Veel World : The Miracle With Flaws

Veel World : The Miracle With Flaws
Chapter 2.5


__ADS_3

30 menit sebelum prediksi datangnya Raja Iblis Scar.


“Semuanya periksa semua sudut! Jangan sampai ada yang terlewat” ucap seorang penyihir.


Semua warga masih berjalan meninggalkan ibukota Kerajaan Waren, banyak prajurit lalu lalang membantu para warga lansia dan anak kecil. Ada pula beberapa Paladin sedang menjaga tempat akan datangnya Raja Iblis.


Paladin adalah seorang prajurit khusus kerajaan Waren, Mereka memiliki bakat bertarung jarak dekat maupun jauh. Mereka memiliki kemampuan sihir tingkat tinggi sekaligus bisa menjadi petarung garis depan. Berbeda dengan Penyihir yang berfokus pada serangan jarak jauh dengan kekuatan besar, Paladin tak memiliki kemampuan sihir sehebat para penyihir kerajaan namun mereka sangat ahli dalam berbagai tipe pertempuran.


“Semuanya pergi ke gerbang bagian selatan ibukota disana sudah banyak prajurit menjaga kalian!” ucap seorang prajurit yang mengevakuasi warga.


Disela keributan tersebut ada seorang Pria berpakaian Armor hitam berjalan memasuki area munculnya Raja Iblis.


“Bagaimana evakuasi warga” tanya pria berarmor hitam.


“Berjalan lancar... Mungkin kita akan selesai 20 menit lagi” ucap seorang prajurit.


“Bagus... Percepat jika memungkinkan... Bisa saja prediksi dari Penyihir Helen itu meleset”


“Siap Komandan Dale” ucap Prajurit yang kemudian pergi.


Komandan Dale adalah kepala prajurit kerajaan Waren, ia tak memiliki kemampuan sihir apapun namun ia memiliki ilmu berpedang tinggi yang bahkan lebih hebat dari para paladin.


“Tak kusangka kau sampai repot datang kesini” ucap seorang Pria berarmor putih yang datang dari belakang.


“Tentu saja... Tugas seorang prajurit bukan hanya mengevakuasi warga, namun juga melindungi warga” ucap Komandan Dale.


“Begitu kah... Namun lawan kita kali ini bukan main yah” ucap Pria berarmor putih.


“Benar sekali... Ini disebabkan oleh kelalaian staff assosiasi penyihir... Mereka membiarkan beberapa tikus Raja Iblis masuk ke kerajaan” ucap Komandan Dale.


“Namun itu juga karena kita tak memiliki kemampuan untuk mengetahui musuh... Kurasa ini juga kekurangan kita”


“Benar juga... Tidak baik juga menyalahkan semuanya pada Helder... Ngomong-ngomong apakah kau tahu awal dari prediksi ini Dreig?” tanya komandan Dale.


Dreig Halswan, Komandan dari Paladin. Kemampuannya sudah tidak diragukan lagi, ia adalah tipe petarung jarak jauh maupun dekat terbaik. Ia sudah mengabdi pada kerajaan Waren Lebih dari 13 tahun.


“Kudengar ada seseorang yang bisa membedakan Mana dari setiap orang... Ia bisa melihat sedikit Mana milik Raja Iblis karena itu Helder memintanya langsung membedakan semua orang di gedung assosiasi penyihir secara kasar”


“Kasar? Maksudmu?”


“Helder memerintahkannya langsung memburu orang-orang yang berhubungan dengan Raja Iblis saat itu juga... Oleh karena itu respon assosiasi penyihir agak lamban... Kurasa itu keputusan yang tepat... Karena terlambat sedikit saja kita takkan tahu kalau Raja Iblis akan datang”


“Menarik... Siapa nama orang itu?”

__ADS_1


“Kalau tidak salah Zhel... Zhel Draze... anak yang 10 tahun lalu disebut sebagai Keajaiban Yang Cacat”


“Hmm... Anak itu ya... Sudah lama sekali aku tak melihatnya... Kalau tidak salah ia anak yang dahulu sangat dekat dengan Tuan Putri kan?”


“Ya mereka sangat dekat sampai aku sering berpikir bahwa mereka itu tunangan haha...”


“Bercandamu masih tidak lucu”


Ketika mereka berbicara, seorang penyihir berpakaian serba merah muncul dari langit.


“Maaf membuat kalian menunggu... Bagaimana kondisi saat ini?” tanya Ketua Helder.


“Evakuasi berjalan lancar... Kau sendiri bagimana? Apakah titik Mantra teleportasi sudah dilumpuhkan?”


“Kami masih belum menemukan 2 titik terakhir... Prisma Teleportasi adalah sihir tingkat tinggi yang bisa menteleportasi secara massal... namun titik tersebut harus dihapus sepenuhnya agar teleportasi gagal... Saat ini dari 5 titik kami hanya menemukan 3... Sisanya masih belum diketahui” ucap Ketua Helder.


“Bukankah jika salah satunya hancur maka akan gagal?” tanya Komandan Dale.


“Seharusnya begitu... Namun Mantra tersebut dibalut oleh Mana Raja Iblis itu sendiri... Tanpa penyihir tingkat tinggi takkan mungkin bisa menghapusnya... Kemungkinan sedikit celah akan terbuka jika salah satunya tidak ditutup”


“Begitu ya... Aku tidak terlalu paham tentang sihir... Namun aku percaya bahwa kemampuan para penyihir kerajaan tidak lemah iya kan”


“Yah begitulah... Setidaknya kau harus mengerti sedikit cara kerja sihir Dale... Jangan biarkan otak otot mu itu mengambil alih” ucap Helder.


“Maaf tapi harus kutolak”


“Ya ampun kalin ini... Bisakah tenang sedikit ketika bertemu?” ucap Komandan Dreig


“Pergi sana dasar makhluk setengah niat” 2x


Mereka berteman sejak lama, namun ketua Helder baru menduduki posisi Ketua Penyihir Kerajaan mulai 7 tahun lalu. Dan setiap kali Ketua Helder dan Komandan Dale bertemu pasti selalu ada perdebatan di antara mereka.


Disela perdebatan kedua pemimpin itu, seorang penyihir melapor pada ketua Helder.


“Ketua Helder... Kami menemukan 1 titik lagi... Darui koordinatnya kita bisa memperkecil area pencarian titik terakhir” ucap penyihir yang melapor.


“Bagus... Cari titik terakhir dan hapus”


Penyihir yang melapor tersebut pergi lagi dan memberikan perintah dari ketua Helder kepada penyihir lainnya.


“Hey bukankah kalau semua berhasil dihapus maka kita sia-sia datang kesini?” tanya Komndan Dreig.


“Kuharap bisa semudah itu” ucap Kerua Helder.

__ADS_1


Namun sebuah ledakkan terjadi di suatu tempat, area tersebut adalah area yang kemungkinan titik terakhir dari Mantra Prisma Teleportasi.


“Apa itu?” tanya komandan Dale.


“Sepertinya itu adalah titik terakhir dari Prisma Teleportasi” Ucap Ketua Helder.


“Huuh... Hal seperti inilah yang membuatku jengkel” ucap Komandan Dale.


Kemudian beberapa penyihir melapor pada para petinggi tersebut.


“Ketua...! ada serangan dari luar! Dan penyerangan itu terjadi di titik terakhir mantra Prisma Teleportasi” ucap Penyihir yang melapor.


“Siapa pelaku penyerangan? Dan berapa jumlahnya?” tanya Ketua Helder.


“Kami menduga mereka adalah anggota dari Thousand Magic... Jumlah mereka lebih dari 100 orang”


“Saatnya terlalu tepat bukan? Apa mereka bekerja sama dengan Raja Iblis?” tanya Komandan Dreig.


“Tidak... Sepertinya mereka memang sudah berencana menyerang saat ini... Beberapa hari lalu beberapa kota juga di serang oleh kelompok tersebut” jawab Ketua Helder.


“Baiklah lebih baik kita harus menghadang mereka sebelum menjadi lebih merepotkan” jawab Komandan Dale.


Kemudian sebuah petir Raksasa menyambar di tempat yang diduga penyerangan kelompok Thousand Magic. Melihat hal itu Ketua Helder terkejut karena suatu alasan.


“Apa itu?” tanya komandan Dale.


“Itu seperti tsihir tingkat 5 Death Thunder... Bahkan menggunakan sihir itu? sepertinya lawan itu bukan orang sembarangan” ucap Ketua Helder yang kemudian memicingkan matanya.


“Tingkat 5? Kalau tidak salah kau saja hanya bisa menggunakannya 1 kali lalu setelah itu kau akan jatuh pingsan karena kehabisan mana kan Helder?” tanya komandan dreig.


“Benar... jika ada seseorang yang menggunakannya semudah itu pasti memiliki kapasitas mana sangat banyak”


Setelah mengatakan hal itu, Ketua Helder ingat pada seseorang yng ia pikir memiliki kapasitas Mana yang luar biasa juga.


-Zhel... Apa kekuatannya itu sungguhan?


“Tak ada waktu berdiam disini... Lebih baik kita langsung memusatkan pasukan kesana” ucap Komandan Dale.


“Benar... Sekalian kita bisa langsung menghadapi Raja Iblis disana” jawab Komandan Dreig.


“baiklah... kalau begitu aku duluan” ucap Ketua Helder yang setelahnya terbang Dengan sihir Fly.


Semua Paladin dan Penyihir langsung menuju tempat lokasi, ibukota menjadi sangat sepi bagai kota hantu di sebagian isinya. Para warga di ungsikan di gerbang selatan jadi mereka berjarak cukup aman karena Raja Iblis dan penyerangan tersebut terjadi di bagian Utara Ibukota.

__ADS_1


__ADS_2