Veel World : The Miracle With Flaws

Veel World : The Miracle With Flaws
Chapter 2.3


__ADS_3

Sebuah keributan besar terjadi di dalam asosiasi penyihir kerajaan. Itu semua disebabkan oleh Zhel yang sedari tadi melompat kesana kemari sembari mengayunkan pedangnya ke arah beberapa orang.


“P-penyusup!” ucap seorang penyihir.


Keributan semakin besar karena Zhel membunuh bnyak orang dimana-mana. Namun Zhel membunuh hanya orang-orang yang dianggap memiliki hubungan dengan Raja Iblis.


-Ada apa ini? Rasanya ada yang janggal.


Zhel berhenti di aula utama gedung asosiasi penyihir, ia melihat beberapa orang yang ribut karena kehadirannya.


“Aku disini untuk memburu para penyihir yang memiliki hubungn dengan Raja Iblis... ini perintah langsung dari Ketua Helder” teriak Zhel untuk mengumumkan perintah ketua.


“Bo-bodoh! Tidak mungkin ketua memberi perintah sembrono seperti itu!” ucap seorang penyihir.


Zhel melihat orang tersebut dan melihat bahwa ada Mana yang gelap di dalam tubuhnya. Tanpa berbicara, Zhel langsung menembakkan panah dari Crossbow tepat ke kepala pria tersebut.


Melihat hal itu banyak penyihir lain mengangkat tongkat mereka dan hendak menyerang Zhel.


“A-apa yang kau lakukan?! Dia bukanlah anak buah Raja Iblis!” ucap Penyihir disamping penyihir yang dibunuh Zhel.


“Darimana kau tahu itu?” tanya Zhel.


“I-itu—“ ucap penyihir tersebut terhenti.


Dari mayat pria yang dibunuh Zhel muncul sebuah aura hitam yang mengerikan, aura itu memberikan perasaan takut untuk semua orang.


“Aku bisa melihat perbedaan Mana di setiap orang... Jadi jika kalian tak mau mendapatkan hukuman dari Ketua Helder tetaplah diam dan biarkan aku menyelesaikan tugas” teriak Zhel.


Lalu mayat tersebut berubah menjadi makhluk hitam menjijikkan tanpa bentuk yang pasti, dengan cepat Zhel melompat dan memotong makhluk hitam tersebut menjadi banyak bagian.


“Jika tak ingin terluka... Kalian lebih baik diam... Kalian takkan terluka jika kalian bukan Pemuja Raja Iblis” ucap Zhel sembari mengisi ulang Crossbow.


Zhel memperhatikan mayat tersebut dengan seksama, dari manapun itu hanya terlihat seperti mayat manusia normal. Namun 1 hal yang membuat Zhel penasaran yaitu kenapa tak semua mayat pemuja Raja Iblis langsung berubah menjadi mkhluk hitam.

__ADS_1


Ketika Zhel berpikir, Kon dan Helen muncul dan memanggil Zhel.


“Zhel... Apa yang terjadi?!” tanya Helen.


“Ia adalah pemuja Raja Iblis sama seperti Shasa... Namun sepertinya masing masing dari mereka memiliki kadar berbeda” ucap Zhel.


“Kadar?” tanya Kon.


“Mana yang pekat langsung membuat makhluk hitam di dalam mayat muncul... Sedangkan yang masih sedikit tidak... Mereka membutuhkan waktu beberapa saat sebelum keluar... kemungkinan yang sedikit itu baru menjadi pemuja Raja Iblis” ucap Zhel.


“Lalu bagimana? Akan merepotkan jika banyak makhluk hitam muncul di tempat ini” ucap Kon.


“Benar... Oleh karena itu... Aku membutuhkan para penyihir yang bisa melakukan sihir teleportasi” ucap Zhel.


“Untuk apa?” Ucap Kon kebingungan.


“Jika kadarnya sedikit mereka membutuhkan waktu untuk keluar... Saat itulah penyihir menteleportasi mereka ke lapangan tempat aku duel... Disana ada ketua Helder... juga cukup luas dan kurasa itu lebih baik dari pada aku harus menunggu setiap makhluk hitam itu muncul” ucap Zhel.


“Baiklah... Aku akan meminta para penyihir lainnya mengurus itu... Helen.. Laporkan hal ini pada Ketua di lapangan” ucap Kon.


“Baiklah Zhel... Aku akan menemanimu mengurus para pengkhianat itu” ucap Kon.


“Yosh... Mari kita bersihkan tempat ini secepat mungkin”


Zhel langsung menghilang dan meninggalkan Kon yang kebingungan.


“Hey... Kalau kau secepat itu aku tidak mungkin bisa mengejar!” ucap Kon.


Zhel dan Kon memulai pemilahan para pengkhianat, sedangkan di lapangn ketua Helder dan Helen mulai pemusnahan pengkhianat.


Itu terus berjalan Sampai semua selesai 1 jam kemudian.


“Huu... Kupikir akan lebih cepat, ternyata cukup lama juga yah... Kon tolong ya” ucap Zhel.

__ADS_1


“Ya... Teleportation” ucap Kon.


Sebuah lingkaran sihir muncul dibawah mayat salah satu pengkhianat yang dibunuh Zhel. Kemudian mayat tersebut menghilang dan dipindahkan ke lapangan dimana ketua dan Helen menunggu.


“Dengan ini sudah be—“ ucap Zhel yang kemudian terkejut karena ada sebuah serangan.


Sebuah jarum hitam mencoba menusuk kepala Zhel dari belakang, walau Zhel berhasil menangkapnya namun Zhel merasa agak aneh karena ia tak melihat individu manapun memiliki Mana Raja Iblis.


“Ini...”


“Ada apa Zheld... eh?!” ucap Kon terkejut melihat jarum hitam yang dipegang oleh Zhel.


Zhel melihat sebuah bayangan dibalik dinding.


“Disana!”


Dengan cepat Zhel langsung melompat dan memukul dinding yang menghalangi bayangan hitam tersebut, hanya dengan sekali pukul dinding tersebut hancur. Di baliknya ada sebuah bayangan hitam yang berdiri tegak dengan mata penuh dendam kepada Zhel.


“Hee.. Makhluk hitam yang lebih diam... Sepertinya kau berbeda dari yang lainnya” ucap Zhel.


“Kau juga... Tidak seperti manusia rendahan lainnya... Siapa namamu?” tanya si Makhluk Hitam.


“Namaku? Aku Zhel Draze... Kau sendiri?” tanya Zhel.


“Meld... Kalau begitu Zhel Drase sampai jumpa nanti malam” ucap Makhluk Hitam yang perlahan menghilang.


“Tunggu?!”


Zhel mencoba menangkap makhluk itu namun tak bisa, ia bagai sebuah asap yang tidak mungkin bisa di tangkap.


“Persiapkan diri bagi kalian para manusia... Malam ini adalah akhir dari kota ini!” ucap Makhluk Hitam.


Zhel diam tak bergerak karena ia tak mungkin bisa menyentuh makhluk berbentuk asap seperti itu.

__ADS_1


“Zhel... Apa yang terjadi?!” teriak Kon yang berlari menghampiri Zhel.


“Malam ini... Raja Iblis Scar akan bertamu ke ibukota”


__ADS_2