Wanita 1 Triliun

Wanita 1 Triliun
BAB 79


__ADS_3

"Ah begitu..." Jawab Jerome sambil menganggukkan kepala disela sarapannya.


"Apa ada sesuatu kak?." Tanya Claudia menatap Jerome dengan tatapan menyelidik.


"Nanti setelah sarapan aku ingin bicara dengan kalian."


Lorenzo dan Claudia mengangguk. "Baiklah..."


Mereka semua sarapan hingga selesai, Claudia mengantar Rayn dan Zayn sampai halaman untuk pergi ke sekolah. Setelahnya Claudia melangkah menuju tempat dimana suami dan kakaknya berada.


"Jadi ada apa?.." Mulai Lorenzo.


"Aku menginginkannya..." Balas Jerome.


Lorenzo dan Claudia saling tatap. "Maksudnya menginginkan apa?."


"Menginginkan Ameera untuk dijadikan sebagai istriku."


Claudia sontak menutup mulutnya. "Jadi benar kau menyimpan rasa terhadap wanita itu kak?.."


Jerome perlahan mengangguk.


Claudia tersenyum rasanya ia sangat senang dengan Jerome yang mulai mencintai wanita lain setelah mantan kekasihnya yang meninggal.


"Aku sangat mendukung kau sudah cukup umur untuk menikah stop terus-terusan menyandang gelar bujang lapuk.." Timpal Lorenzo dengan kekehan.


Jerome tertawa mendengar ucapan adik iparnya.


"Sekarang tinggal satu ambil hatinya Ameera bawa dia keluar dari rasa traumanya dulu, tentang keluarganya akan aku urus untuk pernikahan nanti." Ujar Lorenzo mantap.


Jerome tersenyum menyeringai. "Baiklah..."


Setelah mereka selesai bicara, Jerome berlalu pergi menuju halaman belakang mencari keberadaan wanita yang sudah memasuki hatinya itu.

__ADS_1


Benar saja Ameera sedang fokus menyiram bunga di sana, betapa terkejutnya ia mendapati Jerome yang sudah dibelakangnya. "Tuan kenapa anda di sini?."


"Ingin menemuimu..."


"Menemuiku?.."


Jerome menatap lekat mata indah Ameera sehingga gadis itu dibuat gugup olehnya. "Langsung saja, saat pertemuan pertama kita, sejak itu aku tak berhenti memikirkanmu, kejadian tadi pagi bukan berniat melecehkan tetapi karena aku mencintaimu Ameera."


Ameera terkejut mendengar itu bahkan jantungnya berdebar kencang. "Hah? orang ini mencintaiku?." Batinnya.


"Kurasa kau juga memiliki rasa yang sama saat ciuman itu kau membalasnya, maka dari itu menikahlah denganku..." Lanjut Jerome dengan entengnya.


"Menikah? itu bukan hal sepele tuan, kita berdua baru kenal."


"Tapi kau juga mencintaiku." Balas Jerome.


"Aku tidak pernah mengatakannya."


Ameera terdiam ia sendiri tidak bisa bohong mengangumi lelaki ini dalam diam apalagi tadi pagi keduanya berciuman dengan mesra, siapa saja pasti akan jatuh cinta seperti dirinya.


"Aku sudah merencanakan pernikahan ini dua hari lagi, kedua orang tuamu sudah tahu dan mereka merestui. Jadi tidak ada bantahan kau sekarang calon istriku..." Ujar Jerome.


"Hah!!..." Ameera melongo. "Yang benar saja, secepat itu?."


"Ya persiapkan dirimu!..." Jawab Jerome mengedipkan matanya setelahnya ia berlalu pergi.


Ameera menghela nafas panjang, mendadak sebentar lagi ia akan menjadi istri dari Jerome. "Dia pemaksa sekali..." Lirihnya kesal namun hanya bisa pasrah.


...~...


Dua hari berlalu...


__ADS_1


Di gedung mewah itu, sepasang calon pengantin berjalan bergandengan dengan elegan. Tamu undangan memotretnya penuh antusias bahkan ada yang bertepuk tangan.


Jerome dan Ameera mengucapkan janji suci dihadapan semua sehingga resmilah hubungan keduanya sebagai suami istri yang sah.


Claudia dan Lorenzo diikuti oleh yang lain memberikan ucapan selamat kepada mereka berdua. "Ku tunggu Jerome Juniornya..." Bisik Lorenzo.


Jerome hanya tersenyum menyeringai sementara Ameera pipinya tampak merona.


Acara lancar juga meriah para tamu undangan sangat menikmati. Setelah selesai pesta pernikahan, Jerome dan Ameera pergi ke apartemen yang sudah disediakan. Begitupun dengan keluarga Lorenzo mereka kembali ke mansion.


Karena sudah malam si kembar langsung tidur, Lorenzo dan Claudia juga memasuki kamarnya.


Sesampainya di kamar Lorenzo memasuki kamar mandi ia gerah berniat menyegarkan tubuh, sementara Claudia menyiapkan baju tidur untuk suaminya.


Setelah Lorenzo keluar hanya mengenakan handuk sepaha memperlihatkan bentuk tubuh atletisnya, kini Claudia yang memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri.


Tidak lama sekitar 15 menit Claudia keluar hanya mengenakan lingerie memperlihatkan lekuk tubuhnya yang indah..


"Aaakkhh ya ampun!..." Pekiknya terkejut saat Lorenzo memeluknya dari belakang.


Lorenzo memejamkan matanya menikmati aroma tubuh sang istri dari ceruk lehernya yang putih mulus itu.


Perlahan Lorenzo mengecupnya dengan lembut, Claudia memejamkan matanya ia memutar badan menghadap sang suami.


Lengan kekar Lorenzo mendekap pinggang ramping Claudia sehingga tidak ada celah diantara keduanya, hidung mancung mereka bersentuhan dengan tatapan mata seakan mengisyaratkan isi hati masing-masing yang meminta lebih.


"Aku menginginkannya...."


"Benarkah?.." Ujar Claudia sambil perlahan menyentuh rahang tegas Lorenzo.


"Hmmmm..."


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2