikit runyam nantinya. Apalagi saat ini Zhel sedang dalam misi rahasia yang disembunyikan oleh Raja dan Putri.


“Aku akan memghabisi musuh kuat beberapa... Sisanya biar Lein dan dia yang urus”


Zhel berlari dan mencari anggota Thousand Magic yang kuat, ketika berlari menemukan Anggota Thousand Magic yang cukup kuat yang memungkikan menyusahkan nantinya.


Zhel menambahkan Mana pada tubuhnya lebih banyak, alhasil ia mendekati musuh tersebut.


“Yo selamat siang” ucap Zhel dari belakang anggota Thousand Magic.


“Siapa?!” ucap musuh dengan suara seorang pria dari balik jubahnya.


Akhirnya Pria tersebut terbanting ke tanah, kemudian Zhel pergi lagi dan mencari musuh lainnya.


“Siapa it—“


Anggota Thousand Magic tersebut jatuh lagi ke tanah setelah darah keluar dari mulutnya, ia merasa tubuhnya sangat berat. Akhirnya ia menyadari bahwa Mana miliknya habis seperti hilang begitu saja, sebelumnya ia merasakan bahwa Mana miliknya masih banyak namun saat ini Mana miliknya habis tak tersisa. Akhirnya anggota tersebut pingsan di tempat.


“Yosh 1 tumbang... Dimana lagi?” ucap Zhel sembari melihat dengan Mata yang dialiri Mana.


Akhirnya Zhel menumbangkan beberapa musuh lainnya, setelah selesai menuju 2 pusat Mana terakhir disana ia berpikir pasti salah satunya adalah Lein.


Ketika ia bisa melihatnya, Zhel sedikit terkejut karema saat itu Lein seperti melayang di udara dan hanya diam di tempat.


-Ada apa itu?! Sihir ?! Bagaimana bisa? Gawat... Lein dalam bahaya. Pikir Zhel.


Zhel kembali menambahkan Mana ke seluruh tubuhnya, karena ia menyerap banyak Mana dari musuh sebelumnya jadi Zhel tidak Khawatir Mana miliknya habis di tengah pertarungan.


Zhel mempercepat gerakannya, jarak yang sangat jauh ia tempuh hanya dalam sepersekian detik saja.


-Semoga sempat!!


Dengan kecepatan yang bahkan tidak bisa lagi di samakan dengan cahaya, Zhel berhasil menyelamatkan Lein.

__ADS_1


“Lein kau tidak apa-apa?” tanya Zhel.


“Zhel?”


__ADS_2