VRMMO | Terris Story : Someone "Them"

VRMMO | Terris Story : Someone "Them"
17:B.An Old Story, Age of Chaos


__ADS_3

Masa itu disebut Zaman Kekacauan; sejarah terburuk yang pernah dimiliki Terris.


Yang bisa kau lihat hanyalah daging dan darah orang mati, mayat! Dan kukatakan jika kau beruntung untuk bisa melihatnya, karena berarti kau hidup! Bukan seonggok mayat yang ikut bertumpuk seribu tumpuk!


"Oh, tapi sebelum kulanjutkan, harus kukatakan tentang awal dari semua itu bukan?" kata Bill, mengambil kayu bakar disamping perapian dan melemparkannya kedalam api. "Benar. . ."


Semua itu karena sebuah legenda.


Tertawalah! Sebab semua itu diawali oleh sebuah cerita yang berasal dari mulut seseorang.


Cerita tentang sebuah harta tak ternilai, dikatakan berasal dari makhluk yang sudah ada sebelum awal dari segala awal. Tanah penciptaan yang disucikan, Sanctuary of Creation. Mereka berkata, siapapun yang mencapainya akan mendapatkan segalanya, apapun itu.


Dari legenda itulah, semuanya dimulai. Karena suatu saat, ada yang mengaku jika mereka telah menemukan tempat itu.


Tapi tebak apa yang terjadi;


Perebutan berdarah?


Tidak, sayang sekali bukan. Semuanya lebih mengerikan daripada apa yang bisa mereka bayangkan. Karena tanpa mereka kira, makhluk yang telah tertidur tanpa diketahui zaman bangkit dari tempat itu.


Dan mereka berkata seperti ini :


Ialah raksasa dari segala raksasa, sebab gunung hanyalah mata kakinya. Hitam kelamlah hingga menelan cahaya, membawa bintang tak terhitung ditubuhnya.


Dari mulutnya, lautan merah panas jatuh bak mimpi buruk dari yang terburuk. Dan dari matanya, kehampaan tanpa harapan menusuk membekukan.


Makhluk yang menghancurkan segalanya, ia yang tak mungkin dinamai.


". . . Um, jadi orang yang membangunkannya?" Elcia menyela karena penasaran.


"Mereka tentu saja mati." jawab Bill. "Sekarang biar kulanjutkan."


Gunung menjadi palung, laut menjadi bukit; dengan cepatnya, setengah Terris telah ditelan dalam kehancuran oleh makhluk itu, dan tidak ada yang mampu untuk menghentikannya.


Hingga saat itu tiba, mereka tiba.


Mereka yang disebut sebagai Etheris, sepuluh makhluk diatas segalanya. Membawa pasukan tak terhitung jumlahnya dibelakang masing-masing punggung, dan maju menghadapi makhluk itu.


Dan dalam satu kali kemunculan mereka, makhluk kehancuran yang telah menghancurkan setengah Terris akhirnya dikirim kembali kedalam tidur panjang.


"Cuma dibuat tertidur?" Alice berkata dengan perasaan kecewa terhadap Etheris, yang diceritakan sebagai makhluk diatas segalanya.


"Jangan konyol. Itu hanya semakin menjelaskan seberapa mengerikan makhluk yang mereka lawan sebenarnya."


Lalu, setelah semuanya selesai, Etheris kembali dari pertempuran itu.


Namun hanya empat, dari semua itu hanya empat yang kembali dengan keadaan hidup tapi sekarat.


"Kemudian zaman itu dimulai."


Kehancuran memang akhirnya bisa dihentikan, tapi sayang sekali, sayang tidak ada kedamaian setelahnya. Karena kehancuran setengah Terris, mereka yang hidup harus berebut untuk tetap hidup.


Dan mereka memulai perang diantara kaum mereka sendiri.


"Apa kalian tahu satu-satunya aturan pada zaman itu?" tanya Bill, sambil menunjuk keduanya menggunakan sebatang kayu bakar.


Dan dengan mudah Elcia menebaknya, lalu menjawab. "Yang terkuatlah yang bertahan."

__ADS_1


"Benar, benar sekali gadis perak."


Masa itu, seorang bayi pun harus menggenggam sebuah pisau. Karena tidak ada damai dikenal dimanapun kau berada. Termasuk aku yang harus melukis warna merah dengan pisau, demi secuil makanan busuk.


"Tunggu dulu, pak tua!" potong Alice secara mendadak, berdiri dari kursinya. "Seberapa lama waktu lewat setelah waktu 'itu'?"


Mendengarnya, Bill langsung menyeringai. "Empat angka, aku tidak mengingatnya dengan pasti."


Alice pun membiarkan mulutnya terbuka selama beberapa saat, sebelum duduk kembali dan gumam. "Fosil. . ."


"Gahahaha. . ! Kurasa tidak salah untuk menyebutnya begitu!" Bill pun tertawa lepas, dan kembali minum dengan seringai.


Elcia pun mulai beranggapan jika seluruh Halfling berumur setua Bill. Tapi seolah menebak isi pikirannya, Halfling itu segera membenarkan.


"Sayang sekali, hanya aku yang berumur panjang. Mereka tidak akan bisa mencapai umurku sekeras apapun mereka mencoba." kata Bill sambil menggeleng.


Mata Elcia pun tertuju pada pedang Ashcorì. ". . . Karena pedang?"


Bill pun tersenyum. "Sekarang akan kuceritakan kebenaran dari Ashcorì."


Masa itu berlangsung terlalu lama, dan Etheris yang sedikit pulih dari luka mereka akhirnya bergerak.


Mereka mengambil bintang yang berasal dari sisa pertempuran melawan makhluk kehancuran, membawanya, dan menciptakan benda-benda yang maha dahsyat.


Karena hanya satu hal yang bisa mereka pikirkan saat itu; kedamaian dibawah ketakutan. Mereka perlu sesuatu untuk mengendalikan orang-orang, sebab hanya kekuatanlah yang diakui dimasa itu.


Dan dari itulah, keempat Etheris memilih orang-orang yang akan mereka beri benda-benda itu agar mengatur segalanya dibawah ketakutan.


"Salah satunya, Trainer?" tebak Alice.


Namun Bill menggeleng pelan. "Pedang Ashcorì awalnya bukan dipegang keluarga Trainer."


"Kekuatannya, gadis perak. Kekuatan yang ada pada benda-benda ini, mereka terlalu kuat untuk berada ditangan orang selain para Etheris. Mereka yang memegangnya kebanyakan menjadi kehancuran itu sendiri."


Kutukan kehancuran, begitulah kami menyebutnya. Sebab, benda-benda itu membawa kehancuran dengan caranya sendiri bagi siapapun yang berani membawanya.


Mengerutkan dahi, Alice akhirnya berkata dengan perasaan tidak nyaman sambil melihat pedang yang ia pegang. "Jangan bilang pedang ini. . ."


"Tentu saja." kata Bill tanpa menutup-nutupi.


—Trang!


Alice dengan cepat melepaskan pedang itu dari tangannya, dan membuatnya jatuh ke lantai dengan suara keras. "Jangan bercanda, fosil tua!"


"Itu agak kasar kau tahu?" kata Bill dengan ekspresi pahit sambil mengangkat sebelah tangannya keatas. Dan detik berikutnya, Ashcorì sudah berada dalam genggaman Halfling tua itu.


" "Eh. . ?" "


Meletakan Ashcorì kembali keatas meja, Bill lanjut berkata pada kedua gadis yang masih menunjukkan wajah tercengang.


"Memang, Ashcorì masih membawa kutukan itu. Tapi, kutukan yang ia bawa sudah melemah begitu jauh, termasuk kekuatannya. Dan segel yang terpasang pada Ashcorì masih bekerja dengan baik. Jika tidak, kau pikir orang tua ini masih bisa waras?"


'Erm, kalimat terakhir itu kupertanyakan.' kata Alice dalam hati sambil mengalihkan mata.


Meskipun begitu, Alice masih merasa enggan untuk menerimanya lagi, dan bertanya dengan curiga. "Jadi, kutukan seperti apa yang ada di pedang ini?"


"Tiga. Ashcorì membawa tiga kutukan kehancuran; keabadian, kegilaan, kesakitan.

__ADS_1


Ribuan tahun berlalu, dan mata ini bisa menyaksikannya karena kutukan pertama. Berdiri diatas tumpukan mayat, dan aku yang melakukannya sebab kutukan kedua. Serta tubuh ini merintih remuk namun sunyi, dibawah kutukan ketiga."


[Deskripsi Item diperbaharui!]


...[Item Details]...


Unknown — Ashcorì


Status : Cursed, Sealed, Weakened


Type : Melee Weapon, Sword


Durability : ???


???


???


Curse :


» Curse of Immortality


Kutukan pertama pada pedang yang diciptakan dari bintang makhluk kehancuran. Menghentikan kematian untuk orang yang memegangnya.


• Kesempatan sangat kecil untuk menghindari kematian dengan Health minimum.


• Penalty kematian tetap berlaku.


• Parameter turun permanen setiap kali Curse of Immortality diaktifkan.


» Curse of Insanity


Kutukan kedua pada pedang yang diciptakan dari bintang makhluk kehancuran. Melahap kewarasan orang yang memegangnya.


• Penggunaan Skill bertipe [Active] memiliki kemungkinan kecil untuk gagal.


• Physical Defense ditiadakan, Kekuatan Serangan Fisik dan Movement Speed meningkat pesat.


• Kemungkinan untuk kehilangan kontrol terhadap diri sendiri saat menggunakan pedang.


• Resistensi terhadap Debuff bertipe mental menurun drastis.


» Curse of Pain


Kutukan ketiga pada pedang yang diciptakan dari bintang makhluk kehancuran. Memberikan rasa sakit luar biasa bagi orang yang memegangnya.


• Tingkat rasa sakit dipaksa berada pada [Realistic Mode].


• Rasa sakit yang diterima mendapat modifier penguat sebanyak ×1.30


• Health berkurang setiap kali pedang ini dicabut dari sarungnya.


• Efektifitas Healing Spell, Potion dan Regeneration terhadap diri sendiri berkurang drastis.


-0.3 Vitality Potentia


+0.9 Endurance Potentia

__ADS_1


...————...


"BLOODY HELL!"


__ADS_2