
Bill memandang dengan heran pada gadis dihadapannya itu. 'Ada sesuatu yang salah. . .' pikirnya.
Ia sebelumnya dengan sengaja mematahkan rasa percaya diri yang dimiliki Alice dengan memberinya pukulan telak.
Awalnya, raut wajah yang ditampilkan gadis itu sesuai dengan hasil yang diperkirakan Bill; kehilangan semangat. Dan melihat itu, sang pelatih menggelengkan kepalanya, merasa sedikit kecewa. 'Masih terlalu awal.'
Tapi beberapa saat setelahnya, Bill dibuat heran melihat gadis itu berdiri dengan ekspresi wajah yang seolah sedang mengatakan, "Ayo, datanglah!"
Mengerutkan kening, Bill menatap gadis itu dan berusaha mencari petunjuk. Sebelum akhirnya mendapati satu hal.
'Aura. . . auranya sedikit berbeda. . ? Blessing?' pikirnya, semakin bingung.
Sebagai seorang Veteran, Bill tidak merasa asing dengan hal-hal seperti ini. Dengan dirinya yang adalah seorang Halfling yang memiliki umur belasan dekade, ia dengan mudah mampu membedakan sesuatu dengan sekali lihat.
Tapi justru karena itu, Bill kembali kebingungan melihatnya. 'Bukankah mereka sudah lama menghilang. . ?'
'Tak mungkin. Mata tua-ku pasti sudah mempermainkanku. . . Ah, kurasa aku harus istirahat setelah ini.' sangkalnya kemudian.
"Baiklah. Ayo lanjutkan!"
Disisi lain, Alice tentu tidak membiarkan waktu empat menit Blessing yang ia miliki terbuang percuma, dan dengan itu kakinya segera melesat bersama Long Sword ditangannya. "Phantasmal Slash!"
Bill pun langsung dibuat terkejut melihat kecepatan Alice tiba-tiba meningkat dengan margin yang cukup besar. 'Blessing. . ! Ini Blessing memang!'
Tapi sekalipun ia terkejut, Bill tidak lengah.
Namun mengingat gadis itu sudah terbiasa menghadapi Phantasmal Slash, sang pelatih mengubah cara miliknya. "Phantasmal Counter."
Alice berakhir melebarkan matanya tanpa pernah mengira Bill akan memilih bertahan. Tapi masalah lain membuat pikirannya dipenuhi teror karena ia sendiri mengetahui efek seperti apa yang ada pada Phantasmal Counter.
Alice
Health : 26/350
Dengan Health serendah itu, ia yakin karakternya akan tewas jika serangannya sendiri berhasil mendarat. Sekalipun Noble Heart memberinya peningkatan pertahanan!
—Dan untuk pertama kalinya di Terris, seorang pemain berharap agar serangannya meleset.
'Melesetlah, melesetlah, melesetlah. . !' kata Alice dalam hati.
Semakin dekat Long Sword miliknya dengan Bill, semakin banyak keringat dingin mengucur dari wajahnya yang ikut memucat. Dan dalam kondisi hidup atau mati itu, Alice secara paksa mengubah lintasan longsword miliknya!
—Thack.
Long Sword itu akhirnya membelah tanah tepat disamping kaki sang pelatih, dan mengindari kematian. Namun mengetahui sifat iblis yang dimiliki Halfling berjenggot itu, Alice segera mundur dan membuat jarak. Ia tidak ingin mengulangi saat dimana ia mendapat pukulan telak karena lengah sedikit saja.
[Title : Wise Minded didapatkan!]
Alice pun mempertahankan kesiagaannya meskipun merasa jantungnya hampir copot, tetap menatap Bill dengan tajam.
"Kurasa trik ini tidak akan selalu bekerja, heh?" kata Bill, kembali dengan seringainya yang khas.
Alice terdiam sesaat mendengarnya, lalu berkata dengan nada kasihan. "Aku beduka pada mereka yang menjadi korbanmu."
"Kukatakan padamu, memberi mereka pengalaman langsung dengan pedangku lebih baik daripada membiarkan mereka mati karena tak siap." kata Bill dengan mata yang memandang jauh. "Dan itu termasuk kau, gadis perak."
__ADS_1
Alice yang mendengar itu pun mengubah ekspresi diwajahnya menjadi serius. "Memang."
Karena ia sendiri sudah beberapa kali memasuki hutan Basmael, baik Alice maupun Elcia tentu akan setuju dengan perkataan Bill. Karena jika mereka tidak siap, seseorang akan berakhir seperti kelompok Haru waktu itu.
Dan kalaupun ada yang menanggapinya tanpa keseriusan, maka Terris sendiri yang akan mengajari mereka tanpa ampun.
Karena itu, Alice pun sekali lagi memulai latihannya.
. . .
Trang. . !
Tring. . ! !
Entah sudah berapa lama dentingan logam terdengar terus menerus di tempat itu.
Orang Terrian dan beberapa pemain yang sedang berada di Combat Training Field pun telah lama berhenti dan menonton kedua makhluk yang masih mengayunkan Long Sword mereka satu sama lain.
"Tanpa ampun seperti biasa. Bill terlalu kejam pada gadis itu."
"Itulah kenapa julukan Demon Trainer disematkan padanya sejak dulu, kau tahu kan Fier?" sahut orang Terrian disebelahnya.
"Tempat ini masih ramai seperti dulu."
"Ah? Lihat siapa yang kita temukan disini! Harbell Ironforge!" kata Fier dengan wajah terkejut saat menemukan sosok dibelakang mereka.
Dan seketika itu juga, orang Terrian langsung membuat keributan karena perkataan itu —sementara para pemain dibuat kebingungan namun tertarik.
"Harbell?"
"Harbell?"
"Ooh, Ironforge beranjak dari tungku api! Ini hal besar!"
...
...
Dengan wajah yang tetap tersenyum, Fier kemudian bertanya. "Well, angin apa yang membuat sang penempa ulung datang ketempat ini? Bukankah kau selalu diam didepan tungku api-mu itu?"
"Benar, Bell, apa yang membuatmu ketempat ini?" sahut Halfling disebelahnya.
"Hanya melihat-lihat." kata sang Blacksmith dengan senyum tipis. "Kurasa aku tidak lagi perlu khawatir bagaimana gadis itu memperlakukan karyaku."
Kedua Halfling yang mendengarnya pun saling menatap dengan senyum canggung, dan mengangkat bahu —karena mereka tahu jika keturunan Ironforge memang sangat menghargai benda yang mereka buat, lalu kembali menonton.
Traaang. . !
"Ukh. . !" Alice terdorong mundur dengan tangan gemetar memengangi Long Sword miliknya.
Alice mendapati jika karakternya merasa kelelahan dan Blessing yang sebelumnya ia terima juga telah lama kehilangan efeknya. Ia pun sekilas melihat Mastery dari Phantasmal Counter yang ia miliki.
Phantasmal Counter
Mastery : Novice Combatant IV (99.75%)
__ADS_1
'Sedikit lagi.' pikirnya. Alice pun memperkuat genggaman tangannya dan mengambil napas.
—Tap!
Kaki gadis itu pun melesat secepat yang ia bisa menuju sang pelatih. "Magic Blade, Magic Amplification."
Bill pun akhirnya memandang dengan tatapan lebih serius. "Heh, dua sekaligus? Phantasmal Moonfall!"
Tapi kali ini, bibir gadis itu terangkat karenanya; sementara Bill mengerutkan dahinya dengan curiga.
Lalu tepat dihadapan Bill, Alice menghentikan langkahnya secara tiba-tiba dan menyilangkan Longsword ditangannya.
"Phantasmal Counter."
"Oho, bocah sialan."
—Traaangg. . . . !
[Title : Tricky Little Demon didapatkan!]
[Skill : Phantasmal Counter meningkat!]
[Skill Set : Nave Sword Technique meningkat!]
[Quest : Bill Trainer's Training diselesaikan!]
"Hah. . . Hah. . ." Alice berdiri dengan tumpuan pedang miliknya. Napasnya terputus-putus, namun senyum puas terlihat pada wajah polos gadis itu. "Haha. . . rasakan trikmu sendiri. . ."
"Tak kusangka trik ini akan berbalik padaku." kata Bill sambil menatapi kedua tangannya yang dipenuhi luka-luka kecil akibat Phantasmal Counter.
Sang pelatih pun beralih menatap Alice dengan seringainya. "Gadis perak. . ! Kukatakan hari ini, jika kau. . . telah lulus."
Tangan gadis itu pun berubah gemetar dengan wajah semakin cerah. "Haha. . . hahaha. . ! Aku menyelesaikannya hari ini kan!!"
Pada saat itu juga, sebuah pelukan pun mendarat dari belakang punggungnya; memberikan sebuah keterkejutan pada gadis itu. "Eh, Elcia?!"
"Selamat, Alice. . !" kata Elcia sambil mempererat pelukannya.
"Kamu lihat, kamu lihat kan. . ! Aku menyelesaikannya, Elcia!"
"Uhm! Aku melihat itu, Alice."
Dan kedua gadis itu tertawa kecil satu sama lain. " "Hehehe. . !" "
"Well, bukankah sudah lama sejak ada yang mampu menyelesaikan latihan ini?" kata Fier, yang berjalan mendekati mereka bersama para Halfling.
"Sudah lama sekali. . . Ya, sudah lama sekali." sahut Halfling didekatnya.
Fier pun memasang senyum lebar dan berkata dengan keras. "Ini harus kita rayakan! Bukankah begitu cara Halfling?!"
"Ah?"
"Uhm?"
Dan tubuh kecil kedua gadis perak itu diangkat oleh Bill; diletakan dipundaknya, bersamaan dengan sorakan yang ada ditempat itu.
__ADS_1
Alice dan Elcia pun saling berpandangan dengan penuh keterkejutan. Keduanya merasa asing dengan hal ini, dan perasaan aneh yang meluap dari hati mereka. Tapi ada satu hal yang keduanya mengerti; mereka. . , merasa senang.