Veel World : The Miracle With Flaws

Veel World : The Miracle With Flaws
Chapter 5.7


__ADS_3

Sebuah bola hitam muncul di tempat Zhel yang sudah tidak berkutik, kemudian sebuah suara tidak asing terdengar di telinga Zhel.


“Kau baik saja Zhel?”


“Suara ini... Kon?”


“Maaf karena kebodohanku”


“Kenapa kau kemari?”


“Pertanyaan bodoh, kau sendiri yang bilang ingin menciptakan sebuah tempat yang damai kan? Jika memang bisa, tunjukkan padaku... Aku akan membantumu sebisaku”


Mereka berbicara di dalam kegelapan, saat itu mereka berada di dalam bola hitam yang terbuat dari sihir Kon.


“Zhel maaf aku selalu menahan diri”


Kemudian suara retakan terdengar, perlahan sebuah cahaya muncul dari sela retakan yang ada di bola hitam. Akhirnya bola hitam tersebut pecah seperti telur yang menetas, di dalamnya ada Zhel yang berlumuran racun dan Kon. Namun saat itu Kon sangat berbeda, di belakang kepala Kon Ada sebuah lingkaran sihir elemen kegelapan berwarna ungu dan juga Zhel merasakan Mana yang sangat berlimpah dari Kon.


“Dark Promise : Ten Seal Of Glory” ucap Kon


Zhel hanya terpaku melihat Kon, saat itu aura gelap menyelimuti Kon seperti melindunginya.


“Kon... Ini?”


“Ini adalah sihir kutukan yang menyegel kemampuan seseorang, jika terkena kutukan ini maka si korban hanya bisa menggunakan 10% dari kekuatan maksimumnya”


“Heh Tunggu?! Kau menggunakan kutukan pada dirimu sendiri?!”


“Mau bagaimana lagi... Setiap tahun kekuatanku terus meningkat, jika terus begitu aku sendiri takkan mampu mengendalikannya”


“Kon kau itu benar-be—“ ucap Zhel terhenti karena racun yang ia terima mulai menyebar.


“Kau cukup diam disitu saja... Black Finger!”


Tentakel hitam yang tajam muncul dari bayangan Kon dan menusuk Slime raksasa yang mencoba mendekat, namun monster tersebut tidak tumbang demgan serangan Kon.


“Cih... tetap saja Slime ini tidak mati”


“Kon dengarkan... Slime itu memiliki sebuah Core”


“Core?”


“Ya... Benda hitam kecil di dalam tubuhnya, jika kau menghancurkannya maka slime itu akan mati”


“Begitu ya... Terima kasih infonya” ucap Kon yang kemudian tersenyum.


Slime tersebut memperbanyak tentakelnya dan mengarahkannya kepada Kon.


“Lambat... Maximize magic : Shadow Lock”


Slime raksasa tersebut langsung terdiam sebelum menyentuh Kon, monster tersebut terkena sihir pengunci gerakan milik Kon.


Sihir tersebut adalah tingkat lanjut dari Shadow Lock, sihir ini mengunci lawan namun si perapal bisa bergerak dengan bebas. Walau begitu sihir ini memiliki batas waktu, dan juga tidak bisa menghentikan lawan yang jauh lebih kuat atau terlalu banyak.


“Jadi aku hanya perlu menghancurkan Core itu kan?”

__ADS_1


“Ya, tapi berhati-hatilah... Core tersebut bisa bergerak di dalam tubuhnya”


“Tidak masalah... Black Fire”


Sebuah api hitam sebesar bola bola biliard muncul di tangan kanan Kon, kemudian Kon melemparkan api tersebut ke arah Slime raksasa. Api hitam mulai membakar Slime tersebut, namun Slime tersebut langsung membuang bagian tubuhnya yang terbakar.


“Sudah kuduga pasti berhasil” ucap Zhel dengan wajah penuh kemenangan.


“Apa maksudmu?”


“Api hitam milikmu akan membakar apapun sampai habis, bahkan Slime yang kebal sihir bisa terbakar... Kini aku yakin Slime itu bisa kau kalahkan, namun bukankah sihir itu memakan banyak sekali Mana milikmu?”


“Benar, walau aku sudah membuka 1 segel namun itu belum cukup... jika aku membuka 1 segel lagi maka aku mungkin bisa hilang kendali"


"Gunakan Mana milikku... Mana Transfer"


"Yosh...! Black Fire"


setelah mendapatkan Mana dari Zhel, api hitam kembali dilemparkan oleh Kon, namun Slime tersebut kembali membuang tubuh yang terbakar. Slime tersebut hanya bisa pasrah karena ia tidak bisa bergerak karena sihir Kon, untuk selamat ia harus membuang bagian tubuhnya saja.


“Bagus, semakin tubuhnya dibuang maka semakin kecil... Kalau begini terus kau pasti bisa”


“Ya... Black Fire!”


Api hitam terus dilemparkan oleh Kon, akhirnya Slime tersebut semakin kecil dan semakin kecil hingga akhirnya ukurannya sebesar kerbau.


“Ini yang terakhir! Black Fire!”


Namun sebelum api hitam tersebut mengenai Slime, sihir Shadow Lock milik Kon sudah pada batas durasinya. Karena sihir tersebut batal, akhirnya Slime tersebut menghindari api hitam yang dilemparkan oleh Kon.


“Zhel awas!”


Sebuah tentakel mengarah pada Zhel, namun gerakannya jauh lebih cepat dari sebelumnya karena bobot Slime yang mengecil. Malihat Zhel yang tidak bisa bergerak, Kon langsung menghalangi serangan tersebut, Kon tidak sempat merapalkan sihir perlindungan karena serangan Slime yang sangat cepat.


“Kon?!!”


Di depan Zhel Kon berdiri dengan perutnya yang berlubang oleh tentakel Slime, tentakel tersebut hanya sebesar gagang sapu namun karena lebih kecil gerakannya jauh lebih cepat.


“Tidak masalah” ucap Kon yang kemudian memuntahkan darah dari mulutnya.


Di saat bersamaan racun Slime mulai menyebar dari luka yang diterima Kon, namun Kon malah memegang tentakel yang menembus perutnya dengan tangan.


“Ini jadi lebih mudah... Dark Promise : Ten Seal Of Glory... Second Seal Release!"


Kon melepaskan 1 segel lagi, karena itu Mana miliknya bertambah secara instant.


"True Dark Magic : Touch Of Death”


Itu adalah sihir elemen kegelapan tingkat tinggi, namun sihir tersebut menggunakan Mana yang sangat banyak.


Setelah merapalkan sihir yang asing tersebut, core yang ada di dalam Slime langsung pecah. Kemudian cairan ungu jatuh ke tanah, Slime tersebut langsung meleleh dan hanya menjadi cairan racun biasa. Namun setelah Slime tersebut mati, Kon juga jatuh di lututnya sembari menutup luka di perutnya dengan tangan.


“Kon?!”


Zhel mencoba meraih Kon, namun Zhel jatuh tersungkur karena tenaganya sudah habis dan racun di tubuhnya juga sudah menyebar luas.

__ADS_1


Dari belakang mereka muncul pasukan yang berlari cepat ke arah Zhel dan Kon yang sudah tidak berdaya.


“Zhel... Pergilah ke tempat Helen”


“Tidak... Kon kita akan kembali bersama!”


“Urus saja dirimu dulu dasar bodoh”


“Seharusnya aku yang mengatakan itu!”


“Kau itu memang bodoh ya... Kalau begitu Zhel... Sampai jumpa... Swap Shadow : Active”


Zhel menghilang dari tempatnya, itu adalah sihir yang membuat seseorang berpindah ke tempat yang sudah di tandai dengan sihir Swap Shadow. Namun sayangnya hanya 1 orang yang bisa di pindahkan, si perapal bisa memilih dirinya atau seseorang di dekatnya yang akan berpindah.


“Kurasa memang ini yang terbaik” ucap Kon yang kemudian tersenyum.


Kon langsung jatuh mencium tanah dengan senyuman di wajahnya, sihir Dark Promise juga batal karena kesadaran Kon yang hilang, karena itu Sihir tersebut kembali menyegel Kon seperti semula. Beberapa detik kemudian sekelompok prajurit sampai di dekat Kon, lalu Gerald yang memimpin pasukan langsung memperhatikan wajah Kon dengan seksama.


“Dia yang sebelumnya, sepertinya dia masih hidup... Apakah ada yang membawa Potion anti racun?”


“Maaf tuan tidak ada yang membawanya, kami hanya punya Potion yang memulihkan berbagai luka”


“Cepat berikan pada orang ini”


“Tapi tuan?”


“Lakukan!”


“Ba-baik!”


Akhirnya Kon langsung diberikan Potion yang memulihkan luka, dalam sekejap luka berat yang Kon derita langsung lenyap namun racun di tubuh Kon masih menyebar.


-Demonkin itu menghilang. Pikir Gerald.


Gerald melihat cairan ungu yang berserakan di berbagai tempat, ada juga api hitam yang masih menyala dan membakar cairan ungu.


-Api hitam apa itu? Bagaimana bisa membakar air?


“Ikat orang ini dengan borgol anti sihir, lalu persiapkan untuk teleportasi kembali ke kota dilem”


“Baik!”


-Sihir Point Finder sudah mencapai batasnya, dengan ini kami kehilangan jejak... Namun sepertinya kami juga cukup beruntung karena bisa menangkap salah satu anggota kelompoknya tanpa harus bertarung, dari yang terlihat disini sepertinya orang ini cukup berbahaya. Pikir Gerald.


Gerald berpikir tentang api hitam dan sihir kegelapan yang digunakan oleh Kon, Gerald berasumsi bahwa api hitam yang tidak padam itu juga alah satu sihir milik Kon.


“Tuan Gerald... Persiapan sudah selesai, kita bisa kembali kapan saja”


-Kehilangan banyak prajurit dan warga, ini sebuh kekalahan telak... Namun setidaknya kami memiliki hasil.


Gerald melihat Kon dengan wajah serius, kemudian ia berjalan menuju lingkaran teleportasi massal. Tubuh Kon yang penuh racun di bawa oleh beberapa prajurit dengan hati-hati, mereka tidak ingin terkena racun yang ada di tubuh Kon.


“Kita kembali ke Kota”


Cahaya biru bersinar terang dari lingkaran teleportasi massal, kemudian Gerald dan pasukannya hilang dari tempat tersebut membawa Kon yang tak sadarkan diri.

__ADS_1


__ADS_2