VRMMO | Terris Story : Someone "Them"

VRMMO | Terris Story : Someone "Them"
07:B.Alice, Little Silver


__ADS_3

"Bangun, Elcia."


Sebuah suara memanggilnya, namun, yang empunya nama membalas dengan malas. "Hmn. . . Sebentar lagi Luna, setengah jam, tolong."


"Luna nggak disini!" teriak Alice.


Diteriaki agak keras dan mendengar suara yang ia kenal dengan baik, Elcia terbangun.


"Uuh. . , Pagi. . ." katanya, mengusap mata. Sebelum akhirnya sadar jika kepalanya ada di pangkuan Alice.


"Huh, akhirnya. . . Ayo putri tidur, ada Quest dari Halfling iblis itu." kata Alice, sembari memainkan rambut putih perak milik gadis itu.


"Um, Alice. . ? Berapa lama?" tanya Elcia.


"Heh, seisi lapangan melihatmu tidur hampir dua hari tahu?"


Linnea bangkit seketika itu juga, duduk dengan mata terbuka lebar. ". . . Sungguh?"


Tidur dua hari bukan lagi tidur, tapi latihan meninggal. Untungnya, mereka berada didalam Terris, yang berarti gadis itu hanya tidur sekitar delapan jam.


Tapi tetap saja, orang Terrian yang berada ditempat itu menjadi khawatir melihat Elcia yang berbaring diam selama dua hari. Meninggalkan Alice yang sesekali harus menangani pertanyaan dan kekhawatiran yang datang.


Alice pun menjadi akrab dengan orang-orang ditempat itu setelah cukup lama berlatih —meski cara bicara gadis itu masih tajam menusuk. Lagipula, mereka terlanjur kagum melihat Alice yang bertahan gigih menghadapi Bill.


"Sekarang, ayo, kita harus pergi memburu Forest Wolf." kata Alice, segera memberikan senjata terbungkus kain pada Elcia. "Ini senjatamu."


...[Item Details]...


Common — Silver Rapier


Status : Normal


Type : Melee Weapon, Sword


Durability : 100%


Attack : 21


Requirement : -


Stats : -


Enchancement :


» Needle Point [Passive]


• Memiliki kemungkinan untuk menyebabkan [Physical Pierce] saat melakukan serangan tusukan


• Serangan dengan [Physical Pierce] mengabaikan 10% Defense target


Sebuah pedang yang berorientasi pada serangan tusukan. Memungkinkan setiap serangan tusukan menembus pertahanan lawan.


...————...


Senjata yang persis seperti bayangan Elcia. Sebuah Rapier yang sepenuhnya memiliki penampilan sama dengan Training Rapier, hanya saja kali ini jauh lebih baik. Untuk beberapa waktu, dirinya berakhir memandangi Rapier itu dengan napas tertahan. Sementara, Alice hanya bisa tersenyum kecut melihat ia harus terikat oleh kondisi Sub Quest miliknya.


Pelatih sialan, umpatnya.


Beralih dari Rapier miliknya, Elcia ingin bertanya tentang Quest yang dikatakan Alice. Namun, gadis itu langsung menyadari Alice hanya menyanding sebuah Training Long Sword. Membuatnya teringat jika Alice belum mendapat senjata sampai sekarang.


"Um. . , Alice, senjatamu?"

__ADS_1


". . . Sudah kuduga." gumam Alice, diikuti sebuah helaan pendek.


Elcia sedikit memiringkan kepala mendengarnya, menuntut jawaban jelas. "Um. . ?"


Terlalu lelah untuk menjelaskan, Alice membuka panel Quest dihadapannya.


"Lihat sendiri. . ."


Special Condition :


Menggunakan Training Long Sword


Selesai membacanya sekilas, Elcia justru menatap dengan wajah masih bertanya; Sungguh?


"Bukannya aku mau, kan?" kata Alice.


Beranjak, Alice mengunjungi sebuah toko dan membeli beberapa barang yang wajib dibawa dalam dunia fantasi; Health Potion dan Mana Potion.


Kali ini keduanya membayar dengan uang yang diberikan sistem. Hanya sepuluh silver —1.000 Rea, mereka memilih potion paling murah yang ada di toko itu.


...[Item Detail]...


Minor Health Potion I


Type : Consumable


Health Restored : 40


Ramuan yang dibuat dari tumbuhan obat. Cukup untuk memulihkan luka kecil setelah diminum. Merupakan kualitas terendah.


...————...


...[Item Details]...


Type : Consumable


Mana Restored : 20


Ramuan yang dibuat dari tumbuhan obat untuk memulihkan sedikit Mana setelah diminum. Merupakan kualitas terendah.


...————...


Membeli masing-masing sepuluh Health Potion dan Mana Potion, keduanya menghabiskan enam Silver. Cukup boros, tapi dibanding harga perlengkapan keduanya, itu terpaut jauh.


Memasukkannya dalam Common Traveler Bag yang menggantung pada pinggang belakang —Waist Bag, keduanya berjalan pergi.


. . .


Untuk pertama kalinya, mereka meninggalkan desa Nave. Meski tidak akan terlalu jauh mengingat keduanya masih pemula.


Masalahnya, tidak ada tampilan Minimap atau semacam peta yang disediakan sistem. Terris mengharuskan setiap pemain untuk membaca peta secara manual, kalaupun ada yang memiliki satu —yang cukup buruk untuk orang buta arah seperti Alice dan Elcia.


Berjalan tanpa arah pasti, mereka akhirnya sampai dipinggir hutan.


Beruntung, hutan Basmael ada mengelilingi desa itu. Jadi tidak peduli arah yang dituju, siapapun akan sampai. Itu juga termasuk salah satu alasan bagaimana tempat ini cukup sulit untuk didatangi dari luar karena bahayanya.


Sebelum masuk, keduanya berpapasan dengan sepasang pemain yang keluar dari balik pepohonan hutan.


Tidak heran, lagipula pemain ras Halfling sudah meningkat pesat sejak terakhir kali keduanya memperhatikan.


Tapi, jika dilihat lebih baik, orang-orang itu keluar dengan kondisi buruk; Goresan beserta noda merah pada seorang yang menggunakan zirah logam. Pedang yang masih meneteskan darah terpasang di punggungnya, serta menunjukkan bagian patah atau memiliki kerusakan. Lalu, seorang pemain dengan zirah kulit compang-campingnya memiliki luka di banyak sisi.

__ADS_1


Cukup, itu sudah terlalu mengerikan. Elcia yang memiliki rasa ngeri saat melihat darah hanya bisa gemetar, memasang wajah pucat pasi.


Elcia otomatis teringat pengaturan "Gore" yang terpasang pada setup 'Realistic Mode' sesuai bawaan dasar. Sebelumnya ia memang tidak terlalu peduli tentang itu. Tapi sekarang, menonaktifkannya adalah pilihan terbaik. Segera membuat tampilan darah dihilangkan dari pandangannya, dan luka-luka itu diganti garis putih berbagai ukuran.


Gadis itu pun mengambil napas panjang untuk menenangkan diri.


Dan saat sudah cukup dekat, seorang dari mereka berkata pada keduanya —bersamaan dengan Elcia yang bersembunyi dibelakang punggung Alice.


"Hei, kalian berdua! Jangan masuk hutan sekarang!"


Mengangkat alis bersamaan, Alice maupun Elcia dipenuhi rasa penasaran. Mulai memperhatikan seorang pemain yang memberi peringatan kepada mereka.


Ia memakai sebuah Polearm dengan panjang dua meter, sebuah Naginata*. Rambut panjang hitam dikucir kuda, dengan Chestplate logam —pelindung dada, yang agak besar disekitar bagian 'itu'. Dan sebuah zirah kulit berwarna coklat tua dibaliknya. Alice langsung tahu jika gadis itu mencoba untuk menjadi Onna-Bugeisha** —berkat Elcia yang menjadi kutu buku.


Alice bagaimanapun langsung bertanya balik. "Ada apa?"


"Hanya kami berdua yang selamat dari sembilan orang di kelompokku. Hutan itu terlalu berbahaya!" jelasnya.


Namun Alice segera berkata sambil sedikit mengalihkan pandangan. "Lalu?"


"Lalu? Bukannya jelas? Jangan masuk kalau kalian masih mau selamat! Lagipula kalian hanya dua orang! Dan—" yang segera dipotong oleh orang disampingnya.


"Cukup, Haru. Peringatanmu sudah lebih dari cukup, benar kan, gadis perak?"


Alice pun menatap orang yang menyebut kata itu, 'gadis perak' sama seperti bagaimana Bill memanggilnya. Seorang laki-laki dengan rambut merah gelap, yang membawa pedang besar dipunggungnya.


"Kamu. . ? Ah sebentar, orang yang juga dipukuli Halfling iblis itu, ya?" kata Alice, mengingat wajah dihadapannya. Ia pernah melihatnya, yang entah datang tiba-tiba dan meminta Bill untuk melakukan latih tanding.


Hasilnya jelas, babak belur dengan Health sekarat.


"Aku benci mengingatnya, kau tahu?" katanya dengan senyuman pahit. Ia merasa dirinya terlalu bodoh saat itu.


"Sama." kata Alice.


"Tunggu, gadis perak yang kau maksud itu, dia? Little Silver yang dibicarakan orang-orang?" sela Haru setelah mendengar percakapan keduanya.


"Begitulah." jawabnya, mengangguk.


Alice memberi tatapan tajam. Gadis itu tidak menyukai panggilannya sama sekali. "Aku punya nama, Alice! Jadi hentikan panggilan itu! Dan, apa-apaan soal Little Silver?!"


"Oh, maafkan aku kalau kurang sopan. Jadi, Alice, apa kau tahu julukan yang diberikan padamu?" kata Haru, berbalik memberi pertanyaan.


"Jelas enggak tahu, kan? Jangan malah balik tanya!" jawab Alice dengan ketus. Ia fokus pada Quest miliknya dan mulai mengabaikan sekitar setelahnya. Bagaimana ia bisa tahu tentang itu?


"Pedas sesuai rumor, sekarang aku yakin gak salah orang." gumam Haru sambil meengangguk-angguk.


Lagipula rambut perak tidaklah jarang diantara pemain, bahkan cukup populer. Tapi rambut kedua gadis itu sendiri agak putih untuk menjadi perak, namun juga abu-abu untuk disebut putih. Membuatnya agak unik.


"Aku dengar itu!" teriaknya, semakin kesal melihat Haru.


Mendapati jika suasananya memburuk, laki-laki berambut merah segera menyela keduanya. "Cukup. Dengarkan aku, Little Silver itu julukanmu karena kau satu-satunya Player pemula yang bisa bertahan dengan pelatih itu."


Alice menyipitkan mata.


"Ha. . ?"


———


*Naginata


Termasuk sebuah pedang, Naginata adalah senjata yang memiliki panjang panjang dua meter. Dengan mata pisau satu sisi yang mencakup hampir setengah panjangnya.

__ADS_1


**Onna-Bugeisha


Sebutan untuk prajurit perempuan dari jepang, sering memakai Naginata sebagai senjatanya.


__ADS_2