
Berjalan dalam sebuah lorong sempit selama beberapa menit, Alice dan Elcia akhirnya mencapai sebuah ruangan kecil.
Bersandar pada dinding, Alice memasang wajah pucat begitu dirinya keluar dari lorong. "Urgh, Claustrophobia. . ."
Mendengarnya, Elcia pun membentuk senyum nakal. Dan jika sudah seperti itu, Alice akan menjadi korban cepat atau lambat.
"Alice takut santa klaus. . ?"
"Nggak! ! !" teriak Alice sambil menoleh kebelakang.
Dan saat menemukan Elcia yang sedang tertawa kecil, Alice dengan kesal menarik pipi gadis itu seperti marshmellow. "Dasaar yaa, mulai!"
"Mueeehehehe. . ."
. . .
Setelah sedikit main-main, Elcia kembali fokus pada teka-teki terakhir yang harus ia pecahkan dengan wajah cerah.
Dan tidak begitu sulit seperti sebelumnya, Elcia itu hanya perlu mematikan sebuah lilin yang menjadi sumber cahaya satu-satunya ditempat itu.
Lonceng terakhir ada dalam malam.
Dan seperti itu, didalam kegelapan, pendaran cahaya lain terlihat diatas mereka. Dan saat keduanya menengadah, sesuatu yang seharusnya tidak ada disana akhirnya terlihat; sebuah lonceng yang menggantung dengan warna kebiruan, mengeluarkan cahaya redup dari ukiran yang ada padanya.
"Eeh, itu cukup tinggi. . ." kata Alice.
Mengetahui lonceng yang mereka cari berada di atas mereka, mata Elcia segera beralih pada lilin yang telah mati didekatnya.
Dan tanpa memikirkan apapun, tangan gadis itu bergerak melemparkannya keatas sekuat tenaga.
Duk.
—Plak!
Elcia
Health : 209/210 (-1)
"Awa—?!"
Sayangnya lemparan itu meleset dari sasarannya, dan setelah menabrak langit-langit, lilin itu jatuh mengenai wajah Elcia dengan keras.
Alice pun tak bisa menahan tawa melihat apa yang terjadi, dan membiarkan suaranya keluar. "Pffft—! Ahahaha. . ! Itu Headshot! Hahahahaha!"
"Muuu. . ."
Sedikit malu bercampur kesal dan sakit, Elcia menatap lonceng itu dengan wajah cemberut. Dan tanpa mau mencoba-coba lagi, ia mulai bergumam dengan nada dingin.
"Magic Amplification, Arcane Flux. . ."
[Magic Amplification : +30% Magical Power!]
[Arcane Flux : 200% Damage Multipler!]
[Arcane Flux : 200% Mana Cost!]
__ADS_1
Sebuah kombinasi Buff terkuat yang dimiliki Elcia akhirnya keluar. Alice yang mengetahui niat gadis itupun langsung mencoba untuk menghentikannya karena akibatnya akan buruk.
"Oi—!"
Sayang, mulut Elcia bergerak lebih cepat dari Alice. ". . . Magic Barage."
Selesai sudah, dan enam bola putih muncul kembali, melayang disekitar gadis itu sebelum meluncur lurus secara berurutan menuju targetnya.
—Dang-dang-dang-dang-dang-daaaaaangg!!
"Ugh. . !"
"Ack—!"
Dentangan-dentangan nyaring yang tidak enak untuk didengar menggema ditempat itu selama enam kali.
Alice, dan juga Elcia yang menjadi biang keladi dari situasi ini, dibuat menutup telinga karenanya. Namun tanpa menunggu keduanya, simbol-simbol lingkaran yang saling bertumpuk membentuk sebuah tabung dan segera mengurung keduanya. Lalu dalam hitungan detik, semuanya menghilang tanpa meninggalkan apapun selain kesunyian ditempat itu.
. . .
[Hidden Place : Unknown Room]
Di sebuah tempat yang sama sekali asing, Elcia berjongkok sambil menutupi sebelah telinganya dengan perasaan ngilu. "Uuh—"
Namun disamping gadis itu, Alice melihatnya dengan mata merah ruby yang tajam dan wajah bersengut-sengut. Ia kemudian mengangkat kepalan tangan kanannya dengan tinggi, dan. . .
Dug!
Elcia
Health : 190/210 (-19)
"Itu tadi berlebihan, Elcia!" kata Alice dengan nada marah.
Dan sesi khusus penuh omelan dari Alice pun dimulai, tanpa menyadari seorang Halfling terlihat sedang duduk dengan segelas minuman ditangannya dan memandang keduanya sedari tadi.
Menurunkan gelasnya, Halfling itu akhirnya berbicara; menghentikan Alice yang masih terlihat akan melanjutkan omelannya itu hingga tengah malam.
". . . Kutanyakan sekarang, apa yang sudah kalian lakukan sebelumnya?" Bill bertanya dengan suara lelah yang jelas tidak senang. Namun Halfling itu sendiri menunjukan ekspresi seolah tidak ingin tahu diwajahnya.
Meski begitu, Alice tetap menjawab dengan tangan bersedekap. "Elcia memakai Magic Barrage dan menembak lonceng yang terakhir."
Seolah sudah menduganya, Bill menghela napas pendek. "Baik, untung lonceng itu bukan sembarang lonceng. Sekarang kemari dan duduklah."
'Selamat. . .' pikir Elcia dalam hati sambil mengelus dada.
Malang melintang untuk gadis itu, Soul Link aktif tanpa sengaja dan Alice mau tak mau mendengar isi pikirannya.
'Kita masih lanjut setelah ini, kan?' kata Alice dengan senyum menekan.
'. . . hiks.'
Disisi lain, Bill yang cukup tua untuk mengerti senyuman Alice akhirnya bergidik sambil menghela napas iba. 'Kurasa aku tak lagi perlu memberinya hukuman karena menggunakan sihir pada lonceng itu.'
Dan setelah keduanya duduk, Bill mulai berbicara. "Selamat untuk menyelesaikan teka-teki yang kuberikan."
__ADS_1
[Quest : Bill's Secret - II diselesaikan!]
Menyangga dagunya, Alice gilir berkata. "Tapi, untuk apa? Ini terlalu merepotkan kalau untuk sekedar bicara."
"Memang, memang merepotkan." kata Bill dan setelah meminum minuman dari gelas ditangannya, ia kembali melanjutkan. "Hanya jika seperti perkataanmu, gadis perak."
Beranjak dari kursinya, Bill berjalan ke meja yang ada dibelakangnya.
Mengangkat alis, Elcia akhirnya bertanya karena penasaran. ". . . Jadi?"
"Sebuah Trial." jawab Bill tanpa menoleh. Mengambil dua gelas lain, ia menuangkan minuman untuk keduanya sambil terus berbicara. "Kutanyakan padamu, apa yang pertama kali kalian lihat dari semua tulisan yang terpasang di perpustakaan itu?"
". . . Aquilegia. Kebijaksanaan." jawab Elcia.
Kembali dengan dua buah gelas, Bill duduk setelah meletakannya diatas meja. "Aquilegia, benar, kebijaksanaan. Maka sekarang kuteruskan untukmu.
Dari kebijaksanaan, mendampingi kekuatan, menumbuhkan kepandaian, mendatangkan kemakmuran, munculah iri, menciptakan keserakahan, memanggil kehancuran.
Perpustakaan yang dulu, dulu sekali dibuat agar orang-orang menyadari pola yang terus mereka ulang."
Halfling tua itu menghela napas lagi. "Semua itu tidak berguna, kalian lihat. Tempat ini ditinggalkan saat orang-orang dulu menyerah untuk mencegahnya.
Tapi sekarang, aku mengirim kalian sama seperti tradisi yang telah dilakukan orang-orang dulu. Ingatlah apa yang kalian lihat ditempat ini."
Keduanya saling bertukar pandang sesaat, kemudian mengangguk dan melihat Bill yang kini memiliki wajah pahit seolah penuh penyesalan.
Beberapa saat setelah hening, Bill kemudian mengambil benda disamping tempat duduknya dan menaruhnya diatas meja.
Sebuah pedang, Long Sword.
"Ashcorì nama pedang ini. Dan dia akan kuserahkan padamu sekarang, karena aku tak mampu lagi membawanya." kata Bill, sambil menarik sedikit bilah tajam pedang itu dari sarungnya.
Logam hitam kebiruan dari pedang itu mengkilap dibawah cahaya lentera yang menerangi ruangan. Dan disaat yang sama, sebuah panel item tentang Ashcorì pun muncul dihadapan kedua gadis itu.
...[Item Details]...
Unknown — Ashcorì
Status : ???
Type : Melee Weapon, Sword
Durability : ???
???
???
???
...————...
Melihat panel didepannya, Alice dan Elcia mengerutkan dahi bersama-sama karena yang mereka lihat hanyalah nama pedang itu dan tanda tanya; tidak lebih.
"Kau masih belum berhak untuk menggunakan Ashcorì, belum." kata Bill sambil menggeleng. "Pertama, buktikanlah kelayakanmu dan ia akan membantu dengan sendirinya."
__ADS_1
[Quest : Ashcorì Wielder dipicu!]
"Namun sebelum itu, dengarkanlah cerita Halfling tua ini."