
Saat dress Claudia hendak terjatuh ke lantai, ia sontak menahannya dengan tangan sehingga membuat Lorenzo menatapnya penuh tanda tanya. "Ada apa?.."
Claudia masih mengatur nafasnya agar tenang. "Aku akan mandi dulu rasanya gerah sekali."
"Jangan lama-lama aku sudah menahannya dari jauh hari..." Timpal Lorenzo sengaja sambil menggoda Claudia.
Tidak ada jawaban dari Claudia, ia sontak memasuki kamar mandi itu. Dari balik pintu ia kembali mengatur nafasnya agar bisa tenang. "Kenapa seperti ini, padahal aku sudah melakukannya dengan dia dulu..." Pikirnya dengan pipi merona.
Karena tidak mau membuat Lorenzo menunggu, Claudia langsung memulai aktivitas mandinya. Setelah selesai ia keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk.
"Sudah selesai?..." Tanya Lorenzo sambil memutar badan.
"Sudah..." Jawab Claudia sambil tersenyum.
Lorenzo dibuat tak berkedip melihat tubuh yang hampir polos itu, ia merasa sangat beruntung bisa memiliki seorang istri seperti Claudia.
"Apa kau bisa membantuku mengelap punggung belakang?." Tanya Claudia sambil menyodorkan handuk.
"Kemari..."
Dengan perlahan Lorenzo mengelap punggung Claudia yang masih terdapat air karena sehabis mandi barusan, tampak sempurna putih nan mulus. Lorenzo mencium punggung polos itu.
Tangan kekarnya menarik Claudia agar menghadap, Claudia bak tersihir saat bertatap dengan mata biru Lorenzo. "Aku menginginkannya....."
"Hmmm sekarang aku milikmu...." Lembut Claudia sambil mengalungkan tangannya pada leher Lorenzo.
Sontak Lorenzo mencium bibir ranum Claudia ia mencumbunya dengan mesra, Claudia membuka sedikit bibirnya membiarkan Lorenzo masuk dan bermain leluasa di sana, mereka berdua terhanyut.
__ADS_1
Lorenzo beralih mencium kening Claudia, turun ke hidung, lalu pipi, hingga bibir. Tanpa melepas ciuman, Lorenzo mendorong tubuh Claudia sehingga mereka berdua sudah berbaring di atas kasur.
Claudia menggigit bibir bawahnya saat ciuman Lorenzo turun ke leher, sementara tangan kekarnya perlahan melepas kaitan handuk itu. Kini terlihatlah tubuh Claudia tanpa sehelai benangpun yang menutupi, hal ini membuatnya mengalihkan pandangan karena merona akan tatapan sayu Lorenzo.
Tangan Lorenzo sudah bermain di antara dua benda berharga yang tampak kencang sempurna, sementara tangan satunya lagi ia sengaja memanjakan Claudia untuk memberinya kepuasan.
Tampak lelaki itu tersenyum. "Apa kau puas?...."
"Hmmm aku puas..."
Lorenzo mencium bibir sexy itu sekilas, setelahnya ia berdiri perlahan melepas celana yang menutupi aset berharganya. Claudia dibuat semakin berdebar.
"Aku akan melakukannya...." Lirih Lorenzo lembut dengan tatapan berat.
"Hmmmm..."
Tangan lentik Claudia meremas sprei saat Lorenzo memulai penyatuan melakukan tugasnya sebagai suami. "Audi kau benar-benar membuatku gila!..."
Lorenzo tersenyum ia perlahan memperlambat ritmenya agar Claudia tidak merasakan sakit, walaupun mereka berdua pernah melakukannya tetapi milik Claudia masih terasa sempit. Ternyata wanita itu sering perawatan.
"Apa kau pernah melakukannya sewaktu bersama Andrean?.."
"T-ttidak...."
"Kau benar-benar wanita hanya untukku."
Sekarang mereka berdua melakukannya saling mencintai tidak seperti dulu jadi tentu rasanya berbeda.
__ADS_1
Lorenzo ambruk di atas tubuh Claudia setelah mencapai puncaknya. "Aku mencintaimu Audi...."
Mereka berdua mengatur nafasnya yang ngos-ngosan.
"Kau kuat sekali...." Lirih Claudia dengan wajahnya yang merona.
Lorenzo hanya tersenyum menyeringai, ia menarik tubuh Claudia untuk merubah posisi. Mereka berdua kembali memulai akan gejolak cinta masing-masing.
*
*
*
Waktu berlalu mengikuti larutnya malam...
Berbagai gaya telah mereka lakukan bersama, tubuh keduanya kini sudah penuh dengan keringat. Lorenzo menjatuhkan diri di samping tubuh Claudia.
"Aku lelah...."
"Kita istirahat dulu..." Jawab Lorenzo yang tak henti-henti menatap kagum wajah cantik istrinya.
"Kau benar-benar liar..."
"Tentu sayang...."
Mereka kembali melakukan hubungan suami istri yang kesekian kalinya, kenikmatan dunia telah mereka rasakan bersama. Claudia dibuat puas dengan permainan Lorenzo begitupun sebaliknya.
__ADS_1
Malam yang dingin dengan langit yang dihiasi cahaya rembulan, menjadi saksi bisu sepasang pengantin baru yang sedang memadu kasih penuh gairah.
Bersambung....