VRMMO | Terris Story : Someone "Them"

VRMMO | Terris Story : Someone "Them"
14:B.Sister's Quarrel


__ADS_3

Luna bersenandung kecil dengan senang setelah akhirnya berhasil mendapatkan kontak sang kakak. Sementara Linnea menunjukan wajah penuh kekalahan sambil membuka Smartphone miliknya untuk pertama kalinya setelah sekian lama dibiarkan berdebu.


Jarinya pun bergerak dengan kikuk mengetuk layar; gadis itu harus kembali membiasakan diri menggunakannya. Tapi pertama, ia harus menginstal aplikasi yang sebelumnya Luna gunakan untuk menghubungkan akun Terris : Limitless pada Smartphone miliknya itu.


Tidak perlu waktu lama, Linnea pun langsung membukanya setelah terinstal dan melakukan Login.


Di masa sekarang, setiap orang hanya perlu sebuah kode kewarganegaraan untuk melakukan berbagai macam hal; yang sudah bisa dimiliki sejak lahir. Dimana kode itu sendiri terhubung ke Database Sentral milik negara yang berisi banyak informasi pribadi seseorang yang dimaksud. Yang kemudian dihubungkan oleh sebuah sistem AI ke seluruh layanan publik yang ada melalui internet.


Berkat itu, semuanya mampu berjalan dengan lebih praktis dan efisien, meninggalkan cara konvensional yang sangat merepotkan. Selain juga meningkatkan keamanan publik karena setiap pelaku kejahatan menjadi sangat mudah untuk dilacak.


Terris sendiri tidak jauh dari itu. Dengan pembuatan akun yang membutuhkan proses Scanning di tahap awal; setiap pemain hanya bisa memiliki satu akun karena semuanya secara otomatis telah terhubung ke Database Sentral; setelah sistem mencocokkan hasil Scan yang ada dengan data yang telah tersimpan.


[Selamat Datang, Amaryllis Illian Linnea]


Melihat notifikasi yang muncul, Linnea merasa jika sebuah palu baru saja dipukulkan ke kepalanya; dan mengingatkan dirinya pada kenyataan, membuat gadis itu memasang wajah pahit.


"Amaryllis, huh. . ." gumamnya lirih.


'Bukan waktunya untuk itu kan? Luna ada disini tahu.' kata Alice mengingatkan.


'Ah. . .'


Menyadari kesalahan yang ia buat, gadis itu dengan cepat menguatkan perasaannya yang sempat goyah dan memperbaiki ekspresi wajah datarnya; kemudian melirik Luna dengan hati-hati. Beruntung, adiknya itu sedang tidak memperhatikannya.


'Hampir saja. . .'


Merasa lega, Linnea pun mengalihkan pikirannya dan melihat menu yang ditampilkan pada layar dihadapannya.


» News


» Player Statistic


» Mail [1]


» Community


» Setting


» Support


» Logout


Tanpa perlu pikir panjang, Linnea pun langsung mengetuk menu Player Statistic pada layar Smartphone-nya.


[Loading Account Data]


[Loading Complete]


...[Player Statistic]...


Elcia


000000000009 - F


» Profile :


   Bipolar Order | Elcia


   Race : Halfling


   Level : 15 (71.94%)


   Gender : Female


   •— Details [+]


» Parameter


   Health : 210/210


   Mana : 586/586


   Stamina : 185/185


   Strength : 17 (17.8) (+7)


   •— Potentia : 0.7 ((+0.2))


   Agility : 33 (33.2) (+10)


   •— Potentia : 1.4 ((+0.2))


   Dexterity : 22 (22.9) (+11)


   •— Potentia : 1.0 ((+0.3))


   Intelligence : 54 (54.9) (+21)


   •— Potentia : 2.0 ((+0.3))


   Vitality : 21 (21.0) (+1)


   •— Potentia : 0.8 ((+0.1))


   Endurance : 26 (26.4) (+7)


   •— Potentia : 1.1 ((+0.1))


   •— Details [+]


» Skill


   Halfling Endurance [Passive] [Race]


   Halfling Walkee [Passive] [Race]


  


   Magic Control [Passive] [I - IV]


   Rapier Arts [Passive] [I - III]


   Sword Mastery [Passive] [II - I]


   Bash [Active] [I - V]


   Magic Ampification [Active] [I - V]


   Magic Arrow [Active] [I - IV]


   Magic Barrier [Active] [I - II]


   Magic Barrage [Active] [I - V]


   Magic Blade [Active] [I - V]


   Magic Missile [Active] [I - IV]


   Mana Absorbtion [Active] [II - I]


   Phantasmal : Thrust [Active] [I - III]


   Polar Shift [Active] [I - I]


   Irregular : Soul Link

__ADS_1


   •— Assimilation [I - I]


   •— Connection [I - III]


   •— Detail [+]


» Equipment


   Common Traveler Set (Top)


   Common Traveler Set (Bottom)


   Common Traveler Bag (Small)


   Common Silver Rapier


   Uncommon Leather Gloves


   Uncommon Leather Shoes


   Uncommon Iron Chainmail


   Uncommon Rune Shield


   Unique Ring of Annihilation | Frūr


   •— Details [+]


» Title


Bipolar Order


    Little Tamer


    Novice Swashbuckler 


    Novice Magician


Poisonous Weapon Modificator I


    The Fool


Wolfpack Killer


    •— Details [+]


» Inventory


   Weight : 52.4/184.0


  


   [20] Consumable


   [55] Materials


  


   [3] Rea Gold Coin


   [12] Rea Silver Coin


   [5] Rea Bronze Coin


   •— Details [+]


Quest


» [0] Active


» [1] Cleared


         •— Details [+]


» [0] Failed


» [1] Other


         Rank : D | Wolf Hunting


         •— Details [+]


Playtime Statistic


» Counter


   — Kill & Death —


   Kill Count (Beast) : 314


   Kill Count (Player) : 0


   Kill Count (Terrian) : 0


   Death Count : 0


   •— Details [+]


   — Travel —


   Current Location : Nave Village


   Exploration Progress : <1%


   Total Distance Traveled : 58.36 KM


   Global Exploration Progress : <1%


   •— Details [+]


   — Item Collected —


   [368] Common


   [92] Uncommon


   [1] Rare


   [1] Unique


   •— Detail [+]


   — ??? —


   — ??? —


Total Playtime : 001 D - 09 H - 47 M - 01 S


•— Terris Time - 008 D - 07 H - 08 M - 04 S


...————...


'Satu hari, sembilan jam. . , Yah, kurasa kita, memasuki sisi itu lagi, ya?' celetuk Alice dengan nada canggung saat mengetahui seberapa lama mereka bermain.


Mengingat pembukaan server Terris yang baru tiga hari lalu pukul tujuh malam, umur Terris saat ini sebenarnya tidak lebih dari lima puluh dua jam. Dan mendapati Total Playtime Linnea yang mencapai 60% dari itu. . .

__ADS_1


"Um, Nolife. . ." kata Linnea, menyatakan pada dirinya sendiri.


'Nggak perlu disebut juga!'


"Kakak beneran Nolife. . ." komentar Luna, yang sudah berada disampingnya. "Eh, kakak sudah Level 15. . !"


Mendengar Luna yang berkata dengan kagum melihat Level miliknya, Linnea mau tidak mau merasa canggung; karena Level kebanyakan pemain pasti lebih tinggi daripada miliknya. Itupun karena ia selalu bersama Alice kemanapun, sementara Alice memiliki Quest yang masih harus diselesaikan. 


Karena itu, Alice dan Linnea pun mulai berpikir untuk meningkatkan Level mereka, setidaknya sampai tak perlu merasa canggung dengan perkataan Luna sebelumnya.


"Eh, kakak ras Halfling?"


". . . Um." jawab Linnea datar, mulai mengingat tragedi Random Draw yang ia alami dengan perasaan kelam.


Tapi tanpa menyadari itu, Luna menumpahkan isi pikirannya dengan jelas. "Kakak sudah imut, kalo pakai Ras yang juga imut begitu. . ."


Linnea pun terdiam, bingung antara harus merona atau kesal mendengar kata-kata adiknya itu.


. . .


". . . Uwaah, Mana punya kakak hampir enam ratus. Intelligence-nya kok bisa sampai segitu coba. . !" komentar Luna yang melebarkan mata saat melihat Parameter karakter yang ada.


"Potentia Point." jawab Linnea singkat.


"Ah. . ! Luna sih cuma asal kasih rata, ehehe. . . Tapi emangnya kakak taruh berapa di Intelligence?" tanyanya.


"Semua."


"Oh, semua. . ."


Luna pun tiba-tiba mengerutkan dahi, sementara otaknya memproses jawaban kakaknya. "Semua. . ?" pikirnya dengan dalam.


Sebelum akhirnya menoleh dengan wajah tercengang. "Semua?!"


"Semua." ulang Linnea, kali ini dengan anggukan.


"T-tapi kakak kan pakai Rapier. . ."


"Spell Fencer."


Dan sambil menaruh telapak tangan pada wajahnya, Luna bergumam pelan. ". . . Kakak aneh-aneh lagi."


Menyerah pada sang kakak yang keras kepala, Luna pun mengabaikannya dan melanjutkan.


"Skill kakak banyak juga. Kalo Luna baru dapet satu Skill baru sih. . , tapi isinya. . ."


...[Skill Details]...


Anger [Passive] [Extra]


Tunjukkan kekuatanmu dengan darah mendidih! Lepaskan semuanya dengan sepenuh hati dan hancurkan musuh-musuhmu!


• Strength dan Agility meningkat seiring meledaknya amarah dalam dirimu.


• Pertahanan fisik dan resistensi Debuff menurun drastis.


• Stamina bertahan lebih lama dalam efek [Anger]


• Skill ini sepenuhnya dipengaruhi oleh mental pemain.


• Extra Skill tidak memiliki konsep Mastery


...————...


'Alice?'


'Ya. Bibit-bibit Berserker. Oni Berserker.'


Keduanya pun mulai membayangkan sosok adiknya dengan tanduk mencuat; membantai para pemain dengan wajah garang ditengah medan perang.


". . . Kakak nggak mikir yang aneh-aneh, kan~?" tanya Luna dengan senyum penuh arti.


Saat itu juga Linnea langsung menggeleng kuat dalam ketakutan dan keringat dingin —tak terlepas dari Alice yang ikut merasakan hal yang sama.


"Haah, dasar. Lagian, Luna emosi gara-gara mati terus."


» Counter


   — Kill & Death —


   Kill Count (Beast) : 26


   Kill Count (Player) : 0


   Kill Count (Terrian) : 0


   Death Count : 5


   •— Details [+]


'Gurun sialan.' katanya dalam hati dengan kesal, sebelum kemudian berganti melihat statistik milik kakaknya.


» Counter


   — Kill & Death —


   Kill Count (Beast) : 314


   Kill Count (Player) : 0


   Kill Count (Terrian) : 0


   Death Count : 0


   •— Details [+]


Dan Luna mulai menunjukkan mata berair. . .


Linnea pun dibuat tersenyum dengan perasaan geli mendapati adiknya yang mulai merengek. Lalu mengusap kepalanya dengan lembut. "Cup, cup."


Luna yang terkejut dengan itu pun memasang pipi menggembung. "L-luna bukan anak kecil. . !"


Saat itu, Linnea langsung menggunakan kartu as miliknya; berpura-pura memasang wajah sedih. ". . . Nggak mau?"


"Ukh. . ." Luna pun berakhir tanpa bisa menolak sama sekali.


'Kita senjata psikologis paling efektif dalam sejarah, ya?' kata Alice dengan yakin.


Linnea pun tertawa kecil dengan perkataan Alice, sambil tetap mengusap adiknya dengan lembut.


"Kakak curang. . ." gumam Luna lirih.


"Hmn?"


"Bukan apa-apa. . ! Ng, ngomong-ngomong Title punya kakak. . . Eh? The Fool?"


Linnea pun membeku seketika ditempatnya.


Dan Luna yang membaca deskripsi Title itu pun beralih menatap kakaknya dengan wajah heran serta penasaran. "Kakak, kakak ngapain kok sampai punya Title yang begini. . ?"


'Adios!'


'Alice. . .'


"Kak?"

__ADS_1


"Muu. . . makan tanaman beracun." jawabnya dengan berat hati.


Sementara Luna kini memandang kakaknya dalam diam, kehilangan kata-kata.


__ADS_2