VRMMO | Terris Story : Someone "Them"

VRMMO | Terris Story : Someone "Them"
05:B.Quest, The Overcomer


__ADS_3

" [Open Status] "


Combatant Status :


Novice Swashbuckler | Elcia


Level : 3 (75.00%)


Health : 100/100


Mana : 156/156


Stamina : 118/118


Hunger : 35%


Thirst : 28%


Strength : 7 » 9 (+2)


Agility : 14 » 18 (+2)


Dexterity : 10 » 13


Intelligence : 20 » 26


Vitality : 8 » 10


Endurance : 11 » 14 (+2)


•— Detail [+]


Skill :


Halfling Walker [Passive] [Race]


Halfling Endurance [Passive] [Race]


Irregular : Soul Link


Sword Mastery [Passive]


•— Detail [+]


Equipment :


Common Traveler Set (Top)


Common Traveler Set (Bottom)


Common Traveler Bag (Small)


•— Detail [+]


Weight : 0.9/88.0


Title :


Novice Swashbuckler


•— Detail [+]


————


Setelah kembali memasuki Terris, di Combat Training Field desa Nave. Elcia sekali lagi memeriksa statusnya setelah menyelesaikan Quest dari Bill.


Langsung naik tiga, ya? pikir Elcia.


Itu sebenarnya tidak begitu 'wah' mengingat levelnya masih termasuk awal dimana kebutuhan Experience per level-nya tidak begitu tinggi. Elcia sendiri merasa yakin jika dirinya terbilang lambat dibanding pemain lain. Lagipula ia masih berada di Combat Training Field bersama Alice.


Melihat lebih jauh statusnya, Health, Mana dan Stamina yang dimiliki Elcia naik cukup banyak, terutama untuk Mana. Lagipula gadis itu menggunakan semua Potentia-nya untuk Intelligence, kan?


Enam parameternya pun juga meningkat sesuai Potentia yang dimiliki. Tapi dengan sedikit tambahan karena dua hal;


...[Title Details]...


Novice Swashbuckler


Kamu adalah orang yang baru memulai perjalananmu sebagai seorang Swashbuckler.


+0.2 Strength Potentia


+0.2 Agility Potentia


+0.1 Vitality Potentia


+0.1 Endurance Potentia


...————...


Dilihat bagaimanapun, Title yang dimiliki gadis itu cukup mencengangkan. Menambah Potentia empat parameter utama? Bukankah itu efek yang kuat?


Elcia sendiri agak terkejut mengetahui Title-nya bukan hanya sekedar pajangan. Sayangnya, ia juga merasa sedikit kecewa dengan efeknya yang bukan berhubungan dengan Intelligence.


Namun, melihat kata 'Novice' yang terpampang jelas, Elcia segera menebak jika Title yang didapatkannya memiliki lanjutan.


Selain itu, Skill yang didapatkan sebagai hadiah penyelesaian juga memiliki sesuatu yang mirip.

__ADS_1


...[Skill Details]...


Sword Mastery [Passive]


Mastery : Novice Combatant II (7.33%)


Kamu adalah orang yang baru mulai berjalan di jalan pedang.


• Kecepatan serangan saat menggunakan senjata bertipe Sword sepertinya sedikit meningkat, mungkin?


• Kekuatan serangan saat menggunakan senjata bertipe Sword sepertinya sedikit meningkat, mungkin?


+2 Strength


+2 Agility


+2 Endurance


...————...


Membaca Skill itu, Elcia mengerutkan kening. Jadi. . , sebenarnya serangannya meningkat atau tidak?


Elcia terdiam, kebingungan.


. . . Untuk sekarang, lupakan deskripsi yang sungguh seperti tidak memiliki keyakinan itu.


Skill Sword Mastery tanpa diduga memberinya tambahan Strength, Agility dan Endurance secara langsung.


Awalnya tambahan statistik yang Elcia dapat hanya satu poin untuk ketiganya. Namun, setelah gadis itu berhasil menaikkan tingkat Mastery-nya ke Novice Combatant II, itu ikut meningkat.


Dari ini, Elcia dengan mudah melihat gambaran seberapa gila perbedaan status karakter level rendah dengan karakter level tinggi kedepannya. Terutama karena Title dan Skill yang dimiliki.


Kembali melihat panel status dihadapannya, ia melihat status milik Alice.


Itu masih berada di Level 0, tanpa mendapat Experience sama sekali.


Tapi, justru karena itulah Elcia tersenyum kaku. Kebenarannya, status Alice meningkat meski levelnya tidak meningkat.


Combatant Status :


Alice


Level : 0


Health : 51/130


Mana : 60/60


Stamina : 29/144


Hunger : 24%


Strength : 10 » 14 (+3)


Agility : 15 » 16 (+3)


Dexterity : 10 » 11


Intelligence : 10


Vitality : 10 » 13


Endurance : 15 » 20 (+3)


•— Detail [+]


Skill :


Halfling Walker [Passive] [Race]


Halfling Endurance [Passive] [Race]


Irregular : Soul Link


Sword Mastery [Passive]


•— Detail [+]


Equipment :


Common Traveler Set (Top)


Common Traveler Set (Bottom)


Common Traveler Bag (Small)


•— Detail [+]


Weight : 0.9/136.0


Title : -


———


Elcia, sekali lagi, tersenyum kaku.


Masalahnya, peningkatan statistik karakter Alice sudah hampir menyamai dirinya yang telah naik tiga level, bersama dengan tambahan Title milik gadis itu. Bahkan Sword Mastery milik Alice sudah satu tingkat diatasnya.

__ADS_1


Tapi, sekalipun begitu, Elcia sedikit enggan mencoba cara Alice melakukannya.


Alasannya? Yah, coba lihat sendiri. . .


Traang!


Dentingan logam beradu ditengah lapangan. Pedang dengan pedang, Long Sword dengan Long Sword. Yang satu mengayunkannya dengan sebelah tangan, terlihat santai namun kuat. Di sisi lain, seorang dengan rambut peraknya kesusahan menahan serangan dan dipukul mundur.


Ya, siapa lagi kalau bukan Alice yang diserang Bill tanpa ampun.


"Lemah!! Perkuat genggamanmu gadis perak!!" teriak Bill dengan nada tinggi, serak.


"U-ukh. . ." terjatuh kebelakang, Alice bangkit segera.


Bill tidak akan memberinya waktu hanya untuk sekedar berdiri. Terlambat sedikit saja, gadis itu bisa dipelanting seperti boneka jerami!


"Bangun, lamban!"


Daang!


"Uhk—!"


Alice


Health : 17/130 (-34)


Dan seperti apa yang ditakutkannya, Alice dikirim terbang bak boneka jerami ringan, bersama Health miliknya yang dipangkas seperempat lebih.


Begitu pikirannya sadar, ia sudah menatap langit biru dengan bau rumput yang memenuhi hidungnya.


Apa-apaan. . . itu? pikirnya.


"Alice!"


Mendengar namanya dipanggil, Alice akhirnya sepenuhnya tersadar, bangkit kembali. Ia tidak ingin terlihat menyedihkan oleh orang yang memanggilnya.


Bill berjalan dengan santai, mendekatinya. Dan gadis itu tahu apa artinya; ia akan mendapat gempuran lain saat sudah berada dalam jangkauan pedang sang pelatih.


Alice merapatkan giginya, dan menutup kedua matanya sesaat. Memperbaiki posturnya yang sempat hancur oleh rentetan serangan Bill. Mengambil napas,


"En Garde." katanya lirih.


"Sudah kukatakan, jangan lengah!" teriak Bill.


Alice menggenggam pedang ditangannya, gemetar. Tangannya sudah mati rasa sejak awal. Gadis itu ingin menangis, karena latihan yang diberikan Bill sungguh menyakitkan. Dan bisa dikatakan ia baru mengerti seberapa 'sakit' rasa sakit itu. Tapi Alice tidak ingin menunjukannya dihadapan Elcia. Tidak, sekalipun dirinya tidak memiliki fisik di dunia nyata, ia memiliki harga diri yang harus dipertahankan. Sama seperti Linnea dengan adiknya, Luna.


Alice membenamkan pikirannya pada satu kalimat.


'Kalau cuma ini. . .'


[Endurance meningkat!]


[Title : The Overcomer didapatkan!]


[Skill khusus : Struggle dipelajari!]


'. . . Linnea pasti. . !'


—Traang!


Pedang itu terlempar dari tangannya, jauh.


Dan seisi lapangan hening, saling menahan napas.


Elcia yang sejak awal menonton dari pinggir lapangan pun tidak bisa berhenti tersenyum —tanpa sadar mengguncang hati orang-orang yang melihatnya.


Bill bahkan terdiam beberapa saat, tetap dalam ekspresi garangnya yang khas.


—Dak.


Bersamaan dengan pedang miliknya mendarat dibelakangnya, Halfling berjenggot itu menampilkan seringai gigi-giginya. "Bagus gadis perak, bagus! Itu yang kuinginkan!"


" " "Oooooo!!!" " "


Seluruh tempat itu heboh seketika. Seorang Novice Combatant mementalkan serangan Veteran Combatant? Itu bukan candaan yang lucu!


Mereka bersorak, orang-orang bergemuruh. Tak satupun dari mereka yang menyangka Alice mampu melakukannya, kecuali Elcia.


"Cukup, kurasa. Kau bisa istirahat gadis perak. Dan. . ." Bill merogoh sesuatu dibalik zirah kulitnya, lalu melemparkannya kearah Alice.


"E-eh?"


Sebuah logam lingkaran dengan warna emas berukir lambang yang sedikitnya unik, itu satu koin emas.


"Hadiah dariku, untuk membuatku kehilangan pedang." katanya lagi, segera berjalan melewati Alice yang memandangi koin itu dengan wajah terkejut.


[10.000 Rea]


. . .


Keluar dari Combat Training Field, Elcia memutuskan untuk mencari tempat yang menjual makanan. Itu karena persentase Hunger dan Thirst karakternya sudah hampir gawat. Alice pun mulai mendapat debuff atau efek negatif karenanya, sedikit merasa pusing. Bahkan rasa lapar dan haus mulai muncul, mengejutkan keduanya sekali lagi tentang tingkat realitas didalam Terris.


Jika pemain mengabaikan sesuatu seperti ini, lama kelamaan karakternya bisa pingsan lalu mati kelaparan. Dan soal kematian, ada hukuman yang akan mengurangi Experience serta Mastery setiap kali karakter seseorang mati entah karena sebab apapun.


Mengingat Alice yang memiliki Quest untuk menaikkan Mastery-nya, hukuman kematian seperti itu menjadi hal yang harus dihindari olehnya. Lagipula, Elcia maupun Alice tidak ingin terdengar konyol karena mati kelaparan.


Beruntung, tempat yang dicari-cari cukup dekat. Sebuah tempat makan dengan ciri khas rumah ras Halfling, menyatu dengan bukit kecil.

__ADS_1


Papan kayunya ditulis sederhana dengan warna putih;


Dandelion.


__ADS_2