VRMMO | Terris Story : Someone "Them"

VRMMO | Terris Story : Someone "Them"
06:B.Equipment, Shield and Chainmail


__ADS_3

Keluar dari Dandelion, sepasang gadis berambut perak segera menarik perhatian.


Keduanya menjadi terkenal dengan cepat. Salah satu penyebabnya karena Alice berhasil melawan Bill si Demon Trainer. Terlebih, beberapa pemain mengetahui keduanya masih memakai Common Traveler Set yang merupakan tanda seorang pemain pemula.


Dan tanpa bisa dihindari, beberapa kali pemain lain mendekati keduanya. Hanya untuk menerima kata-kata pedas nan tajam dari Alice seperti; "Enyahlah." atau "Pergi."


Alice melakukan itu bukan tanpa alasan; ia mendapati Elcia masih tidak nyaman dengan orang lain dan mulai bersembunyi dibelakang punggungnya. Dengan rumor yang mengatakan seberapa kuat Alice, tidak ada pemain yang bertindak lebih jauh setidaknya untuk sekarang.


Berjalan menuju toko Blacksmith, waktu di Terris menunjukan sore hari. Langit hampir gelap dengan lampu-lampu jalan menyala terang. Berbeda dari lampu yang dialiri listrik, lampu yang mereka lihat berbentuk bola yang melayang-layang —sebuah nuansa sihir.


Kali ini, keduanya harus berjalan cukup jauh sebelum sampai.


". . ."


"Um. . ."


Keduanya kebingungan, terutama Elcia yang sebelumnya melihat tempat ini sekilas. Toko Blacksmith itu terlihat tua jika diperhatikan, penuh debu seperti tak pernah dibersihkan. Bangunan itu bahkan bisa dikatakan bisa roboh kapanpun. Jika bukan karena melihat melalui jendelanya, kedua gadis itu akan mengira mereka salah tempat.


Namun, meski bisa dibilang menyedihkan. Bagian dalam tempat itu seperti dunia lain, membuat Elcia pun terdiam sesaat. Pandangan mereka dipenuhi dengan hasil tempaan logam yang mengkilap terkena cahaya lampu; senjata, zirah dan perisai serta sedikit anak panah logam.


Melihat keadaan dihadapannya, Elcia praktis mulai menyebutkan isi gudang senjata itu satu demi satu, dengan mata bersinar. "Pauldrons, Chestplate, Gauntlet, Bracer, War Hammer, Cutlass, Sail Dagger, Glaive, Hidden Bla—"


'Beli seperlunya dulu! Paham?' bentak Alice. Berusaha menghentikan maniak dalam diri gadis itu yang mulai mengambil alih.


Mendapati bentakan itu, raut wajah Elcia berubah sedikit kecewa sekalipun mengerti alasannya dengan jelas. 'Uuuh. . . mengerti.'


Saat keduanya masih melihat-lihat seisi tempat itu, seorang Halfling berotot dengan rambut coklat ikal keluar dari balik pintu dipojok ruangan. Pakaiannya terlihat basah, keringat, dan melihat itu keduanya bisa menebak dengan pasti; Seorang Blacksmith.


"Oh, ada pelanggan! Apa yang kalian cari?" tanyanya dengan senyum ramah.


"Chainmail." jawab Alice cepat.


Chainmail adalah jenis zirah yang terbuat dari ikatan rantai-rantai kecil. Tujuan utamanya untuk mengurangi dampak tebasan. Cukup ringan untuk ras Halfling, Alice berpikir untuk menggunakannya —seperti dalam cerita yang pernah dibaca gadis itu bersama Elcia.


"Tentu, belakangan cukup populer jadi kuambilkan yang baru. Sebentar." katanya, kembali masuk ke ruang dibalik pintu.


Pemakaian Equipment di Terris sebenarnya tidak dipengaruhi oleh batasan, memungkinkan seseorang untuk memakai sebanyak yang bisa ditangani. Namun satu hal, selain masalah berat, ada beberapa kondisi yang memberikan restriksi khusus.


Sekalipun begitu, untuk saat ini keduanya belum mampu membeli banyak, jadi itu bisa dikesampingkan.


Sementara itu, Elcia mulai melihat-lihat deretan perlengkapan didepannya. Sekali lagi membuatnya kebingungan untuk menentukan pilihan. Karenanya, gadis itu mulai melakukan eliminasi sederhana dengan memikirkan beberapa hal.


Memakai Rapier, Elcia memutuskan untuk mencoret Gauntlet atau sarung tangan logam dari daftar karena kurang nyaman digunakan.


Wrist Guard. . ?


Elcia sedikit berpikir tentang ini. Wrist Guard atau Bracer, pelindung lengan yang dipakai para pemanah, Archer, untuk mencegah luka akibat senar busur. Elcia memandang ini sebagai alternatif setelah mencoret Gauntlet. Meski dirinya menggunakan pedang, Bracer masihlah sebuah pelindung.


Lalu Dagger, kebenarannya memang senjata sekunder yang cocok dengan pedangnya, namun Elcia tidak terbiasa dengan penggunaan aktif dua tangan —Dual Wielding. Sesuatu seperti perisai akan lebih cocok dengannya karena lebih pasif.


Sementara, melihat berat atau beban item benar-benar terasa secara fisik pada karakternya, Elcia menolak pikiran untuk memakai sejenis zirah berat.


Memang cuma perisai dan Bracer, ya? pikir Elcia.


. . .

__ADS_1


Halfling itu akhirnya kembali bersama setumpuk Chainmail, menaruhnya diatas meja. "Bagaimana dengan ini?" lanjutnya, mengambil satu dari tumpukan.


Alice segera memeriksa Detail dari Equipment dihadapannya.


...[Item Detail]...


Uncommon — Iron Chainmail


Status : Normal


Type : Armor


Durability : 100%


Defense : 11


Requirement : -


Stats :


+5 Defense


-10% Damage diterima (Tebasan)


-6% Damage diterima (Tusukan)


Enchanment :


» Fine Iron Mail [Passive]


Chainmail yang dibuat dengan baik. Ketahanannya sedikit meningkat setelah logam yang digunakan berada ditangan Blacksmith cekatan.


...————...


"Kutaruh harganya di dua puluh Silver." kata sang Blacksmith.


Mendengarnya, Alice sedikit memiringkan kepala. "Silver?" tanyanya, bingung.


"Dua ribu Rea."


Oh, agak tinggi? Yah, seharusnya nggak masalah. pikir Alice. Gadis itu memiliki sepuluh ribu Rea untuk digunakan dan selama tidak lebih, ia tidak terlalu peduli.


"Kuambil, dan tolong satu lagi untuk Elcia." Alice pun melirik gadis itu, yang berjalan menghampirinya dengan sebuah perisai bulat. "Cuma itu?"


Elcia mengangguk. "Um."


...[Item Detail]...


Uncommon —  Rune Shield


Status : Normal


Type : Shield


Durability : 100%

__ADS_1


Defense : 16


Requirement : -


Stats :


+36 Mana


+10% Resistensi magis


+6% Resistensi fisik


Enchancement :


» Aegis [Active]


Membuat medan pelindung yang mengurangi dampak serangan dari arah depan.


• Pengurangan Damage : (Intelligence × 0.8)


Duration : 1 Second


Cost : 10 Mana


Cooldown : -


Sebuah perisai ringan yang dipasangi Rune magis. Memiliki sihir yang mampu melindungi pemakai dari serangan.


...————...


"Oh? Perisai yang bagus." komentar Alice dengan alis sedikit terangkat. Ia kemudian beralih menatap sang Blacksmith. "Jadi?"


"Enam puluh delapan Silver."


Alice segera mengeluarkan satu keping emas dari dalam Traveler Bag dan memberikannya.


Perlu diketahui jika sistem Inventory pemain yang dimiliki Terris tidak bekerja seperti kebanyakan Game lain. Itu persis seperti dalam dunia nyata, karenanya, seorang pemain tidak bisa membawa banyak barang. Kecuali mereka menggunakan alat sihir khusus untuk penyimpanan —yang memiliki harga selangit bagi semua pemain saat ini. Kebanyakan pemain memang mengeluhkan itu, tapi apa daya?


Mendapat kembalian, keduanya pun memakai Equipment yang baru mereka beli.


Chainmail dipakai dibalik Common Traveler Set, tidak terlihat jika tidak diperhatikan. Sedangkan untuk perisai, Elcia langsung memasangnya di tangan kanan, mengikatkan sabuk dibalik perisai itu. Meski mungkin agak merepotkan andai harus lepas-pasang berulang-ulang, Elcia berpikir selalu siap bukanlah hal buruk.


"Datanglah lagi!" kata sang Blacksmith.


Keluar dari tempat itu, keduanya berdiri diam untuk waktu yang sedikit lama.


"Um. . , ini malam, ya?" tanya Elcia dengan wajah datar. Ia baru ingat jika saat ini adalah waktu malam untuk Terris.


"Ya. . ."


Udara terasa cukup dingin, —sebuah detil yang ditambahkan pihak Sekai Shard tentang pebedaan siang dan malam. Tanpa tahu apa yang harus dilakukan, Elcia akhirnya memutuskan untuk kembali ke Combat Training Field bersama Alice.


Sesaat, Alice pun memeriksa waktu yang tersisa dari Quest milik Bill.


Dua hari lima jam? Nggak sesulit yang kukira, tapi, bukan untuk malas-malasan. pikir Alice, sedikit melirik Elcia dengan tatapan lelah.

__ADS_1


Gadis itu menolak Elcia dan kemalasannya, selalu berpikiran untuk menyelesaikan apapun secepat mungkin. Dan karena itu, Alice lelah dengan kelakuannya.


__ADS_2