
Berita itu kembali meliput mengenai pesawat yang hilang kontak, tim pelacak juga polisi dalam berita tersebut melakukan pencarian di lautan C. Benar saja pesawat dengan nomor F-1621 dinyatakan hilang kendali dan jatuh meledak di lautan tersebut.
Deg!...
Pikiran Lorenzo sudah tidak bisa berpikir jernih lagi, Raymond sontak pergi keluar untuk melakukan sesuatu sambil menghubungi seseorang.
Lengan kekar Lorenzo gemetar ia mengambil handphonenya untuk menghubungi Jerome, 5 panggilan sudah dilakukan tetapi tidak ada jawaban dari kakak iparnya itu.
"Sial!..."
Raymond masuk kembali dengan ngos-ngosan. "Gawat, itu benar-benar pesawat yang ditumpangi Claudia rancangan pesawat baru Lyu Jerome.."
"Ti-tidak mungkin Raymond jangan berucap seperti itu!.." Bentak Lorenzo.
"Jerome saat ini diminta pertanggungjawaban oleh pihak korban bahkan melakukan pertemuan dengan presiden Amerika, rancangan pesawat yang ia buat dianggap gagal total!.." Ujar Raymond melaporkan informasinya.
"Aku tidak peduli dengan itu! Jerome bisa mengatasi masalahnya sendiri, yang ku pikirkan sekarang Claudia dimana keberadaannya dan bagaimana kondisinya!.." Sergah Lorenzo urat pada lehernya terlihat mengambang menahan emosi.
"Tenangkan dirimu aku sudah menggerakkan anak buah untuk membantu pelacakan di lautan C..."
Lorenzo sontak mengambil jasnya. "Ikuti aku!..."
"Baiklah..."
Lorenzo dan Raymond berlalu pergi dengan kecepatan tinggi menuju mansion.
Berita jatuhnya pesawat F-1621 ini menggemparkan publik, tentunya sangat memilukan sekali, sangat terbayang bagaimana paniknya penumpang dikala detik-detik akan jatuh apalagi di dalamnya terdapat 8 orang model ternama.
Sesampainya di mansion Rayn dan Zayn sontak berlari ke arah Lorenzo dengan wajah yang tak bisa diartikan. "Dad!...."
__ADS_1
"Tidak terjadi apa-apa jangan berpikir macam-macam!.." Tegas Lorenzo mencoba menenangkan kedua putranya.
"Firasat ku benar...." Lemas Rayn ketika mengingat momen semalam sebelum Claudia pergi.
"Kenapa kau tidak menghentikan mommy!!!..." Bentak Zayn sambil mendorong Rayn hingga terjatuh.
"Aku sudah mencegahnya berkali-kali Zayn!!.." Timpal Rayn sontak mencengkram kuat leher adiknya.
"CUKUP...." Datar Lorenzo yang membuat kedua putranya diam patuh.
Rayn dan Zayn menghapus air matanya yang sudah turun. "Maafkan aku.." Ujar mereka barengan.
"Ya!.." Jawab mereka lagi serentak.
"Jangan ada yang bertindak gegabah sebelum daddy bicara tetaplah di mansion!.." Tegas Lorenzo kepada mereka berdua yang menganggukinya.
"Bagaimana dengan para anak buahku?."
Lorenzo memijit pusing keningnya, tanpa sadar air mata itu sudah membasahi pipi. "Claudia...."
"Jerome menyediakan pesawat sebagai rasa tanggung jawabnya untuk keluarga korban, nanti jam 10 siang berangkat ke daerah lautan C.." Lanjut Raymond lagi.
"Baiklah urus semuanya kita berangkat ke sana beserta keluarga korban yang lain.." Jawab Lorenzo dengan perasaan yang sudah hancur.
"Iya..."
Lorenzo memasuki kamarnya ia membuka layar komputer dengan mata semakin berlinang. "Clau berilah tanda-tanda keberadaanmu..."
"Tolonglah hidup untukku juga Rayn dan Zayn..."
__ADS_1
Lorenzo terkejut ketika melihat pesan video dari Claudia dikirim dua jam yang lalu, tentunya ia sontak melihat video momen Claudia di dalam pesawat memperlihatkan seluruh orang-orang di sana.
Dalam video tersebut handphone Claudia terjatuh ke lantai dan diambil oleh seorang lelaki berbaju serba hitam, setelahnya ia minta maaf lalu mengembalikan handphone lagi kepada Claudia. Tidak lama video berakhir.
Setelah menonton itu Lorenzo semakin terisak hancur, rasanya tidak percaya sama sekali dengan apa yang terjadi.
Waktu berlalu.....
Rayn dan Zayn ikut bersama Lorenzo juga keluarga korban lainnya terbang ke daerah lautan C, memakan waktu begitu lama akhirnya mereka sampai di sana.
Sore hari itu begitu memilukan, para keluarga korban menjerit sejadi-jadinya sambil menaburkan bunga di lautan tempat terakhir orang tersayang mereka.
Mata si kembar sudah bengkak, Lorenzo menatap kosong lautan itu. "Katakan bahwa kau masih hidup Audi!..."
Orang kepercayaan Jerome yaitu Andy datang ke sana. "Sebagai bentuk pertanggungjawaban kami tempat istirahat untuk kalian sudah disediakan, mari ikut ini sudah mau malam!..."
Mereka semua terpaksa pergi meninggalkan daerah lautan kembali ke bandara, Lorenzo tetap menggenggam erat kedua lengan putranya yang tampak hancur juga perasaannya.
Sebelum melakukan penerbangan Lorenzo bicara kepada Andy. "Aku akan ke kamar mandi sebentar.."
"Baiklah tuan kami tunggu.."
Lorenzo melangkah memasuki kamar mandi di bandara tersebut, ia membasuh muka dan tangannya.
Saat ia hendak kembali, seseorang berbaju serba hitam menggunakan topi melewatinya duluan keluar dari kamar mandi, Lorenzo sekilas melihatnya.
DEG!!...
Bayangan orang serba berpakaian hitam dalam video Claudia begitu mirip dengan orang itu, mata tajam Lorenzo membulat sempurna. "Bagaimana kau bisa hidup!!!!..."
__ADS_1
Bersambung...