VRMMO | Terris Story : Someone "Them"

VRMMO | Terris Story : Someone "Them"
13:B.Basmael Forest II, The Fool


__ADS_3

Butuh beberapa detik sebelum semua anggota Party kembali ke kenyataan. Entah kedua gadis itu yang merasa Black Bear yang mereka lawan terlalu mudah. Atau tiga orang yang mematung melihat apa yang terjadi karena tidak tahu harus berbuat apa.


Yah, melupakan itu, Alice yang pertama sadar akhirnya bergerak mengambil Drop Items dari Beast itu. Yang mendadak ditahan oleh Mortred.


"Tunggu dulu, Alice! Franz giliranmu!"


"Ah, Aye."


Sementara Alice bertanya-tanya apa masalahnya, Franz mengeluarkan sebuah pisau dari tas miliknya dan dengan cepat melakukan Dismantling.


"Begini seharusnya lebih bagus, kan? Dismantling Franz ada di tingkat Combatant II jadi semuanya aman." jelas Mortred.


"Budak Dismantling." celetuk Alice, yang membuat Mortred memasang senyum canggung.


Sementara itu didalam pikirannya, Elcia mulai membayangkan adegan berdarah saat Franz membongkar mayat beruang dihadapannya.


Meskipun Setting Gore miliknya sudah diatur ke titik aman, wajah gadis itu tetap berubah pucat dengan tubuh gemetar karena fantasi horor yang muncul begitu saja. 


Dan pada saat itu, Elcia menyegel pemikiran untuk mempelajari Skill Dismantling demi kesehatan mental miliknya.


[Black Bear Hide ×1 didapatkan!]


[Black Bear Claw ×2 didapatkan!]


[Black Bear Meat ×3 didapatkan!]


[Black Bear Bone ×1 didapatkan!]


[Black Bear Skull ×1 didapatkan!]


Selesai melakukan Dismantling, Franz kemudian memasukkan seluruh Drop Items itu kedalam tas miliknya. Kedua gadis itu tentu tak mempermasalahkannya, lagipula, mereka ada dalam satu Party.


Lebih dari itu, mata mereka tertuju pada tas milik Franz yang bisa memuat seluruh Drop Items tadi dengan mudah.


"Tas itu, Magic Bag?" tanya Alice.


Mortred mengangguk menjawabnya. "Ya, begitulah. Tanpa tas itu, membawa Drop Items di game ini merepotkan."


"Berapa?"


"100.000 Rea, dan itu yang paling kecil." kata Mortred tanpa beban.


Elcia yang mendengarnya pun berubah lemas memikirkan waktu Grinding yang dibutuhkan untuk mengumpulkan jumlah itu.


Mungkin terdengar mudah, tapi memikirkan kebutuhan Potion, makanan dan perbaikan Equipment membuat semuanya sedikit sulit di Terris. Dan tanpa sadar, gadis itu menghela napas dengan wajah rumit.


"Muuuh. . ."


"Ngomong-ngomong. . . Alice, Elcia, bagaimana kalian bisa bekerja sama sebaik itu?" tanya Mortred memecah keheningan.


Alice pun menengok Elcia, keduanya saling berpandangan sesaat setelah mendapati pertanyaan itu. Dan perlahan, keduanya saling tersenyum cerah.


" "Karena kami selalu bersama." " jawab keduanya bersamaan.


Mortred pun tidak melanjutkan, tapi berakhir menjadi tertarik pada keduanya.


Tidak lebih dari itu, seluruh Party akhirnya bergerak melanjutkan perburuan mereka dengan formasi yang sama.


Tidak terlalu sulit, Party mereka menemukan target untuk diburu hanya dengan berjalan tanpa arah. Tapi disisi lain, Elcia merasa lega untuk meninggalkan Mii di Combat Training Field. Dengan intensitas bahaya yang ada di hutan Basmael, membawa kelinci hanya akan menyulitkan.


Lagipula, bagaimana keduanya menemukan makhluk itu pun bisa dibilang keberuntungan. . .


"Black Bear lain! Level 28!"


Dan semuanya berlanjut. . .


[Level meningkat!]


[Skill : Rapier Arts meningkat!]


[Skill : Bash meningkat!]


[Level meningkat!]


[Skill : Phantasmal Slash meningkat!]


[Skill : Phantasmal Counter meningkat!]


. . .


Duduk diatas sebuah batu, seluruh anggota Party beristirahat untuk mengisi Stamina sekaligus Hunger dan Thirst yang sudah dibawah dua puluh persen.


Tapi disela waktu istirahat itu, Mortred mendapati sebuah anomali yang sedang terjadi.

__ADS_1


"Yo, Isval!" panggil Mortred dengan keras, yang mengejutkan seisi hutan.


"Eh? Apa?"


"Apa yang kau makan sebelumnya?" tanyanya dengan wajah penuh misteri.


Ditanyai pertanyaan yang tidak biasa itu, Isval mengangkat alisnya, sebelum menjawab dengan bingung. "Well. . , roti keras?"


"Roti keras? Franz, kita butuh lebih banyak roti keras! Beli pabrik kalau perlu!"


"Ya? Kenapa?" tanya Franz dengan wajah yang ikut bingung.


"Dengarkan aku. Roti keras dan Isval menghasilkan Isval yang pendiam. . !"


"Oooh. . !"


"Oi!"


Menunjukan raut wajah mengerti, Alice yang seolah mendapat pencerahan berdiri dari tempat duduknya secara tiba-tiba. Gadis itupun berjalan dengan sepotong roti keras ditangannya, kearah Mortred.


Mortred yang tidak siap dengan itu berakhir memandangi sebuah roti keras yang disodorkan Alice padanya. Menerimanya dengan wajah bodoh sementara otaknya sedang bekerja keras untuk memahami maksudnya.


Dan setelah satu menit dalam diam, Mortred berteriak dengan kesal.


"Aliiiiiicee!"


"Ukh, ternyata nggak mempan ya. . ." kata Alice, dengan wajah yang pura-pura tersenyum kecut.


Anggota Party yang ada ditempat itupun tertawa lepas, kecuali Elcia yang hanya tersenyum tipis.


Namun, Alice yang memandangi gadis itu pun saling bertukar senyum dengan hati. "Heh~"


Dan tanpa menghapus senyum dari wajahnya, Elcia berkata lirih. "Muh. . . dasar. . ."


Sedangkan Mortred menggerutu dengan wajah cemberut. "Huh, kenapa jadi aku. . ."


. . .


Kadang, hal sederhana adalah sesuatu yang berharga untuk seseorang.


. . .


"Berhenti."


Tanpa ada kata-kata selanjutnya, sang Support berjongkok dan memetik daun dari gerombolan tanaman yang tumbuh disela-sela akar pohon.


Mortred pun ikut memetik daun tanaman itu sementara Isval mulai mengawasi sekeliling dengan lebih waspada bersama Alice.


Melihat apa yang dilakukan oleh Mortred dan Franz, Elcia mulai menyapu tanah disekitar tempatnya berdiri. Yang secara kebetulan menemukan tanaman dengan daun yang persis sama.


Penasaran, gadis itu pun memetiknya.


Namun saat ia memetik tanaman itu, deskripsi yang muncul pada panel dihadapannya sama sekali tidak membantu.


...[Item Details]...


Common — Unknown Leaf


Status : Normal, Fresh


Type : Materials


Durability : 93%


? ? ?


? ? ?


...————...


Dan saat Elcia mengerutkan dahi dengan kebingungan, Isval muncul didekat gadis itu. "Tharcet Leaf."


"Tharcet, Leaf. . ?"


"Dilihat dari gerak-gerikmu, benda ditanganmu itu pasti masih berupa Unknown Leaf."


"Uhm. . ." jawab Elcia mengangguk.


"Well, Game ini terlalu realistis." kata Isval sambil menggaruk kepalanya. "Coba cek nama item itu lagi sekarang."


...[Item Details]...


Uncommon — Tharcet Leaf

__ADS_1


Status : Normal, Fresh


Type : Materials


Durability : 93%


? ? ?


? ? ?


...————...


Elcia memiringkan kepalanya dengan rasa tertarik. Ini adalah hal baru untuknya, dimana deskripsi item bergantung pada pengetahuan masing-masing pemain.


"Sebuah tanaman Herb, bahan Potion." celetuk Isval.


...[Item Details]...


Uncommon — Tharcet Leaf


Status : Normal, Fresh


Type : Materials


Durability : 93%


? ? ?


Tumbuhan yang sering digunakan dalam pembuatan Potion.


...————...


Seiring penjelasan sederhana yang dikatakan Isval, panel dihadapannya menambahkan deskripsi yang sebelumnya masih berupa tanda tanya.


"Kau bisa coba mengunyahnya."


"—?! Muh, puh, puha. . . pahit. . ."


Elcia menjulurkan lidah karena rasa pahit memenuhi mulutnya dan langsung memuntahkan daun itu. Kemudian memandangi Isval dengan mata penuh amarah.


"Ahahaha, well, seharusnya deskripsinya cukup lengkap sekarang." kata Isval dengan canggung, yang diam-diam mulai berkeringat dingin.


'—gadis ini punya sisi menakutkan!' pikirnya dalam hati.


...[Item Details]...


Uncommon — Tharcet Leaf


Status : Normal, Fresh


Type : Materials


Durability : 93%


Health Regeneration : 1 Health Per Second


Duration : 30 Second


Tumbuhan yang sering digunakan dalam pembuatan Potion. Bisa dimakan untuk memulihkan Health, meski rasanya pahit.


...————...


Sederhana, Unknown Leaf tidak berbeda dengan daun biasa yang berserakan tanpa nilai pada awalnya. Tapi setelah Isval memberi tahu gadis itu, kebenarannya terungkap; Tharcet Leaf, yang mempunyai nilai sebagai tanaman Herb dan bahan Potion.


Sekai Shard sekali lagi mendesain agar sistem hanya memiliki pengaruh seminimal mungkin demi tingkat realitas di Terris. Termasuk pengetahuan yang ada didalamnya, yang mengharuskan para pemain untuk belajar tentang itu.


Mendapatkan kesimpulan, gadis itu pun ikut memetik Herb yang tersebar ditempat itu.


Namun karena rasa penasaran miliknya yang merupakan sifat alami, Elcia memetik daun lain yang masih merupakan Unknown Leaf, mengamatinya selama beberapa saat, lalu memasukkannya kedalam mulut.


Isval yang melihat itu ingin menghentikannya, tapi sayangnya sudah terlambat.


"—?!"


[Debuff : Paralysis]


[Ototmu kaku dan tubuhmu sulit bergerak!]


[Debuff : Poison]


[Kamu keracunan! Health berkurang seiring waktu!]


[Kamu keracunan! Pandanganmu berputar-putar!]

__ADS_1


[Title : The Fool didapatkan!]


__ADS_2