Veel World : The Miracle With Flaws

Veel World : The Miracle With Flaws
Chapter 5.8


__ADS_3

Bidang penglihatan Zhel menghilang, sebelumya ia melihat desa yang hancur akibat Slime raksasa namun kini ia hanya melihat hutan lebat di depannya.


“Kon?”


Zhel melihat sekeliling, dan ia menemukan Helen yang pingsan bersandar di sebuah pohon. Namun sebelum Zhel membangunkan Helen, racun di tubuh Zhel langsung memaksanya jatuh ke tanah.


“He... len”


Namun yang menjawabnya bukanlah Helen, melainkan sosok lain yang sedang bersembunyi di balik pohon yang menjadi sandaran Helen.


“Apa kabar bocah? Namun dari yang terlihat sepertinya kurang baik ya” ucap sosok tersebut.


“Kau... Raja Iblis Monarch?” ucap Zhel dengan nada terkejut yang bercampur dengan rasa perih.


Yang berdiri disana adalah Raja Iblis Shadow Monarch, ia menggunakan topi pesulap biasanya yang menjadi ciri khas. Namun kini jas yang ia kenakan sedikit berbeda, Monarch menggunakan jas hitam berekor yang membuatnya semakin terlihat berwibawa.


“Tepat” jawab Monarch dengan senyum di wajahnya.


-Kenapa dia disini? Gawat! Helen akan—


“Tak perlu khawatir bocah, aku disini hanya untuk menyapa saja” ucap Monarch.


Zhel tidak percaya begitu saja, sebelumnya Monarch memang hanya menyapa dan tidak membuat keributan ketika insiden dengan Raja Iblis Scar.


“Menyapa?”


“Ya... Sayangnya kau kalah oleh Slime kecil itu ahaha” ucap Monarch sembari tertawa terbahak-bahak.


Mendengar hal itu Zhel hanya bisa menghina diri sendiri karena ucapan Monarch tidak salah, namun Zhel akhirnya menyadari sesuatu yang aneh.


“Kau... Bukan yang asli kan?”


“Tentu saja, aku hanya salah satu bayangan diriku yang asli... Namun kemampuan kami sama persis”


“Pantas saja aku tidak merasakan tekanan seperti waktu itu”


Zhel mengingat ketika ia bertemu dengan Monarch pertama kali, saat itu berdiri saja terasa sangat sulit karena tubuh Zhel gemetar ketakutan.


“Kau itu masih lemah bocah, yang sebelumnya kau lihat itu hanya sebagian dari kekuatanku”


“A-apa?”


“Baiklah kita sudahi dulu pembicaraan membosankan ini... Yang pertama aku harus membangunkan gadis ini karena dia juga salah satu bibit unggul” ucap Monarch yang kemudian mengelus rambut Helen.


Mendengar hal itu Zhel langsung curiga, mengatakan seseorang sebagai bibit ungul adalah bukti jelas bahwa Monarch tak menganggap manusia sebagai makhluk hidup.


“Hey Brengsek...!! Lepaskan tanganmu dari Helen!” teriak Zhel penuh amarah.

__ADS_1


“Tenang saja... Aku tidak akan menyakitinya, aku hanya akan melakukan ini” kemudian Monarch menusukkan jari telunjuknya ke dahi Helen hingga menembus masuk.


Zhel terkejut dan amarahnya semakin besar, namun anehnya dari kepala Helen yang ditusuk tidak ada setetespun darah yang jatuh. Kemudian Monarch seperti menggerakkan jari telunjuknya di dalam kepala Helen, melihat hal itu Zhel berusaha bangkit namun tubuhnya sudah tidak bisa digerakkan lagi.


“Lepaskan?! Lepaskan tanganmu!!” teriak Zhel yang menggeliat di tanah.


Setelah itu Monarch menarik kembali jarinya, dan ketika jari telunjuknya sudah keluar dari dahi Helen tidak ditemukan darah sedikitpun bahkan luka juga tidak ada.


“Baiklah sudah selesai... Bangunlah nona, temanmu butuh bantuan” ucap Monarch sembari menggoyangkan tubuh Helen.


Perlahan Helen membuka kedua matanya, setelah itu Helen langsung terkejut ketika melihat Zhel yang sudah tidak berdaya.


“Zhel?!”


“Helen?” ucap Zhel yang tidak mengerti apa yang terjadi.


Helen langsung bangkit untuk mengobati Zhel, di sebelahnya Monarch hanya melihat dengan wajah puas.


“Tahan sebentar Zhel... Manipulation!” ucap Helen sembari mengulurkan kedua tangannya ke tubuh Zhel yang tersungkur ke tanah.


“Helen kau baik saja?” tanya Zhel dengn heran.


“Bukan saatnya untuk mempedulikanku bodoh! Lihatlah dirimu dulu!”


Zhel masih kebingungan dengan keadaan Helen, namun Zhel akhirnya mengalihkan tatapannya pada Monarch yang masih berdiri dengan senyum kemenangan di wajahnya.


“Seperti yang kau lihat... Aku hanya membangunkan gadis ini”


“Eh?”


Helen akhirnya menyadari kehadiran Monarch, namun Helen tidak mengenalnya dan memalingkan wajahnya ke arah Zhel seperti bertanya”Kenalanmu?”.


“Ah mohon maaf belum memperkenalkan diri... Namaku Monarch, kini aku disebut sebagai Raja Iblis Shadow Monarch” ucap Monarch sembari menundukkan kepalanya menunjukkan kesopanannya.


Mendengar nama itu Helen terkejut bukan main, Helen sendiri langsung mundur dan melepaskan sihir Manipulation yang ia gunakan pada Zhel.


“Jangan panik... Aku diaini hanya salah satu bayanganku, tubuh asliku berada jauh dari sini yah walau tubuh asliku bisa bertukar tempat denganku dalam sekejap”


“Aero Shield!” ucap Helen dengan nada panik.


Helen merapalkan sihir pertahanan agar Monarch tidak bisa mendekati dirinya dan Zhel.


“Kau semangat sekali ya, tidak masalah cukup dengarkan aku saja”


Helen memperkuat Aero Shield dengan menambahkan Mana miliknya, Zhel juga memberikan Mana pada Helen namun tidak cepat karena racun di tubuhnya.


“Mengapa Raja Iblis sepertimu ada disini?” tanya Helen dengan wajah serius.

__ADS_1


Helen mencoba terlihat tenang, namun tubuhnya gemetar ketakutan hanya karena mendengar nama Monarch.


“Hmm bagaimana aku harus menjelaskannya ya... Kalian bertiga adalah bibit bagus untuk sebuah tujuan kurasa, namun jika aku mengatakan itu pasti kalian akan curiga bukan? Bagaimana jika begini, aku sudah mendengar percakapan kalian sebelumnya antara Zhel dan Kon”


“Bagaimana kau mengenal Kon?!” tanya Helen dengan nada terkejut.


Helen tidak mengerti bagaimana bisa Raja Iblis Monarch mengetahui nama Kon, dan saat ini Kon juga tidak ada disini jadi tidak mungkin Monarch bisa tahu.


“Ahaha jangan terkejut dengan hal itu, aku bahkan memiliki informasi lebih banyak tentang kalian namun bukan itu yang ingin aku bahas”


“Cukup main-mainnya Monarch!” teriak Zhel dengan kesal.


“Aku disini hanya untuk memberikan bantuan”


Mendengar hal itu Zhel dan Helen memasang wajah penasaran, mereka tidak mengerti apa yang dipikirkan oleh Monarch.


“Aku tahu teman kalian Kon mendapatkan masalah, dan kurasa itu cukup serius... Namun karena kalian belum pulih benar jadi kurasa tidak mungkin kalian bisa menyelamatkannya sendirian, karena itu aku ingin membantu kalian” ucap Monarch.


Mendengar hal itu, Helen melihat sekitar dan tidak menemukan Kon dimanapun. Kamudian ia melihat Zhel dengan wajah cemas, namun Zhel hanya menunjukkan wajah menyesal.


“Maaf Helen, aku tidak bisa membawa Kon... Sepertinya dia dibawa oleh pasukan dari Republik Safanas”


"Ha?"


“Tepat sekali, aku sudah memastikannya.. Karena itu aku memberikan bantuan untuk kalian berdua”


“Untuk apa kau membantu kami? Kau pasti memiliki tujuan lain bukan?” tanya Helen.


“Tentu saja, aku memberi dan kalian menerima bukankah itu wajar?”


“Tidak perlu! Kami akan membawa Kon kembali!” ucap Zhel marah.


“Sayangnya itu tidak mungkin”


“Apa maksudmu?!” tanya Zhel.


“Apa kalian pikir bisa mengalahkan ratusan prajurit dengan tubuh seperti itu? Apalagi kalian saat ini sedang dalam misi rahasia kan?” ucap Monarch dengan senyum di wajahnya.


Zhel dan Helen semakin terkejut dengan banyaknya informasi yang keluar dari mulut Monarch, setelah itu Zhel berfikir keras mengapa Monarch sampai bisa mengetahui informasi tersebut.


-Bagaimana ia bisa tahu?! Dimana?! Kapan ia mendengarnya?!


“Apa saja yang kau tahu?”


“Semuanya... Mulai dari senjata para pahlawan dan perjanjian Kerajaan Waren dengan bangsa Elf, ah dan juga tujuan kalian aku mengetahui semuanya”


Mendengar hal itu Zhel menunjukkan wajah kesal seperti dibodohi oleh seseorang, karena setelah mendengar rahasia mereka tidak mungkin Zhel bisa tetap tenang apalagi ia seperti sedang bermain di atas tangan Monarch.

__ADS_1


“Sebenarnya kalian tidak bisa menolak tawaranku sih, namun ini juga demi kebaikan kalian jadi aku ingin memberikan sedikit informasi yang cukup berguna bagi kalian nantinya”


__ADS_2