
"Dimana dia?" Tanya Shasa.
Kon dan Helen tak menjawab karena mereka berdua juga tidak tahu kemana mayat temannya menghilang.
"Kalian menyembunyikannya ya... yah tidak masalah karena kalian juga akan mati" ucap Shasa.
Shasa pikir Tubuh Zhel dihilangkan dengan sihir Storage oleh salah satu dari mereka. namun mereka sendiri tak mampu menjawab karena terkejut bahwa mayat Zhel tidak ada di tempatnya.
"kalau begitu matilah" Shasa hendak menusuk dada Kon yang terdiam bisu sedari tadi.
namun pisau tersebut menghilang bersamaan dengan pergelangan tangan Shasa yang menghilang.
"eh?" ucap Shasa.
kemudian rasa sakit muncul di pergelangan Shasa yang terputus.
"Hwaaa...! ap-apa yang terjadi?!" ucap Shasa yang kemudian memyadari seseorang berambut putih berdiri di belakangnya.
Shasa melihat sosok tersebut dan menyadari bahwa ia adalah orang yang menghilang tadi.
"Zhel?! bukannya kau sudah mati disana?!" Ucap Shasa terkejut.
Kon dan Helen tak mengerti dengan apa yang terjadi disini, namun mereka bahagia bahwa temannya masih hidup.
"jauhkan tangan kotormu dari mereka" ucap Zhel.
"kurang ajar! Lightning Strike!" menunjuk Zhel dengan jari telunjuknya.
sebuah listrik mengarah ke Zhel dengan kecepatan tinggi, namun Zhel menghindarinya dengan mudah.
"Lambat" Ucap Zhel.
-Alirkan Mana ke kaki untuk menambah kecepatan dan kekuatannya... dengan begitu gerakan menjadi lebih cepat.
Zhel menghilang dan tak terlihat oleh Shasa, Kon dan Helen juga tidak bisa melihat Zhel. ia menghilang begitu saja bagai menggunakan Sihir Stealth.
"Dimana?!" Ucap Shasa.
"Disini" Ucap Zhel yang berada melayang di udara tepat di atas Shasa.
-Alirkan Mana ke tangan dan berikan lebih banyak sampai pada batasnya... lalu pukul tepat di satu titik dengan cepat.
Zhel dan Shasa berjarak cukup jauh sekitar 5 meter, namun Zhel memukul angin di depannya dengan kecepatan tinggi. Shasa yang melihat ini tersenyum dan menertawai Zhel menganggap Zhel sedang bercanda.
"hah? jangan bercanda melawanku?!" Ucap Shasa.
Ahasa berdiri dan menggerakkan tangannya yang masih utuh ke arah Zhel yang telah mendarat. namun...
"eh?" ucap Shasa yang terkejut melihat tangannya tidak ada.
__ADS_1
kemudian rasa sakit menyerang Shasa tepat di tangnnya yang menghilang tersebut.
"ba-bagaimana bisa?!" tanya Shasa.
"itu adalah pukulan yang terfokus pada 1 titik... aku mendorong sejumlah besar udara dengan kecepatan tinggi hingga menghasilkan sebuah serangan proyektil tak terlihat dan terdengar" ucap Zhel.
"kemampuan seperti itu... tidak mungkin! bahkan Ras Beastmen yang cepat dan kuat tidak bisa melakukannya!" teriak Shasa.
"ya mereka cepat... namun aku bisa lebih cepat... kalau begitu selamat tinggal" Ucap Zhel.
"tu-tunggu ampuni aku... aku akan memberikanmu semuanya! kumohon ampuni aku?!" Ucap Shasa bersujud di lantai.
"kau hanya akan membunuh lebih banyak lagi... ingatlah kau adalah seseorang yang hampir membunuhku" ucap Zhel.
"Hampir?" tanya Kon.
"ya hampir... Focused Punch" Ucap Zhel yang memukul angin di depannya.
sama seperti sebelummya, Zhel mendormong udara di depannya dan menembakkan serangan proyektil tak terlihat. kemudian tubuh Shasa berlubang dan kemudian Shasa terjatuh ke samping.
"kekuatan seperti itu... tidak pernah ada" Ucap Shasa yang kemudian memghembuskan nafas terakhirnya.
Zhel menurunkan tangannya dan menghembuskan nafas berat.
-ternyata aku bisa mengalirkan Mana ke bagian tubuh... ini mirip dengan mengalirkan tenaga dalam seperti di dunia itu.
Zhel mempelajari sesuatu di dunia itu, sesuatu yang disebut tenaga dalam. Zhel tidak menggunakan tenaga dalam, karena itu ia memggantikan tenaga dalam dengan Mana. Zhel Sudah bisa mengalirkan Mana ke bagian tubuhnya seperti tadi hingga membuat tubuhnya bergerak lebih cepat dan kuat.
"Helen... syukurlah kau baik saja" Ucap Zhel.
"Bodoh... seharusnya aku yang berkata begitu" ucap Zhel yang kemudian melihat Kon.
"Kon... kau baik saja?"
"Zhel tubuhmu?" tanya Kon dengan bingung.
rambut Zhel berubah putih, dan bola matanya berwarna merah. Zhel mengecek rambutnya dan berpikir mungkin ini efek dari memakan Mana Fruit.
"ah ini mungkin efek memakan Mana Fruit" ucap Zhel.
"bukan itu" ucap Kon mengalihkan matanya.
"eh lalu?" tanya Zhel.
Kon tak menjawab dan hanya menunjuk pada tubuh bagian bawah Zhel. akhirnya Zhel mendapati dirinya saat ini telanjang bulat sambil memeluk Helen.
Wajah Zhel merona karena malu, namun masalahnya saat ini Zhel sedang memeluk Helen.
"Hyaa...?!" teriak Zhel.
__ADS_1
"Eh Zhel...! kenapa kau teriak?!" tanya helen.
"ah ti-tidak"
"apa kau malu?" ucap Helen dengan mata yang nakal.
Helen melihat tubuh bagian bawah Zhel, disana ia melihat sesuatu yang seharusnya tak boleh dilihatnya.
"hee... ini lebih besar dari milik Kon" ucap Helen.
"Apa...?!" Ucap Kon dan Zhel bersamaan.
"Zhel kau penghianat!" ucap Kon menunjuk Zhel.
"eh ke-kenapa?!" tanya Zhel.
"dia malu karena miliknya sebesar burung kenari" ucap Helen dengan tertawa kecil.
"Helen tidak...!" Teriak Kon yang kemudian depresi dan jatuh di lantai.
"Pfft.. burung kenari?" ucap Zhel yang tersenyum nakal pada Kon.
akhirnya Zhel menerima sebuah pakaian yang dibuat oleh Helen dengan sihir Creation, setelah itu Helen dan Kon menyimpan mayat Shasa di dalam sihir Storage. Mereka berpisah setelah mengantarkan Zhel pulang.
"Jadi kalian akan melaporkan hal ini pada atasan klian" yanya Zhel.
"ya... kami harus melaporkannya karena ada kemungkinan penghianat lain" ucap Helen.
"kalau begitu sampai jumpa ya" ucap Zhel
"ah dan satu lagi Zhel" ucap Helen.
"apa?"
"Kemampuanmu itu luar biasa... jika memungkinkan apakah kau mau bekerja bersama kami?" tanya Helen.
"hmm aku akan memikirkannya... saat ini banyak hal yang harus kulakukan"
"kalau begitu kami akan mampir lagi untuk meminta jawabannya... Sampai Jumpa Zhel" ucap Helen.
"ya sampai jumpa Helen... dan sampai jumpa burung kenari" ucap Zhel.
"siapa yang kau bilang burung kenari...?!" ucap Kon dengan kesal.
akhirnya mereka berpisah.
"baiklah... apa yang akan kulakukan ya... hmm tentang tenaga dalam itu... aku tidak bisa menggunakannya... namun mengalirkan Mana ke bagian tubuh sudah bisa... ah banyak sekali yang harus dicoba... aku sedikit tidak sabar" Zhel mengepalkan tangannya karena rasa ingin tahunya.
setelah itu Zhel mencoba melakukan berbagai percobaan seperti menyalurkan Mana ke sebuah benda.
__ADS_1
lalu lebih banyak lagi percobaan lainnya, semakin banyak percobaan yqng dilakukannya semkin banyak juga kemampuan yang didapatkannya. semakin bnyak teori dan pengetahuan baru tentang Mana.
"dunia itu... apakah bisa aku pergi ke dunia itu? dunia dimana manusia hidup dengan damai" ucap Zhel.