VRMMO | Terris Story : Someone "Them"

VRMMO | Terris Story : Someone "Them"
08:A.Basmael Forest, Rabbit And The Wolf


__ADS_3

Berjalan menjelajah antah berantah, dua orang pemain menelusuri hutan Basmael.


Elcia dan Alice sesekali memandangi sekitar, mengamati. Berkat peringatan Haru, keduanya menjadi was-was. Kelompok sembilan orang hampir disapu bersih dan jelas mereka nekat untuk tetap masuk kedalam hutan. Tapi bagaimanapun, Quest itu tidak bisa selesai dengan sendirinya.


Tetap menaruh tangan pada gagang Rapier miliknya, Elcia mengusir keheningan yang agak tidak nyaman.


"Alice, um, kemana?" tanyanya.


"Nggak tahu." jawab Alice santai. Gadis itu hanya mengangkat bahu seolah ini bukan masalah yang harus diributkan.


"Muh. . ." Elcia mengeluh lirih. Ia benci berjalan jauh, tapi sepertinya mereka harus melakukan itu.


Monster, atau disebut Beast, jarang terlihat disekitar desa meski kadang ada satu atau dua. Untuk itu, pemain ditempat ini masuk kedalam hutan. Sayangnya meski mereka berada didalam hutan, Beast tidak pernah berkumpul di satu tempat. Dan Spawn Point atau titik munculnya Beast diatur untuk setidaknya menjaga jarak dari lokasi setiap pemain. Membuat pemain harus selalu bergerak mencarinya.


Srak.


Sebuah suara terdengar, sontak membuat keduanya menarik senjata. Elcia segera berdiri pada posisi yang serupa dengan waktu ia berduel. Perisai melindungi dada, satu kaki didepan, dan Rapier terhunus lurus kedepan. Sementara Alice membuat Long Sword miliknya menyilang kebawah, menjadikannya seperti semacam perisai.


Srak-srak!


Menentukan arah datangnya suara itu, keduanya segera menemukan sebuah semak yang bergerak-gerak.


Srak-srak!


Elcia menelan ludah. Suasananya berubah mencekam, keduanya tidak tahu apa yang sedang menuju kearah mereka. Dan menyebabkan detak jantungnya jadi tak beraturan.


Hingga—!


Srak!


Sosok itu keluar. Dengan bulu putih bersih dan matanya yang berwarna merah. Sebuah tulisan berwarna abu-abu muncul melayang diatasnya..


[Wild Rabbit]


Seekor kelinci yang terlihat imut dan tidak berbahaya. Keduanya langsung membuang napas, hampir terkena serangan jantung karena makhluk itu.


"Haaah. . , kukira apa." kata Alice.


Elcia menyarungkan Rapiernya dan segera berjongkok, mengulurkan tangannya. Ia berniat membuat kelinci itu mendekat. "Sini. . ."


Kelinci itu pun mendekat perlahan, terlihat waspada terhadap kedua sosok didepannya. Hingga setelah cukup dekat, kelinci itu menggendus-endus tangan gadis itu. Dan,


—Gigit.


Elcia


Health : 119/120 (-1)


Gadis itu tidak terkejut dengan gigitannya karena sering bermain dengan kelinci. Ia menyukai hewan imut berbulu ini sejak dulu. Tangannya yang lain kemudian merogoh Traveler Bag miliknya. Ia membawa makanan, dan itu adalah roti isi daging beserta sayuran. Mengambil satu, Elcia memisahkan selada dari rotinya dan memberikannya pada kelinci itu, yang segera dilahap dengan cepat.


[Title : Little Tamer didapatkan!]


"Um. . ?" Elcia menatapi panel notifikasi yang muncul tiba-tiba. Gadis itu sama sekali tidak berharap untuk mendapatkan sebuah Title hanya dari memberi makan seekor kelinci liar.


"Kerja bagus, eh?" celetuk Alice, tersenyum.

__ADS_1


". . . Mungkin."


Membawanya dalam pelukan, kelinci itu terlihat nyaman dan tidak terganggu. Namun Elcia memperhatikan ada yang berubah pada makhluk itu.


Tamed Wild Rabbit


Level : 1


Health : 24/24


Selain tambahan kata "Tamed" sebelum tulisan Wild Rabbit —yang berarti 'dijinakan', Level serta Health juga muncul dibawahnya.


Gadis itu memiringkan kepala melihatnya. "Alice, sebelumnya itu, Health-nya belum muncul, kan?"


"Oh? Ya, aku memang nggak lihat Health dari kelinci itu sebelumnya." jawab Alice.


Ia mendadak sadar sesuatu dan melanjutkan. "Tunggu-tunggu, aku juga nggak pernah lihat Health Bar punya orang lain."


Elcia mengangguk. Tidak sekalipun keduanya melihat Health ditampilkan selain karakter mereka sendiri. Yang berarti, pemain tidak bisa melihat batas Health selain karakternya sendiri.


Itu diperkuat beberapa hal;


Keduanya tidak melihat tampilan Health saat mereka melakukan Duel di hari pertama bermain. Ataupun Alice, saat berlatih dengan Bill.


Selain itu, bahkan sekedar nama tidak akan ditampilkan secara gamblang sebelum pihak tertentu diperkenalkan atau memperkenalkan dirinya.


Itu terjadi pada Bill dan Haru. Nama mereka muncul diatas kepala, hanya setelah Bill memberkenalkan dirinya dan rekan Haru memanggil namanya.


"Ini akan repot." kata Alice.


Terserah lah, pikir Alice. Ia memilih untuk mengabaikannya tapi berpikir untuk semakin hati-hati.


Ia kemudian melirik Elcia, hanya untuk melihat gadis itu bermain-main dengan kelinci tadi.


". . ."


Dan, Alice akhirnya jatuh dalam godaan bulu-bulu halus itu.


. . .


Melanjutkan perjalanan, keduanya memiliki tambahan anggota, kelincinya. Elcia membawanya diatas kepala, yang entah bagaimana kelinci itu bisa tetap diam.


Namun, baru beberapa langkah dari tempatnya, mereka mendengar lolongan dari kejauhan.


Aaouuuuu!


Kelinci diatas kepala Elcia mengangkat kepalanya bersamaan dengan telinganya yang bergerak-gerak. Kedua gadis itu pun bertukar pandangan untuk sesaat. Serigala, yang merupakan tujuan mereka masuk kedalam hutan akhirnya menunjukan keberadaannya.


Alice kemudian mengangguk sekali.


Menarik keluar pedang dari sarungnya, Elcia maupun Alice segera menunjukkan raut wajah waspada. Dan bergerak menuju arah suara itu.


Lolongan itu terdengar lagi sesekali. Memudahkan kedua gadis itu untuk melacaknya.


Dan benar saja, ada seekor serigara tidak jauh dari pandangan keduanya setelah mencari-cari selama beberapa menit.

__ADS_1


[Forest Wolf]


Alice maupun Elcia tidak langsung menyerang. Serigala biasanya memiliki kelompok, kecuali serigala penyendiri. Mencegah resiko, keduanya bergerak memutar diam-diam.


Berkat Skill bawaan ras Halfling yang membuat mereka sulit ditemukan, keduanya bisa melakukan itu tanpa ketahuan. Dan setelah memastikan tidak ada serigala lain, keduanya berpisah. Mereka akan menyerang dari dua arah, menjepit serigala itu.


Grrrr. . .


Serigala itu membuat geraman rendah sambil menunjukkan taringnya saat melihat Elcia berjalan mendekatinya, bersama dengan seekor kelinci.


Kembali membuat posisi siap menyerang, Elcia memandang serigala itu dengan hati-hati.Tapi bahkan belum sedetik setelahnya, serigala itu langsung melompat kearah wajahnya —diikuti kelinci diam ketakutan dengan telinga dilipat.


"—Kuh!"


Terkejut karena gerakan yang sangat cepat, Elcia secara refleks mengirimkan tebasan pada serigala itu sambil bergerak menyamping untuk menghidari cakar dan taring yang bisa merobeknya.


Slash!


Tebasan itu berakhir tepat mengenai leher serigala dan memicu sebuah kondisi khusus.


[Fatal Damage!]


—Kaing!


Serigala itu langsung merintih kesakitan dan jatuh ke tanah, kesulitan untuk bangkit. Sementara Elcia memilih untuk menjaga jarak karena masih agak terkejut dengan kecepatan serigala itu.


Alice yang melihatnya pun segera berlari melewati Elcia, menuju Beast yang tak berdaya dan menggunakan Nave Sword Technique miliknya tanpa pikir panjang.


"Phantasmal Slash!"


Slash! Slash!


Sebuah tebasan diikuti garis biru tipis mengenai Forest Wolf, langsung mengakhirinya.


[Quest :


Forest Wolf dibunuh : 1/5]


"Eh?"


". . ?"


Keduanya langsung terdiam, terkejut karena serigala itu langsung mati begitu saja.


...———...


#Author Side


Hingga setelah cukup dekat, kelinci itu menggendus-endus tangan gadis itu. Dan,


—Gigit.


Author : *Flashback Re:Zero Season II*


Author : "Kelinci kampret!"

__ADS_1


__ADS_2