VRMMO | Terris Story : Someone "Them"

VRMMO | Terris Story : Someone "Them"
13.EX.[Isval Side] Silver Show


__ADS_3

Aku adalah seorang kapiten—.


. . . Maaf.


Aku adalah seorang dari spesies homo sapiens, pengangguran dengan hobi memanah dan bermain game. Tidak ada yang spesial dariku, hidup dengan urusanku sendiri dan bodo amat soal masalah.


Tapi karena itu, hidup ini membosankan. Well, singkatnya karena gabut, aku bermain game populer yang baru dirilis.


Darimana uang untuk itu?


Oi, privasi.


Tapi tenang, aku bukan orang yang pakai cara illegal.


Dan disinilah, box berisi Terris : Limitless tiba setelah diantar kurir kumis kotak rambut cepak; Hitlah.


Nama yang menarik menurutku pribadi.


Yah kembali pada box ini. Terris : Limitless termasuk tipikal Open World MMORPG pada umumnya. Berburu, menjual Drop Items, membeli Equipment baru, menyelesaikan Quest, petualangan.


Aku cukup familiar dengan genre seperti ini. Dan pondasi pertama yang dibutuhkan pemain adalah, tentunya dan pastinya, leveling!


Pertama, aku butuh senjata. Ya, busur, aku suka memanah jadi busur adalah pilihan terbaik yang kumiliki.


Tanpa membuang waktu aku menjadi seorang Archer dengan ID Isval di dunia ini. Entah apa arti dari nickname random yang kubuat —Bodo amat. Dan kemudian, aku mencari pemain acak yang mau kuajak Party.


Aku seorang Archer, oke? aku butuh seseorang untuk menahan musuh. Dan ini adalah awal bagaimana aku bertemu Mortred dan Franz.


Tanpa kusadari, kami akhirnya saling terikat setelahnya. Dan secara alami selalu bersama dalam Party tanpa nama ini. Well cukup untuk itu.


"Ayo leveling!" teriak Mortred.


Aku tersenyum kecil dan menoleh kedua temanku di Terris. "Gas!"


. . .


Tapi, Party dengan hanya tiga anggota seperti kami memiliki kesulitan untuk berburu. Basmael Forest yang menjadi tempat leveling Desa ras Halfling cukup kejam. Atau mungkin, game ini memang dibuat cukup sulit sejak awal.


Kami beberapa kali mati di hutan itu hanya dengan dua hari server dibuka.


Aku bukan Noob, oke?


Yah, tidak seperti kami punya ambisi untuk menjadi Top Player. Tapi ayolah, kadang semuanya membuat frustasi.


Sampai akhirnya Party ini punya dua anggota baru.


Coba tebak.


Keduanya adalah gadis perak kembar yang selalu menolak ajakan orang lain.


Apa karena aku yang mengajak mereka?


Tidak, tolol, siapa juga yang mau diajak oleh orang sepertiku.


(SFX : Suara menangis terdengar pada tengah malam)


—Itu bukan aku, sungguh.


Tapi melihat kedua gadis itu, rasanya setiap orang berada diposisi dimana semuanya merasa tidak pantas. Sungguh, jika mereka adalah malaikat, aku yakin banyak yang akan percaya.


Yah, lupakan itu.


Keduanya memiliki karakter yang hampir identik. Aku cukup sulit untuk membedakan keduanya. Satu-satunya cara untuk itu hanyalah dengan memandang warna mata mereka yang berbeda. Tapi sungguh, memandang keduanya mata ke mata itu terlalu sulit. . .


Yah singkatnya, pemain dengan mata merah ruby yang berbicara padaku memakai ID Alice. Gadis itu punya sifat yang cukup pedas; tipikal orang yang berbicara tanpa menahan-nahan.


Kurasa dengan adanya gadis itu, obrolan Party ini akan berubah jadi lebih menyenangkan. Aku menantikan itu.

__ADS_1


Dan kemudian, pemain kembar dibelakangnya. Elcia, kalau kuingat? Impresi yang kudapatkan darinya adalah orang yang takut terhadap orang asing, seorang pendiam dengan aura yang menolak sekitarnya.


Gadis itu mendapat poin tambahan dariku, kurasa? Maksudku, meski auranya membuat orang lain jaga jarak, sisi manis dari gadis itu sangat pekat tahu?


Rambut putih perak panjang, mata biru langit, wajah tanpa ekspresi dengan tingkah penakut dan karakter ras Halfling yang kecil. . .


Sial, Diabetes—


Kembali pada masalah Party. Dengan adanya kedua gadis itu, Party ini akhirnya menjadi cukup kokoh melihat komposisinya. Dan akhirnya, setelah menyelesaikan hal masing-masing, Party ini memulai perburuan lima orang untuk pertama kalinya.


. . .


Aku merasa hari ini cukup sial untuk langsung menemukan monster level tinggi di awal.


Black Bear Level 25 bukanlah candaan. Pemain Level belasan seperti kami hanya butuh satu atau dua serangan sebelum tewas! Franz yang punya Health paling rendah diantara kami bertiga seratus persen tewas dalam sekali serang. Dan karena itu, kami harus berhati-hati.


Serangan pembuka adalah tugas seorang Archer. Aku menembakkan empat anak panah dalam rentang waktu singkat.


[Fatal Damage!]


[Partial Blind!]


Aku menyunggingkan bibir melihat anak panah yang kulepaskan berhasil mengenai mata beruang itu. "Bingo."


Dengan begitu, semuanya lebih mudah.


Well, Mortred kelihatannya juga berniat melawannya dengan bantuan kedua anggota baru kami.


Dan begitulah, aku dibuat mematung oleh tindakan kedua gadis perak yang menjadi anggota baru Party ini.


Pertama gadis pendiam itu, Elcia. Setelah Mortred meneriakan perintahnya, gadis itu menyerang Black Bear tanpa menahan-nahan.


Well, Sword Mage punya Magic Skill jadi itu bukanlah sesuatu yang aneh.


Tapi;


Black Bear


Health : 1394/1750 (-103)


Health : 1288/1750 (-106)


Health : 1180/1750 (-108)


Health : 1076/1750 (-104)


Health : 965/1750 (-111)


—Analyze. Skill yang kudapatkan di perpustakaan setelah diberitahu oleh seorang Beta Tester kenalanku. Dengan Skill ini, pemain bisa melihat informasi dasar seperti Level dan Health target.


Sekarang masalahnya.


Aku dibuat mematung melihat kerusakan Absurb didepan mataku. Tidak, tunggu, berapa tinggi Level gadis itu sebenarnya?


Disaat yang sama, Alice bergerak maju menyambut beruang itu secara frontal.


Oi! Sekalipun beruang itu buta sebelah, itu masih bahaya!


Diluar perkiraanku, langkah gadis itu lincah dan dengan mudah menghindari serangan pertama beruang itu. Bukan. Meski Potentia dan Skill bawaan Halfling membuat pemain memiliki Movement Speed yang cukup tinggi, gerakan gadis itu lebih ke kemampuan reaksi yang sangat baik.


Dan setelah mendapatkan celah, Long Sword yang gadis itu genggam ditangannya langsung bergerak.


858/1750 (-107)


831/1750 (-27)


804/1750 (-27)

__ADS_1


Itu tinggi, bahkan sedikit lebih tinggi daripada Mortred. Bagaimanapun, aku akhirnya memandang keduanya dengan penasaran.


Hingga sekelebat warna putih perak berlari melewatiku yang masih terbengong seperti orang idiot.


Elcia maju ke garis depan meninggalkan garis belakang padaku sepenuhnya. Well, bukan masalah karena aku memang untuk berada di garis belakang.


Melanjutkan ke pertarungan itu, Black Bear membuka mulutnya dan mengarahkannya pada Alice.


Namun, Elcia sudah sampai dan memakai Skill kontrol yang menginterupsi serangan Beast itu dengan [Stun]. Dan Rapier miliknya segera mengambil giliran, berkilat dengan selubung warna biru dan memberi serangan tusukan yang menembus kulit beruang itu.


770/1750 (-34)


[Stun!]


—Jleb!


510/1750 (-260)


Raungan kesakitan terdengar begitu saja dan menusuk telingaku. Aku merasa bersimpati pada beruang itu, karena aku bisa melihat seberapa besar Damage yang disebabkan oleh tusukan Rapiernya.


Ah, Aggro Beast itu berpindah!


Tapi kekhawatiranku sepertinya tidak akan pernah diperlukan. Elcia menghindar dan membawa makhluk itu pada Alice, yang segera berganti menangkis serangan beruang itu tanpa kesulitan.


440/1750 (-70)


419/1750 (-21)


Melihat apa yang terjadi, aku yakin itu semacam Skill tipe Counter, yang kemudian diikuti serangan lain sebagai pengikut.


311/1750 (-108)


285/1750 (-26)


259/1750 (-26)


Elcia yang mendapat titik aman dibelakang Alice pun berbalik melepaskan Magic Skill miliknya tanpa jeda.


149/1750 (-110)


33/1750 (-116)


0/1750 (-95)


Semuanya selesai saat Alice memberikan serangan Last Hit yang menghapus Health terakhir dari Beast itu.


Melihat semuanya, rasa penasaranku tumbuh dan akhirnya memilih untuk mengintip sedikit kedua gadis itu dengan mengarahkan Analyze. Meski kurang sopan, tapi kalau tidak ada yang tahu tak akan ada masalah, kan?


Bipolar Order | Elcia


Level 10


Health : 200/200


The Overcomer | Alice


Level 8


Health : 320/320


[Isval Is Not Responding]


[Restarting. . .]


[Loading. . .]


"H-ha-hah?"

__ADS_1


Hasil yang kudapatkan jauh dari bayanganku.


__ADS_2