
"Lah yang benar saja?.." Tak habis pikir Ameera dengan ulah Jerome yang menarik ikat rambutnya, karena tidak mau ambil pusing Ameera kembali fokus dengan pekerjaannya sebagai pembantu.
Claudia dan Lorenzo saling tatap setelah melihat kejadian itu, tentunya hal langka bisa melihat Jerome menatap Ameera dengan tatapan seperti tadi. "Audi apa kau merasakannya?."
"Entahlah aku hanya bisa berharap hati kakakku kembali merasakan kehangatan..." Lirih Claudia sambil melirik Ameera yang fokus menyiram bunga.
"Jika dilihat-lihat mereka berdua serasi." Ujar Lorenzo mengutarakan pikirannya.
"Hmmm aku juga berpikir seperti itu, tapi kembali lagi kepada mereka." Timpal Claudia yang juga mengharapkan lebih.
Ameera merupakan sepupu dari Dokter Alyysa, orang tuanya dari kecil sudah berpisah ia hanya tinggal dengan neneknya ibunya menikah lagi begitupun dengan sang ayah.
Ameera pernah bekerja di suatu perusahaan tetapi karena fitnah besar ia trauma menjalaninya lagi. Karena begitu banyak berita pelecehan saat itu Alyysa menawarkan Ameera untuk menjadi pembantu halaman mansion Claudia, selain untuk menjaga dirinya Ameera juga memiliki penghasilan biaya hidup yang menjamin.
"Padahal itu ikat rambut pemberian dari almarhum nenek, bagaimana aku bisa mendapatkannya kembali?." Kesal Ameera terhadap Jerome.
"Ah sudahlah jangan main-main dengan orang itu menakutkan sekali...."
...~...
Pukul 01:00 malam..
Saat Rayn sedang di dapur minum karena haus, ia melihat mommy-nya Claudia keluar dari kamar dengan pakaian rapi menuruni tangga.
Ia mengerutkan keningnya mendapati itu, sontak saja Rayn melangkah menghampiri Claudia.
"Mom!..."
"Hah! ya ampun Rayn bikin kaget saja..." Ujar Claudia sambil mengelus dada.
"Mau kemana jam segini?..."
"Mommy mau berangkat pemotretan ke London beserta model lain sekarang juga, mereka sudah menunggu di bandara." Jelas Claudia.
__ADS_1
"Ini sudah larut malam mom..."
"Bagaimana lagi ini juga demi perusahaan dan pekerjaan mommy."
"Apa daddy sudah tahu?.." Tanya Rayn yang merasa keberatan.
"Mommy meninggalkan sepucuk surat, daddy tertidur pulas karena begitulah nak tadi kami melakukannya.." Jawab Claudia dengan sedikit terbata merasa malu membahas itu.
Rayn sontak mengangguk. "Aku paham mom..."
"Baiklah mommy berangkat, dimana adikmu?."
"Zayn tidur..."
Claudia memasuki kamar kedua putranya ia mencium pipi kanan dan kiri Zayn begitupun dengan Rayn. "Mommy pergi sekarang, jaga kesehatan ya!." Tegas Claudia.
Rayn menarik tangan Claudia sebelum pergi. "Mom entah kenapa perasaanku tidak enak, apa mommy membawa senjata?."
Rayn terdiam ia hanya bisa pasrah tak dapat membantah lagi. "Baiklah hati-hati dan pulanglah dengan selamat mom!."
"Iya sayang.."
Claudia dan Rayn berpelukan, setelahnya Rayn menyaksikan Claudia pergi bersama bodyguard menuju bandara tujuan.
Malam tergantikan dengan pagi...
Lorenzo membaca isi surat dari Claudia ia membuang nafas berat setelah melihatnya. "Cepatlah pulang Audi..."
Kali ini Lorenzo tidak langsung ke perusahaan, ia memilih mendatangi perusahaan Jerome menggunakan jet pribadinya untuk membahas kerjasama sesuai yang direncanakan.
Sesampainya mereka bercakap-cakap begitu panjang lebar, sangat tidak terduga sekali jika mereka akan damai seperti sekarang.
"Ada satu hal yang ingin ku tanyakan kepadamu.." Mulai Jerome.
__ADS_1
"Apa itu?."
"Pemimpin perusahaan Lynac Sistem 'Katashi'.." Ujar Jerome.
"Aku tahu tentangnya sebagian besar gangster Asia tunduk dengan Katashi, apa kau memiliki masalah dengan orang itu?."
Terdapat senyum sinis dari sudut bibir Jerome. "Ada masalah sedikit kami bersaing peluncuran pesawat yang direkomendasikan terhadap presiden Amerika."
"Berhati-hatilah gangster dari Jepang itu sangat ganas, Raymond pernah kewalahan menghadapinya!."
"Cih!.."
Setelah selesai mengobrol Lorenzo pergi dari perusahaan besar Jerome ia kembali ke perusahaannya menggunakan jet pribadi.
"Map biru sudah ku siapkan kau tinggal tanda tangan.." Ujar Raymond.
"Baiklah.."
Lorenzo duduk di kursi kebesarannya sesekali ia melihat handphone memastikan pesan masuk dari Claudia yang tak kunjung muncul.
Selang 40 menit berlalu, televisi besar di ruangan Lorenzo menayangkan berita yang begitu mengagetkan publik. Pesawat dengan nomor F-1621 penerbangan New York-London hilang kontak dilautan C.
Tangan kekar Lorenzo jeda dari pekerjaannya. "Haish kenapa harus terjadi? ada-ada saja.."
Seketika Raymond berdiri dari duduknya dengan wajah yang tak bisa diartikan. "Bukankah itu pesawat yang dinaiki Claudia!.."
"Apa maksudmu? bukankah Claudia pergi dengan Rio menggunakan jet pribadi!!!.."
"Tadi malam Rio berduka cita ayahnya meninggal, dan Claudia ikut lepas landas bersama model yang lain dalam pesawat!.." Timpal Raymond.
"Jangan ngadi-ngadi itu tidak mungkin Raymond!!.."
Bersambung...
__ADS_1