VRMMO | Terris Story : Someone "Them"

VRMMO | Terris Story : Someone "Them"
13.A.Basmael Forest II, Silver Show


__ADS_3

". . . Health Potion, Mana Potion, check. Sesuatu yang kurang?" tanya Mortred.


Isval melirik Franz sesaat, yang langsung dibalas kibasan tangan. "Well, tidak sama sekali."


Alice pun menggeleng pelan, sedangkan Elcia menjawab singkat. "Nein."


"Baik, semuanya siap berangkat. Kita pakai formasi Y, Alice bersamaku diposisi paling depan. Franz, Isval, Elcia berbaris sesuai urutan."


. . . Mungkin, formasi atau penempatan seperti ini terlihat berlebihan untuk sebagian pemain. Namun, persiapan matang dan taktik sangat dibutuhkan dalam Terris, bahkan sekedar untuk menjelajah atau leveling. Karena satu langkah salah bisa saja menyebabkan pembantaian Party yang jelas tidak diinginkan siapapun.


Kembali, dalam Party ini Mortred mengambil tugas sebagai pembuka jalan sekaligus pelindung garis depan bersama Alice.


Franz sebagai Support berada di tengah-depan agar dirinya bisa langsung membantu keduanya kapanpun.


Isval berada di tengah-belakang sebagai penyerang jarak jauh dan pengamat sekitar; memanfaatkan Skill Sharp Eyes yang wajib dimiliki seorang Archer sepertinya.


Dan terakhir, Elcia; memanfaatkan trait seorang Spell Fencer, gadis itu ditempatkan sebagai penjaga garis belakang. Yang juga harus siap kapanpun untuk membatu garis depan jika itu diperlukan.


Meski kedengarannya merepotkan, gadis itu merasa lebih baik karena dengan dirinya yang berada di garis belakang, setidaknya anggota Party ini jarang memperhatikan dirinya secara langsung.


Berbeda jika gadis itu ada di depan atau tengah. Dengan anggota lain mengawasi punggungnya, hal itu mau tidak mau akan membuat rasa takut dan gugup muncul ke permukaan.


. . .


Berangkat memasuki hutan, Party lima orang itu berjalan dengan formasi yang sudah ditentukan.


Disela-sela suasana yang sarat konsentrasi, Elcia memperhatikan setiap orang dari belakang.


Di titik paling depan, Mortred berjalan dengan santai disebelah kiri barisan; membuat suara gesekan pada zirah besi miliknya setiap kali kakinya melangkah. Kepalanya sedikit bergerak menengok keadaan sekitar sesekali, menandakan jika ia cukup waspada.


Franz terlihat memegangi tongkat kayu miliknya dengan kedua tangan, terlihat selalu siap kapanpun dengan jubah hijau miliknya yang menggantung menyelimuti badannya.


Isval melihat jauh setiap saat, melakukan tugasnya dengan baik sebagai pencegah serangan mendadak.


Elcia pun berakhir memandangi punggung Alice, yang berada di kanan barisan. Tidak perlu mengamati, gadis itu tahu Alice sedang melakukan apa yang harus dilakukan dengan baik, karena itu memang sifat Alice yang ia kenal. Dan melihatnya, Elcia merasa dirinya menjadi lebih tenang; gadis itu mengambil napas panjang dengan lega.


"Semuanya siaga!" kurang dari lima menit melanjutkan perjalanan, Mortred memberi peringatan pada seluruh anggota Party tanpa terkecuali. "Isval, arah jam satu!"


Sang Archer langsung menarik keluar busur miliknya dan mengisinya dengan anak panah. "Black Bear Level 25!"


Mengetahui level Beast yang menuju kearah mereka, Mortred langsung memasang wajah tegang. "Geh. Siaga penuh!"


Tidak satupun dari dirinya, Isval maupun Franz yang telah mencapai Level 20. Masalahnya, perbedaan beberapa level sudah cukup merugikan untuk pemain. Beruntung, tidak ada yang mengetahui Level Alice dan Elcia yang bahkan belum mencapai Level 10.


Dan dalam situasi itu, Franz pun memulai tugasnya sebagai Support. "Calm Aura."


[Calm Aura diaktifkan!]


[Akurasi dan konsentrasi meningkat!]


"Isval, lakukan!" teriak Mortred.


"On it! Steady Aim, Quick Fire."


[Steady Aim diaktifkan!]


[Akurasi meningkat!]


Syuut! Syuut! Syuut! Syuut!


Empat tembakan berurutan melesat dengan cepat menuju Black Bear. Untuk Archer sepertinya, bukanlah hal sulit untuk mengenai target sebesar itu. Namun, tantangan sebenarnya ada pada apa yang diincarnya; mata.


[Fatal Damage!]

__ADS_1


[Partial Blind!]


"Bingo." celetuk Isval dengan senyum tipis.


—GRAAAAAAAA. . !


Beast itu langsung meraung kesakitan. Memanfaatkan realitas Terris, Isval membuat Beast itu kesulitan untuk melihat dengan membuat salah satu mata makhluk itu buta. Namun dengan perbedaan Level yang cukup jauh, raungan beruang itu cukup untuk memberikan sebuah debuff kepada seluruh anggota Party.


[Debuff : Fear]


[Kamu tenggelam dalam ketakutan! Kecepatan gerak menurun!]


Dan dengan penuh amarah, makhluk itu langsung menuju kearah mereka.


Namun, seolah sudah menunggu saat-saat seperti ini Franz dengan mudah menjalankan langkah selanjutnya. "Brave Aura."


[Brave Aura diaktifkan!]


[Kekuatan serangan meningkat!]


[Kamu terbebas dari rasa takut!]


Mortred pun bergerak menghadapi beruang yang berlari kearah mereka dan mengangkat Claymore ditangannya. "Alice, Elcia, tolong Assist!"


Mendengar itu, Elcia yang sejak awal memasuki mode serius mengeluarkan kombinasi kartu as yang dimilikinya tanpa pikir panjang.


"Magic Amplification, Arcane Flux, Magic Barage."


Memanfaatkan kombinasi buff yang bertumpuk, terlebih dengan Brave Aura milik Franz yang masih terpasang. Elcia berniat menunjukkan definisi dari menjadi sebuah 'meriam'.


Dan berkat kegilaan gadis itu yang terus menerus menggunakan Skill-Skill itu di Combat Training Field, Mastery miliknya meningkat dengan sangat pesat.


[Magic Amplification : +20% Magical Power!]


[Arcane Flux : 150% Mana Cost!]


Enam bola sihir berwarna putih muncul satu demi satu kurang dari setengah detik, dan langsung meluncur menuju Black Bear itu. Dengan Beast yang berlari lurus kearah mereka, Elcia tidak perlu repot untuk membidik terlebih dulu. Persis mengenai Beast itu tanpa meleset.


—Dar! Dar! Dar! Dar! Dar! Dar!


Dan berkat rentetan serangan itu, momentum Black Bear terganggu dan membuat gerakannya melambat. Memberikan kesempatan bagi kedua Frontliner untuk mengambil giliran.


Tapi yang pertama bergerak dari keduanya adalah Alice, yang menerjang bersama Long Sword miliknya tanpa rasa takut.


"Oi! Jangan nekat!" teriak Mortred panik. Namun, sosok lain tiba-tiba melewatinya dengan rambut putih peraknya yang berkibar. "Wha— Elcia!"


Mortred yang masih berada ditempatnya pun berpikir jika semuanya sudah berantakan. Lalu, karena kedua gadis yang menerjang beruang itu masih baru sebagai anggota Party, Mortred memiliki rasa ragu untuk maju mengikuti mereka. Memilih untuk menahan gerakannya dan mengamati untuk sementara.


"Apa mereka akan baik-baik saja?" tanya Franz dengan canggung.


"Huuh. . , aku akan maju kalau sudah bahaya. Untuk sekarang, aku ingin melihat seberapa baik mereka bermain."


". . . Baiklah."


"Isval, bantu mereka." kata Mortred —ia berpikir jika hanya Isval yang bisa memberikan assist tanpa mengganggu pergerakan kedua gadis itu.


Namun setelah beberapa saat tanpa jawaban, Mortred pun menoleh kebelakang. Hanya untuk melihat sang Archer terdiam dengan mulut menganga. "Isval. . ?"


· · ·


Disisi lain, Black Bear yang melihat Alice berlari kearahnya langsung mengangkat kaki depannya dan mengirimkan cakar-cakar tajam untuk mencincang gadis itu.


Namun, Alice memiliki kecepatan reaksi yang sama dengan Elcia. Gadis itu dengan mudah bergerak menghindari serangan yang datang. Kemudian dengan celah yang tercipta, Alice memberikan sebuah serangan All-Out.

__ADS_1


"Magic Amplification, Magic Blade, Phantasmal Slash!"


Sama seperti Elcia, Alice pun menggunakan kombinasi terbaiknya sejak awal. Sejak keduanya mengetahui jika serangan mereka akan mendarat tepat sasaran. Dan dengan itu, ia tanpa ragu mengayunkan Long Sword miliknya.


[Magic Amplification : +15% Magical Power!]


[Magic Blade : Weapon Buff!]


[Weapon Buff Attack Up : 40% Kekuatan Serangan Magis!]


—Slash! Slash! Slash!


GRAAAAA! !


Beruang itu kembali meraung kesakitan dan dengan moncong yang terbuka lebar, makhluk itu balik menyerang Alice menggunakan gigi-giginya yang mampu ******* tulang seseorang semudah mengunyah permen.


Namun pada detik yang sama, Elcia sudah berada disebelah kiri Beast itu dan langsung membantingkan perisai tepat pada kepalanya. "Bash!"


[Stun!]


Tak berhenti disitu, Elcia segera mengangkat Rapier ditangannya dengan gerakan halus.


"Magic Blade, Phantasmal Trust."


[Magic Blade : Weapon Buff!]


[Weapon Buff Attack Up : 50% Kekuatan Serangan Magis!]


—Jleb!


[Physical Pierce!]


[Magical Pierce!]


[Critical Hit!]


Aggro Black Bear pun kembali berpindah pada Elcia. Namun, gadis itu menghindari serangan yang datang, dan bergerak menuju Alice. Dan pada titik dimana keduanya bertukar peran, Alice maju menghadapi serangan Black Bear itu secara langsung. Menggunakan Skill pertahanan miliknya saat itu juga dan dengan sigap melakukan interupsi.


"Phantasmal Counter!"


Dang!


—Slash!


Long Sword ditangannya menggemakan suara nyaring setelah berhasil menghadapi cakar-cakar itu. Dan bersamaan dengan itu, sebuah garis biru menyerang balik; ciri khas yang menandakan Nave Sword Technique. Yang kemudian disusul oleh serangan andalan milik gadis itu.


"Phantasmal Slash!"


—Slash! Slash Slash!


Disaat yang sama dibelakang punggung Alice, Elcia berputar dan melakukan serangan Follow Up menggunakan Magic Skill miliknya tanpa sedikitpun kesalahan.


"Magic Arrow. Magic Missile."


Syuu. . !


Dar!


Dengan pikiran yang saling mengerti satu sama lain, keduanya melakukan kombinasi Duo yang sempurna. Membuat beruang itu hanya bisa meraung kesakitan tanpa bisa melakukan perlawanan berarti. Dan melihat beruang itu masih meninggalkan beberapa celah yang terlihat, Alice melanjutkan serangan tanpa memberi ampun.


Dan detik selanjutnya, tubuh besar beruang itu roboh menghantam tanah, meninggalkan Alice yang memperlihatkan wajah bodoh.


[Level meningkat!]

__ADS_1


"Eh. . ."


__ADS_2