VRMMO | Terris Story : Someone "Them"

VRMMO | Terris Story : Someone "Them"
06:A.Equipment, Importance


__ADS_3

Masuk kedalam, keduanya disambut dengan interior kayu coklat yang terlihat indah, diwarnai cahaya redup dari kotak lampu yang ada disetiap mejanya. Tempat ini ramai orang-orang dengan berbagai penampilan, bahkan zirah dan senjata juga dijumpai disini.


"Hoo. . ." Alice mengangkat alisnya, dibuat kagum.


Elcia sendiri cukup sering mengunjungi restoran yang bisa dibilang adalah kelas atas, namun entah rasanya gadis itu selalu terlihat suram dan datar. Itu selalu terjadi, kecuali ia sedang bersama adiknya atau juga Lia.


Saat ini, perasaannya bisa dikatakan berbeda. Mengejutkan untuknya, Elcia terdiam beberapa saat didepan pintu masuk.


"Ayo, jangan berdiri disini!" tarik Alice memasuki tempat ini lebih dalam.


"Uuh?"


Tanpa Elcia sadari, banyak orang segera membicarakan keduanya. Orang-orang Terrian terutama, sebuah gosip tentang gadis berambut putih perak yang mengalahkan Bill si Demon Trainer. Tentang seorang Novice Swashbuckler yang cukup menarik perhatian. Atau tentang sepasang malaikat manis. . .


Alice yang peka akan sekitar tentu sadar dengan itu.


Ini. . . memalukan. . . katanya dalam hati, berjalan sedikit lebih cepat mencari tempat kosong.


"Muu. . , Alice pelankan, tolong." pinta Elcia, sedikit kesusahan karena ditarik.


Menemukan salah satu meja dalam keadaan kosong, keduanya pun duduk bersebelahan dan menunggu dihampiri pelayan.


"Jadi. . , pesan apa?" tanya Elcia. Bukan kebohongan jika ia buruk dalam memutuskan pilihan. Dan Elcia tidak ingin menghabiskan waktu sampai karakternya mati lebih dulu. Memilih untuk melemparkannya kepada Alice, gadis itu berharap dirinya hanya perlu mengangguk setuju.


"Yah. . ," menahan suaranya, Alice mulai melihat tulisan yang terpampang jelas diatas dinding kayunya, papan menu. Dan gadis itu agaknya terkejut.


Cukup murah? pikirnya.


Keduanya masih buta dengan nilai uang di Terris. Mereka juga belum sempat menggunakan uang yang diberikan diawal permainan. Tapi, melihat rata-rata harganya yang hanya puluhan Rea, Alice terdiam mengingat Bill memberinya satu koin emas  —10.000 Rea.


Pelatih iblis itu ternyata cukup murah hati? Alice pun mulai dibuat bingung dengannya.


"Susu, roti dan sup kentang, mungkin?" kata Alice, memilih. Terdengar sederhana memang, tapi Alice ingin mencobanya karena sering mendapati ketiganya di cerita-cerita fantasi. Lagipula ini pertama kalinya ia merasakan sesuatu sendiri, sekaligus penasaran soal rasa makanan di Terris.


Elcia pun hanya mengangguk setuju dengan itu. Segera memesan setelah seorang pelayan menghampiri keduanya.


Menaruh dagunya di meja, Elcia terlihat seperti anak-anak, melupakan jika tempat ini dipenuhi Halfling berbagai usia.


'Elcia.'


"Ya?" menjawab sambil mengangkat pandangan matanya, Elcia mendapati Alice menatapnya dengan satu mata tertutup.


'Soul Link : Connection, ingat?' tak perlu menjelaskan lebih, Elcia paham dan menggunakan Skill Irregular miliknya yang sepasang dengan Alice.


'Alice?'


'Alpha, masuk.' Alice tersenyum dan menjawab seperti orang militer.


Cukup mudah, keduanya hanya perlu menatap dan berbicara menggunakan pikiran. Skill ini bisa dikatakan berguna untuk membicarakan sesuatu yang cukup rahasia tanpa perlu takut bocor.


'Jadi kenapa, Alice?' tanya Elcia, penasaran dengan alasan Alice yang menggunakan Skill ini tiba-tiba.


'Nggak ada apa-apa. Untuk Mastery mungkin?'


"Muh. . ." Elcia langsung menjatuhkan ekspresinya mendengar jawaban Alice.


'Wajahmu tegang, tahu? Kamu harus biasa didekat banyak orang mulai sekarang.' jelasnya kemudian.


Alice tahu ini sejak awal. Elcia masih sangat kaku saat ada ditempat yang agaknya, ramai. Karena itu, ia sengaja membuat Elcia sedikit lemas dengan candaan. Akan buruk jika gadis itu tidak mulai berubah sekarang. Gadis itu perlu mengatasi traumanya.


Tegang, ya. . ? pikir Elcia, kembali menurunkan pandangannya. Ia mau tidak mau mengingat masa lalunya. Dan tanpa sadar, tubuh kecilnya mulai gemetar.


Alice tidak membiarkan gadis itu tenggelam dalam ketakutan, menggenggam sebelah tangannya. 'Aku disini, tenanglah.'


'. . . Maaf.' kata Elcia, tertunduk.


Pesanan mereka datang dengan cepat. Sup kentang yang masih mengeluarkan uap, aroma gandum dari roti dan segelas susu hangat.


'Ini lebih dari yang kuharapkan.' kata Alice, masih menggunakan Skill-nya.


Mulai dari sini, keduanya meniru cara makan yang diperlihatkan didalam cerita fantasi.


Menyobek roti ditangannya menjadi dua, Elcia mendapati teksturnya bisa dikatakan cukup keras. Itu didasarkan pada abad lama dimana ragi masih jarang. Karena itu, sebelum memakannya roti itu pun dicelupkan kedalam sup kentang didekatnya.

__ADS_1


Mencobanya, mata Elcia sedikit melebar. 'Ini. . , enak.'


Roti keras itu tidak begitu buruk setelah dicelupkan. Ya, mungkin kebanyakan orang tidak akan menyukai roti yang seperti ini. Tapi Elcia sedikit berbeda, ia mulai menyukainya!


Alice pun menunjukan wajah cerah dan menikmati semuanya dengan santai. Keduanya pun memutuskan satu hal dalam diam; Menjelajah dan mencoba makanan yang ada di Terris!


'Alice.' panggil Elcia, tetap menikmati makanannya.


'Ya?'


'. . . Skill sebelumnya, itu. . ?'


Elcia teringat rentetan notifikasi Title dan Skill yang didapatkan Alice, sesaat sebelum ia melontarkan pedang milik Bill.


Karena Elcia maupun Alice berbagi panel notifikasi, itu memungkinkan keduanya untuk mengetahui apa yang terjadi disaat yang sama.


'Ah, itu aku juga belum baca. Coba lihat. . .' Alice pun memeriksa panel Status setelah mulutnya kosong. " [Open Status] "


Combatant Status :


The Overcomer | Alice


Level : 0


Health : 95/140


Mana : 60/60


Stamina : 116/151


Hunger : 67%


Thirst : 48%


Strength : 14 (+3)


Agility : 16 (+3)


Dexterity : 11


Vitality : 13 (+1)


Endurance : 20 » 21 (+4)


•— Detail [+]


Skill :


Halfling Walker [Passive] [Race]


Halfling Endurance [Passive] [Race]


Irregular : Soul Link


Sword Mastery [Passive]


Struggle [Passive]


•— Detail [+]


Equipment :


Common Traveler Set (Top)


Common Traveler Set (Bottom)


Common Traveler Bag (Small)


•— Detail [+]


Weight : 0.9/136.0


Title :

__ADS_1


The Overcomer


•— Detail [+]


———


Melihat sekilas, Status Alice bisa dikatakan menakutkan pada levelnya. Namun Alice masih belum bisa tersenyum puas selama Quest miliknya belum berhasil diselesaikan.


Adapun, Title dan Skill yang didapatkan gadis itu;


...[Title Detail]...


The Overcomer


Kamu tidak mudur saat menemui kesulitan. Semakin sulit rintangan menghalang, semakin kuat dirimu menerjang!


• Kemungkinan kecil mengurangi dampak efek negatif yang diterima.


• Skill [Struggle] ditambahkan


...————...


...[Skill Detail]...


Struggle [Passive]


Mastery : Novice Combatant I (2.00%)


Dirimu yang sekarang adalah hasil dari perjuanganmu sendiri. Hadapi semua hal yang ada dengan semangat berjuang!


• Kekuatan dan kecepatan serangan sedikit meningkat seiring turunnya nilai Health/Mana/Stamina


+1 Endurance


+1 Vitality


...————...


Elcia hampir tersedak sup kentang karena membacanya, sedangkan Alice terdiam beberapa saat.


Mengesampingkan Title yang terdengar keren, Struggle secara nyata adalah sesuatu yang mirip dengan kemampuan Berserker dalam kebanyakan game; semakin terdesak, semakin kuat.


Secercah harapan muncul. Dengan Skill itu, Alice mulai yakin dirinya sanggup untuk menyelesaikan Quest.


Namun, meski kekuatannya meningkat saat kondisi kritis, sengaja membuat dirinya sendiri memasuki kondisi kritis bukanlah sebuah opsi. Dalam keadaan dimana karakternya bisa mati, ini terlalu beresiko dan keduanya tahu itu, mereka bukan gadis nekat. Tentu, latihan termasuk sebuah pengecualian —sekalipun Bill terlihat ingin membunuhnya.


'Ngomong-ngomong, senjata hadiah Questmu itu belum juga diambil?' tanya Alice.


'Muu. . , sekalian denganmu.' jawab Elcia, sedikit menghela.


Bill terlalu fokus untuk melatih Alice hingga saat ini, dan kelihatannya masih akan begitu. Karena itu, Elcia enggan menyela keduanya hanya untuk sebuah benda Common-Grade.


'Tunggu. . .' kata Alice, menghentikan sendok didepan mulutnya.


'Um. . .' Elcia pun mengerutkan kening.


. . .


" "Ah. . ." "


Pada saat itu, keduanya menyadari sebuah kebodohan mutlak yang mereka lakukan. Salah satu unsur penting yang memperkuat karakter seseorang, Equipment!


Tanpa memakai perlengkapan, keduanya persis seperti membawa air dengan tangan.


—Hanya mencari sulit.


Tentu saja. Satu-satunya yang mereka miliki saat ini masihlah Common Traveler Set yang tidak memberikan tambahan apapun.


'Bodohnya. . .' kata Alice, menjatuhkan dirinya sendiri.


'. . .'


Dengan begitu, tujuan selanjutnya sudah ditentukan dengan pasti;

__ADS_1


Toko Blacksmith!


__ADS_2