VRMMO | Terris Story : Someone "Them"

VRMMO | Terris Story : Someone "Them"
13:C.Basmael Forest II, Poisonous Weapon


__ADS_3

...[Title Details]...


The Fool


Title untuk orang bodoh.


+1% All Resistance


...————...


Singkat. Padat. Jelas.


Dan Elcia tidak bisa menyangkal karena ia sendiri dengan bodohnya mengunyah sesuatu yang ada ditengah hutan tanpa mengetahui apapun tentang itu.


...[Items Details]...


Rare — Red Albia Leaf


Status : Normal, Fresh


Type : Material


Durability : 96%


Poison Health Tick : 0.2% Per Second


Poison Duration : 300 Second


• Menyebabkan [Paralysis].


Tanaman dengan racun yang mampu membuat siapapun yang memakannya lumpuh selama beberapa waktu, serta mati keracunan secara perlahan.


...————...


"Kenapa kau. . . daun Red Albia. . . Well, aku tidak mengerti apakah ini termasuk bodoh atau nekat." kata Isval.


"Muu. . ."


"Haih. . . Alice, berikan ini padanya." kata Mortred sambil memberikan sebotol Antidote, lalu kembali memetik tanaman bersama Franz.


"Ya. . ." jawab Alice dengan raut wajah lelah. "Dasar, minum ini."


Beberapa menit setelah meneguk habis Antidote itu, Elcia akhirnya mengambil napas lega setelah efek racun dari Red Albia menghilang sepenuhnya.


—Seperti kenyataan, didalam Terris, perlu beberapa waktu untuk menghilangkan efek racun saat memakai Antidote.


Tapi bukan menjauhi tanaman itu setelah mengetahui efeknya, gadis itu justru kembali memetiknya.


"Oi, oi, masih belum kapok?" celetuk Isval.


Namun Elcia secara tiba-tiba mengulurkan tangannya pada sang Archer yang sedang berdiri didekatnya. "Arrow."


"Ya?"


"Arrow." ulang gadis itu.


"Well, untuk apa?" tanya Isval sambil mengerutkan dahi.


"Arrow." katanya lagi tanpa menjawab.


Disisi lain, Alice yang memahami apa yang ingin dilakukan Elcia berkata sambil tersenyum dengan penuh maksud. "Hoh. . . Berikan saja padanya, ini sesuatu yang bagus, kurasa."


"Baik, terserah." Isval pun akhirnya menyerah pada perkataan keduanya dan memberikan Quiver berisi anak panah pada gadis itu.


...[Item Details]...


Common — Arrow


Status : Normal


Type : Bow Ammunition


Durability : 99%


Attack : 14


Enchancement : -


Anak panah yang biasa digunakan para pemanah pada umumnya. Cukup untuk dipakai berburu.


...————...


Dan setelah menerima Quiver berisi anak panah yang ia butuhkan, Elcia meremas daun Red Albia ditangannya lalu mengambil satu anak panah dan melumuri mata panahnya dengan itu.


Cara primitif yang nyatanya efektif. Sebagai Weapon Maniac, Elcia mengetahui banyak hal yang termasuk dalam kategori senjata. Salah satunya adalah senjata beracun yang sedang dibuat olehnya; melalui ide sepintas yang muncul setelah mengetahui efek dari daun Red Albia, bersama kebebasan yang diberikan Terris kepada pemain.

__ADS_1


Hasilnya;


...[Item Details]...


Uncommon — Poisonous Arrow


Status : Normal


Type : Bow Ammunition


Durability : 99%


Attack : 14


Enchancement :


» Red Albia Poison [Passive]


Poison Health Tick : 1 Per Second


Poison Duration : 30 Second


Poison Max Stack : 10


• Kemungkinan kecil untuk menyebabkan [Paralysis] saat melukai target.


• Saat [Poison Stack] mencapai [10] : menyebabkan efek [Paralysis] pada target.


Anak panah yang telah dilumuri racun dari Red Albia. Masih cukup mematikan meski racun yang ada sudah melemah.


♦ Enhancer : Elcia


...————...


[Title : Poisonous Weapon Modificator I didapatkan!]


Elcia pun mendengus puas melihat anak panah yang ia kerjakan, lalu mengembalikan anak panah itu pada Isval.


Meski efek racun yang ada tidak sekuat sebelumnya, pengurangan 1 Health per detik selama setengah menit dan kemungkinan debuff [Paralysis] sudah cukup kuat untuk awal permainan seperti saat ini. Terlebih, efek [Poison] bisa bertumpuk hingga sepuluh kali yang sama dengan 10 Health per detik, belum termasuk efek [Paralysis] yang pasti terpicu.


—Disisi lain, gadis itu mengangkat alisnya melihat ID karakternya terpampang jelas pada deskripsi item yang ada; sebagai seorang Enhancer, meskipun ia hanya melumuri anak panah itu dengan racun.


Selama beberapa saat selanjutnya, sang Archer terdiam menatapi anak panah itu dengan mata terbuka lebar.


"Kenapa aku tak memikirkan hal ini?!" teriak Isval dengan keras.


Mengabaikan ketiga pemain yang heboh dibelakangnya, Elcia mulai melumuri anak panah yang ada dengan racun Red Albia dan memeriksa Title baru miliknya.


...[Title Details]...


Poisonous Weapon Modificator I


Mematikan! Kamu adalah orang yang berimprovisasi dengan menggunakan racun alami pada senjata!


+1 Dexterity


+1 Intelligence


+1% Poison Effect Amplification


...————...


Elcia tentu dengan senang hati menerima tambahan Intelligence yang diberikan oleh Title baru miliknya. Dan dengan mood yang membaik, Elcia mulai menyelesaikan seluruh anak panah itu dengan cepat.


Belum cukup dengan anak panah milik Isval, gadis itu pun mulai melumuri Rapier miliknya dengan hati-hati.


"Um, selesai." gumam Elcia dengan wajah puas, yang secara refleks bergerak seolah mengelap keringat di dahinya dengan tangan.


...[Item Details]...


Common — Silver Rapier


Status : Normal


Type : Melee Weapon, Sword


Durability : 100%


Attack : 21


Requirement : -


Stats : -


Enchancement :

__ADS_1


» Needle Point [Passive]


• Memiliki kemungkinan untuk menyebabkan [Physical Pierce] saat melakukan serangan tusukan


• Serangan dengan [Physical Pierce] mengabaikan 10% Defense target


» Red Albia Poison [Passive] [100%]


Poison Health Tick : 1 Per Second


Poison Duration : 60 Second


Poison Max Stack : 10


Thrust Attack Poison Usage : 1


Thrust Attack Extra Damage : 2% Per Poison Stack


Thrust Attack Paralysis Duration : 3 Second


• Kemungkinan kecil untuk menyebabkan [Paralysis] saat melukai target.


• Serangan tusukan akan menghabiskan seluruh sisa [Red Albia Poison] pada senjata.


• [Paralysis] pada serangan tusukan hanya bisa aktif saat persentase racun pada senjata masih diatas 40%.


Sebuah pedang yang berorientasi pada serangan tusukan. Memungkinkan setiap serangan tusukan menembus pertahanan lawan. Telah dilumuri dengan rancun Red Albia yang membuat bilah pedangnya lebih berbahaya.


♦ Enhancer : Elcia


...————...


Berbeda dengan Arrow milik Isval, Red Albia Poison pada Rapier gadis itu memiliki persentase yang menunjukkan seberapa banyak racun yang tersisa pada bilah pedangnya; yang akan berkurang setiap kali serangannya berhasil melukai sasaran.


Terlebih debuff [Poison] yang ada juga ikut berubah, menyesuaikan jenis senjata yang telah dilumuri racun.


Melihat itu, Elcia mulai penasaran dengan apa yang akan terjadi dengan setiap senjata ia beri racun. Dan selesai dengan senjatanya, Elcia mengambil Red Albia yang ada untuk percobaan itu, sampai jumlahnya dirasa cukup.


[Red Albia Leaf ×1 didapatkan!]


[Red Albia Leaf ×1 didapatkan!]


[Red Albia Leaf ×1 didapatkan!]


[Red Albia Leaf ×1 didapatkan!]


[Red Albia Leaf ×1 didapatkan!]


Sayangnya, pengertian Elcia tentang kata 'cukup' ada diluar wilayah orang normal.


[Red Albia Leaf ×1 didapatkan!]


[Red Albia Leaf ×1 didapatkan!]


[Red Albia Leaf ×1 didapatkan!]


[Red Albia Leaf ×1 didapatkan!]


[Red Albia Leaf ×1 didapatkan!]


[Red Albia Leaf ×1 didapatkan!]


[Red Albia Leaf ×1 didapatkan!]


[Red Albia Leaf ×1 didapatkan!]


[Red Albia Leaf ×1 didapatkan!]


. . .


Disisi lain, empat pemain dibelakangnya memandang gadis itu dengan wajah datar.


"Elcia. . ." celetuk Mortred dengan wajah kaku.


"Um. . ?" sahut Elcia tanpa berhenti memetik.


"Apa kau. . , ingin meracuni seluruh. . , desa Nave?"


Elcia mengerutkan dahinya, menoleh kebelakang, dan baru menyadari jika lebih dari setengah Red Albia yang ada ditempat itu telah digunduli olehnya.


Memasang wajah datar, Elcia berkata.


"Uum. . . mau?" kata gadis itu sambil mengulurkan daun Red Albia yang ada ditangannya.


Alice menepuk dahinya, bersama dengan jawaban serempak dari tiga orang disebelahnya.

__ADS_1


" " " Nggak, makasih." " "


__ADS_2