
Perlahan, tujuh orang sosok memperlihatkan dirinya dari balik bayang-bayang.
Seorang perempuan dengan rambut putih bersih mencapai pinggang, dengan mata merah darah. Ia membawa sebuah bola kristal, Orb, melayang-layang diatas telapak tangannya yang berkulit pucat.
—Seorang Mage. Meski bukan penyebutan spesifik karena hanya merujuk pada Orb ditangannya, yang menunjukan salah satu ciri Damage Dealer bertipe Magical Damage.
"Magic Barrage." katanya, dengan begitu jelas. Orb ditangannya pun menyala-nyala redup.
Dan seketika, lima buah bola sihir putih muncul dibelakang sosok itu. Yang langsung melesat tanpa jeda menuju Forest Wolf Alpha.
Dar! Dar! Dar! Dar! Dar!
Rentetan letupan pun terdengar setelah bola-bola itu mengenai targetnya. Meninggalkan Alpha yang kini terlihat marah, menggeram berat.
Aaouuuuuu. . !
[Debuff : Fear]
[Kamu tenggelam dalam ketakutan! Kecepatan gerak menurun!]
Oh tolonglah. . , nggak lagi, pikir Alice. Ia merasa sudah cukup mendengar lolongan itu.
"Ugh. . ." Elcia pun mulai merasa kesal terhadap serigala itu.
Tidak hanya memberinya sebuah Debuff, lolongan Alpha mendatangkan serigala lain dari balik pepohonan —dan ini adalah yang ketiga kalinya. Tapi untunglah Debuff seperti Terror dan Trauma hanya berlaku satu kali bagi mereka. Jika tidak, kedua gadis itu sudah pasti tewas bahkan sebelum Haru dan kelompoknya tiba.
Namun, semuanya berbeda untuk kelompok Haru yang baru masuk kedalam pertempuran. Sembilan orang itu berdiri kaku karena efek Debuff : Trauma.
Forest Wolf tentu tidak tinggal diam saat mangsa mereka tidak bisa bergerak. Haru, yang dikepung beberapa serigala hanya bisa menelan ludah. Bahkan serigala lain berlari menuju tempat sang Arcane Archer berada.
"Ugh, Sialan!" umpat Haru. "Sudah kubilang jangan buat monster itu kesal!"
"S-sorry. . ." jawab Mage itu lirih.
Menyadari situasinya, kedua gadis itu langsung bergerak membantu penyelamat mereka yang kini butuh untuk diselamatkan.
"Alice!"
"Ya!"
Elcia langsung berlari kearah Haru, dengan perisai yang terarah kedepan. "Bash!"
Daang!
—Kaing!
Tidak berhenti, Rapier ditangannya segera bergerak menghadang serigala kedua yang datang menyerang; "Forte!"
Ting!
Taring-taring itu berakhir menggigit bilah Rapier miliknya. Elcia pun menarik Rapier itu dengan cepat, meninggalkan garis luka putih pada mulut Forest Wolf itu, diikuti Rune Shield yang datang berganti. "Bash!"
"Makasih!" kata Haru.
Disisi lain, Alice melompat dihadapan sang Arcane Archer, dan mengayunkan Training Long Sword ditangannya.
"Phantasmal Slash!"
Slash! Slash!
Disaat yang hampir sama, seorang dari kelompok Haru berteriak lantang.
"HAA! ! !"
Seorang laki-laki dengan zirah logam yang terpasang dari ujung kaki sampai ujung kepala, membawa sebuah perisai dan Gladius ditangannya.
[Warrior's Call diaktifkan!]
__ADS_1
[Kamu terbebas dari rasa takut!]
[Kamu mengatasi trauma dalam dirimu!]
Warrior's Call, salah satu Skill Buff bertipe Area of Effect (AoE) yang memperkuat daya serang dan menghapus Debuff, namun memiliki Cooldown yang panjang.
"Bagus Tacha!" ucap orang disampingnya.
Orang itu pun segera mengangkat War Hammer miliknya, menyerang Forest Wolf yang mulai berdatangan. "Blood Strength! Heavy Swing!"
—Kaing!
[Stun!]
Forest Wolf menelan palu itu mentah-mentah, dan dipentalkan ke udara dengan mudahnya. Yang kemudian menjadi sasaran empuk bagi sang Arcane Archer; setelah terbebas dari Debuff.
"Arrow, Precision Aim."
Syuut. . !
[Critical Hit!]
[Fatal Damage!]
Pertempuran yang sebenarnya dimulai.
Sebelas orang pemain melawan sekelompok Forest Wolf dan Forest Wolf Alpha di kedalaman hutan Basmael.
"Heavy Chop!"
Sebuah Great Sword terayun cepat, membelah seekor serigala dengan mudahnya. Stern, laki-laki dengan rambut merah yang sebelumnya dijumpai bersama Haru.
Stern pun masuk kedalam pertempuran, mulai menyerang dengan ganas. Sampai secara kebetulan,
"Yo, Little Silver." sapanya. Kedua pemain berdiri saling membelakangi ditengah-tengah tempat itu.
Meski gadis itu merasa tidak nyaman bersama orang asing, keadaan membuatnya harus bekerjasama.
"Eh? Begitu, kalian mirip." kata Stern, sedikit malu.
". . . Mungkin."
Elcia tanpa sadar melirik Alice setelah mendengar perkataan Stern —yang berbahaya dalam situasi sekarang ini.
"Awas!"
—Zrat!
"Ah. . ?" mata gadis itu langsung kembali dalam pertempuran. Dan mendapati Stern menghadang seekor Forest Wolf yang hampir menerkamnya.
Otaknya segera pulih dari keterkejutan, dan bergerak cepat memberikan serangan. "Poussée!"
[Physical Pierce!]
[Sword Mastery meningkat!]
[Skill : Rapier Arts dipelajari!]
"Jangan lengah lagi!" peringat Stern dengan ramah.
"Um, maaf." jawab Elcia, mengangguk.
Seiring waktu, Elcia maupun Alice akhirnya memasang wajah yang lebih tenang namun tetap fokus. Melihat kerja sama kelompok Haru yang begitu baik, keduanya mulai optimis untuk bisa keluar dengan selamat.
. . .
Tak lama setelahnya, mayat-mayat tergeletak dimanapun ditempat itu. Dan hanya meninggalkan seekor serigala; Forest Wolf Alpha.
__ADS_1
Beast itu menatap geram melihat kawanannya dibantai habis oleh sekelompok Halfling.
"Nah, sekarang waktunya ronde kedua!" kata Haru dengan seringai. Ia dan kelompoknya mempunyai satu tujuan. Dan itu adalah balas dendam kepada Beast Boss didepan mereka.
Selalu tanpa memberi waktu untuk bernapas, Alpha datang menyerang kelompok itu.
Boss Raid dimulai!
Stern pun mulai memberi komando pada semua orang. "Tacha, Sierra!"
"Siap."
"Aye!"
Dua orang pemain maju kedepan, Tacha dengan perlengkapan berat miliknya dan Sierra bersama War Hammer ditangannya. Mereka datang mengambil peran Frontline Tanker, dengan Tacha sebagai Main Tank.
"Lily, Debuff!"
Sang Mage pun bergerak menanggapi perintah. "Lower Resistance! Supressing Aura! Power Absorb! Weakened Defense! Agility Restrain!"
Kecepatan Alpha turun seketika bersama tumpukan Debuff yang diberikan Lily dengan ikhlas. Membuat kedua pemain baris depan mudah menangani serangan awal.
"Shield Charge!"
"Heavy Swing!"
[Stun!]
Mendapatkan momentum untuk menyerang, Stern kembali memberi perintah. "Sekarang!"
Seluruh kelompok Haru akhirnya bergerak mengeroyok serigala malang itu tanpa ampun.
Sementara pertempuran berlangsung, kedua gadis perak duduk dipinggir tempat itu. Mereka memutuskan untuk beristirahat dan memulihkan diri, memilih untuk tidak ikut dalam Boss Raid yang sedang terjadi. Lagipula, keduanya bukan bagian dari kelompok Haru yang ingin membunuh serigala itu. Dan,
[Quest :
Forest Wolf dibunuh : 41/5]
Alice membunuh Forest Wolf lebih dari yang dibutuhkan Quest miliknya, dan sekarang terlihat seperti sebuah pembantaian sepihak. Mereka pun tidak pernah berharap untuk berakhir menghadapi sekawanan penuh Forest Wolf dan berhasil keluar hidup-hidup setelahnya. Itu benar-benar sebuah keberuntungan sekaligus kesialan.
—Lompat.
Sesuatu tiba-tiba keluar dari Traveler Bag milik Elcia. Kelinci.
"Dapat!" kata Alice, langsung menangkap makhluk imut itu dan tersenyum senang.
Elcia pun tertawa kecil melihat kelakuan Alice. Ia mulai menyadari satu hal; mereka perlahan berubah sejak memasuki dunia ini.
. . .
Beralih menonton Boss Raid sambil memakan roti isi yang mereka bawa, Alice mulai memikirkan sesuatu yang terasa mengganjal di pikirannya.
"Aneh. . ." gumam Alice, penuh kebingungan.
". . . Ya." jawab Elcia, sembari memberi makan kelinci didekatnya.
Kelompok Haru terlihat menghadapi Beast Boss itu tanpa kesulitan berarti. Dan jika benar, pasti ada sebab lain yang membuat tujuh orang pemain selain Haru dan Stern tewas.
Dan tanpa menunggu lama, jawaban yang mereka cari datang dengan sendirinya.
Beast Boss menunjukan perubahan pada penampilannya; bulu-bulu ditubuhnya berdiri tegak, dan cakar-cakarnya menjadi lebih panjang.
—Dash!
Seketika itu juga, Elcia dibuat terkejut dengan peningkatan kecepatan yang dialami Alpha.
Benar. Bagaimana bisa mereka melupakan ini? Sebuah hal yang membuat pertarungan melawan Boss selalu penuh ketegangan,
__ADS_1
"Alice, itu, Boss Phase, kan?"