
"Aku tidak mau buang-buang waktu untuk hal yang tak penting!.." Timpal Cathlin dengan nada sedikit angkuh.
"Ini memang tak penting tapi apa nona tidak penasaran?."
"Apa itu? apakah sebelumnya kita memiliki urusan?.." Selidik Cathlin.
"Cih! wanita ini aslinya benar-benar sombong!.." Hardik Seera dalam hati. "Apa ku beri tahu saja jika Claudia pernah menjadi istri suamiku?.."
Saat Seera ingin membongkar masa lalu Claudia, tiba-tiba handphone-nya berdering. Rupanya itu panggilan dari Andrean yang menyuruhnya untuk cepat pulang, lelaki itu datang menjemput ke lokasi syuting.
"Ck, maaf aku pulang sekarang..." Ucap Seera seraya pergi meninggalkan Cathlin yang kesal dengan dirinya.
"Buang-buang waktuku saja!."
...***...
Setelah fitting baju pengantin selesai, Lorenzo dan Claudia kembali pulang ke Mansion. Mereka harus mempersiapkan pernikahan rahasia ini dengan baik besok.
"Apa kau yakin setelah melangsungkan pernikahan akan langsung terbang ke Paris?.." Tanya Lorenzo memastikan lagi tanpa menatap wajah Claudia.
"Iya..."
"Kau tega meninggalkan suamimu di hari pertama kita menjadi sepasang suami istri!..."
Claudia memutar mata malas, rupanya kekasihnya itu masih kesal dengan kepergiannya nanti ke Paris. "Aku melakukannya juga demi perusahaan, berhentilah marah ya...."
__ADS_1
Wanita itu menghentikan langkah Lorenzo berniat membujuk dengan memeluknya dari belakang. "Katakan sesuatu agar kau tidak terus seperti ini, hmm??..."
Lorenzo terdiam ia memutar tubuhnya menghadap Claudia, sehingga wanita itu tampak terkejut dengan tindakannya yang tiba-tiba menyentuh bibir ranum itu dengan tangan kekarnya.
"Aku akan mengatakan sesuatu tetapi kau harus mengabulkannya..." Lirih Lorenzo.
"......" Tidak ada jawaban dari Claudia ia hanya menatap mata tajam itu, seakan mengetahui apa yang Lorenzo inginkan sekarang.
"Malam ini tidur di kamarku! karena malam selanjutnya kau akan pergi ke Paris, bagaimana?.." Timpal Lorenzo tatapan matanya tak lepas dari wajah cantik itu.
"Eeee... Sepertinya itu ter...."
"Shuuuuutt!! tidak ada bantahan...."
"Akh!...." Belum sempat Claudia menjawab, lelaki itu sudah menggendongnya menuju kamar Lorenzo. Dilemparnya Claudia ke atas kasur, karena takut wanita itu kabur ia sontak mengunci pintunya.
Tidak ada jawaban dari Lorenzo ia hanya menatap lekat Claudia dalam jarak dekat, tangan kekarnya mengelus lembut setiap inci wajah cantik itu...
Claudia perlahan memejamkan matanya saat Lorenzo mendekatkan wajah, tetapi lelaki itu hanya tersenyum licik. Tentunya Claudia membuka mata ia terkejut bukannya Lorenzo mau melakukan sesuatu tapi ia malah push up di atas tubuhnya.
"Loh?...."
Lorenzo hanya fokus dengan senyumnya yang tidak bisa diartikan. "Kenapa? apa kau mengharapkan lebih?..."
'Tes!...'
__ADS_1
Claudia kembali terkejut saat keringat Lorenzo jatuh di atas dadanya.
"Aku tidak akan melakukan apapun sebelum nanti menikah..." Lirihnya menjatuhkan diri di atas tubuh Claudia.
"Ck! berhenti menggodaku..." Lirih Claudia kesal, Lorenzo semakin mengeratkan pelukannya.
"Jangan di lepas tetap seperti ini sayang...." Ujar Lorenzo dengan suara beratnya yang berhasil membuat Claudia merah merona.
"B-baiklah...."
Akhirnya mereka berdua tertidur menuju alam mimpi dengan posisi Lorenzo memeluk Claudia.
...***...
07:00 pagi...
Mereka berdua berangkat ke gedung utama untuk melangsungkan pernikahan rahasia itu, para anak buah Lorenzo menjaga di setiap sudut gedung.
Lorenzo bahkan tidak berkedip melihat kecantikan Claudia saat mengenakan gaun pengantin, benar-benar tampak sempurna.
Di hadapan Abraham, Venny, Rayny, dan Raymond juga para anak buah. Mereka berdua mengucapkan janji suci sehingga resmilah hubungan keduanya sebagai suami istri yang sah.
"Selamat sahabatku semoga ini pernikahan yang terakhir untukmu...." Ucap Rayny terharu sambil memeluk Claudia.
"Terimakasih Ray..."
__ADS_1
Bersambung....