VRMMO | Terris Story : Someone "Them"

VRMMO | Terris Story : Someone "Them"
Extra II : Joining Sister! . . . And Developer Worries


__ADS_3

"Selanjutnya kalo gak salah bagian Potentia Point?" gumam Luna. "Ah, kan beneran. . !"


Tapi sekalipun Luna sudah mengetahui lebih awal, gadis itu tidak tahu bagaimana seharusnya ia meletakan Potentia Point yang ada.


"Uuh. . . terserahlah!"


Tidak mau pusing memikirkan semua itu, Luna memberikan Potentia Point pada setiap parameter yang ada satu demi satu sampai keseluruhan sepuluh Point itu sudah digunakan.


Potentia :


Strength : 1 » 1.2


Agility : 1 » 1.2


Dexterity : 1 » 1.2


Intelligence : 1 » 1.2


Vitality : 1 » 1.1


Endurance : 1 » 1.1


Potentia Point : 10 » 0


"Oke! Kelihatan bagus!" kata Luna sambil mengangguk dengan yakin.


Setelahnya, memasuki tahap Appearance, Luna tanpa sadar menyeringai tanpa henti pada menu kostumasi tampilan karakter yang ada dihadapannya.


Dan secara menakutkan, Luna menggunakan fitur HEX Code* pada warna rambut dan mata karakternya; sampai semuanya seratus persen persis dengan warna rambut dan mata yang dimiliki sang kakak.


Hasilnya, karakter dihadapannya memiliki warna rambut putih perak dengan mata biru langit. Dan karena wajah keduanya yang terlalu identik, semua itu seolah menciptakan penampilan artifisial Linnea saat sudah lebih tumbuh.


"Fuheheheheheh—" tawa gadis itu secara menyeramkan.


—Ditempat lain, Alice dan Elcia merinding secara tiba-tiba disaat bersamaan.


—"Muu. . ? Alice, barusan itu. . , apa?"


—"E-eh, entahlah. . ."


[Tentukan nama karakter]


"Eem, nama ya? Nama Luna artinya bulan. . . bulan? Oh. . !"


[Nama karakter : Selene]


[Karakter berhasil dibuat. Anda ingin melanjutkan?]


Menyelesaikan pembuatan karakter miliknya itu, Luna pun mengangkat kepalan tangan kanannya dengan penuh semangat sambil menjawab. "Yes~"


[Memasuki Terris : Limitless]


[Titik Awal : Wilayah netral Lost Desert, Terris Selatan]


"Uweeh, langsung ditengah gurun. . ! Dasar game nggak ramah pemula. . ." celetuknya dengan cemberut sambil memandangi lautan pasir sejauh mata memandang.


"Uuh. . . sekarang apa?" tanyanya pada diri sendiri dengan kebingungan.


Pasalnya, ia saat ini tengah berdiri sendirian ditempat itu tanpa tanda-tanda makhluk hidup lain. "Kalo begini, asal juga nggak masalah kan. . ?"


Melihat sekeliling, gadis itu langsung menemukan formasi bebatuan yang berdiri seperti pilar berderet di kejauhan.


"Oke! Pertama, kesana. . !"


Tapi baru beberapa menit setelahnya, ia akhirnya merasakan sesuatu yang tidak nyaman.


"Geh, panas! Beneran panas. . !" keluhnya, dengan keringat yang mulai bercucuran.


[Debuff : Hyperthermia*]


[Kamu terkena panas yang ekstrim! Kondisi tubuhmu mulai memburuk!]


". . . Was?"


Selene pun memandangi panel notifikasi yang muncul dihadapannya dengan tercengang, dan segera memeriksa status karakternya. " [Open Status] "


Combatant Status :


Selene


Level 0


Condition :


[Hyperthermia I] [Children Of The Night Sky : Day]


Health : 79/80 (110 ↓)


Mana : 72/72


Stamina : 53/82 (99 ↓)


Hunger : 90%


Thirst : 64%


Strength : 8 (12 ↓)


Agility : 12


Dexterity : 12


Intelligence : 12


Vitality : 8  (11 ↓)


Endurance : 8  (11 ↓)


•— Detail [+]


Skill :


Spirit Being [Passive] [Race]


Phantom Presence [Passive | Active] [Race]


Darkness Nature [Passive] [Race]


Children Of The Night Sky [Passive] [Blessing]


•— Detail [+]


Equipment :


Phantom's Garb (Top)


Phantom's Garb (Bottom)

__ADS_1


Phantom's Bag (Small)


•— Detail [+]


Weight : 0.9/64.0 (96.0 ↓)


Title : -


...————...


"Uwaah, belum apa-apa Luna sudah kena efek negatif. . ."


...[Condition Details]...


[Hypertermia I]


Tubuhmu mulai melemah karena terkena suhu panas ekstrim cukup lama.


• Stamina berkurang lebih cepat.


• Stamina pulih lebih lambat.


...————...


[Children Of The Night Sky : Day]


Tubuhmu melemah di siang hari.


Strength : -25%


Vitality : -25%


Endurance : -25%


...————...


Berada di gurun, Selene secara langsung mendapati karakternya terkena debuff Hyperthermia* karena suhu tempat itu yang terlalu tinggi.


Dan belum cukup dengan itu, Skill bawaan miliknya, Children Of The Night Sky, memberinya Stats Debuff secara masif yang mengurangi seperempat dari nilai Strength, Vitality dan Endurance karakternya saat siang hari; yang membuat gadis itu mengalami kesusahan karena langsung mengalami istilah 'pisau bermata dua' ataupun 'senjata makan tuan'.


". . . Game sialan." gumamnya datar. "Hu-uh, terserahlah."


Melanjutkan, Selene bergerak dari tempatnya berdiri. Bergegas menuju formasi batuan yang terlihat jelas. Tapi, perjalanan pertamanya itu tidak semudah kelihatannya.


[Debuff : Hyperthermia]


[Kamu terkena panas yang ekstrim! Tubuhmu mulai memburuk!]


"Ughu. . ."


[Debuff : Hyperthermia]


[Kamu terkena panas yang ekstrim! Tubuhmu mulai memburuk!]


"Hah. . . hah. . . panas. . !" keluhnya dengan napas tak teratur. "Tempat ini. . . butuh. . . Air Conditioner. . ."


[Debuff : Hyperthermia]


[Kamu terkena panas yang ekstrim! Tubuhmu mulai memburuk!]


Dan lebih buruk, panas gurun yang sedang dihadapinya tidaklah sesederhana itu.


...[Condition Details]...


[Lethal : Hyperthermia V]


Tubuhmu hampir tidak mampu menahan suhu panas yang terus menerus!


Vitality : -15%


Endurance : -15%


• Stamina berkurang lebih cepat.


• Stamina tidak bisa pulih kecuali beristirahat.


• [Dizzy] diterapkan.


• [Weakened] diterapkan.


...————...


Dengan pandangan yang mulai berkunang-kunang dan kepala yang serasa berputar-putar, Selene sekali lagi memperhatikan kondisi karakternya. . .


Selene


Level 0


Condition :


[Lethal : Hyperthermia V] [Children Of The Night Sky : Day] [Dizzy] [Weakened]


Health : 10/70 (110 ↓) 


Mana : 72/72


Stamina : 3/78 (99↓)


Hunger : 86%


Thirst : 43%


. . . yang persis sedang sekarat.


"Pa. . . nas. . ." keluhnya.


[Tubuhmu kehabisan stamina]


"Ughff—!"


Dan besamaan dengan notifikasi itu, Selene roboh memeluk pasir gurun yang panas. Tapi semuanya tidak cuma berhenti disitu, karena Health miliknya mulai berkurang dengan lebih cepat.


[Debuff : Heat Burn]


[Kamu terbakar hawa panas! Health berkurang seiring waktu!]


Health : 8/70 (110↓) (-1) (-1)


Health : 6/70 (110↓) (-1) (-1)


Health : 4/70 (110↓) (-1) (-1)


Health : 2/70 (110↓) (-1) (-1)


[Kamu telah tewas!]


[Respawn Countdown : 4Minutes 58Second]

__ADS_1


[Title : Unlucky didapatkan!]


". . . なんてこったい." umpat Selene lirih.


Menunggu hitungan mundur untuk Respawn dengan perasaan jengkel, mulut gadis itu mengeluarkan beberapa kutukan yang ditujukan pada Developer karena membuatnya memulai ditengah gurun.


...———...


Ditempat lain.


Seseorang laki-laki berpakaian kaos oblong dan celana pendek sedang duduk dengan santai didepan deretan layar hologram. Ekspresi dari wajah yang baru berumur tiga puluhan itu berubah-ubah; memonitor pergerakan pemain yang dianggapnya menarik.


Sampai salah satu dari layar yang ada didekatnya berkedip-kedip dan membuat matanya teralihkan.


[Race : SHR/22.H telah dipilih]


Melihatnya, raut wajah orang itu pun berubah serius.


"Hidden Race lain. . ! Watcher, tunjukkan pemain ini." perintahnya pada Artificial Intelligent yang ada.


[Dimengerti]


[Menghubungkan pada pemain]


ID Name : Selene


ID Code : 3950021578044 - F


Spawn Code : LSP-9541/Lost_Desert


Coordinate : X-268'65 Y-116'97 Z-021'56


[Terhubung]


Pada saat itu, pemain dengan ID karakter "Selene" akhirnya ditampilkan pada salah satu layar hologram diruangan itu.


Dan sementara AI mengawasi pemain yang ada, ia beranjak dari tempat duduknya dan pergi menuju ruangan yang bersebelahan. Langsung memasukinya tanpa mengetuk pintu.


—Brak.


"Pak Albas. . !"


Satu-satunya lawan bicara yang ada, seorang dengan rambut yang mulai memutih, terlihat sedang membelakanginya dengan segelas kopi; melihat keluar kaca jendela.


"Pak?" panggilnya lagi.


Entah terbiasa atau memang tidak peduli dengan ketidak-sopanan 'pengunjung', Albas menoleh tanpa sedikitpun mempermasalahkannya dan membalas dengan alis terangkat. "Ah, Ron, gimana?"


"Hidden Race."


Langsung memahami maksudnya, keduanya segera berbalik menuju ruangan 'Watcher'.


. . .


"Ini?" tanya Albas sambil menatap pemain yang ditampilkan di layar.


"Ya pak. Tapi ada masalah." kata Ron, yang segera menunjuk Spawn Code yang ada.


"Oh, pemain kita yang satu ini dapat jackpot?"


Albas berpikir demikian.


Karena, Lost Desert bisa dikatakan sebagai gudang harta karun dengan banyaknya Item langka ditempat itu. Yang sebenarnya termasuk tempat terbatas dimana tempat itu hanya bisa diakses melalui beberapa cara, yang salah satunya adalah Spawn Point.


Ron tentu juga mengetahuinya karena kedua orang ini adalah bagian dari tim Developer Terris. Tapi berbeda dengan Albas, Ron berkata dengan nada sedikit gugup.


"Bukan itu pak. . . anu. . ."


"Anu apa?" tanyanya, mengerutkan dahi.


"Ras-nya pak."


"Ras. . ?" Albas pun segera melihat Race Code yang ditampilkan. "Watcher, tunjukkan data SHR/22.H."


[Dimengerti]


Special Hidden Race | Phantom


Type : Humanoid


Potentia Designation :


S:1.0/A:1.0/D:1.0/I:1.0/V:1.0/E:1.0


Race Skill Designation :


RS/55.P; Spirit Being


RS/183.AP; Phantom Presence


RS/6.P; Darkness Nature


B/17.P; Children Of The Night Sky


Albas pun langsung melebarkan matanya setelah membaca data yang ada dengan lebih detil, sementara Ron diam disebelahnya dengan perasaan gundah.


"Phantom di Lost Desert. . . aaah, ternyata kerberuntungan bisa jadi kutukan." kata Albas, diikuti sebuah helaan berat.


Ron pun mengangguk pelan dengan canggung.


Karena ras itu tidak dibuat untuk berada di Lost Desert dengan beberapa alasan;


Pertama, demerit dari Spirit Being yang menyatakan Damage bertipe Magical yang diterima meningkat. Sementara Lost Desert berisi banyak musuh dengan tipe serangan Magical Damage


Kedua, kelemahan absolut dari Darkness Nature; element cahaya. Dimana tempat itu memiliki banyak hal yang berhubungan dengan [Light Element] dan [Earth Element].


Ketiga, Debuff dari Children Of The Night Sky yang menurunkan nilai tiga parameter dasar; dimana dua diantaranya adalah parameter yang sangat berperan dalam menjelajahi Lost Desert, Vitality dan Endurance.


"Haah. . . Ron, gimana solusi untuk masalah ini?"


"Yah. . . Ada satu, pak. Mati karena fitur [Heat Burn] dari Lost Desert."


"Aaah. Pintasan mempelajari Skill Heat Resistance?"


"Benar pak. Tapi. . , semoga pemain ini belum menyerah lebih dulu. . ." tambahnya dengan ragu.


Sebab, pintasan untuk mempelajari Skill Heat Resistance adalah mati puluhan kali dengan penyebab [Heat Burn].


"Ah, mati." celetuk Ron dengan wajah datar saat menyaksikan pemain itu tewas.


Suasana diruangan itu akhirnya semakin canggung dengan umpatan yang keluar dari mulut pemain yang sedang mereka lihat.


Albas dan Ron pun seolah bisa merasakan rambut mereka mulai memutih karena stres mendadak ini; mengetahui jika ras 'penting' yang mereka buat mungkin akan hilang andai pemain ini menyerah untuk bermain; dimana kemungkinannya saat ini sangatlah tinggi.


—Seperti kata seseorang. . . Ketidaktahuan adalah kebahagiaan.


...———...

__ADS_1


Hyperthermia*


Kebalikan dari Hypothermia yang disebabkan suhu rendah. Hyperthermia terjadi karena kegagalan sistem tubuh untuk mengendalikan suhu internal yang menjadi terlalu tinggi akibat faktor tertentu.


__ADS_2