
Aku membuka mataku untuk mendapati diriku berada di sebuah ruangan serba putih.
—Sebuah Virtual Room, tempat buatan, dunia tiruan yang berada dalam batas antara nyata dan tidak.
Tapi kenyataan atau bukan, aku sudah menemukan duniaku sendiri; dimana aku bisa bebas. Dan ditempat itu, aku tidak perlu mengkhawatirkan apa yang kumiliki di dunia luar.
'Um.' aku mengangguk pada diriku sendiri. Maka dari itu, aku melihat Alice dan tersenyum. "Ayo."
"Cukup semangat hari ini, kan?" kata Alice, memandangku sambil tertawa kecil.
"Um!"
...———...
[Terhubung ke Server]
[Lokasi : Desa Nave, Combat Training Field]
Saat selanjutnya, pemandangan Combat Training Field yang cukup dikenal berada didepan mataku; bersama aroma rumput yang segar.
Dan entah kenapa, hanya dengan ini mood yang kumiliki seolah mendapat dorongan yang cukup kuat. Aku pun sudah tersenyum tanpa mengetahuinya.
'Um. Aku, kembali!' kataku dalam hati dengan penuh semangat.
Tapi sebelum melanjutkan apa yang ingin kulakukan, pertama mari lihat apa yang sudah dilakukan Alice terakhir kali.
...Combatant Status :...
The Overcomer | Alice
Level : 11 (27.90%)
Health : 390/390
Mana : 171/171
Stamina : 289/289
Hunger : 63%
Thirst : 49%
Strength : 25 (+11)
Agility : 32 (+7)
Dexterity : 22 (+4)
Intelligence : 21(+7)
Vitality : 26 (+13)
Endurance : 41 (+20)
Faith : 2
•— Detail [+]
Skill :
Halfling Walker [Passive] [Race]
Halfling Endurance [Passive] [Race]
Magic Control [Passive] [I - III]
Noble Heart [Passive] [II - I]
Sword Mastery [Passive] [II - I]
Magic Amplification [Active] [I - IV]
Magic Blade [Active] [I - IV]
Mana Absorbtion [Active] [I - V]
Nave Sword Technique [Skill Set] [I - V]
•— Phantasmal : Slash [Active] [I - V]
•— Phantasmal : Counter [Active] [I - V]
•— Phantasmal : Crescent [Active] [I -I]
•— [Locked]
Irregular : Soul Link
•— Assimilation [I - I]
•— Connection [I - II]
•— Detail [+]
Equipment :
__ADS_1
Common Traveler Set (Top)
Common Traveler Set (Bottom)
Common Traveler Bag (Small)
Common Leather Bracers
Uncommon Iron Chainmail
Uncommon Iron Long Sword
Uncommon Leather Gloves
Uncommon Leather Shoes
•— Detail [+]
Title :
The Overcomer
One Who Protect The Other
Sky Goddess Believer?
Tricky Little Demon
•— Detail [+]
...————...
Dan tak perlu berpikir untuk itu, parameter Alice masihlah Broken seperti sediakala, yang membuatku memandangi panel itu dengan wajah rumit.
Tapi kemudian, mataku dengan mudah menemukan sebuah parameter baru ditambahkan pada panel status.
'Faith?' pikirku dengan alis terangkat, sebelum mengetuk detail dari parameter itu.
...[Parameter Details]...
Faith
Bukti bahwa dirimu memiliki kepercayaan.
• Parameter ini tidak memiliki konsep Potentia.
...————...
Dan seperti yang kuperkirakan, Faith adalah parameter 'kepercayaan' yang berhubungan dengan Deity*. Yang kuketahui, parameter ini biasanya akan dimiliki oleh pemain Priest atau Paladin yang cukup penting untuk pemain itu.
Mengesampingkan hal itu, aku mengalihkan pandangan pada Title yang didapatkan Alice.
...[Title Details]...
Sky Goddess Believer?
Kamu adalah seseorang yang memegang kepercayaan pada sang Dewi Langit. . . Benarkah?
+5% Faith Growth
...————...
Tricky Little Demon
Dirimu adalah orang yang sering bermain trik-trik kecil dan membuat kejutan tak terduga.
+1 Dexterity
...————...
"Sky Goddess. . ." gumamku.
'Sky, Deity yang berhubungan dengan langit. . . langit. . ?' Pikiranku pun segera mengingat salah satu Deity paling terkenal yang berhubungan dengan langit.
Dewa Uranus.
Dan seolah mendapat sengatan listrik, tubuhku mendadak gemetar dengan wajah berkedut mengingat cerita tentang dewa Uranus; Dewa malang yang dikebiri.
Aku secara refleks memegangi bagian bawah perutku —meskipun tidak ada apa-apa ditempat itu.
Masalahnya, sebuah irisan pisau sudah cukup menyakitkan untuk dilihat bukan? Jadi membayangkan sesuatu itu dipotong habis itu meninggalkan rasa horor yang membuatku ngeri.
Dan itu membuatku berpikir betapa beruntungnya Sky Goddess untuk menjadi seorang Dewi (Goddess). Atau. . . Yah, tolong pikirkan sendiri.
Kembali pada Title yang ada —setelah mengosongkan pikiranku dari bayangan menyeramkan itu, aku bertanya pada Alice. "Alice, Title ini?"
"Ah? Oh, itu, kurasa aku nggak sengaja jadi pengikut." kata Alice.
[Faith -1]
[Title : Sky Goddess Believer? dihapus!]
[Title : One With No Gods didapatkan!]
...[Title Details]...
__ADS_1
One With No Gods
Kamu adalah orang yang tidak memiliki Deity.
• Efek Skill dan Enhancement berhubungan dengan Deity dilemahkan.
-100% Faith
-10% Damage diterima (Divine)
...————...
Dan Alice melebarkan matanya melihat panel notifikasi itu, lalu menatap langit biru cerah dengan ekspresi tercengang.
[Sky Goddess cemberut melihatmu]
Um, Alice dalam masalah kan? pikirku saat melihat notifikasi yang muncul setelahnya. Kamu membuat seorang Dewi cemberut tahu?
Tapi saat aku melihat ekspresi Alice yang bermasalah, ada sesuatu yang ada dalam diriku bangkit; aku ingin menggoda Alice yang sekarang sedang berada dalam masalah.
Um, menatap langit dengan mulut terbuka. Alice benar-benar membuatku gemas, tahu?
Aku pun dibuat tersenyum dengan pipi yang terasa manis.
Ah, lagipula Alice sudah menyelesaikan Quest dari Bill. Jadi, tidak akan ada masalah kalaupun aku menggodanya sedikit, kan?
Karena itu, aku pun memanggil Alice dengan niat yang baik. "Alice."
"Eeh, ya?" jawabnya, setengah siap.
Aku pun mengarahkan telunjuk pada wajah Alice dan menyentuh hidungnya, membuatnya mengangkat alis dan menatapku penuh tanda tanya —Fufu.
"Alice, dasar kacang lupa kulit."
Dan Alice dengan mudahnya masuk dalam jebakan kata-kataku.
"Eeh?! Tunggu, nggak, bukan begitu ya!" katanya dengan panik.
Ini terlalu mudah; Alice sangat mudah untuk merasa bersalah, seperti biasa. Dan untuk kepuasanku sendiri, aku menambahkan minyak kedalam api.
"Alice, kamu diberi Blessing kan?"
Itu benar. Jika kuingat, Alice bisa menyelesaikan Quest dari Bill dengan lebih cepat karena Blessing dari Sky Goddess, kan?
Alice pun membuat raut wajah yang semakin kesulitan. "Urk. . , i-itu. . ."
Um, itu dia. . ! Alice membuat ekspresi menggemaskan yang membuatku semakin ingin menggodanya. . .—
—Ah, sudah-sudah, tahan wahai Linnea! Meski rasanya menyenangkan, ini jelas tidak baik, kan? Dasar gadis nakal~
Merasa sedikit puas, aku pun tersenyum lembut sebelum mengatakan sebuah kalimat. "Api dibalas api, air dibalas air. . ."
Dan Alice melanjutkannya. ". . . Semua dibalas setara."
Kata-kata sederhana yang kuingat dari sebuah buku berdebu; dan menjadi apa yang kupegang sampai saat ini.
"Huh, kurasa juga begitu. . ." kata Alice dengan senyum tipis.
"Semua dibalas setara, kan?" dan detik selanjutnya, senyuman diwajah Alice berubah menjadi seringai penuh aura gelap.
Eh—?
Alice pun menaruh kedua tangannya dipundakku dan menatapku tanpa berhenti menunjukan senyumannya.
Senyuman yang sama dengan milik Dokter Lia dan Luna —senyuman itu lagi. . .
Dan hanya ada satu arti dari itu. . .
"Se-sejak kapan, ketahuan. . ?" tanyaku dengan gugup.
"Heheh, bodoh. Senyummu itu mencurigakan kalau dilihaaat. . !"
Senyum. . ?
"Ah. . ." saat itu, aku baru menyadari jika bibirku melengkung sepanjang waktu meskipun sudah berusaha untuk mempertahankan ekspresi datar yang biasa.
"Ada kata-kata terakhir?" tanya Alice pelan. Namun justru karena pelan, aku berkeringat dingin.
Mengetahui jika tidak mungkin untuk melarikan diri, aku membuka mulutku dengan pasrah. "Lima detik."
". . . Tentu."
Dan dalam waktu yang singkat itu, aku membuka panel dan merubah Title yang kupasang disamping nama karakterku.
Bipolar Order | Elcia » The Fool | Elcia
". . . Selesai."
—AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA—
...———...
*Deity
Keberadaan yang bisa disebut Dewa atau sesuatu yang serupa.
__ADS_1