Wanita 1 Triliun

Wanita 1 Triliun
BAB 58


__ADS_3

"L-Lorenzo dia menyakitiku...." Lirih Cathlin dengan air mata buaya sambil menyentuh pipinya yang berdarah


Tangan kekar Lorenzo seketika mencengkram leher wanita itu dengan erat, Cathlin syok ia kelabakan karena kesulitan bernapas juga sakit. "A-akkkh!... Lepas kenapa kau malah mencekikku sekarang!...."


"Sekali lagi kau mengatai istriku dengan ucapan kotor tadi, maka tak segan ku potong lidahmu itu!..." Datar Lorenzo dengan aura membunuh.


"A-akkkh!... Ada apa denganmu barusan kau tak menolak saat ku peluk?.." Timpal Cathlin dengan terbata.


"Cih!..." Lorenzo melepas cengkraman itu membuat mantan kekasihnya terjatuh ke lantai. "Bawa pergi wanita ini!..."


"Baik tuan segera!.." Serentak anak buah Lorenzo sambil membawa Cathlin dengan paksa.


"Kau tega Lorenzo!..." Pekik Cathlin yang tak digubris.


Setelah Cathlin berlalu, Lorenzo menghampiri sang istri yang berdiri sambil melihatnya. "Sudah?...."


"Lupakan ucapan Cathlin!..."


Claudia memutar mata malas. "Kenapa kamu mengusirnya? padahal tadi kalian berpelukan dengan mesra."


"Apa kamu cemburu juga?..." Goda Lorenzo sambil tersenyum.


"Ini tidak lucu..." Balas Claudia.


"Baiklah maafkan aku sayang..." Bujuk Lorenzo sontak memeluk Claudia dari belakang.


"Hmmm oke..." Balas Claudia.


Mereka memasuki rumah besar itu dengan posisi Lorenzo memeluk erat tubuh Claudia dari belakang dengan manja, keduanya memasuki kamar si kembar.


"Putra kita memiliki darah campuran Audi..." Ujar Lorenzo sambil mengecup kedua putranya yang sedang tidur pulas.


"Benarkah?..."


"Papa orang Amerika serikat sedangkan mama asli orang Asia, bukankah kau juga keturunan orang Asia?."


"Ya benar papaku orang Asia sedangkan mama orang Brazil, sayangnya mereka tidak sempat melihat Rayn dan Zayn lahir.." Timpal Claudia dengan nada sedih.

__ADS_1


"Sudah lupakan Audi mereka tenang di alam sana.." Ujar Lorenzo sambil menghibur istrinya.


"Iya...."


Malam hari.....


Raymond datang sesuai permintaan sahabatnya.


"Aku memutuskan untuk tidak menjalankan misi yang sudah direncanakan terhadap Jerome, Claudia saat ini akan fokus mengurus Rayn dan Zayn sambil melatih kekuatan tubuhnya..." Mulai Lorenzo.


"Kita harus tetap waspada lelaki itu pasti suatu waktu akan mengintai, kau tahu tugasmu bukan?.." Lanjut Lorenzo kepada sahabatnya.


"Baiklah aku mengerti, tidak baik juga jika Claudia meninggalkan si kembar untuk misi bahaya itu jika dilakukan sekarang..." Balas Raymond.


"Ya! perketat pertahanan jangan sampai terjadi lagi penyusupan seperti dulu, kita akan lebih brutal jika mereka memulai!..." Tegas Lorenzo.


"Kau tenang saja semuanya akan baik-baik saja percayakan padaku.."


"Bagus aku tak perlu meragukan kemampuanmu tetap berhati-hatilah, aku akan menyelidiki gerak-gerik mereka!..."


Raymond mengangguk karena apa yang selalu direncanakan otak jenius Lorenzo tidak ada yang pernah gagal.


Hari berganti, bulan berlalu begitupun dengan tahun...


5 tahun kemudian...


Putra kembar Lorenzo kini sudah tumbuh menjadi anak yang jenius juga tampan, tentunya sifat keduanya berbeda tetapi tetap saling melengkapi sebagai saudara.


Selama 5 tahun ke belakang banyak sekali konflik yang menyerang dari Jerome, tetapi dengan kekuasaan juga kecerdikan Lorenzo itu dapat teratasi.


Sore hari...


Lorenzo dan Claudia baru kembali dari perusahaan. "Apa Rayn dan Zayn sudah pulang dari sekolah? kenapa sepi sekali?.." Ujar Claudia kepada suaminya.


"Raymond membawa mereka pergi Audi..."


"Apa akan lama?.." Ulang Claudia.

__ADS_1


"Tidak akan..."


"Baiklah.." Jawab Claudia.


Sepasang suami istri itu memasuki kamarnya. "Ah gerah sekali..." Lirih Claudia sambil melepas pakaian yang dikenakan ia berniat untuk mandi.


Lorenzo terdiam melihat pemandangan itu, ia sontak mendekap tubuh sexy istrinya ke dalam pelukan mencium punggung mulus Claudia dengan lembut. "Apa kau tidak bosan menggodaku terus?..."


Claudia memutar badan membalas tatapan berat Lorenzo, sesekali ia tersenyum dalam jarak yang begitu dekat.


"Mungkinkah kita harus memberikan Rayn dan Zayn seorang adik?.." Lirih Lorenzo sambil lengan kekarnya sudah bermain di area tertentu.


"H-hmmm...." Jawab terbata Claudia ia menggigit bibir bawah karena ulah suaminya.


...~...


...~...


...~...


Pagi hari di meja makan....


"Dad sebenarnya apa yang terjadi semalam?.." Mulai Rayn disela makannya.


Claudia mengerutkan kening. "Memangnya ada apa sayang?."


"Kak apa kau perlu menanyakan itu!?..." Timpal Zayn dengan wajah dinginnya.


"Diamlah adik, aku ingin mendengar jawaban dari daddy.."


"Memangnya kenapa?.." Kini Lorenzo bersuara.


"Tadi malam kami berdua sesekali mendengar mommy meringis kesakitan, apa yang terjadi apa dia terluka?.." Tanya Rayn dengan polos.


Lorenzo dan Claudia sontak saling menatap satu sama lain. "Ah itu...... Bukan apa-apa sayang."


"Mommy yakin?..." Timpal Zayn dengan tatapan mengintimidasi.

__ADS_1


"Uhkuk!... Uhkuuk!..." Claudia dibuat terbatuk-batuk mendengarnya, sedangkan Lorenzo hanya tersenyum menyeringai.


Bersambung.....


__ADS_2