
[Code : Irregular terdeteksi]
[Melakukan inisiasi otoritas khusus Dual Dive]
[Selamat Datang, Amaryllis Illian Linnea]
[Selamat Datang, Amaryllis Illian Alice]
Linnea terdiam seketika dalam kebingungan saat mendapati hal yang tak terduga didepannya. Tanda tanya pun segera muncul memenuhi pikiran gadis itu, mencari jawaban tentang apa yang sedang terjadi saat ini.
Namun, Linnea langsung memiliki sebuah hal yang harus terlebih dulu dipastikan olehnya saat melihat notifikasi yang muncul; karena sambutan itu bukan hanya tertuju padanya seorang. Dan itu menciptakan sebuah kemungkinan yang ingin dipastikannya sendiri.
". . . Alice?" panggilnya dengan penuh antisipasi.
"Ya. . ?"
Mendapatkan sebuah jawaban, Linnea akhirnya mengambil napas lega, dan bersamaan dengan itu rasa takut yang sempat muncul didalam hatinya pun menghilang sepenuhnya.
. . . Namun sedikit terlambat setelahnya, Linnea justru dibuat menahan napas dengan mata yang terbuka lebar.
". . . Eh?"
"Hah. . ?"
Selama beberapa waktu, kedua sosok yang sepenuhnya identik itu saling memandang diam layaknya sebuah cermin.
Bukan. . , bukan itu masalahnya. . .
"Ali. . , ce. . ?" Linnea memanggil nama itu dengan suara gemetar, sementara matanya menunjukan ketidakpercayaan terhadap apa yang tengah dilihatnya saat ini.
Sementara itu, sosok gadis dihadapannya pun menunjukan ekspresi yang sama terkejutnya. "I-ini. . ."
Dalam keadaan yang terlihat kebingungan, sosok itu menatap kedua tangannya sendiri, menggerakkannya beberapa kali sebelum kembali beralih menatap Linnea.
"Aku. . . ini, aku. . , Alice. . ?"
Dan seketika itu juga, Linnea melompat, memeluk erat sosok Alice dihadapannya. Seolah takut jika ini hanya mimpi yang akan hilang saat dirinya terbangun, Linnea memanggilnya berkali-kali. "—Alice. . , Alice, Alice!"
Mendapatkan sebuah pelukan erat dari Linnea, Alice sedikit melebarkan matanya karena terkejut. Namun, Alice sendiri tidak menolak pelukan itu dan membalas dengan pelukan hangat, serta menepuk-nepuk punggung gadis itu.
"Alice. . ."
Alice pun tersenyum, dan berkata dengan nada lembut. "Heeh~ jangan cengeng. . . Alice disini, aku disini sekarang."
. . .
Butuh beberapa waktu agar Linnea melepas pelukannya. Meski dirinya merasa enggan, Linnea mengerti jika ia tidak bisa terus memeluk Alice sepanjang hari.
"Sudah-sudah. . . Dasar. . , kurasa kita harus berterima kasih pada seseorang, ya?" kata Alice.
"Um, tentu. . !" Linnea mengangguk setuju dengan wajah yang tersenyum cerah.
Kenyataannya, keduanya tidak pernah menyangka hal ini akan terjadi. Ini adalah sebuah kejutan, yang bagi Linnea adalah kejutan terbaik sepanjang hidupnya. Sebab itu, untuk pertama kalinya, ia tidak bisa berhenti memasang senyum bahagia diwajahnya.
Dan Linnea pun mengetahui jika Dokter Lia lah orang yang harus ia beri terima kasih, karena tanpanya, apa yang terjadi hari ini mungkin hanya sebatas mimpi.
"Nah, sekarang ayo, kita nggak mungkin cuma disini terus, kan?" kata Alice mengajak.
Linnea pun mengangguk dengan penuh semangat. "Um!"
. . . Menang, awalnya ia ragu untuk memasuki Terris.
Tapi sekarang, selama Alice berada disisinya, Linnea merasa jika semuanya akan baik-baik saja. Dan dengan senyum yang masih terpasang diwajahnya, gadis itu akhirnya memanggil interface Virtual Room dari Terris : Limitless.
"Menu." dan berlanjut ke opsi selanjutnya tanpa menunda-nunda. "Character Creation."
Beralih dari situ, keduanya masuk ke tahap awal pembuatan karakter Terris sekaligus bagian yang sangat krusial untuk para pemain; Race Selection, atau pemilihan ras.
[Silahkan pilih ras yang anda inginkan]
Suara merdu akhirnya kembali terdengar diikuti sebuah notifikasi sistem, yang segera mempersilahkan keduanya untuk memilih ras. Bersamaan dengan itu, ras-ras yang sering ada dalam cerita fantasi muncul dihadapannya, yang ditampilkan dalam versi laki-laki dan perempuan, dan berdiri saling memunggungi satu sama lain.
Sayangnya meski telah dipersilahkan, Linnea justru kesulitan menentukan pilihan. Sebab kenyataannya, ada puluhan ras yang bisa dipilih oleh seorang pemain!
Terlebih. . !
Mengingat sistem Potentia yang ada di Terris, setiap ras memiliki karakteristik pertumbuhan parameter yang unik dan berbeda-beda. Maka dari itu setiap pemain harus cukup berhati-hati untuk memilih ras yang akan mereka gunakan. Sebab jika tidak, pemain mungkin akan menemukan kesulitan untuk memainkan karakternya; karena gaya bermain yang tidak sesuai dengan karakteristik ras yang mereka pilih.
Linnea pun kembali ke ekspresi wajah datarnya tanpa ia sadari, merasa kesulitan untuk memilih. "Ini. . . banyak. . ."
Alice pun memperlihatkan giginya, sedikit menyeringai. "Heh, lebih bervariasi dari yang kukira."
. . . Human, Elf, Dwarf, Beastman, Troll, Demon. . ,
Menggeser satu demi satu ras yang tersedia dari dalam daftar, keduanya mulai melihat-lihat; sampai perhatian Alice terkunci pada tampilan ras yang muncul kali ini.
"Oh? Coba lihat, Faerie. . !" katanya dengan nada tertarik.
"Faerie. . ."
__ADS_1
Dihadapan mereka, sepasang sosok tampil dengan sedikit melayang. Dan di punggung sosok itu sendiri, sepasang sayap nan elok terlihat jelas mengepak dengan anggun.
Faerie, singkatnya Fae atau mungkin lebih dikenal sebagai Fairy.
Linnea sedikit mengangkat alisnya. Bagaimanapun, ras Faerie memiliki daya tarik tersendiri dibandingkan ras lainnya. Dan lebih dari itu, Linnea ingin mencoba bagaimana rasanya terbang. Keduanya pun segera mengecek detail dari ras tersebut.
「Faerie」
Ras kuno yang selalu dekat dengan alam dan disukai oleh sebagian besar makhluk.
[Race Potentia]
Strength : 0.5
Agility : 1.4
Dexterity : 1
Intelligence : 1.9
Vitality : 0.5
Endurance : 0.7
Membaca isinya, Alice pun berkomentar. "Jadi ini yang dimaksud Potentia. . . Parameter Intelligence-nya lumayan tinggi, tapi fisiknya berada dibawah, ya? Ciri Faerie sekali. . ."
"10 Potentia Point. . . berarti. . . 2.9 pertumbuhan Intelligence?" gumam Linnea.
Namun meski hanya bergumam, Alice yang mendengarnya jelas tidak membiarkan gadis itu melakukannya. "Tunggu dulu, oi! Menaruh semuanya ke Intelligence itu agak—"
. . . Sayangnya, sekali saja ia tenggelam dalam pikirannya sendiri, Linnea bisa dengan mudah mengabaikan keadaan disekitarnya; sampai ke titik dimana sekalipun bencana alam sedang berlangsung, ia akan menjadi satu-satunya orang yang masih bisa duduk dan meminum kopi instan-nya dengan tenang seolah tidak ada apa-apa.
Dan itu sama persis seperti saat ini, sampai-sampai Alice sendiri tidak mampu untuk menariknya keluar.
"Sebentar. . ."
"Oi. . ."
Mengabaikan Alice tanpa sadar, Linnea beralih pada kemampuan dari Skill bawaan yang dimiliki ras Faerie;
「Nature Being」 [Passive] [Race]
Eksistensimu adalah perwujudan alam itu sendiri.
• Elemental Damage yang ditimbulkan oleh diri sendiri meningkat sebanyak 4%.
• Pendapatan Mastery Point dari kemampuan yang terkait dengan Element tertentu meningkat sebanyak 10%.
...————...
Darah mistik milik para peri mengalir didalam nadimu.
• Pertumbuhan kapasitas Mana berdasarkan parameter Intelligence meningkat sebesar 15%
• Konsumsi Mana dalam penggunaan Magic Skill berkurang sebesar 3%
"Ini, cukup bagus. . ." gumamnya, mengangguk-angguk.
Ras Faerie kenyataannya sangat cocok dengan keinginannya untuk menciptakan karakter Glass Cannon. Dengan fokus parameter yang jelas, ras ini mampu menimbulkan kerusakan yang mengerikan dalam sekali serangan.
Dan juga, Faerie mudah untuk mencuri start dengan dukungan dari kemampuan pasif untuk mempercepat pertumbuhan Skill elemental yang mereka miliki.
Melihat semuanya secara keseluruhan, ras ini bisa dijelaskan dengan satu kata.
Menakutkan!
. . . Namun, Linnea tidak terburu-buru untuk memilih ras Faerie, meskipun sebenarnya ingin. Lagipula, mereka memiliki banyak waktu untuk melihat-lihat.
Beralih, Linnea pun mulai menemukan ras-ras yang menurutnya, dan menurut Alice sendiri, menarik.
Salah satunya adalah ras para penjaga dan pemelihara hutan. Mereka yang hidup berdampingan dengan tumbuhan serta binatang.
Keduanya pun mau tidak mau membayangkan sebuah scene dari film fantasi;
Akar-akar menjalar dengan liar, duri-duri meliuk mengikat, makhluk-makhluk bergerak atas perintahnya. Dan sosok itu adalah seorang perempuan, yang dikenal sebagai. . . Dryad
—Sebagai tambahan; Dryad adalah dan selalu dalam wujud seorang perempuan. Maka dari itu, dihadapan keduanya tidak ada tampilan versi laki-laki seperti ras-ras sebelumnya.
Dalam game, ikatan akar dan duri bisa dikatakan sebagai Skill tipe kontrol yang menghambat atau mengendalikan mobilitas lawan. Karenanya, Dryad bisa dikatakan sebagai ras yang cukup merepotkan untuk menjadi musuh. Belum termasuk kemampuan mereks untuk mengendalikan binatang yang bisa membuat siapapun kewalahan dalam hal jumlah.
Memikirkan itu, Keduannya dengan mudah mendapatkan gambaran tentang ras dihadapannya.
"Hoh, itu ras yang kuat." kata Alice.
Linnea pun berpikir sama, tanpa perlu berkata lebih.
Namun membayangkannya, ia maupun Alice bisa mengetahui jika pemain yang memilih ras Dryad akan membutuhkan kontrol karakter yang benar-benar baik agar bisa bermain secara maksimal.
Meski hal ini tidak begitu sulit baginya yang memiliki kemampuan diatas orang rata-rata, Linnea merasa jika cara bermain Dryad terlalu merepotkan serta berbelit, yang dengan mudah membuatnya mengurungkan niat untuk memilih ras ini. Daripada harus memperhatikan hal-hal rumit, ia lebih memilih untuk memainkan sesuatu yang simpel.
__ADS_1
"Coba, yang lain. . ." gumamnya.
. . .
Terbenam dalam membaca setiap ras satu-persatu, keduanya terlambat menyadari waktu telah berlalu cukup lama. Dan Linnea masih belum menentukan ras yang akan dimainkan olehnya.
Dengan putus asa, ia akhirnya menggunakan cara yang dilakukan oleh orang bingung. Random Selection, fitur pengambilan ras secara acak yang ditambahkan oleh Sekai Shard untuk orang yang mencari tantangan.
". . . Randomize. . ,"
Namun, Linnea mendadak berhenti dan mulai merasa ragu karena mendapati sebuah perasaan aneh yang mengganjal didalam hatinya.
Mengerutkan kening, gadis itupun bertanya-tanya pada dirinya sendiri selama beberapa saat, sebelum akhirnya mengabaikannya dan memulai pengacakan ras.
". . . Draw."
[Ras Diacak!]
Daftar ras pun menghilang dari matanya, berubah menjadi huruf-huruf yang bergerak cepat; sampai pada satu titik berhenti.
[Ras dipilih : Halfling]
Membaca tulisan itu, Linnea mengulanginya sambil menebak-nebak ras yang ia dapatkan. "Halfling. . . Halfling? Jangan-jangan. . ."
Tapi karena itulah, mata gadis itu melebar dengan perasaan tidak nyaman dihatinya, dan segera melanjutkan untuk membaca deskripsi dari ras Halfling.
「Halfling」
Sebuah adalah bangsa yang tekun. Mereka tidak berbeda dari manusia, namun separuh tumbuh dan hanya sedikit lebih tinggi daripada bangsa Dwarf.
Membaca deskripsi singkat dihadapannya, Linnea langsung membeku dengan bibir berkedut, sebab apa yang ditakutkannya adalah kenyataan; ia mendapatkan ras yang ditakdirkan untuk menjadi pendek.
'. . . Game ini, bercanda, kan?'
Dan karena itu, Linnea mendapati memanas kepalanya memanas, sebelum akhirnya meledak seperti Fat Man dan Little Boy.
. . . Tubuhnya memang terlambat tumbuh, tapi ini keterlaluan, ya. . !
Linnea pun langsung mendekati model Halfling itu dengan niat membuktikan jika dirinya masih lebih tinggi.
Tapi malangnya, Linnea masih perlu sedikit melirik keatas untuk memandang mata dari tampilan ras Halfling dihadapannya; yang dengan jelas menunjukkan jika dirinya bahkan lebih pendek dari ras itu.
—Sementara disebelahnya, Alice hanya bisa tertawa melihat kelakuan Linnea. Sebelum akhirnya harus kerepotan memadamkan emosi gadis itu yang semakin menjadi-jadi.
. . .
Beberapa waktu setelahnya, Linnea hanya mampu menghela napas pasrah dan menerima nasibnya yang buruk karena ia tidak bisa lagi berganti ras. Ia pun beralih melihat Potentia dari ras yang akan ia mainkan itu.
[Race Potentia]
Strength : 0.7
Agility : 1.4
Dexterity : 1.0
Intelligence : 1.0
Vitality : 0.8
Endurance : 1.1
"Muuh, Agility Type. . ." keluhnya tanpa semangat. Ia akhirnya mulai menyesali pilihannya untuk menggunakan fitur Random Draw.
Alasannya bukan karena tipe Agility itu buruk, tapi ia sendiri lebih menyukai diam ditempat daripada harus berlari kesana-kemari —yang sangat bertolak belakang dengan prinsip karakter yang fokus pada Agility.
Menurutnya, cara bermain seperti itu sangatlah melelahkan. Namun seolah tidak membiarkan gadis itu bermain sesuai kehendaknya, Skill ras yang ia bawa pun kenyataannya mendukung mobilitas gerak.
「Halfling Walker」 [Passive] [Race]
Langkahmu yang ringan dan sulit untuk dilacak adalah kelebihan yang membuat rasmu bebas bergerak.
• Kecepatan gerak meningkat sebanyak 5%.
• Kemungkinan menarik Aggro permusuhan turun.
• Hawa kehadiran menipis.
...————...
「Halfling Endurance」 [Passive] [Race]
Hati seorang Halfling sangatlah tegar! Dirimu mampu bertahan disegala kondisi!
• Resistensi terhadap kondisi lingkungan meningkat sebanyak 7%.
• Resistensi terhadap status kontrol meningkat sebanyak 4%.
• Stamina dasar meningkat sebanyak 10%
__ADS_1
". . . . . Log—"
[Logout tidak memungkinkan]