Wanita 1 Triliun

Wanita 1 Triliun
BAB 59


__ADS_3

"Apa yang kalian lakukan sehingga mendengar mommy meringis kesakitan?.." Tanya ulang Claudia.


"Sebenarnya kami berdua mau bicara sama daddy tentang sesuatu, tetapi Zayn menyimpulkan untuk membatalkannya takut mengganggu kalian..." Balas Rayn.


Claudia sontak melirik putra keduanya yang fokus makan. "Apa Zayn mengetahui sesuatu sayang?."


"Aku tahu kalian sedang apa, hanya saja Rayn bersikeras untuk langsung bertanya mom..." Enteng Zayn.


Claudia dibuat terkejut dengan jawaban Zayn, bagaimana bisa anak umur 5 tahun sudah mengerti akan hal itu. "Darimana kamu mengetahuinya?.."


"Daddy yang selalu memberi tahu, jika terdengar mommy meringis seperti itu maka aku sudah mengetahui apa yang terjadi."


"Apa!..." Pekik Claudia yang membuat Lorenzo juga kedua putra kembarnya terkejut sehingga berhenti mengunyah.


"Kenapa Audi?.." Timpal Lorenzo seolah tak tahu apa-apa.


"Zayn masih kecil...."


"Terus? itu tidak ada salahnya jika mereka mengetahui sejak dini sayang..." Jawab Lorenzo.


Claudia memijit pusing keningnya, ia minum air lumayan banyak untuk menenangkan diri. "Zayn sayang kamu boleh mengetahuinya tapi jangan mencobanya jika bukan dengan istrimu nanti!..."


Zayn hanya mengangguk, putra kedua Lorenzo yang ini memiliki sifat yang dingin jarang tersenyum selalu bermuka datar, berbeda dengan sang kakak Rayn yang murah tersenyum memiliki sifat ramah tetapi sekalinya berubah pasti ada apa-apanya.

__ADS_1


"Ah aku mengerti sekarang...." Timpal Rayn menganggukkan kepalanya.


"Sudah lupakan ya jangan diingat terus!.." Tegas Claudia dengan nada sedikit cerewet kepada kedua putranya.


"Ya mom..." Serentak Rayn dan Zayn takut diomeli lebih panjang.


Lorenzo hanya terkekeh yang hanya ditatap tajam sang istri, tidak lama kemudian Rio dan Alyysa datang menjemput si kembar untuk berangkat ke sekolah seperti biasa. Begitu pun dengan Claudia dan Lorenzo juga berangkat menuju perusahaan.


Di sekolah..


Tugas Alyysa dan Rio adalah menjaga sekaligus memantau orang-orang yang mendekati si kembar, selama ini banyak kasus yang terjadi dari tindakan brutal Jerome namun anak buah Lorenzo berhasil menanganinya.


Seorang guru perempuan membawa Rayn dan Zayn ke ruang perpustakaan, semua itu tidak lepas dari pandangan Rio dan Alyysa. "Apa kau melihatnya?.."


"Ya.." Jawab Rio memantau dengan teliti.


"Miss kenapa hanya kita berdua yang dibawa ke perpustakaan?.." Tanya Rayn.


"Apa ada sesuatu yang penting!." Timpal Zayn dengan nada datarnya.


"Hust gak boleh kayak begitu adik, apa kata mommy!." Tegas Rayn kepada Zayn yang tampak acuh.


Guru perempuan itu tersenyum sambil menatap kedua putra kembar Lorenzo. "Tidak ada apa-apa jangan takut, di perpustakaan Miss ada sesuatu untuk kalian..." Ucapnya dengan girang.

__ADS_1


"Jangan ngadi-ngadi aku baru pertama kali lihat anda!.." Timpal Zayn lagi.


"Adik jaga ucapanmu dia lebih tua kita harus menghargainya.." Jawab Rayn.


"Aku tak peduli..." Dingin Zayn.


"Miss maafkan adikku, Zayn memang seperti itu..." Sopan Rayn sesuai apa yang mommy-nya anjurkan.


Guru wanita itu tampak menahan rasa kesalnya kepada Zayn namun ia mencoba terus tersenyum. "Tak apa... Ayo kita ke perpustakaan ada sesuatu yang menunggu kalian di sana!.."


Zayn melirik sang kakak, Rayn mengangguk memberi kode. "Baiklah." Jawab keduanya.


Guru perempuan itu melirik sekitar dengan teliti, setelahnya membawa Rayn dan Zayn ke perpustakaan tidak lupa pintu masuk dikunci juga olehnya.


Terlihat 3 orang pria berbadan kekar juga tinggi di sana, salah satu dari mereka menghampiri Rayn dan Zayn. "Kalian berdua sudah besar, sekarang waktunya untuk membawa kalian!..."


Rayn dan Zayn mengetahui situasi ini rupanya guru wanita itu menjebak mereka, si kembar menyadari jika di hadapan mereka adalah musuh yang sering dibicarakan paman Raymond.


"Siapa kau sebenarnya!.." Tegas Rayn.


"Aku bisa dibilang juga pamanmu, mommy-mu Claudia dan diriku memiliki hubungan spesial!." Jawab Jerome dengan senyum yang tak bisa diartikan.


"Apa kau brengsek yang sering diucapkan daddy?." Timpal Zayn dengan tatapan tajamnya.

__ADS_1


Mendapati itu Jerome dibuat terkejut. "Menarik sekali ucapanmu!...."


Bersambung......


__ADS_2