VRMMO | Terris Story : Someone "Them"

VRMMO | Terris Story : Someone "Them"
09:C.Alpha, The Primal Wolf


__ADS_3

Boss Phase.


Kondisi yang dimiliki oleh Boss; yang muncul setiap syarat tertentu dipenuhi. Misal, Health yang turun sampai nilai yang telah ditentukan.


Setelah Boss memasuki Phase selanjutnya, biasanya terjadi perubahan pola serangan, peningkatan kekuatan, dan juga perubahan penampilan yang menunjukkan fase baru sudah dimulai. Phase yang dimiliki setiap Boss pun bervariasi, tergantung bagaimana para Developer merancangnya.


Sebelumnya, tujuh pemain berakhir tewas setelah Alpha memasuki Second Phase.


Selain karena mereka tidak pernah siap dengan perubahan mendadak yang terjadi, kelompok Haru fokus menyerang Alpha sebelum membersihkan kawanan Forest Wolf yang ada. Akibatnya, setelah Beast itu kembali menggunakan lolongannya, mereka dikepung dan dibantai.


Jika bukan karena Tacha yang menarik Aggro seluruh serigala itu, Haru dan Stern mungkin tidak pernah keluar dari hutan.


. . .


—Zrat! Zrat!


Cakar-cakar itu menembus baju zirah seorang pemain. Tacha, dengan susah payah bertahan dari serangan ganas Alpha. "Tsk, Protection!"


Salah satu anggota kelompok, yang membawa sebuah tongkat kayu, dan seorang White Mage segera bertindak.


"Minor Heal!" ucapnya, mengarahkan ujung tongkat itu pada sang Tanker. Yang kemudian membungkus Tacha dalam aura tipis transparan, luka-luka kecil yang terlihat pun perlahan menghilang dari tubuhnya.


Healing Skills adalah hal penting dalam pertempuran, tinggalkan Potion sendiri, hanya pemain nekat yang melakukan Boss Raid tanpa membawa seorang dengan kemampuan memulihkan Health.


Dan mengetahui Health miliknya mulai pulih, Tacha segera melanjutkan tugasnya sebagai seorang Tanker. "Provoke! Sini serigala tolol!"


Alpha yang menjadi target Skill Provoke akhirnya memusatkan serangan padanya. Aggro serigala itu terkunci berkat Skill tipe Taunt, yang wajib dimiliki para pemain Tanker.


Sierra yang memiliki peran sebagai Secondary Tank tentu tidak tinggal diam, ia segera memberi assist dengan War Hammer kesayangannya.


"Heavy Swing!"


[Stun!]


Berada dalam kendali, pemain tipe Attacker akhirnya leluasa memberikan pukulan telak untuk menguras Health dari serigala itu, tanpa khawatir terkena serangan. Karena sebuah logika dimana karakter yang memiliki daya serang tinggi biasanya memiliki Health yang rendah, seorang Attacker secara alami harus menghindari serangan masuk sebisa mungkin.


Termasuk dua orang pemain dari kelompok itu yang sejak awal sudah menghilang dari pandangan.


Saat Alpha sedang terpaku pada sang Tanker sekaligus dalam kondisi terkena Stun, dua belati datang diam-diam memanfaatkan keadaan.


"Backstab."


"Backstab."


[Surprise Attack!]


[Critical Hit!]


[Bleeding!]


Serigala itu langsung meraung kesakitan dengan serangan yang menusuk perutnya dari dua sisi. Kedua pemain itu adalah tipe Assassin, yang melakukan serangan-serangan mematikan tanpa diketahui lawan.


"Wind Javelin!"


Tombak angin terbentuk dengan cepat diatas kepala sang Mage. Saat ini, sihir itu adalah serangan terkuat miliknya yang menghabiskan sepertiga kapasitas Mana-nya secara langsung.


"Menyingkir!" teriak Lily.


Dalam Terris, tidak ada perlindungan dari yang namanya Friendly Fire. Jika seseorang tidak beruntung, ia bisa tak sengaja terbunuh oleh serangan rekannya sendiri. Karena itu, Lily memberi peringatan dan sementara membiarkan rekan-rekannya menjauh.


Dua orang Assassin itu pun melompat menjauh dan kembali menghilang dari pandangan.


Tacha yang memahami situasi juga langsung bergerak. "Bash!"


[Stun!]


[Target terkena Stun berkelanjutan!]


[Efek Stun melemah!]


Tidak mungkin untuk terus menerus membekukan gerakan lawan dengan Skill yang memiliki efek serupa. Untuk setiap satu efek kontrol yang sama saling bertumpuk, target akan mendapat Temporary Resistance yang meningkatkan ketahanan dari efek kontrol tersebut untuk beberapa waktu. Itu semua demi menjaga keseimbangan dalam Terris.


—Para Developer dari Sekai Shard tentu tidak akan membiarkan seorang pemain berlevel 0 dengan mudah membunuh Boss Level 100 bermodal Stun tanpa akhir, kan?


Namun, sekalipun saat ini Alpha dalam kondisi Temporary Resistance, itu masihlah cukup. Tacha hanya berniat untuk mengambil jarak dari serigala itu. Lagipula, Skill kontrol yang dimilikinya masih terbatas sehingga ia hanya punya Stun sebagai pilihan.


Dan setelah melihat tidak ada yang berada dekat dengan serigala itu, Lily akhirnya melemparkan serangannya.


Swoosshh. . !


—Blar!!


Mendarat tepat sasaran, Wind Javelin langsung meledak dan melepaskan bilah-bilah angin tajam yang menyayat kulit serigala itu.


Slash! Zrat! Slash! Zrat! Slash! Zrat!


Tubuh Beast itu segera dipenuhi garis-garis putih dari pandangan Elcia, penuh luka —Jangan berharap untuk membayangannya dalam Realistic Mode, gadis itu mungkin pingsan.


Namun mengesampingkan itu, semuanya secara tidak langsung menunjukkan seberapa banyak Health yang dimiliki Boss itu sekaligus seberapa banyak usaha yang diperlukan untuk menjatuhkannya. Sejauh ini, situasi berjalan cukup baik .


Tapi sayangnya, semua tidak semudah kelihatannya. Karena Phase ketiga akhirnya dimulai.


Bulu-bulu berwarna putih yang memanjang diantara telinga sampai ekor perlahan menyebar, menghapus warna abu-abu gelap dari serigala itu.


"Masih belum?!"


"Lagi?!"

__ADS_1


Dua teriakan terdengar tumpang tindih. Lily jatuh frustasi sementara Haru terkejut melihat Alpha masih memiliki Phase lain.


Stern pun terlihat panik. "Hati-hati!"


Tapi serangan selanjutnya membuat semua orang membeku. Alice maupun Elcia membuka matanya lebar-lebar dengan napas tertahan.


[Player : Eiden terbunuh!]


Salah satu Assassin mendadak keluar dari Skill Invisibility dan roboh begitu saja, dengan Alpha yang berada didekatnya.


"Ap—!!" Stern pun tidak bisa berbuat banyak selain berteriak dengan nada tinggi.


Sebelum kelompok Haru selesai mencerna apa yang baru saja terjadi, Alpha tiba-tiba melompat dan menerkam sebuah tempat kosong.


[Player : Aiden terbunuh]


Pemandangan itu kembali memberikan syok yang cukup berat untuk para pemain. Tingkat kesulitan yang dimiliki Terris bukanlah candaan tapi sebuah masalah.


Karena sejak awal, Sekai Shard mendesain Alpha dengan beberapa kemampuan berbahaya.


Lolongan yang memberikan Debuff serta mendatangkan Forest Wolf. Second Phase yang meningkatkan serangan dan kecepatan. Dan Third Phase yang ditulis sebagai kode Primal Wolf; dimana sebuah pembantaian akan dimulai.


"Kh— Provoke!" teriak Tacha, mencoba untuk menarik kembali Aggro serigala itu.


Sayangnya dalam Phase ini, Alpha tidak terpengaruh oleh Aggro maupun Skill tipe Taunt serta kebal dari kontrol seperti [Stun] dan [Paralysis].


Taunt yang digunakan justru membuat serigala itu semakin marah.


Seluruh pemain akhirnya pucat pasi. Dan setelah dua Assassin dari kelompok Haru tewas, Phase Primal Wolf memasuki kondisi selanjutnya. Ia akan menyerang secara acak pemain yang berada dalam radius tertentu. Terlalu buruk, serigala itu langsung melompat jauh dengan kecepatan tinggi menuju sang White Mage.


[Player : Afterlife terbunuh]


"Life! Argh sialan! !" umpat Stern, frustasi karena ketidakmampuannya mengantisipasi serangan itu.


Dengan White Mage yang tewas, kelompok itu hanya bisa mengandalkan Potion untuk bertahan, andai mereka bisa selamat dari Phase ini.


Sang Arcane Archer bahkan telah lama kehilangan wajah tenang yang ia tunjukan sepanjang waktu. Dengan penuh rasa ngeri, ia menggunakan Skill miliknya tanpa henti."Arrow! Paralysis Shot! Quickfire! Triple Shot! Power Shot!"


"Magic Barrage!" tambah Lily dengan Mana terakhir miliknya.


Rentetan serangan itu melesat maju, hanya untuk pergi tanpa pernah mengenai targetnya. Gerakan Alpha telah menjadi terlalu cepat untuk diikuti. Dan serigala itu mengincar target selanjutnya.


[Player : Sierra terbunuh!]


[Player  : Lily terbunuh!]


Kelompok itu mulai kehilangan anggotanya satu demi satu. Namun, target selanjutnya sungguh diluar perkiraan semua orang. Alpha mendadak bergerak menuju tempat sepasang gadis beramput perak.


—Grauu!


Empat pemain tersisa mendadak semakin panik melihat dua orang yang seharusnya sudah tidak terlibat justru menjadi sasaran karena kesalahan mereka.


Serigala itu cepat, terlalu cepat untuk diikuti kebanyakan orang. Pemain biasa mungkin akan terlambat bereaksi terhadap serangan yang datang. Tapi, kemampuan Elcia dalam bereaksi bisa dikatakan sangatlah baik; dan kemampuannya dalam bermain hangar membuktikan hal itu.


"Kh— Aegis!"


—Dangg!!


Elcia


Health : 52/160 (-82)


Rune Shield


Durability : 57% (-3%)


[Kamu menerima serangan yang terlalu kuat! Tubuhmu menjadi kaku!]


"Guh. . !"


Rasa ngeri membanjiri gadis itu dan membuatnya berkeringat dingin. Satu serangan dari serigala itu sekarang langsung memangkas setengah lebih Health miliknya. Bagaimana jika ia tidak memakai perisai miliknya?


Menemukan targetnya masih hidup, Alpha bertambah murka; ia langsung menyerang dengan cakar-cakarnya yang tajam.


Dan gadis itu mengerti dengan baik, andai karakternya menerima serangan itu, atau bahkan berhasil menahamnya, ia tetap akan tewas. Persis tak berdaya, dan kelompok Haru terlalu jauh untuk menyelamatkannya.


Mati. . ? pikir Elcia. Ia akhirnya mulai pasrah melihat cakar-cakar itu. Toh ini cuma sebuah game, jadi mati bukanlah sesuatu yang terlalu mengerikan.


Namun gadis itu melupakan satu orang, yang selalu bersama dengannya; karena gadis itu sudah lama menghadapi semuanya sendiri.


Tapi tidak lagi, setidaknya tidak ditempat ini. Karena sekarang, orang itu berdiri berdampingan dengannya dan saling melengkapi.


"Phantasmal Counter!"


Kata-kata itu terdengar jelas, sejelas cahaya dalam gelap. Dan menyadarkan Elcia yang terdiam saat itu.


Alice.


Ia datang dengan Skill dari Nave Sword Technique, yang ia dapatkan setelah Sword Mastery miliknya mencapai Combatant I dalam pertempuran sebelumnya.


Tring! Traang!!


Long Sword itu terayun kedepan dan mendapat dua tabrakan keras yang membuatnya berbunyi nyaring.


Alice


Health : 1/240 (-64) (-75)

__ADS_1


Health miliknya jatuh dalam sekejap hingga mencapai kondisi yang mungkin bisa disamakan dengan sakratul maut. Tapi bahkan serangan itu masih memberinya kejutan lain,


Training Long Sword


Durability : 0% (-14%) (-16%)


[Training Long Sword telah hancur!]


[Kamu menerima serangan yang terlalu kuat! Tubuhmu menjadi kaku!]


[Kamu berada dalam kondisi kritis! Tubuhmu menjadi sangat lemah!]


"Urk—!"


Alice yang gagal memperkirakan kekuatan serangan dari serigala itu hanya bisa menahan rasa sakit dan mengeluarkan sebuah erangan. Tapi segera setelahnya, notifikasi lain muncul begitu saja.


[Title : One Who Protect The Other didapatkan!]


[Kondisi khusus terpenuhi! Struggle telah bangkit!]


[Struggle berubah menjadi Noble Heart!]


[Kamu berada dalam kondisi kritis! Noble Heart : Burning Struggle diaktifkan!]


[Kamu tidak kenal kata menyerah! Tubuhmu melampaui batasannya!]


[Kekuatan serangan meningkat drastis!]


Notifikasi yang muncul tanpa henti membuat Alice maupun Elcia kehabisan kata-kata.


Namun mereka segera melihat Alpha yang tengah berusaha berdiri setelah kedua kaki depannya mendapat serangan telak dari Alice.


Alice ingin segera menyerang balik selagi ia mendapat peningkatan kekuatan karena efek Noble Heart yang aktif begitu saja. Namun, Training Long Sword miliknya telah hancur, dan gadis itu tidak ingin menyerang dengan tinju layaknya Martial Artist amatiran.


Sementara, Elcia masih sulit bergerak akibat Damage yang diterima dalam jumlah besar.


Dalam kesempitan itu, keduanya mendadak teringat sesuatu.


Benar, Skill yang sebelumnya tidak pernah digunakan sekalipun. Keduanya bertukar pandang, dan memahami satu sama lain, mereka mengangguk bersamaan.


"Assimilation!" kata Elcia.


[Kamu memasuki kondisi Assimilation! Tentukan kondisimu!]


[Host / Spirit]


"Host" kata Elcia dengan cepat. Serigala itu jelas tidak akan duduk manis melihat mangsa didepannya.


[Tentukan Spirit!]


"Alice."


[Kamu menunjuk Player : Alice sebagai Spirit]


[Memulai Assimilation!]


"Giliranmu." kata Alice dengan senyum, bersama tubuh karakternya yang berubah sedikit demi sedikit menjadi butiran cahaya dan bergabung dengan Elcia.


"Ya, giliranku, Alice." balasnya.


Grrr. . !


Alpha menggeram berat, seperti ingin mecabik-cabik mangsanya. Dan setelah ia sepenuhnya berdiri, tanpa menunda serigala itu datang dengan kecepatannya yang mengerikan.


"Arrow! Wind Enchant!"


Syuuuuuu. . !


—Grau!


Tembakan itu datang disaat yang tepat. Mendorong Alpha dan membeli sedikit waktu hingga keduanya menyelesaikan proses Assimilation.


[Kamu berada dalam kondisi kritis! Noble Heart : Burning Struggle diaktifkan!]


[Kamu tidak kenal kata menyerah! Tubuhmu melampaui batasannya!]


[Kekuatan serangan meningkat drastis!]


Elcia menatap lurus pada serigala itu dengan tajam. Memperlihatkan mata kirinya yang berwarna biru langit. Yang berpasangan dengan mata kanannya, yang kini berkilau merah ruby; mata Alice.


" "Phantasmal Slash." "


Suara keduanya bertumpuk, bersama dengan Rapier yang terhunus kedepan menyambut serangan Alpha.


[Rapier Arts mengubah Phantasmal Slash!]


[Phantasmal : Thrust diciptakan!]


[Intelligence meningkat pesat!]


—Jleb!


[Physical Pierce!]


[Critical Hit!]


[Fatal Damage!]

__ADS_1


[Title : Wolfpack Killer didapatkan!]


__ADS_2