Wanita 1 Triliun

Wanita 1 Triliun
BAB 74


__ADS_3

Orang itu keluar dari kamar mandi bandara menggunakan kacamata hitam, Lorenzo seketika berlari mengejarnya. "Hentikan orang itu!!.." Teriak Lorenzo ditengah-tengah keramaian.


Andy menghampiri adik ipar dari atasannya. "Ada apa tuan? ayo kita berangkat sebentar lagi pesawat akan lepas landas.."


"Bawa kedua putraku pergi ke tempat penginapan jangan biarkan mereka keluar!.." Perintah Lorenzo kepada Andy setelahnya ia berlari mengejar orang itu.


"Tuan!..." Teriak Andy kepada Lorenzo yang sudah tak terlihat.


Akhirnya Andy beserta keluarga korban lainnya terbang lepas landas menuju penginapan, di sini Rayn dan Zayn saling tatap. "Aku rasa ada sesuatu yang tidak beres.."


"Kita harus tetap mengikuti arahan daddy, dia pasti akan kembali adik." Balas Rayn.


"Iya..."


...~...


Lorenzo kehilangan jejak orang itu, ia melihat sekeliling dimana banyak sekali orang berkerumun. Ia sontak kembali mengejar saat lelaki misterius itu terlihat jelas disalah satu gang sempit.


Nafas Lorenzo ngos-ngosan setibanya di gang sempit, ia celingak-celinguk mencari keberadaan orang itu.


"Peti mati sudah tersedia di tempatnya!...."


Lorenzo memutar badan menghadap arah sumber suara. "Kau!..."

__ADS_1


Lorenzo menatap tajam wajah yang benar-benar mirip dalam video Claudia. "Tapi bagaimana kau!..."


Lorenzo tidak bisa menyelesaikan ucapannya, ia sontak merunduk saat lelaki itu melepaskan peluru kepadanya. "DORR!!.."


Dari bawah Lorenzo menendang senjata api itu hingga terjatuh, perkelahian yang extrim terjadi di antara keduanya.


Lelaki misterius itu dibuat kewalahan dengan kemampuan karate lawannya, saat ada celah ia mengangkat tubuh kekar Lorenzo dan melemparkannya ke dinding.


Tidak mau kalah Lorenzo meraih kayu yang terdapat paku sontak saja ia menggesekkan kayu itu dengan keras ke arah perut lawan.


Orang misterius itu meringis saat keluar darah dari perutnya, dengan tatapan dingin Lorenzo mencengkram kuat leher lelaki itu hingga mentok ke dinding. "Kau pelakunya!!..."


Dalam satu gerakan kini leher Lorenzo juga di cengkram orang itu. "Kau bekerja untuk siapa?.."


"Semua orang dalam pesawat itu tewas, kau telah membunuh istriku bedebah!!.." Teriak Lorenzo penuh amarah.


Lorenzo hendak melayangkan serangan, tiba-tiba orang itu melindungi diri dengan menendang kepala Lorenzo hingga ia terjatuh ke tanah.


Berat sekali rasanya kepala Lorenzo penglihatannya bahkan menurun, orang misterius itu sontak pergi sempoyongan dengan luka robekan paku diperutnya akibat ulah Lorenzo.


"Aaaaarrggh sial!!!..."


Lorenzo kesulitan ia bahkan meninggalkan handphonenya di tas Zayn, tombol pemanggil gangster anak buahnya tak ia bawa. Pikirannya tertuju pada Claudia tidak sempat membawa senjata.

__ADS_1


Dengan menggunakan taksi ia sampai ke penginapan yang sudah disediakan oleh Jerome.


"Jatuhnya pesawat F-1621 karena *******!.." Tegas Lorenzo kepada semua orang yang ada di sana. "Percayalah aku mengejar orang itu barusan!.."


Semua keluarga korban terdiam. "Tuan Lorenzo apa benar?.


"Biar ku tunjukkan!.."


Lorenzo sontak menghubungi para anak buahnya untuk mengambil tayangan cctv di bandara, tidak lama tayangan cctv terkirim pada komputer Lorenzo.


"Lihatlah video yang dikirim istriku fokuslah pada orang ini! kita samakan dengan yang direkam cctv bandara.." Timpal Lorenzo.


Dalam tayangan cctv itu benar terdapat lelaki berpakaian serba hitam, Andy nge-zoom wajahnya untuk disamakan dengan pria dalam video Claudia. "Tuan ini beda tidak sama..." Lapornya.


Lorenzo terdiam terkejut mendapatinya jelas-jelas ia berurusan dengan lelaki misterius itu. "Mereka memanipulasinya!..."


"Jelas-jelas itu beda orang tuan..." Lirih seorang ibu dari keluarga korban. "Kau mungkin linglung karena kepergian istrimu istirahatlah jangan banyak pikiran..."


Lorenzo memijit pusing keningnya, ia mengepal tangan kuat. Tidak ada gunanya menjelaskan juga karena dia satu-satunya orang yang mengetahui itu. "Cih biar ku urus sendiri!..."


"Andy bagaimana dengan Jerome?." Tanya Lorenzo.


"Tuan Jerome masih tidak bisa dihubungi tuan, aku tidak mau mengganggunya sebelum diperintah.."

__ADS_1


Lorenzo terdiam pikirannya berkecamuk. "Jerome apa yang kau lakukan sekarang?...."


Bersambung...


__ADS_2