
Di kamarnya sendiri, Linnea kembali melihat Smartphone miliknya dan membuka aplikasi Terris. Ia penasaran dengan isi dari Mail yang belum sempat dibaca saat Luna bersamanya; karena tak mau mengambil resiko mengingat masalah yang berhubungan dengannya tidaklah sederhana.
[Mail Details]
Pengingat
From : Lia Devina
Alice : E0n21 - a258C - 79EQb - QAtL9
~Have Fun ♥
————
Alice pun berkata tanpa keterkejutan saat melihat isi Mail itu. 'Dokter penuh perhitungan, ya? Seperti biasa.'
"Um, seperti biasa. . . ya. . ." kata Linnea, setuju. Gadis itu pun segera Login menggunakan kode milik Alice.
» Profile
The Overcomer | Alice
Level : 11 (27.90%)
Race : Halfling
Gender : Female
•— Details [+]
» Parameter :
Health : 350/350
Mana : 157/157
Stamina : 272/272
Strength : 25 (+10)
•— Potentia : 1
Agility : 32 (32.5) (+7)
•— Potentia : 1.5
Dexterity : 22 (+3)
•— Potentia : 1
Intelligence : 21(+5)
•— Potentia : 1
Vitality : 25 (+10)
•— Potentia : 1
Endurance : 39 (39.5) (+17)
•— Potentia : 1.5
•— Detail [+]
Skill :
Halfling Walker [Passive] [Race]
Halfling Endurance [Passive] [Race]
Magic Control [Passive] [I - II]
Noble Heart [Passive] [I - V]
Sword Mastery [Passive] [II - I]
Magic Amplification [Active] [I - III]
Magic Blade [Active] [I - II]
Mana Absorbtion [Active] [I - IV]
Nave Sword Technique [Skill Set] [I - IV]
•— Phantasmal : Slash [Active] [I - V]
•— Phantasmal : Counter [Active] [I - IV]
•— [Locked]
Irregular : Soul Link
•— Assimilation [I - I]
•— Connection [I - II]
•— Detail [+]
» Equipment :
Common Traveler Set (Top)
Common Traveler Set (Bottom)
Common Traveler Bag (Small)
Common Leather Bracers
Uncommon Iron Long Sword
Uncommon Leather Gloves
Uncommon Leather Shoes
•— Detail [+]
» Title :
The Overcomer
One Who Protect The Other
•— Details [+]
» Inventory
Weight : 58.6/280.0
[20] Consumable
[60] Materials
[2] Rea Gold Coin
[8] Rea Silver Coin
[30] Rea Bronze Coin
•— Details [+]
Quest :
» [1] Active
Rank : S | Bill Trainer's Training
•— Details [+]
__ADS_1
» [1] Cleared
Rank : D | Wolf Hunting
•— Details [+]
» [0] Failed
» [1] Other
Rank : A | Bill's Expectation
•— Details [+]
Playtime Statistic
» Counter
— Kill & Death —
Kill Count (Beast) : 252
Kill Count (Player) : 0
Kill Count (Terrian) : 0
Death Count : 0
•— Details [+]
— Travel —
Current Location : Nave Village
Exploration Progress : <1%
Total Distance Traveled : 113.07 KM
Global Exploration Progress : <1%
•— Details [+]
— Item Collected —
[118] Common
[41] Uncommon
[1] Rare
[1] Unique
•— Detail [+]
— ??? —
— ??? —
Total Playtime : 001 D - 09 H - 47 M - 01 S
•— Terris Time - 008 D - 07 H - 08 M - 04 S
...————...
Hal pertama yang menarik perhatian Linnea adalah Travel Distance Alice yang dua kali lipat miliknya.
Yah, itu bisa dimengerti mengingat Alice yang terus menerus bergerak sementara gadis itu perlu beristirahat.
Dan setelah beberapa saat melihat statistik yang ada bersama Alice, Linnea pun kembali masuk kedalam kapsul —memanfaatkan waktu tidur seperti yang pernah ia lakukan sebelumnya.
. . .
. . .
...[Skill Details]...
Nave Sword Technique [Skill Set]
» Phantasmal Slash [Active]
Mastery : Novice Combatant V (36.72%)
Memberikan sebuah serangan tebasan diikuti satu serangan lain.
Attack Damage : 65% Physical Attack Power + 65% Strength
Phantasmal Attack Damage : 45% Magical Attack Power + 45% Intelligence
Phantasmal Attack Hit : 2
• Serangan utama merupakan Physical Damage
• Serangan Phantasmal merupakan Magical Damage
Cost : 20 Stamina, 25 Mana
Cooldown : 5 Second
» Phantasmal Counter [Active]
Mastery : Novice Combatant IV (71.95%)
Menangkis serangan lawan dan memberikan serangan balik.
Damage Reduction : 55% + 120% Strength
Counter Damage : 25% Damage
Counter Stance Duration : 1.25 Second
Phantasmal Counter Damage : 60% Kekuatan Serangan Magis
Disarm Chance : 14%
Disarm Duration : 5 Second
Cost : 40 Stamina, 25 Mana
Cooldown : 9 Second
+4 Strength
+4 Intelligence
[Sebuah teknik berpedang yang diajarkan turun-temurun sejak lama untuk melindungi desa Nave dari serangan luar. Kini mulai pudar karena waktu dan. . , ada sesuatu yang aneh. . ?]
...————...
Hampir tengah hari di hari keempat Terris. Di Combat Training Field, Alice berdiri tegap dengan pedang tergenggam erat ditangannya bersama Bill.
Mengingat waktu yang ia miliki kurang dari satu hari, Alice berniat untuk menyelesaikan Quest latihan miliknya hari itu juga.
Trang!
Trang!
"Hoh, kemampuanmu sudah cukup meningkat untuk seorang Novice." kata Bill, mengapresiasi kerja keras gadis itu.
Mendapati pujian itu, Alice tersenyum tipis. "Aku harus selesai besok."
Sebuah seringai pun terbentuk di wajah Bill. "Heh. Akan kulihat apakah kau mampu untuk itu, gadis perak!"
"Lebih dari itu!" kata Alice tanpa ragu. "Phantasmal Slash!"
Tentu saja Bill tidak diam melihatnya, dan berniat membalas api dengan api. "Phantasmal Slash."
Traang!
Kedua Long Sword langsung berbenturan, membuat suara nyaring khas logam terdengar di lapangan hijau itu. Tapi tak hanya itu, karena garis-garis biru Phantasmal Attack pun datang mengikuti.
Swish! Swish!
__ADS_1
Swish! Swish! Swish! Swish!
Sayangnya, Mastery Phantasmal Slash milik Alice tak lebih dari Novice Combatant V. Melawan seseorang dengan Mastery Veteran Combatant, serangan yang ia lancarkan dihapus dengan mudah oleh serangan Bill.
—Syaa. . . Syaa. . .
Dua pasang garis biru bertabrakan dan saling meniadakan. Namun masih menyisahan dua garis pemotong yang meluncur langsung menuju Alice.
Tapi Alice yang telah terbiasa dengan serangan pelatih iblis dihadapannya bereaksi dengan cepat; segera mundur dari konfrontasi langsung dan mengambil jarak.
Lalu tanpa menunda sedikitpun, Alice menggunakan sebuah Basic Magic Skill yang sudah ia pelajari.
"Magic Blade!"
—Swish!
Sebuah pisau sihir langsung meluncur setelah Alice mengayunkan Long Sword miliknya, dan akhirnya menghentikan Phantasmal Attack Bill.
Bill yang mendapati serangannya ditangkis pun menunjukan wajah terkejut, tapi segera melebarkan seringainya.
"Hahaha! Meniru konsep Phantasmal Attack memakai Magic Blade untuk menghadapi seranganku! Menarik! Kreatif!"
Alice baru saja memanfaatkan sebuah variasi dari cara penggunaan Skill di Terris yang lebih fleksibel daripada kebanyakan game.
Dengan mengkonsentrasikan Magic Skill, Magic Blade pada Long Sword miliknya, gadis itu membuat ayunan dari pedang miliknya meluncurkan pisau sihir untuk menangkis Phantasmal Attack.
"Sekarang kutanyakan padamu, gadis perak. Bagaimana dengan ini?! Phantasmal Eclipse!"
"—?! Magic Amplification, Phantasmal Slash!"
Traaaaang!!
"Magic Amplification?! Bagus! Sekarang ayo coba ini."
Halfling berjenggot itu kemudian mengangkat Long Sword miliknya diatas kepala dengan satu tangan.
Alice pun merasakan punggungnya menggigil tiba-tiba saat melihat posisi itu.
'Tebasan vertikal!' pikirnya, dan secara refleks langsung bergerak menyamping untuk menghindari lintasan pedang itu.
"—Phantasmal Breaker!"
Dan saat Long Sword ditangan Halfling itu menghantam tanah, sebuah retakan muncul dan memanjang dengan kecepatan tinggi, diikuti gelombang Phantasmal Attack yang memangkas tanah dan rerumputan disekitarnya.
—Grak! Srak! Srak! Srak! Srak! Srak!
"Wha—?!"
Tidak pernah memperkirakan serangan itu menciptakn hasil yang mengerikan, Alice yang dibuat lengah berakhir menjadi sasaran empuk bilah-bilah biru Phantasmal Attack.
Alice
300/350 (-50)
254/350 (-46)
201/272 (-53)
156/350 (-45)
Gadis itu pun segera dibuat tercengang melihat Damage yang ia terima dalam satu detik; yang sudah memangkas lebih dari setengah Health miliknya.
Dan menyadari dirinya dalam bahaya, Alice dengan cepat menempatkan pedang ditangannya sebagai perisai dan menggunakan satu-satunya Skill bertipe pertahanan yang ada dalam sakunya. "Kh—! Phantasmal Counter!"
—Tang! Tang! Tang! Tang! Tang! Tang!
Seperti dihujani pukulan, Long Sword miliknya berdentang. Tapi lebih dari sekedar dentangan, Gadis itu didorong mundur dengan mudah; seolah menghadapi angin badai!
Beruntung, Damage Reduction dari Phantasmal Counter mampu meniadakan Damage yang ia terima dan sepenuhnya mencegah Health karakternya turun lebih jauh.
"Ukh. . ." rintih Alice dengan tangan gemetar dan mati rasa. 'Berat. . !'
"Hahaha! Meski sudah kutahan, ini cukup kuat bukan?" kata Bill tanpa mengubah seringainya.
'Ditahan?! Serangan baru saja itu bukan kekuatan penuh?!' teriak Alice dalam hati. Dan gadis itu pun menatap langit dengan wajah kehilangan semangat. "Dear God. . ."
[Title : One Who Faithful To God didapatkan!]
[Kondisi khusus terpenuhi!]
[Parameter : Faith terbuka!]
"Eh?"
"Baiklah, sekarang coba tahan ini!" kata Bill, tanpa memberi kesempatan pada Alice yang tengah kebingungan. "Phantasmal—"
"Tolong tunggu sebentar—!" teriak Alice dengan panik.
Namun sayangnya, Bill tidak akan pernah menunggunya bersiap."—Blast!"
Blaaar!!
Dan gadis itu dipentalkan oleh ledakan yang ia terima mentah-mentah.
Alice
Health : 3/350 (-153)
Tebaring menatap langit, Alice memasang wajah mirip orang 'setengah mati', dan bergumam lirih. ". . . Dear God."
[Faith meningkat!]
[Title : Sky Goddess Believer? didapatkan!]
[Suaramu telah membangunkan seorang dewi dari tidur panjang]
[Blessing Of Sky Goddess (Temporary) didapatkan!]
"Uh-huh?"
Mendapati rentetan notifikasi yang ada, Alice kembali dibuat diam tanpa pernah menyangka sebuah keluhan yang ia keluarkan berakhir membuat dirinya mendapatkan sesuatu.
"Blessing. . ?" mengerutkan dahi, Alice bangun terduduk dan sekali lagi menatap langit. "Err. . . Terima kasih?"
[Faith meningkat!]
"Eh. . . Err. . ."
Masih dalam kondisi bingung, Alice pun kembali terdiam selama beberapa saat seperti orang linglung.
"Ah, kenapa aku jadi seperti Linnea ya!" teriaknya kemudian.
Alice pun membuang pemikiran tidak berguna dari kepalanya dan beralih melihat detail dari Blessing yang ia dapatkan.
...[Skill Details]...
Blessing of The Sky Godess (Temporary) [Passive] [Blessing] [4 Minutes 21 Second]
Health Regeneration : +200%
Mana Regeneration : +250%
Stamina Regeneration : +300%
Strength : +30%
Agility : +30%
Dexterity : +30%
Skill Cooldown : -25%
...————...
Dan mulut gadis itu membuka dan menutup beberapa kali tanpa bisa berkata-kata.
'Tunggu sebentar. . . Kakek dekat sekolah biasanya bilang sesuatu pas begini. . .' pikirnya, sambil mengingat-ingat isi dalam ingatannya. "Ah, ya, itu dia!"
Alice kemudian mengambil napas, lalu dengan wajah yang penuh keterkejutan yang dibuat-buat, ia berteriak dengan keras.
"Anjir!"
__ADS_1