Wanita 1 Triliun

Wanita 1 Triliun
BAB 69


__ADS_3

Raymond datang dari perusahaan lewat jalan belakang menghindari wartawan yang begitu banyak. "Saham anjlok 5% karena berita ini, banyak kolega bisnis yang memilih untuk tak kerjasama lagi.."


"Ck!..." Lirih Lorenzo mulai emosi.


"Bagaimana bisa ini terjadi yang benar saja, sekarang si kembar dimana?." Timpal Raymond.


"Mereka masih tidur..." Jawab Claudia sontak menghampiri kamar kedua putranya. Ia mengetuk pintu itu sedikit keras agar mereka terbangun.


"Rayn, Zayn, buka pintunya cepatlah!..."


"Bentar mom..." Hanya ada balasan suara berat dari Zayn, Zayn perlahan membuka pintu itu ia belum mengenakan baju bahkan rambutnya aut-autan masih basah habis cuci muka .



Claudia menatap tajam putra keduanya. "Mana kakakmu?..."


"Rayn masih tidur mom, memangnya ada apa? kenapa terdengar begitu banyak suara orang?..." Tanya Zayn sambil menguap.


Lorenzo datang menghampiri dengan tatapan serius. "Bangunkan kakakmu juga pakailah baju ada sesuatu yang harus dibicarakan!."


Tidak ada jawaban dari Zayn ia menyadari sesuatu. "Baiklah dad tunggu sebentar.."


Zayn sontak membangunkan sang kakak yang masih tertidur. "Bangun kak!..."

__ADS_1


"Emmh... Ada apa ini masih pagi?.." Lirih Rayn.


Tanpa pikir panjang lagi Zayn langsung membawa Rayn ke kamar mandi mencuci mukanya. "H-hey! kau..."


"Cepatlah sepertinya ada masalah serius jangan leha-leha!.." Timpal Zayn sambil memasangkan baju pada tubuh kekar Rayn.


"Iya-iya!..." Balas Rayn sambil mengumpulkan nyawa.


Setelah selesai mereka berdua menghadap Lorenzo dan Claudia di tempat lain, suasana pagi ini begitu mencekam saat si kembar melihat raut wajah kedua orang tuanya.


"Kenapa banyak sekali wartawan?.." Tanya Rayn.


"Jelaskan ini dan itu!..." Tegas Claudia sambil menunjuk majalah dan televisi dimana di sana terdapat berita syur si kembar dengan Cathlin.


"Sekarang jujur kepada mommy tanpa ada kebohongan!, apa kalian melakukannya dengan wanita itu?." Ujar Claudia menatap tajam kedua putranya.


Rayn memijit keningnya. "Tentu tidak! kami hanya datang untuk memberinya pelajaran karena menghubungi daddy terus, jijik sekali..."


"Lantas posisi apa itu?.." Timpal Claudia lagi.


"Dia menjebak kami mom!.." Jawab Zayn menceritakan kembali semua kejadian dari awal dengan seksama.


Setelah mendengar itu Lorenzo menghela nafas berat. "Dasar licik kurang ajar kau Cathlin!.."

__ADS_1


"Sudah ku bilang kan kita bunuh saja! kenapa hatimu lembut sekali kak??..." Greget Zayn kepada Rayn.


"Dia seorang wanita, batas kekerasan terhadapnya yaitu membunuh Zayn!..."


"Haish!..."


"Sudah sudah! kalian berdua tidak ada yang salah hanya terjebak saja..." Ujar Claudia frustasi.


"Reputasi perusahaan tercoreng apalagi si kembar, beritanya sudah mendunia. Para anak buahku tidak menemukan keberadaan Cathlin di apartemen sepertinya ia kabur untuk meloloskan diri." Ujar Raymond.


"Media tidak akan percaya begitu saja jika hanya klarifikasi ucapan, Cathlin harus ikut biar dia jera dengan tingkahnya!!.." Geram Lorenzo.


"Apa aku harus terbang ke Inggris sekarang datang ke orang tuanya!.." Ujar Claudia tanpa pikir panjang.


Belum juga Lorenzo berucap, tiba-tiba wartawan di luar di kejutkan dengan kedatangan tiga helikopter sekaligus. Orang-orang di dalam mansion itu melihat siapa yang datang.


Pintu helikopter terbuka, keluarlah seorang pria kekar yang begitu dikenal Claudia dan Lorenzo membawa Cathlin dengan keadaan yang lumayan mengenaskan, bahkan kedua orang tuanya dibawa sekaligus oleh gangster anak buahnya itu.


Claudia dan Lorenzo tercengang mendapati hal itu. "Jerome!..."


Jerome melemparkan Cathlin ke tengah-tengah wartawan banyak di sana. "Klarifikasi secepatnya wanita j*lang! tidak mungkin keponakanku secabul itu!...."


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2