
Toko Blacksmith.
"Hahaha, kalian kembali! Itu melegakan!" sambut sang Halfling Blacksmith dengan senyum lebar. "Bagaimana dengan Chainmail dan perisaiku?"
"Tidak buruk." celetuk Alice. "Tapi kami butuh perbaikan."
"Perbaikan?" ulang sang Blacksmith dengan alis terangkat. "Coba kulihat."
Alice pun menyerahkan Chainmail miliknya, bersama milik Elcia, termasuk Rune Shield dan Silver Rapier yang dimiliki gadis itu.
Durabilitas tidak bisa dilihat sebelah mata di Terris. Semakin rendah durabilitasnya, sebuah Item memiliki penurunan performa yang mengganggu. Dan karena Alice maupun Elcia tidak memiliki Skill Blacksmithing, keduanya mau tidak mau harus mencari seorang Blacksmith untuk memperbaiki Equipment mereka.
Tapi melihat Equipment yang ia buat sendiri berada dalam kondisi yang cukup buruk, sang Blacksmith bertanya.
"Oi, apa yang kalian lakukan? Perisai ini, apa yang kalian lawan?" tanyanya.
"Forest Wolf." jawab Alice seolah bukan apa-apa.
Sang Blacksmith pun menatap Alice dengan wajah curiga selama beberapa saat. Dan dengan wajah yang sama, seolah mencari jawaban lengkap, ia beralih pada Elcia.
". . . Wolfpack."
"Hoh? Dan setelah itu kalian masih bisa kembali ke tokoku untuk memperbaiki Equipment?"
Blacksmith itu menghela napas panjang sambil menggelengkan kepalanya. "Sungguh beruntung. Meski kalian Eternal Wanderer, kalian terlalu nekat."
Menangkap kata yang baru ditelinganya, Alice mengulanginya dalam pertanyaan. "Eternal Wanderer? Apa?"
"Oi. Bukankah kalian termasuk 'mereka yang berkelana selamanya', orang yang kembali dari mati? Atau bukan?"
"Heh. . , begitu, memang." jawab Alice mengerti.
Sederhana. Blacksmith didepan mereka adalah orang Terrian, dan jika kalimat 'mereka yang berkelana selamanya' dihubungkan pada kata 'kembali dari mati', Eternal Wanderer adalah sebutan yang diberikan orang Terrian pada para pemain.
"Sudah kuduga, kalian Eternal Wanderer memang nekat huh? Beri aku tiga hari untuk memperbaiki semua ini."
Alice pun pura-pura berpikir sambil memasang wajah bermasalah. "Tiga hari?"
"Dua hari atau aku angkat tangan untuk itu. Masih banyak pesanan yang harus diselesaikan." kata sang Blacksmith dengan senyum lelah.
Oh. . , sampai membaca ekspresi, ya? pikir Alice dengan rasa kagum.
Alice dengan sengaja melakukannya karena penasaran dengan respon yang diberikan orang Terrian —sebagai AI yang didesain pihak Sekai Shard.
Ini cukup penting, karena dengan percobaan itu Alice mengkonfirmasi jika para pemain bisa membentuk negosiasi dengan orang Terrian.
Dan setelah mendapatkan jawaban memuaskan itu, Alice melanjutkan semuanya seolah angin lalu.
"Yah. . , terserah. Lebih penting kami butuh perlengkapan lain, sesuatu yang ringan selain zirah. Dan Long Sword."
"Tentu, bagaimana dengan Leathercraft?"
. . .
...[Item Details]...
Common — Leather Bracers
Status : Normal
Type : Defensive Gear, Wrist Guard
Durability : 100%
Defense : 7
Requirement : -
Stats :-
Enchancement : -
Pelindung yang dibuat dari kulit hewan.
...————...
Uncommon — Leather Gloves
Status : Normal
Type : Wearable, Gloves
Durability : 100%
Defense : 3
Requirement : -
Stats :
+2 Dexterity
Enchancement : -
Sarung tangan yang dibuat dengan hati-hati dari kulit hewan. Cukup nyaman untuk digunakan.
...————...
Uncommon — Leather Shoes
Status : Normal
Type : Wearable, Shoes
Durability : 100%
Defense : 7
Requirement : -
Stats :
+5% Movement Speed
Enchancement : -
Sepatu yang dibuat dengan hati-hati dari kulit hewan. Membuat pemakainya bisa bergerak dengan lebih lincah.
...————...
Uncommon — Iron Long Sword
Status : Enchanted
Type : Melee Weapon, Sword
Durability : 100%
Attack : 33
Requirement : 15 Strength
Stats :
+2% Attack
+1% Critical Hit Chance
Enchancement :
» Fine Iron Long Sword
• Daya serang senjata meningkat.
• Durabilitas senjata meningkat.
Pedang buatan Blacksmith cekatan yang telah diperkuat hingga ketajaman dan ketahanannya meningkat, namun terbatas karena bahan pembuatannya.
__ADS_1
...————...
"Hoh, bagaimana menurutmu?" kata sang Blacksmith dengan nada bangga.
"Cukup bagus. Aku ambil ini."
"Um."
"Semuanya tujuh puluh satu Silver."
"Enam puluh." sahut Alice.
"Hoh, ingin menawar? Hahaha, baiklah! Kubiarkan untuk kali ini." Halfling itu tertawa lantang menggelegar.
"Tapi." mata sang Blackskith menatap lurus dengam tajam, yang dengan mudah membuat Alice berkeringat dingin —sementara Elcia langsung bersembunyi dibelakang punggungnya seperti biasa.
"Jaga perlengkapan itu dengan baik, kalian dengar?!"
Dan kedua gadis itu mengangguk-angguk kuat didalam tekanan mengerikan seorang Blacksmith.
. . .
Kembali ke Combat Training Field untuk kesekian kalinya, Alice melatih Nave Sword Techique untuk menghabiskan waktu sampai Equipment mereka diperbaiki. Elcia pun duduk menonton dipinggir lapangan sambil mengatur ulang tampilan Interface sesuai keinginannya agar lebih rapi. Itu karena, setelah mempelajari banyak Skill di perpustakaan, tampilan Status miliknya terlihat kacau dan tidak enak dilihat.
"Muh, selesai." gumam gadis itu setelahnya dengan rasa puas.
Combatant Status :
Novice Swashbuckler | Elcia
Level : 9
Health : 190/190
Mana : 490/490
Stamina : 166/166
Hunger : 95%
Thirst : 90%
Strength : 15 (+6)
Agility : 28 (+7)
Dexterity : 19 (+5)
Intelligence : 48 (+17)
Vitality : 18 (+1)
Endurance : 22 (+6)
•— Detail [+]
Skill :
Halfling Walker [Passive] [Race]
Halfling Endurance [Passive] [Race]
Magic Control [Passive] [I - I]
Rapier Arts [Passive] [I - I]
Sword Mastery [Passive] [I - V]
Bash [Active] [I - II]
Magic Ampification [Active] [I - I]
Magic Arrow [Active] [I - I]
Magic Barrier [Active] [I - I]
Magic Blade [Active] [I - I]
Magic Missile [Active] [I - I]
Mana Absorbtion [Active] [I - I]
Phantasmal : Thrust [Active] [I - I]
Polar Shift [Active] [I - I]
Irregular : Soul Link
•— Assimilation [I - I]
•— Connection [I - II]
•— Detail [+]
Equipment :
Common Traveler Set (Top)
Common Traveler Set (Bottom)
Common Traveler Bag (Small)
Uncommon Leather Gloves
Uncommon Leather Shoes
Unique Ring of Annihilation | Frūr
•— Detail [+]
Weight : 2.6/168.0
Title :
Bipolar Order
Little Tamer
Novice Magician
Novice Swashbuckler
Wolfpack Killer
...————...
The Overcomer | Alice
Level : 7 (27.90%)
Health : 310/310
Mana : 99/126
Stamina : 203/248
Hunger : 93%
Thirst : 85%
Strength : 21 (+10)
Agility : 27 (+7)
Dexterity : 18 (+2)
Intelligence : 17 (+4)
__ADS_1
Vitality : 21 (+10)
Endurance : 33 (+17)
•— Detail [+]
Skill :
Halfling Walker [Passive] [Race]
Halfling Endurance [Passive] [Race]
Magic Control [Passive] [I - I]
Noble Heart [Passive] [I - V]
Sword Mastery [Passive] [II - I]
Magic Amplification [Active] [I - I]
Magic Blade [Active] [I - I]
Mana Absorbtion [Active] [I - I]
Nave Sword Technique [Skill Set] [I - III]
•— Phantasmal : Slash [Active] [I - III]
•— Phantasmal : Counter [Active] [I - I]
•— [Locked]
Irregular : Soul Link
•— Assimilation [I - I]
•— Connection [I - II]
•— Detail [+]
Equipment :
Common Traveler Set (Top)
Common Traveler Set (Bottom)
Common Traveler Bag (Small)
Common Leather Bracers
Uncommon Iron Long Sword
Uncommon Leather Gloves
Uncommon Leather Shoes
•— Detail [+]
Weight : 7.4/248.0
Title :
The Overcomer
One Who Protect The Other
•— Detail [+]
"Sentuhan akhir. . ." gumam Elcia.
Bipolar Order | Elcia
"Um."
Mata gadis itu kemudian memandang Alice, yang masih dengan giat mengayunkan Long Sword ditangannya dibawah sinar matahari.
"Phantasmal Slash!"
Gadis itu tersenyum tipis tanpa sadar.
Mu. . . Kurasa, aku harus ikut. . . pikir Elcia.
Dan dengan niat mencoba Magic Skill miliknya, gadis itu beranjak dari tempatnya dan berjalan ketengah lapangan.
"Magic Arrow." katanya lirih.
Dalam waktu 0.3 detik, sebuah anak panah semi transparan berwarna putih terbentuk dan melayang diatas telapak tangan gadis itu.
—Pada Skill tertentu dan terutama Magic Skill, ada sebuah jeda aktivasi yang disebut Cast Time. Termasuk Magic Arrow yang baru saja digunakan.
Ia pun memandangi boneka jerami yang berada agak didepan. Praktis, Magic Arrow itu langsung melesat saat dirinya mengarahkan jari telunjuk pada targetnya.
Syuu. . !
Meleset, Magic Skill miliknya melesat agak kesamping dan membuat gadis itu mengerutkan dahi karena semuanya lebih sulit dari apa yang dibayangkannya.
"Muu, agak sulit. . ?" gumamnya.
Elcia pun kembali mengulangi percobaannya dengan lebih serius. "Magic Arrow."
Syuu. . !
Kembali meleset.
"Muu. . ." kali ini, dengan wajah yang berubah cemberut, Elcia mencoba untuk ketiga kalinya. "Magic Arrow!"
Syuu. . !
Meleset dengan sempurna. Dan mulai dari titik ini, emosi gadis itulah yang menuntunnya untuk terus menggunakan Magic Arrow setiap kali Cooldown Skill itu selesai.
"Magic Arrow. Magic Arrow! Magic Arrow! ! Magic Arrow! ! !"
Syuu. . !
Syuu. . !
Syuu. . !
Syuu. . !
—Hasil Akhir
Total Magic Arrow dilepaskan : 14
Total Magic Arrow mengenai sasaran : 1
Accuracy : 7.1%
". . . Urgh."
Semakin kesal karena akurasi miliknya yang sangat buruk, Elcia akhirnya mengeluarkan Skill yang ada dalam sakunya secara asal-asalan.
"Magic Amplification. Magic Barrage, Magic Missile! Magic Arrow! ! Magic Blade! ! ! . . .
Dar! Dar! Dar! Dar! Dar!
Dar!
Syuu. . !
Swiii. . !
Sampai pada titik dimana dirinya terlalu ceroboh. "Arcane Burst— um. . ."
—Blarr!
Dan ditempat itu, Elcia mendapatkan sebuah julukan dari para pemain;
__ADS_1
Mad Little Magician.