VRMMO | Terris Story : Someone "Them"

VRMMO | Terris Story : Someone "Them"
03:B.Irregular, Status


__ADS_3

Setelah Linnea menerima nasib jika rasnya adalah Halfling, yang terpaksanya tidak bisa diubah lagi. Keduanya mendapatkan sebuah kejutan lain yang sempat membuat Alice menjadi linglung. Sebab setelahnya, muncul dua buah tampilan Character Creation, dimana hal itu menyatakan jika masing-masing dari mereka akan memiliki sebuah karakter untuk dimainkan.


Dan Linnea pun mendapatkan kembali semangatnya setelah mengetahui jika Alice akan bermain bersamanya.


Sementara Alice disisi lain akhirnya mendapatkan giliran untuk mengalami apa yang Linnea rasakan sebelumnya saat mendapatkan Halfing sebagai ras yang akan dimainkan. Dan tentunya, Alice tidak pernah sekalipun berpikir jika dirinya akan ikut membuat karakter Avatar-nya sendiri.


Kembali pada tahap Character Creation; Setelah memilih ras, keduanya segera dialihkan untuk mengatur 10 Potentia Point awalan yang diberikan oleh sistem.


Meletakan telunjuk pada dagunya, Linnea mulai berpikir sejenak.


Dengan konsep Glass Cannon yang berfokus pada kerusakan (Damage) sementara mengabaikan aspek lain, Linnea secara alami menaruh perhatian pada Potentia dari dua parameter yang berhubungan dengan daya rusak; Strength dan Intelligence.


Strength : 0.7


Intelligence : 1.0


Melihat kedua parameter itu, Linnea langsung bisa memutuskan statistik mana yang harus menjadi titik fokus karakternya.


Linnea pun langsung menggunakan seluruh Potentia Point miliknya untuk meningkatkan pertumbuhan statistik Intelligence yang ia miliki secara drastis; dan sepenuhnya mengabaikan parameter Strength. Sebab sekalipun Strength mempengaruhi kemampuan karakter untuk mengangkat dan menggunakan perlengkapan berat (Heavy Equipment) —seperti Heavy Armor (Zirah Berat) dan semacamnya, Equipment yang cocok untuk bangsa Halfling kenyataannya bukan sesuatu semacam itu, sebab beban berat yang dimiliki Heavy Equipment hanya akan melemahkan keunggulan ras yang mereka miliki; yaitu kelincahan.


[Race Potentia]


Strength : 0.7


Agility : 1.4


Dexterity : 1.0


Intelligence : 1.0 » 2.0


Vitality : 0.8


Endurance : 1.1


Potentia Point : 10 » 0


"Hah. . , Glass Cannon. . ." Alice hanya bisa menghela napas sambil menggelengkan kepala saat melihat Linnea melakukan hal itu, lagi, setelah sekian lama.


Kebenarannya Alice merasa beruntung karena Terris menggunakan sistem koreksi pertumbuhan pada pada parameter pemain. Sebab jika tidak, karakter yang dimainkan oleh Linnea akan memiliki statistik seperti ini;


Level : 100


Strength : 10


Agility : 10


Dexterity : 10


Intelligence : 1389


Vitality : 10


Endurance : 10


. . . Sungguh terlalu tidak seimbang.


. . .


Selesai dengan miliknya sendiri, Linnea pun beralih melihat bagaimana Alice mengatur Potentia karakternya.


[Race Potentia]


Strength : 0.7 » 1.0


Agility : 1.4 » 1.5


Dexterity : 1.0


Intelligence : 1.0


Vitality : 0.8 » 1.0


Endurance : 1.1 » 1.5


Potentia Point : 10 » 0


Dan berbeda dengan Linnea, Alice memilih untuk membuat karakternya memiliki dasar pertumbuhan yang cukup seimbang. Yang secara alami menciptakan karakter yang memiliki fleksibilitas tinggi dan cukup aman untuk dimainkan.


Ia pun tidak lupa memikirkan jika parameter Agility dari ras Halfling yang sedikit tinggi harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas Stamina, yang dalam hal ini adalah bagian dari Vitality dan Endurance.


. . . Beralih dari Potentia, tahap ketiga dari Character Creation adalah Appearance atau penampilan.


Keduanya masing-masing segera dihadapkan dengan menu kostumasi yang berisi mulai dari rambut hingga ujung kaki dan diikuti proyeksi tampilan seorang gadis. . , atau dirinya sendiri.


—Sebab Linnea sendiri lebih pendek daripada data model Halfling yang dimiliki oleh sistem, penyesuaian tinggi dan rekonstruksi model tubuh secara rasial tidak diperlukan sama sekali. Hasilnya, proyeksi yang muncul persis dengannya tanpa sedikitpun kecacatan.


"Tinggi. . , ugh."


Dengan putus asa, Linnea berakhir sedikit mengeluh saat mendapati jika opsi tinggi karakter miliknya terkunci mengikuti karakteristik pendek dari ras Halfling.


Mengerti apa yang sebenarnya ingin Linnea lakukan, Alice menghela napas panjang. "Haah. . , itu lebih baik. Semuanya sulit kalau tinggi badan karaktermu beda dari tubuh aslimu tahu?"


"Muu. . ." Linnea pun hanya bisa mengangguk lesu sambil meyakinkan dirinya sendiri.


Beralih melihat kostumasi lain yang tersedia, Linnea sendiri tidak terlalu tertarik untuk mengubah penampilannya. Ia hanya ingin menjadi dirinya sendiri, dan mengubah penampilan menurutnya terlalu berlebihan.


Tapi tak lama kemudian Linnea melihat bagian 'itu', yang membuatnya menelan ludah dan terdiam. Melihat kebawah, pandangannya dengan jelas tidak terhalang apapun disana.


. . . Ditambah? pikir Linnea ragu-ragu.


'Itu' benar-benar membuatnya merasa hampa, terutama melihat dirinya sendiri. Mengingat adiknya, Luna, bahkan lebih berisi dari dirinya.


. . . Haruskah dirinya masuk ke sisi gelap?


. . .


. . . . . . .


. . . . . . . . . . .


Setelah berpikir ulang selama beberapa saat, Linnea berakhir menggeleng pelan.


Ia merasa tidak ada gunanya untuk menambahkan 'itu' didalam Virtual Reality. Terlebih, 'itu' hanya akan menghambatnya dalam berbagai artian, termasuk membuat dirinya lebih mudah terkena serangan, pikirnya lagi.


Dengan begitu, niatnya pun diurungkan.


Membiarkan karakternya begitu saja tanpa perubahan sama sekali, Linnea menyelesaikan karakter Avatarnya dengan cepat. Ia pun beralih melihat Alice yang sedang sibuk mengubah-ubah warna mata karakternya.


"Lilac. . . nggak. . ."


"Jade. . , uuh kurang pas."


"Hitam. . . Waaaaaaah?!"


Alice yang sedang tenggelam dalam pilih-memilih dibuat berteriak ketika Linnea tiba-tiba memeluknya dari belakang sambil meletakan dagu diatas kepala gadis itu.


"Jangan bikin kaget! Dasar. . !" protes Alice dengan kesal.


Tapi mengabaikan protes yang keluar, Linnea memberi saran. "Red Ruby."

__ADS_1


"Red Ruby? Oh. . , kalau begitu ini saja sekalian."


Dan dengan Alice yang hanya merubah warna mata karakternya, tahap ketiga akhirnya selesai tanpa memakan banyak waktu. Yang segera membawa keduanya pada tahap terakhir.


[Tentukan Nama karakter]


"Alice." tanpa perlu merasa dipusingkan, Alice menggunakan namanya sendiri pada karakternya.


Sementara itu, Linnea terdiam ditempatnya.


. . . Sebuah nama.


Untuk waktu yang lama, Linnea selalu memegang nama itu; nama yang terikat pada dirinya sejak lahir.


. . . Jenuh.


Ia jenuh dengan beban yang dibawanya. Karena itu, meski hanya sejenak, ia ingin melepas rantai-rantai yang membelenggu dirinya. Merasakan hal baru dengan bebas dan mengistirahatkan dirinya sendiri.


'Aku. . . bukan lagi, Amaryllis.' katanya dalam hati.Dan dengan mata yang menunjukkan resolusi dalam dirinya, ia menggumamkan sebuah nama.


"Elcia."


[Nama karaker : Elcia]


[Nama karakter : Alice]


[Karakter berhasil dibuat. Anda ingin melanjutkan?]


Melihat pesan sistem, keduanya saling bertukar pandang.


Mengulurkan tangannya, Alice berkata sambil tersenyum. "Ayo!"


Linnea pun balas tersenyum dan meraih Alice, mengangguk.


" " [Ya] " "


[Memasuki Terris : Limitless]


[Titik Awal : Wilayah netral Desa Nave, Terris Utara]


. . !


Seperti telah jatuh dalam lamunan. Saat kesadarannya telah kembali, Linnea mendapati dirinya tengah terduduk pada sebuah bangku kayu.


"Ini. . ?"


Linnea melebarkan matanya, karena dihadapan gadis itu terlihat hamparan bukit berumput hijau dengan rumah-rumah kecil yang berdiri jauh dari lainnya.


Menengadah, tangan gadis itu segera menghalangi cahaya terang yang jatuh menusuk mata, cahaya matahari, yang menembus sela dedaunan lebat dari pohon besar dibelakangnya.


Ia dengan cepat mengambil kesimpulan.


'Begitu. . , jadi, ini didalam Terris. . .'


'Tapi ini. . , begitu, nyata?' pikirnya lagi, sambil mencoba untuk menggerakan tangannya. Yang langsung membuatnya terkejut saat ia mampu merasakan adanya udara melewati tangannya.


Semuanya terasa begitu nyata, yang menyebabkannya merasa kesulitan untuk membedakannya dari dunia nyata.


Alice, yang sejak awal duduk disampingnya pun akhirnya berbicara. "Haha, ha. . , ini keterlaluan, kan?" katanya dengan perasaan yang masih aneh.


Tidak lagi terkejut dengan keberadaan Alice seperti sebelumnya, Linnea menjawab. "Mungkin. Tapi. . , ini tidak buruk." jawabnya, tersenyum kecil.


Dengan tangan keduanya yang saling menggenggam, dan bersandar pada kursi tempatnya terduduk, baik Linnea maupun Alice dengan mudah segera jatuh menikmati hembusan angin.


"Memang, nggak buruk." Alice memejamkan matanya dengan sebuah senyum tipis.


. . .


" [Open Status] "


Menanggapi suara gadis itu, panel karakter muncul seketika didepan matanya. Namun, panel yang ada dihadapannya bukan hanya miliknya sendiri, tapi juga milik Alice.


...[Combatant Status]...


Elcia


Level : 0


Health : 80/80


Mana : 120/120


Stamina : 100/100


Hunger : 98%


Thirst : 96%


「Parameter」


  Strength : 7


  Agility : 14


  Dexterity : 10


  Intelligence : 20


  Vitality : 8


  Endurance : 11


  •— Detail [+]


「Skill」


  Halfling Walker [Passive] [Race]


  Halfling Endurance [Passive] [Race]


  Irregular : Soul Link


  •— Detail [+]


「Equipment」


  Common Traveler Set (Top)


  Common Traveler Set (Bottom)


  Common Traveler Bag (Small)


  •— Detail [+]


  Weight : 0.9/56.0


  Title : -


...————...

__ADS_1


...[Combatant Status]...


Alice


Level : 0


Health : 100/100


Mana : 60/60


Stamina : 115/115


Hunger : 98%


Thirst : 96%


「Parameter」


  Strength : 10


  Agility : 15


  Dexterity : 10


  Intelligence : 10


  Vitality : 10


  Endurance : 15


  •— Detail [+]


「Skill」


  Halfling Walker [Passive] [Race]


  Halfling Endurance [Passive] [Race]


  Irregular : Soul Link


  •— Detail [+]


「Equipment」


  Common Traveler Set (Top)


  Common Traveler Set (Bottom)


  Common Traveler Bag (Small)


  •— Detail [+]


  Weight : 0.9/80.0


  Title : -


...————...


Melihat statusnya, enam parameter utama telah diatur pada nilai sepuluh kali Potentia karakter di awal level.


Mengingat setiap parameter tidak bisa berada dibawah angka 1, dan daripada mengaturnya menjadi sama rata, pihak Sekai Shard memutuskan untuk membuat parameter karakter secara langsung mengikuti Potentia yang telah ditentukan —setelah ditambah dengan alokasi Potentia Point oleh pemain. Yang juga secara tidak langsung memperkuat kesan realis dimana setiap orang tidak akan pernah sama.


Berbanding lurus dengan itu, Health, Mana dan Stamina milik karakter Alice dan Linnea berbeda satu sama lain.


Dan tentu saja, Linnea unggul dalam hal jumlah Mana melihat parameter Intelligence miliknya tepat dua kali lipat daripada Intelligence karakter milik Alice; dengan pertukaran Health dan Stamina yang menjadi lebih rendah.


Semuanya terlihat tanpa masalah, tapi. . ,


Linnea memasang wajah penuh teka-teki saat melihat Skill List miliknya. ". . .Soul Link? Apa. . ?"


Karena ia bahkan tidak mengetahui Skill macam apa dan sejak kapan itu berada disana. Penasaran, ia langsung menekan tombol [+] untuk melihat detail dari Skill itu.


...[Skill Details]...


『Irregular | Soul Link』


「Soul Link : Assimilation」 [Active]


    Mastery : Novice Combatant I (0.00%)


    Melakukan asimilasi aspek fisik dan spiritual dua individu menjadi satu, yang memberikan peningkatan parameter sekaligus akuisisi sementara dari semua Skill kedua individu.


Health, Mana, Stamina : +30% 「Spirit」 Stats


All Parameter : +10% 「Spirit」 Parameters


• 「Assimilation」 memiliki dua peran;


  「Host」, yang mempertahankan keberadaan fisik sekaligus menjadi Vessel untuk 「Spirit」.


     Dan 「Spirit」, yang memberikan peningkatan parameter.


• Selama 「Assimilation」,「Spirit」 tidak akan mendapatkan peningkatan Level dan Skill Mastery.


• Selama 「Assimilation」, seluruh Skill milik  「Host」dan 「Spirit」 dapat digunakan dengan beberapa kondisi.


• Target dari 「Assimilation」harus memiliki 『Irregular | Soul Link』.


Duration : -


Cost : 20% Max Mana, 30% Max Health


Cooldown : -


「Soul Link : Connection」[Passive]


    Mastery : Novice Combatant I (0.00%)


    Memungkinkan untuk saling berkomunikasi melalui pikiran dengan target dalam batas maksimal jarak 10 meter.


• Target dari 「Connection」harus memiliki 『Irregular | Soul Link』


Duration : -


Cost : -


Cooldown : -


    Kalian adalah suatu keberadaan yang unik. Tidak perlu mempedulikan bagaimana orang melihat, tetaplah menjadi diri sendiri karena kalian istimewa.


...————...


Linnea mendadak dibuat sakit kepala dengan Skill yang entah bagaimana bisa berada dalam daftar Skill karakternya.


Ia tidak akan terlalu memikirkannya jika itu hanyalah sebuah Skill biasa, yang masih bisa dianggap sebagai Skill awalan untuk pemula. Namun bagaimanapun juga, yang satu ini jelas bukanlah Skill biasa dilihat dari segi manapun. Dan sekalipun mereka bisa menebak pelakunya. . ,


". . . Ini, penyalahgunaan otoritas, kan?" kata Linnea dengan wajah datar.


". . . Jelas."

__ADS_1


Untuk pertama kalinya, sebuah helaan panjang terjadi di Terris. . .


__ADS_2